
“apa yang kau
bicarakan?” tanya Kasih pada tuan Smith
“aku akan
menikahimu” jawab tuan Smith enteng
HAH?!
‘dasar pria gila!
aku tidak sudi!’
“pernikahan akan
segera diadakan besok”
Mendengar itu
membuat Kasih melotot memandang tuan Smith marah
“apa kau gila?!
aku tidak ingin menikah! tidak! aku tidak ingin menikah denganmu” ucap Kasih menolak
secar terang-terangan
“apa yang kau
bicarakan anak bodoh, sudah bagus tuan Smith mau menikahimu, kau masih tidak
tahu bersyukur” kata Nenek Kasih sewot lalu mengalihkan pandangannya kearah
tuan Smith lalu berbicara dengan nada yang dibuat semanis mungkin “kami sangat
bersyukur anda mau menikahi anak ini, terima kasih atas kebaikan anda”
Terlihat jelas
Nenek Kasih sedang berusaha membuat kesan yang bagus di depan tuan Smith.
Karina yang
melihat kelakuan Nenek Kasih yang sedang berusaha mencari muka didepan tuan
Smith merasa jijik “anak kami? dasar rubah tua penjilat, semenit yang lalu dia
mencerca Kasih dengan ganas, lalu setelah tau Kasih mengandung anak tuan Smith
ia mendadak berubah menjadi peri agung yang baik hati. benar-benar
menggelikan!” gumam Karina dengan suara yang masih bisa terdengar oleh semua
orang
Nenek Kasih yang
mendengar itu mendelik tajam pada Karina yang hanya dibalas Karina dengan gaya
meledek tidak peduli
“dasar anak kurang
ajar, berani sekali berkata buruk tentangku didepan tuan Smith!” ucap Nenek
Kasih dengan nada pelan sembari menahan kejengkelannya
“apa anda bersungguh-sungguh
dengan apa yang anda katakan itu, tuan?” tanya Ibu Kasih kemudian
“tentu saja Ibu
mertua. aku akan menjaga anak anda dengan baik”
“apa yang kau
katakan!!! siapa yang ingin menikah denganmu??!!” Kata Kasih berteriak keras
pada tuan Smith
“Kasih jaga
ucapanmu!” ujar Ibu mengingatkan “maafkan kami tuan, tapi anak kami masih
bersekolah, dia masih begitu muda untuk menikah” kata Ibu Kasih memberi
penjelasan pada tuan Smith
“itu benar, aku
masih mau bersekolah dan tidak ingin menikah” timpal Kasih membenarkan
perkataan sang Ibu
“aish! anak ini!
kau tidak tahu apa yang sedang kau katakan, kau tidak perlu bersekolah lagi,
dengan perut yang sudah membesar itu, tidak mungkin kau masih bisa bersekolah.
Ayahmu juga akan sangat kecewa jika tahu kau hamil tanpa suami, apa kau mau
Ayahmu semakin kecewa padamu??”sahut Nenek Kasih
“a...akuu...”
Kasih yang kehabisan kata-kata tidak bisa membantah
“Ibu...aku...aku
tidak ingin menikah” kata Kaish mencoba meminta pembelaan dari Ibunya
Ibu Kasih
kemudian mengusap lembut pipi Kasih
“sayang, yang
dikatakan nenekmu itu ada benarnya. kau tidak mungkin terus bersekolah dengan
keadaanmu seperti sekarang ini. Kau harus memikirkan anakmu yang akan lahir juga”’
“tapi Bu...”
sanggah Kasih bersikeras tidak ingin menikah terlebih harus menikahi pria
menakutkan seperti tuan Smith ‘aish! kenapa semua jadi kacau begini, sih!’
__ADS_1
“tidak ada kata
tapi sayang. Tidak akan mudah membesarkan anak sebagai orangtua tunggal. Terlebih,
kau masih sangat muda, kau tidak akan sanggup membesarkan anak sebagai orangtua
tunggal nantinya” jelas Ibu Kasih
Kasih menatap
marah pada tuan Smith yang hanya tersenyum acuh. Kasih lalu melangkah menarik
lengan tuan Smith menyinggir dari sana
“ikut denganku!
kita perlu bicara!!!” kata Kasih sembari menyeret tuan Smith pergi. Sikap Kasih
yang sangat berani pada tuan Smith membuat Nenek dan yang lainnya tercengang
***
Kasih menyeret
tuan Smith ke sebuah tempat yang jauh dari keluarganya.
