Cinta Itu Kasih

Cinta Itu Kasih
Episode 25 Dipaksa Menikah


__ADS_3

“apa yang kau


bicarakan?” tanya Kasih pada tuan Smith


“aku akan


menikahimu” jawab tuan Smith enteng


HAH?!


‘dasar pria gila!


aku tidak sudi!’


“pernikahan akan


segera diadakan besok”


Mendengar itu


membuat Kasih melotot memandang tuan Smith marah


“apa kau gila?!


aku tidak ingin menikah! tidak! aku tidak ingin menikah denganmu” ucap Kasih menolak


secar terang-terangan


“apa yang kau


bicarakan anak bodoh, sudah bagus tuan Smith mau menikahimu, kau masih tidak


tahu bersyukur” kata Nenek Kasih sewot lalu mengalihkan pandangannya kearah


tuan Smith lalu berbicara dengan nada yang dibuat semanis mungkin “kami sangat


bersyukur anda mau menikahi anak ini, terima kasih atas kebaikan anda”


Terlihat jelas


Nenek Kasih sedang berusaha membuat kesan yang bagus di depan tuan Smith.


Karina yang


melihat kelakuan Nenek Kasih yang sedang berusaha mencari muka didepan tuan


Smith merasa jijik “anak kami? dasar rubah tua penjilat, semenit yang lalu dia


mencerca Kasih dengan ganas, lalu setelah tau Kasih mengandung anak tuan Smith


ia mendadak berubah menjadi peri agung yang baik hati. benar-benar


menggelikan!” gumam Karina dengan suara yang masih bisa terdengar oleh semua


orang


Nenek Kasih yang


mendengar itu mendelik tajam pada Karina yang hanya dibalas Karina dengan gaya


meledek tidak peduli


“dasar anak kurang


ajar, berani sekali berkata buruk tentangku didepan tuan Smith!” ucap Nenek


Kasih dengan nada pelan sembari menahan kejengkelannya


“apa anda bersungguh-sungguh


dengan apa yang anda katakan itu, tuan?” tanya Ibu Kasih kemudian


“tentu saja Ibu


mertua. aku akan menjaga anak anda dengan baik”


“apa yang kau


katakan!!! siapa yang ingin menikah denganmu??!!” Kata Kasih berteriak keras


pada tuan Smith


“Kasih jaga


ucapanmu!” ujar Ibu mengingatkan “maafkan kami tuan, tapi anak kami masih


bersekolah, dia masih begitu muda untuk menikah” kata Ibu Kasih memberi


penjelasan pada tuan Smith


“itu benar, aku


masih mau bersekolah dan tidak ingin menikah” timpal Kasih membenarkan


perkataan sang Ibu


“aish! anak ini!


kau tidak tahu apa yang sedang kau katakan, kau tidak perlu bersekolah lagi,


dengan perut yang sudah membesar itu, tidak mungkin kau masih bisa bersekolah.


Ayahmu juga akan sangat kecewa jika tahu kau hamil tanpa suami, apa kau mau


Ayahmu semakin kecewa padamu??”sahut Nenek Kasih


“a...akuu...”


Kasih yang kehabisan kata-kata tidak bisa membantah


“Ibu...aku...aku


tidak ingin menikah” kata Kaish mencoba meminta pembelaan dari Ibunya


Ibu Kasih


kemudian mengusap lembut pipi Kasih


“sayang, yang


dikatakan nenekmu itu ada benarnya. kau tidak mungkin terus bersekolah dengan


keadaanmu seperti sekarang ini. Kau harus memikirkan anakmu yang akan lahir juga”’


“tapi Bu...”


sanggah Kasih bersikeras tidak ingin menikah terlebih harus menikahi pria


menakutkan seperti tuan Smith ‘aish! kenapa semua jadi kacau begini, sih!’

__ADS_1


“tidak ada kata


tapi sayang. Tidak akan mudah membesarkan anak sebagai orangtua tunggal. Terlebih,


kau masih sangat muda, kau tidak akan sanggup membesarkan anak sebagai orangtua


tunggal nantinya” jelas Ibu Kasih


Kasih menatap


marah pada tuan Smith yang hanya tersenyum acuh. Kasih lalu melangkah menarik


lengan tuan Smith menyinggir dari sana


“ikut denganku!


kita perlu bicara!!!” kata Kasih sembari menyeret tuan Smith pergi. Sikap Kasih


yang sangat berani pada tuan Smith membuat Nenek dan yang lainnya tercengang


***


Kasih menyeret


tuan Smith ke sebuah tempat yang jauh dari keluarganya.


