
Kasih akhirnya setuju untuk menikah dengan syarat harus menandatangani surat perjanjian pernikahan, yang berisi selama pernikahan mereka harus menjaga privasi masing-masing tidak boleh saling mengganggu. Kasih juga memasukkan beberapa syarat lain seperti tidak ada kontak fisik dan harus bersikap seperti orang asing kecuali bila berada didepan orang lian. Mereka harus menjalankan perannya masing-masing selama anak dalam kandungan Kasih belum lahir. Setelah anak lahir, Kasih berencana mencari cara agar bisa bercerai dengan tuan Smith.
Dengan bantuan tuan Smith, Ayah Kasih mendapat perawatan dari dokter terbaik dan dipindahkan ke rumah sakit terbaik di kota itu. Semua akhirnya bisa diatasi dengan baik, Kasih sangat bersyukur akan hal itu. Namun diatas semua itu, tentu saja Kasih masih merasa sangat sedih karena ia terpaksa harus menikahi tuan Smith yang sangat menakutkan menurutnya. Tuan Smith dimata Kasih selalu terlihat dingin sekaligus menyebalkan, tuan Smith yang memang terpaut usia yang cukup jauh darinya membuat Kasih seakan menikahi pria yang sudah tua. Meski tuan Smith sendiri masih berusia muda namun jauh lebih dewasa dari Kasih yang masih berusia 16 tahun. Tuan Smith memang hampir sama sekali tidak pernah tersenyum sejak kedua orangtuanya meninggal, senyum itu sudah hilang dan menjadikan tuan Smith seorang pria yang jarang sekali berbicara.
“terima kasih tuan Smith, kami sekeluarga merasa sangat bersyukur anda mau menolong kami” kata Ibu Kasih pada tuan Smith.
“benar, kami sangat berhutang budi pada anda tuan” timpal Nenek Kasih menampilkan senyum sumringahnya “Kasih sangat beruntung karena anda mau menikahinya bahkan mau membantu persoalan keluarganya, bukan begitu Kasih?” ujar Nenek sambil menyenggol lengan Kasih yang hanya dibalas Kasih dengan senyum paksa
‘yang benar saja. Beruntung?! Apa kau bercanda!!!’ batin Kasih dalam hati
Tok! Tok!
Suara ketukan pintu menyela perbincangan mereka. Seorang dokter masuk kedalam lalu menyapa tuan Smith dengan hormat.
“permisi, tuan. Kami harus memeriksa Ayah mertua anda” kata dokter
“Hm, silahkan” ucap tuan Smith singkat. Sang dokter lalu melakukan pekerjaannya untuk memeriksa keadaan Ayah Kasih
‘apa-apaan itu? Ayah mertua? Menjijikkan!’ rutuk Kasih dalam hati. Kasih terlihat memanyunkan bibirnya kedepan.
Tuan Smith tersenyum simpul melihat kelakuan gadis kecil itu.
“tuan, keadaan Ayah mertua anda sudah membaik pasca operasi jantung yang baru saja dijalani. Setelah efek obat biusnya hilang. Ayah mertua anda akan segera sadar” ujar sang dokter menjelaskan
Seluruh keluarga Kasih tampak lega setelah mendengar penuturan dari sang dokter
“terima kasih dokter” sahut Ibu raut kebahagiaan terpancar jelas diwajahnya
“kapan Ayah saya bisa pulang dok?” tanya Kasih kemudian
“operasinya berjalan baik. 2 atau 3 hari Ayah anda sudah boleh pulang Nona” jawab dokter
“baik. Terima kasih banyak dokter” kata Kasih ramah
“Kasih, kamu harus berterima kasih pada tuan Smith. Operasi Ayah berjalan baik semua karena bantuan darinya” kata Ibu Kasih sambil memegang kedua tangan putrinya
‘berkat dia? Oh Ibuku yang polos, jangan tertipu dengan sandiwara pria gila itu. Jika bukan karena dirinya dan saudaranya itu, semua ini tidak akan terjadi padaku. Malangnya aku yang harus menikah pria yang sudah merusak hidupku. Tuhan... apa aku harus berakhir seperti ini?’