“Kau!” ucap Kasih
sambil menahan emosinya “jelaskan apa yang kau rencanakan? bukan ini yang kita
sepakati sebelumnya”
“aku sedang
membantumu menyelesaikan masalahmu” ucap tuan Smith singkat
Kasih menatap tidak
percaya pada tuan Smith. ‘membantuku? kau malah membuat masalahku bertambah
rumit!’
“tapi bukan ini
kesepakatan kita. kau bilang aku bisa pergi setelah aku melahirkan anak ini dan
melanjutkan kehidupanku. tapi sekarang, kau...”
“jadi kau tidak
peduli anakmu akan hidup tanpa kasih sayang ibunya dan kau akan membiarkan
seluruh keluargamu dicela orang seumur hidup mereka?”
“astaga! aku
tidak percaya kau...apa kau sedang mengancamku sekarang?!”Ucap Kasih menatap
nyalang pada pria arogan yang sangat menyebalkan namun sanggup membuat wanita
tidak akan bisa mengacuhkan seorang tuan Smith. Namun, tidak dengan Kasih, ia
sudah terlanjur sangat membenci pada pria ini. Ia merasa sangat muak jika harus
terus berhadapan dengannya, akan tetapi, sepertinya takdir sedang mempermainkan
itu, namun selalu saja harus terikat dengannya. Seperti terjerat benang takdir
yang tak kasat mata.
‘ini tidak boleh
seperti ini, aku harus bisa melepaskan diriku dari pria berbahaya ini. Apa-apaan
dia mendadak mengatakan ingin menikahiku dan apa itu tadi, ia memanggil Ibuku
dengan sebutan Ibu mertua??? ya ampun! bercanda?! aku tidak akan jatuh dalam
jebakannya, aku harus berhati-hati’ ucap Kasih dalam hati.
“itu terserah
padamu, kau ingin aku mengeluarkanmu dari masalah atau kau ingin melihat
keluargamu dicela orang-orang dengan dirimu yang telah hamil diluar nikah?”
ucap tuan Smith memberi Kasih pilihan
Kasih menghela
napas dalam-dalam dan menghembuskannya kasar “hei! memangnya karena siapa aku
sampai hamil seperti sekarang ini?!” teriak Kasih marah “jika bukan karena kau
yang salah paham padaku dan saudaramu yang bodoh itu aku tidak mungkin berada
disituasi pelik seperti sekarang!!! Ah! aku benci sekali padamu!!!”
Amarah Kasih
meledak ia sudah tidak bisa menahan dirinya lagi. Ia merasa sangat frustasi
sekarang. Semenjak ia hamil perasaannya sangat sensitif, menangis lalu tertawa
kemudian.
