Cinta Itu Kasih

Cinta Itu Kasih
Episode 78 Rumah Kediaman Rey


__ADS_3

Kasih, Karina dan juga Rey tiba di negara dimana kedua orang tua Rey berada. Mereka bertiga baru saja turun dari pesawat dan sedang mengambil barang-barang mereka lalu pergi meninggalkan bandara menuju ke rumah orang tua Rey dengan menaiki taksi.


Setelah menempuh perjalanan dengan mobil taksi selang beberapa saat lamanya, mereka bertiga akhirnya sampai juga. Ayah dan Ibu Rey menyambut keduanya dengan perasaan bahagia. Memeluk Rey dan menuntun mereka masuk ke dalam rumah. ‘Apa yang terjadi, orangtua Rey kenapa tampak sangat akrab dengan Dan?’ pikir Karina bingung.


“Tuan dan Nyonya Wijaya kami bermaksud kemari untuk menemui Rey,” ujar Karina menyampaikan maksud tujuannya datang menemui mereka.


Ayah dan juga ibu Rey saling menatap dengan pandangan bingung lalu mengalihkan pandangan mereka tertuju pada Rey yang mereka maksud.


“Rey yang kalian cari sudah ada bersama kalian, tidak perlu mencarinya lagi,” beber Ibu Rey yang seketika membuat Karina tercengang menatap semua orang satu persatu dengan tatapan bingung.


“Maksud anda?” tanya Karina tidak mengerti.


“Rey sebaiknya kau menjelaskannya sendiri,” kata Ayah Rey memberi privasi pada mereka bertiga.


Karina menatap sosok pemuda yang selama ini ia kenal bernama Dan penuh selidik. Ditatapnya pemuda itu dari ujung kaki hingga berhenti di wajah si pemuda mencari-cari barangkali ia bisa menemukan sesuatu hal yang bisa ia kenali sebagai sosok Rey.


“Aku sungguh tidak percaya ini, Apakah semua ini hanya semacam lelucon? Bagaimana mungkin kau,” Karina seketika tersadar akan sesuatu. “Jangan katakan kau telah mengoperasi wajahmu menjadi seseorang yang bernama Dan?!” ujar Karina dengan suara lantang seiring dengan pupil matanya yang melebar. Kedua tangannya menutup mulutnya yang ternganga lebar. Sembari melirik singkat ke arah Kasih yang duduk agak jauh dari posisi mereka.


Rey tidak mengatakan apapun dan hanya membiarkan Karina mengutarakan berbagai spekulasinya tentang dirinya.


“Astaga! kau sungguh nekat sekali Rey. Apa yang kau lakukan semua ini benar-benar diluar dugaan. Betapa mengejutkannya kau mengubah wajahmu sendiri beserta dengan identitasmu lalu kau menyusup masuk ke kediaman keluarga Alexander! Kau telah berhasil mengelabui semua orang.”


“Hampir semua,” kata Rey singkat.


“Apa maksudmu dengan hampir itu?! Kau telah berhasil mengelabui kami semua bahkan kau juga mengelabui Tuan Smith. Aku benar-benar tidak dapat membayangkan bagaimana reaksinya jika sampai ia mengetahui selama ini kau telah mempermainkan dirinya. Bisa-bisa si tuan kejam itu akan menghabisimu!”tutur Karina takut membayangkan seberapa sadisnya Tuan Smith saat ia memberikan sebuah hukuman. Hal itu diketahuinya dari Tuan Adam yang tak lain dan tak bukan adalah adik tiri dari Tuan Smith.


“Itu tidak akan terjadi, Karina. Kau tenang saja,” Rey berjalan sambil lalu meninggalkan Karina yang menatapnya penuh tanda tanya.


“Huh?! Sebenarnya apa maksudnya?” tanya Karina bingung sendiri. Merasa belum menerima jawaban yang memuaskan sontak Karina berdiri mengejar langkah Rey. “ Rey aku butuh penjelasan!” tangan Karina menarik lengan Rey menghentikan langkah pemuda itu.