“Kasih!” panggil Ibu menyadarkan Kasih yang termenung
“Oh? Apa yang Ibu katakan?” tanya Kasih bingung
“kau harus jadi istri yang baik. Jangan menyusahkan tuan Smith kedepannya kau harus mengurus tuan Smith dan juga anak kalian nanti. Ibu dan Ayah akan mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua” ucap Ibu menasehati putrinya.
__ADS_1
“hmmm..baik Bu”
“anda tidak perlu khawatir Ibu mertua, Kasih akan menjadi istri yang sempurna bagiku” ujar tuan Smith sembari merangkul Kasih.
‘apa sih pria gila ini, buat apa dia merangkulku segala? Apa dia mau mati!!!’ Kasih mendelik tajam pada tuan Smith yang hanya tersenyum penuh arti padanya
“benarkan, istriku?” tanya tuan Smith pada Kasih
Kasih tersenyum dibuat-buat lalu menginjak sebelah kaki tuan Smith sekuat tenaga “tentu saja sah! yang!”
Melihat wajah tuan Smith yang menahan sakit membuat Kasih tersenyum puas ‘rasakan itu! Akan kubuat kau kesal setengah mati setiap hari, setelah itu cepat atau lambat kau pasti tidak akan tahan dan memilih menceraikanku. Hihihi’
“tuan, saya membawakan apa yang anda minta” kata John yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan.
“bawa masuk” perintah tuan Smith
Plok! Plok! “bawa masuk “ulang John menepuk tangan memberi isyarat yang kemudian disusul kemunculan beberapa pelayan dari restoran membawakan berbagai macam makanan yang menggugah selera.
Alysa yang tubuhnya lebih gemuk dari 3 bersaudara itu dan terkenal hobi makan terlihat tergiur oleh makanan yang menebar aroma lezat dan menggoda. Makanan itu dibawa dengan troli makanan dan beberapa pelayan lain membawanya dengan nampan besar.
“semua makanan ini dipesan oleh tuan Smith dari restoran termahal di kota ini untuk anda semua nikmati” ujar John menjelaskan
“wah! Makanan ini sangat luar biasa! Akhirnya setelah sekian lama kita bisa makan enak lagi, yeay!!!” ucap Jenny girang
“terima kasih tuan Smith” timpal Alysa dan Jenny secara bersamaan sembari tersenyum senang
“tidak masalah. Aku bisa mengirimkan kalian semua makanan seperti ini setiap hari” ucap tuan Smith
Mendengar itu membuat Ibu dan yang lain merasa sangat senang terkecuali Kasih yang hanya merangut kesal.
‘dasar pria gila ini, apa dia sedang mencoba menyuap keluargaku?!’
***
Setelah makan malam keluarga dadakan ala tuan Smith di rumah sakit tadi, Karina mengajak Kasih pergi ke tempat lain di rumah sakit itu untuk berbicara secara serius. Sementara yang lain masih menikmati makanan mereka.
“ada apa ini Kasih? Kenapa jadi begini? Bukankah kau ingin pergi dari pria gila itu? ” tanya Karina meminta penjelasan dari Kasih
“aku tau Rin, aku...aku memang berencana untuk segera meninggalkannya setelah anak ini lahir. Tapi, kini situasinya telah berubah. Aku tidak mungkin membiarkan Ayahku kecewa untuk yang kesekian kalinya. Kau tahu sendiri apa yang telah terjadi saat Ayahku tau aku hamil kan? Ayahku akan bertambah kecewa jika tau aku hamil tanpa seorang suami dan itu bisa membuatnya bertambah sakit. Aku tidak mau Ayahku sampai terjadi apa-apa, Rin” ujar Kasih menjelaskan dengan mata berkaca-kaca menahan tangis
Karina iba melihat sahabatnya yang tampak menyedihkan. Kasih dihadapkan dengan situasi yang sulit dimana ia harus memilih masa depan dan kebahagiaannya sendiri atau keluarga yang sangat disayanginya. Karina yakin jika ia yang berada diposisi Kasih saat ini, iapun akan memutuskan hal yang sama.