“Kau!” ucap Kasih


sambil menahan emosinya “jelaskan apa yang kau rencanakan? bukan ini yang kita


sepakati sebelumnya”


“aku sedang


membantumu menyelesaikan masalahmu” ucap tuan Smith singkat


Kasih menatap tidak


percaya pada tuan Smith. ‘membantuku? kau malah membuat masalahku bertambah


rumit!’


“tapi bukan ini


kesepakatan kita. kau bilang aku bisa pergi setelah aku melahirkan anak ini dan


melanjutkan kehidupanku. tapi sekarang, kau...”


“jadi kau tidak


peduli anakmu akan hidup tanpa kasih sayang ibunya dan kau akan membiarkan


seluruh keluargamu dicela orang seumur hidup mereka?”


“astaga! aku


tidak percaya kau...apa kau sedang mengancamku sekarang?!”Ucap Kasih menatap


nyalang pada pria arogan yang sangat menyebalkan namun sanggup membuat wanita


tidak akan bisa mengacuhkan seorang tuan Smith. Namun, tidak dengan Kasih, ia


sudah terlanjur sangat membenci pada pria ini. Ia merasa sangat muak jika harus


terus berhadapan dengannya, akan tetapi, sepertinya takdir sedang mempermainkan


itu, namun selalu saja harus terikat dengannya. Seperti terjerat benang takdir


yang tak kasat mata.


‘ini tidak boleh


seperti ini, aku harus bisa melepaskan diriku dari pria berbahaya ini. Apa-apaan


dia mendadak mengatakan ingin menikahiku dan apa itu tadi, ia memanggil Ibuku


dengan sebutan Ibu mertua??? ya ampun! bercanda?! aku tidak akan jatuh dalam


jebakannya, aku harus berhati-hati’ ucap Kasih dalam hati.


“itu terserah


padamu, kau ingin aku mengeluarkanmu dari masalah atau kau ingin melihat


keluargamu dicela orang-orang dengan dirimu yang telah hamil diluar nikah?”


ucap tuan Smith memberi Kasih pilihan


Kasih menghela


napas dalam-dalam dan menghembuskannya kasar “hei! memangnya karena siapa aku


sampai hamil seperti sekarang ini?!” teriak Kasih marah “jika bukan karena kau


yang salah paham padaku dan saudaramu yang bodoh itu aku tidak mungkin berada


disituasi pelik seperti sekarang!!! Ah! aku benci sekali padamu!!!”


Amarah Kasih


meledak ia sudah tidak bisa menahan dirinya lagi. Ia merasa sangat frustasi


sekarang. Semenjak ia hamil perasaannya sangat sensitif, menangis lalu tertawa


kemudian.


“apa sebenarnya


kesalahanku padamu kenapa kau melakukan ini padaku? tidak bisakah kau


membiarkan aku bebas menjalani kehidupanku? aku masih ingin menikmati masa


mudaku Hiks!” ucap Kasih dengan nada pelan disela tangisnya “kenapa? kenapa


tidak membiarkan aku pergi saja. Padahal aku tidak meminta pertanggungjawaban apapun


darimu, aku hanya meminta kau untuk melepaskan aku, hanya itu. Aku tidak akan


menuntut apapun, Sungguh! bisakah lepaskan saja aku, aku mohon padamu” ucap


Kasih memohon pada tuan Smith dengan sepenuh hatinya sembari terus terisak


“aku tidak peduli


jika kau ingin melanjutkan sekolahmu atau appaun itu. Aku tidak akan mencampuri


kehidupanmu pribadimu, kau hanya perlu berakting menjadi Nyonya Smith didepan


semua orang”