“Kau tidak perlu mengkhawatirkan apapun karena Tuan Smith telah benar-benar merelakan Kasih.” Rey berbicara tanpa menoleh menatap wajah Karina sembari meninggalkan amplop putih yang ia terima dari Tuan Smith sebelum berangkat kemari lalu mengajak Kasih yang duduk sendirian menanti mereka selesai berbicara berdua untuk pergi bersama dengannya.

__ADS_1


“Ayo pergi, Kasih.” Rey mengulurkan tangannya yang langsung disambut ceria oleh Kasih.


Rey Pov On


“Rey Dinata Wijaya.” Tuan Smith menyebutkan nama lengkapnya seketika membuatku tersentak kaget. “Itu namamu, bukan?” tanyanya dengan nada menyindir. Kutatap wajah pria yang telah menjadi rival cintaku selama ini tatapannya datar sembari memasukkan tangannya disaku celana.


“Terkejut?” tanya Tuan Smith lagi membuatku percaya bahwa pria dihadapanku ini bukanlah pria sembarangan. Tatapan matanya yang tajam menatap datar kearahku Serta sosok tubuhnya yang tegap dan kokoh semua hal yang ada pada dirinya membuatku merasa terpojok. ‘Darimana dan kapan pria ini mengetahui penyamaranku? Entahlah. Aku sendiri tidak dapat memastikannya.’


“Kasih, gadis bodoh itu tidak pernah tahu orang yang selama ini ia rindukan ada disekitarnya. Sungguh gadis yang bodoh.” Tuan Smith mendengus merasa lucu mengingat betapa polosnya gadis yang kini ia sangat cintai itu.


Aku tidak bereaksi apapun dan hanya bisa diam memperhatikan Tuan Smith yang berbicara sambil memutari diriku memberi perasaan intimidasi yang terasa begitu kuat. Tentu saja, itu perasaan itu juga didukung dengan identitasku yang telah terbongkar entah sejak kapan. Aku merasa seperti orang bodoh disini tapi, tak apa asalkan aku telah berhasil membebaskan Kasih darinya.


“Jangan senang dulu,” kata Tuan Smith sembari menyodorkan sebuah amplop putih ke arahku. Perlahan tangan Rei terulur mengambil amplop berwarna putih itu membukanya kemudian membaca isinya.


“Aku membiarkanmu membawanya pergi bukan karena aku kalah darimu, atau karena Aku tidak bisa memperjuangkan dirinya.” Rey yang sedang membaca isi amplop yang ternyata adalah laporan hasil pemeriksaan milik Kasih seketika tertegun menatap kearah Tuan Smith. “Ya, seperti yang tertera dikertas hasil pemeriksaannya itu. Kasih mengalami amnesia yang disebabkan oleh trauma hebat yang dialaminya. Otak Gadis itu tidak akan sanggup bertahan menerima tekanan mental dari kejadian yang tidak ingin diingatnya. Maka dari itu, alam bawah sadarnya menghapus ingatannya dengan sendirinya. Kondisi otaknya yang lemah itu jika menerima tekanan atau mengingat hal yang pernah membuatnya merasa trauma akan sangat berbahaya.” Rey masih dengan setia menyimak apapun yang di bicarakan oleh Tuan Smith padanya ia mendengarkannya setiap kata yang keluar dari mulut bibir Tuan Smith dengan seksama. Aku memang merasa sangat senang dengan keputusan Tuan Smith yang merelakan Kasih padaku, hanya saja, aku merasa tatapan Tuan Smith sedikit berbeda dengan biasanya. Tatapan seperti seseorang yang sedang memendam perasaan kesedihan. Benarkah dia telah benar-benar jatuh cinta pada Kasih? jika benar begitu, apakah yang sedang kulakukan ini tidak akan melukai hatinya? Tuan Smith apa sebenarnya yang berada dilubuk hatimu itu?