“apa sebenarnya
kesalahanku padamu kenapa kau melakukan ini padaku? tidak bisakah kau
membiarkan aku bebas menjalani kehidupanku? aku masih ingin menikmati masa
mudaku Hiks!” ucap Kasih dengan nada pelan disela tangisnya “kenapa? kenapa
tidak membiarkan aku pergi saja. Padahal aku tidak meminta pertanggungjawaban apapun
darimu, aku hanya meminta kau untuk melepaskan aku, hanya itu. Aku tidak akan
menuntut apapun, Sungguh! bisakah lepaskan saja aku, aku mohon padamu” ucap
Kasih memohon pada tuan Smith dengan sepenuh hatinya sembari terus terisak
“aku tidak peduli
jika kau ingin melanjutkan sekolahmu atau appaun itu. Aku tidak akan mencampuri
kehidupanmu pribadimu, kau hanya perlu berakting menjadi Nyonya Smith didepan
semua orang”
__ADS_1
“apa kali ini kau
akan berjanji? kau benar tidak akan mencampuri kehidupanku?” tanya Kasih
menatap tuan Smith mencari kebenaran dimata indah itu “sulit bagiku untuk
mempercayaimu lagi. Setelah sebelumnya kau dengan seenaknya mengingkari
perjanjian kita. Kali ini aku ingin perjanjian kita berada hitam diatas putih,
jika kau berani melanggar perjanjian kali ini, habislah kau!” tutur Kasih
dengan nada mengancam sembari mengacungkan telunjuknya kearah tuan Smith
‘dia terlihat
imut jika sedang kesal begitu’
“So? are we have
a deal now?” tanya tuan Smith pada Kasih
Kasih tidak
langsung menjawab pertanyaan tuan Smith, ia tampak masih sedikit bimbang dan
ragu. ‘apa yang harus aku lakukan, Tuhan? haruskah aku menikah dengan pria gila
ini? atau aku kabur saja? tapi, kalau seperti itu, bagaimana dengan Alysa dan
Jenny, mereka masih harus bersekolah. Jika kabar mengenai diriku yang sedang
hamil tersebar, orang-orang akan mengolok-olok adikku. Dan mereka akan menerima
bullyan sama seperti yang kuterima selama ini. Ayah juga... ia pasti akan
sanagt kecewa padaku, Hiks! Tidak boleh! Aku harus melindungi keluargaku. Aku
tidak akan membiarkan hal buruk terjadi pada mereka. Aku harus melindungi
mereka dengan segenap hatiku” ucap Kaish dalam hati memberikan keyakinan pada
dirinya sendiri
Tuan Smith merasa
aneh dengan Kasih yang sedang sibuk dengan lamunannya sendiri ‘apa yang sedang dilakukan
bocah ini?’ Tuan Smith lalu sontak menjitak jidat Kasih yang langsung membuat
Kasih tersadar sembari meringis kesakitan
“sakit!!! apa
yang kau lakukan?!” ujar Kasih marah. Sembari mengusap kuat dahinya
“syukurlah kau rupanya
tidak sedang kesurupan” kata tuan Smith santai padahal, ia baru saja membuat
jidat Kasih memerah
“kau! apa tidak
bisa berhenti bersikap menyebalkan?!” kata Kasih dengan suara keras “aku
benar-benar sedang dikutuk karena aku harus berurusan dengan pria gila
sepertimu!!!’
“kau harus
baik-baik padaku, aku ini calon suamimu, loh” kata tuan Smith dengan nada
menggoda. Jika saja Kasih tidak dipenuhi kebencian pada pria yang sangat mempesona
itu, mungkin saja saat ini ia sudah terlena
“huh?! kau
bercanda!!! aku tidak akan pernah menganggapmu, suamiku!!!!” kata Kasih kesal
“sungguh?” tanya
tuan Smith “ lalu, kau ingin menganggapku apa? pacarmu?”
‘ya Tuhan, betapa
aku ingin mencekik pria gila dihadapanku ini! Dasar pedofil!’ rutuk Kasih dalam hati
“katakan padaku,
kau ingin menganggapku ini pacarmu? aku bisa menerima jika kau ingin kita
bersikap seperti sepasang kekasih, aku yakin anak muda sepertimu pasti menyukai
hal-hal yang kekanak-kanakkan begitu bukan? bagaimana? aku siap kapan saja,
kita bisa memulai kencan pertama kita kapanpun kau mau. Aku yakin kencan kita
akan sangat luar biasa, kita bisa pergi keliling dunia jika kau suka. Bagaimana
jikaa...”
“hentikan omong
kosongmu itu! aku tidak akan kemana-mana, kau dan aku akan menandatangani surat
perjanjian pernikahan. Aku akan memastikan jika kau berani melanggar kali ini
kau akan tamat!!!’ ucap Kasih tegas sembari mengacungkan telunjuknya ke wajah
tuan Smith
“baiklah! tidak
masalah. Aku setuju” ucap tuan Smith yang lalu mengambil tangan Kasih yang telunjuknya
sedang teracung kearahnya lalu menjabat tangan sebagai tanda kesepakatan telah
tercapai.
‘akan kupastikan
kau tidak akan tahan dengan istri sepertiku, dasar pria gila! lihat saja nanti.
Akan kubuat kau menyesal!!!’ batin Kasih sambil memicingkan kedua matanya.
BERSAMBUNG...
__ADS_1