“aku mengerti, Kasih. Berhentilah menangis. Aku akan selalu mendukung apapun yang jadi keputusanmu. Kau harus kuat, ingatlah masih ada aku. Sahabatmu”ucap Karina sembari memeluk Kasih yang akhirnya menangis di dalam dekapan Karina
__ADS_1
“kau akan baik-baik saja, aku selalu bersamamu”
“aku...aku tidak tau harus bagaimana, Karina. Aku sangat bingung dengan semua ini. Hidupku dan masa depanku hancur dalam sekejap. Aku tidak yakin aku bisa bertahan melalui ini semua” ujar Kasih masih dalam dekapan Karina
Karina mengelus lembut rambut Kasih mencoba menenangkan Kasih yang semakin menangis.
“Kau harus kuat, Kasih. Aku akan terus mendoakan yang terbaik untukmu. Kau tidak usah khawatir aku akan selalu bersamamu. Aku akan menemanimu melewati semua ini. Semua akan baik-baik saja, percayalah!”
Kasih hanya terus menangis dalam dekapan Karina sahabatnya satu-satunya yang ia miliki. Hanya Karina seorang yang mengetahui rahasia Kasih selama ini. Kasih tidak punya tempat lain untuk menceritakan segala permasalahannya kecuali kepada Karina sang sahabat.
Ponsel Kasih tiba-tiba berbunyi menyela kesedihan yang kini tengah menyelimuti mereka berdua. Kasih lalu melepaskan diri dari dekapan Karina dan memeriksa ponselnya. Sebuah pesan dari tuan Smith
DIMANA KAU GADIS BODOH. AYAHMU SUDAH SADAR
“dari siapa, Sih?” tanya Karina
“dari pria gila” ucap Kasih “ Ayahku sudah sadar”
“ayo kita kembali” ajak Karina kemudian
Mereka berduapun kembali ke ruang rawat Ayah Kasih bersama-sama.
***
Di dalam ruang rawat Ayah Kasih
“suamiku, kau akhirnya sudah sadar” ucap Ibu lega
Ayah Kasih yang baru saja membuka matanya mengedarkan pandangannya menatap satu persatu orang-orang yang mengelilinginya. Ia tampak bingung dengan kehadiran tuan Smith disitu
“anda...? tuan Smith?” kata Ayah heran
Semua mata tertuju pada tuan Smith bersamaan dengan itu, Kasih dan Karina yang baru saja masuk kedalam ruangan merasa bingung dengan situasi yang ada.
“Ayah?” kata kasih
“ada apa ini? Kenapa tuan Smith bisa ada disini?”tanya Ayah Kasih
Menyadari arah pertanyaan sang Ayah, Kasih segera mendekat dan mencoba menjelaskan secara perlahan. Namun, Ayah Kasih yang kembali mengingat berita yang sangat mengejutkannya sampai membuatnya terkena serangan jantung sangat terkejut ketika melihat kenyataan bahwa Kasih memang benar sedang hamil terbukti dengan perut Kasih yang terlihat membuncit.
“Kasih....” kata Ayah Kasih lirih ditengah keterkejutannya ketika melihat perut Kasih yang buncit
“ayah, aku bisa menjelaskan...” ucap Kasih dengan pandangan sendu
__ADS_1
“tuan Avisha, saya Smith Alexander ayah dari anak yang dikandung Kasih saat ini ”sahut tuan Smith tiba-tiba yang membuat Ayah Kasih semakin terkejut dan bingung. Semua orang yang berada disitu terhenyak dengan penuturan tuan Smith yang sangat frontal. Mendengar hal itu, muka Kasih seketika berubah pucat.
BERSAMBUNG...