“Resikonya hanya dua, Kasih akan menjadi gila atau ia akan kehilangan nyawanya,” jelas Tuan Smith menjelaskan kondisi Kasih yang sebenarnya mendengar itu Rey mengeraskan rahangnya sembari tangannya meremas kertas hasil pemeriksaan Kasih dengan kuat.


‘Kasih, seberapa berat hidupmu tanpa kuketahui?’


Rey POV End


“Karina, kau tidak boleh seperti ini, bisa-bisanya kau meninggalkanku sendirian.” Ucap suara kekasih Karina dari seberang panggilan ponsel.


Karina menghela nafas panjang. “Maafkan aku, sayang. Aku tidak bisa meninggalkan Kasih disini kau tau sendiri bagaimana kondisinya, bukan? Kasih bisa saja pergi untuk selamanya kapan saja,” ujar Karina dengan suara bergetar diakhir kalimatnya, tanpa aba-aba air matanya meleleh membasahi pipi.


“Tapi ... “


“Maafkan aku, sayang. Aku tidak bisa kembali apapun alasannya. Bagiku Kasih sangat berharga, aku menyayanginya seperti seorang kakak kepada adiknya. Aku akan menjaganya sampai ia sembuh. Hingga saat itu, bisakah kau bersabar menunggu?” potong Karina teguh dengan pendiriannya.


Tuan Adam yang berada diseberang mendengus pasrah dengan keputusan sang kekasih. ‘Kenapa semua ini bisa jadi pelik begini ini, sih? Menyebalkan! ‘

__ADS_1


“Aku akan memberimu waktu dan tolong selalu berikan aku kabarmu setiap hari,” kata Tuan Adam mengalah. “Um, tidak. kabari aku setiap saat,” ralatnya.


“Dasar pria kekanak-kanakan!” dengus Karina mengerucutkan bibirnya membuat Tuan Adam terkekeh senang.


“Biarkan saja, kau sudah membuatku menyandang status jomblo hanya demi sahabatmu. Aku tidak mau tau, kau harus rutin memberitahuku tentang kabarmu disana. Jika tidak, aku akan terbang kesana menjemputmu apa kau mengerti?” ujar Tuan Adam dengan nada mengancam Karina.


“Baiklah. Baiklah. Aku akan mengabarimu seperti keinginanamu, Tuan. Apa kau sudah puas sekarang?” kata Karina. Tuan Adam terdengar tertawa keemenangan. “Um, sayang, bagaimana keadaan .... “


“Kakakku?” tebak Tuan Adam cepat. “Dia baik-baik saja, hanya sedih ditinggal istrinya mungkin ia akan segera bunuh diri nanti.”


“Astaga, sayang! Kau ini masih sempat-sempatnya bercanda disaat seperti ini,” ucap Karina mengomel.


“Uh! Maafkan aku, aku sangat kesal kau tidak berada disini.”


“Dengar, ada sesuatu yang ingin kuberitahukan padamu.” Seketika Karina berbicara dengan nada serius. Pandangannya jatuh tertuju pada kertas putih ditangannya. Lalu ia menceritakan apa yang baru saja ia ketahui dari Rey. Soal kondisi Kasih dan juga siapa Dan sebenarnya. Sontak hal itu membuat Tuan Adam mendelik tidak percaya.


“Benarkah?!” kata tuan adam dengan suara lantang. “Aish! kisah cinta macam apa ini? kenapa begitu rumit. Dan lagi sungguh menyebalkan harus menyeret hubungan kita juga. Ini sungguh tidak adil. Harusnya aku dan kau bisa bermesraan sekarang, tapi karena adanya masalah ini, haaahhhhh .... !!!” terdengar geraman kesal dari tuan smith diseberang. pria itu mendengus furstasi karena harus berjauhan dengan kekasih tercintanya.


 


 


BERSAMBUNG...


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2