__ADS_1


“apa kali ini kau


akan berjanji? kau benar tidak akan mencampuri kehidupanku?” tanya Kasih


menatap tuan Smith mencari kebenaran dimata indah itu “sulit bagiku untuk


mempercayaimu lagi. Setelah sebelumnya kau dengan seenaknya mengingkari


perjanjian kita. Kali ini aku ingin perjanjian kita berada hitam diatas putih,


jika kau berani melanggar perjanjian kali ini, habislah kau!” tutur Kasih


dengan nada mengancam sembari mengacungkan telunjuknya kearah tuan Smith


‘dia terlihat


imut jika sedang kesal begitu’


“So? are we have


a deal now?” tanya tuan Smith pada Kasih


Kasih tidak


langsung menjawab pertanyaan tuan Smith, ia tampak masih sedikit bimbang dan


ragu. ‘apa yang harus aku lakukan, Tuhan? haruskah aku menikah dengan pria gila


ini? atau aku kabur saja? tapi, kalau seperti itu, bagaimana dengan Alysa dan


Jenny, mereka masih harus bersekolah. Jika kabar mengenai diriku yang sedang


hamil tersebar, orang-orang akan mengolok-olok adikku. Dan mereka akan menerima


bullyan sama seperti yang kuterima selama ini. Ayah juga... ia pasti akan


sanagt kecewa padaku, Hiks! Tidak boleh! Aku harus melindungi keluargaku. Aku


tidak akan membiarkan hal buruk terjadi pada mereka. Aku harus melindungi


mereka dengan segenap hatiku” ucap Kaish dalam hati memberikan keyakinan pada


dirinya sendiri


Tuan Smith merasa


aneh dengan Kasih yang sedang sibuk dengan lamunannya sendiri ‘apa yang sedang dilakukan


bocah ini?’ Tuan Smith lalu sontak menjitak jidat Kasih yang langsung membuat


Kasih tersadar sembari meringis kesakitan


“sakit!!! apa


yang kau lakukan?!” ujar Kasih marah. Sembari mengusap kuat dahinya


“syukurlah kau rupanya


tidak sedang kesurupan” kata tuan Smith santai padahal, ia baru saja membuat


jidat Kasih memerah


“kau! apa tidak


bisa berhenti bersikap menyebalkan?!” kata Kasih dengan suara keras “aku


benar-benar sedang dikutuk karena aku harus berurusan dengan pria gila


sepertimu!!!’


“kau harus


baik-baik padaku, aku ini calon suamimu, loh” kata tuan Smith dengan nada


menggoda. Jika saja Kasih tidak dipenuhi kebencian pada pria yang sangat mempesona


itu, mungkin saja saat ini ia sudah terlena


“huh?! kau


bercanda!!! aku tidak akan pernah menganggapmu, suamiku!!!!” kata Kasih kesal


“sungguh?” tanya


tuan Smith “ lalu, kau ingin menganggapku apa? pacarmu?”


‘ya Tuhan, betapa


aku ingin mencekik pria gila dihadapanku ini! Dasar pedofil!’  rutuk Kasih dalam hati


“katakan padaku,


kau ingin menganggapku ini pacarmu? aku bisa menerima jika kau ingin kita


bersikap seperti sepasang kekasih, aku yakin anak muda sepertimu pasti menyukai


hal-hal yang kekanak-kanakkan begitu bukan? bagaimana? aku siap kapan saja,


kita bisa memulai kencan pertama kita kapanpun kau mau. Aku yakin kencan kita


akan sangat luar biasa, kita bisa pergi keliling dunia jika kau suka. Bagaimana


jikaa...”


“hentikan omong


kosongmu itu! aku tidak akan kemana-mana, kau dan aku akan menandatangani surat


perjanjian pernikahan. Aku akan memastikan jika kau berani melanggar kali ini


kau akan tamat!!!’ ucap Kasih tegas sembari mengacungkan telunjuknya ke wajah


tuan Smith


“baiklah! tidak


masalah. Aku setuju” ucap tuan Smith yang lalu mengambil tangan Kasih yang telunjuknya


sedang teracung kearahnya lalu menjabat tangan sebagai tanda kesepakatan telah


tercapai.


‘akan kupastikan


kau tidak akan tahan dengan istri sepertiku, dasar pria gila! lihat saja nanti.


Akan kubuat kau menyesal!!!’ batin Kasih sambil memicingkan kedua matanya.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2