
“Kasih, kau baik-baik saja? Apa yang terjadi
padamu? Jawab aku, Kasih” Tuan Smith terus mengguncang tubuh Kasih agar sadar.
Kasih yang sangat kaget mendengar berita bahwa sang Ayah saat ini sedang berada
di rumah sakit karena penyakit jantung yang sempat kambuh sebelumnya bahkan
sampai membuat tubuh sang Ayah tidak bisa berjalan dan hanya duduk di kursi
roda.
“Kasih” Panggil tuan Smith menyadarkan Kasih
yang terlihat sedang ling lung
“Tuan.... Ayahku.... Hiks! Tolong ijinkan aku pulang
ke rumahku... “Pinta Kasih dengan wajah sendu
“Apa yang terjadi? Katakan padaku” Titah tuan
Smith
“Ayahku masuk rumah sakit, tuan. Aku harus
pergi untuk menemuinya. Aku mohon ijinkanlah aku pergi” kata Kasih memohon pada
tuan Smith. Airmatanya mengalir deras seakan tidak ingin berhenti
“baiklah, kau boleh pergi. Tapi John harus
ikut bersamamu” kata tuan Smith akhirnya mengijinkan Kasih pulang ke rumahnya
dan melihat kondisi Ayahnya yang sedang sakit
“Terima kasih tuan. Sungguh Terima kasih
banyak” ucap Kasih lega. Iapun bergegas pergi ke kamarnya untuk bersiap
“ingat untuk menjaganya dengan baik, John”kata
tuan Smith pada John setelah Kasih sudah berlalu ke kamarnya
“baik tuan” kata John patuh
***
Alysa dan Jenny yang tidak ikut Ibunya
mengantar sang Ayah ke rumah sakit terus merasa gelisah dan khawatir setelah
mengabari Kakaknya, Kasih.
Beberapa waktu kemudian Kasih tiba di rumahnya.
Dengan dibantu John, Kasih tampak tergesa-gesa turun dari mobil dan masuk ke
dalam rumah.
“Alysa... Jenny... Kakak disini”kata Kasih
saat berada diambang pintu masuk rumah
Alysa dan Jenny secara bersamaan datang
menghambur kedalam pelukan sang kakak.
“Kakak... Kami sangat takut. Ayah tiba-tiba
saja jatuh pingsan setelah membuka sebuah paket” ujar Alysa pada Kasih
“paket? “ Kasih heran mengapa ada paket yang
datang dan isi paket itu sampai membuat Ayahnya terkena serangan jantung
Jenny lalu menyerahkan paket yang dimaksud
Alysa pada Kasih.
Kasih melihat kedalam kotak paket itu dan
alangkah terkejutnya ia saat melihat isi paket itu adalah foto dirinya yang
sedang hamil
Ditengah keterkejutan Kasih secara tiba-tiba
Karina masuk kedalam rumah
“Kasih? “ kata Karina keheranan
Kasih menoleh kearah Karina yang baru saja
datang.
“Karina... Hiks!” Ucap Kasih menangis lalu
memeluk Karina
“Sudah... Semua akan baik-baik saja. Jangan
khawatir”ucap Karina menenangkan Kasih “sekarang ayo kita pergi ke rumah sakit
bersama-sama” ajak Karina kemudian
“Aku.... Aku... “kata Kasih ragu
Menyadari keraguan sahabatnya Karina lalu
memberikannya semangat “tidak apa-apa. Aku bersamamu, Kasih” tukas Karina sembari
menepuk pelan pungung Kasih mencoba memberi kekuatan pada sahabatnya
Kasih hanya menangis pilu dalam pelukan
sahabatnya mengeluarkan seluruh kesedihan dan kekhawatiran yang ada dihatinya
***
Di rumah sakit tampak Ibu Kasih sedang
berjalan mondar-mandir di depan pintu ruang oprasi suaminya. Kecemasan dan
kekhawatiran tergambar jelas di wajahnya kini.
Tak lama berselang Ibu dari tuan Avisha atau
mertuanya dan kakak iparnya datang menghampiri ibu Kasih.
“Ibu... “kata Ibu Kasih
“bagaimana keadaannya? “tanya sang mertua bernada
dingin
“sedang dioprasi di dalam Bu” jawab Ibu Kasih
sopan. Meski perlakuan dari keluarga sang suami yang selalu membenci dirinya,
namun Ibu Kasih selalu berusaha bersikap baik dan sopan pada mereka.
“Ini semua gara-gara dia menikah denganmu.
Andai saja kau tidak menggoda anakku, dia tidak akan menikahimu dan hidup
seperti ini”tukas sang Ibu mertua menyalahkan Ibu Kasih “kau memang wanita
pembawa sial bagi keluarga kami. Harusnya anakku menceraikanmu saja. Dasar
tidak berguna”
Ibu mertuanya terus saja mengucapkan kata-kata
yang menyudutkan Ibu Kasih hingga membuat Ibu Kasih meneteskan air matanya, namun
ia tidak bisa berkata apa-apa. Ia sadar bahwa ia bukan siapa-siapa dimata Ibu
mertuanya. Dimatanya, Ibu Kasih hanyalah seorang wanita yang menikah demi
mengejar harta keluarga Avisha. Makadari itu, selama ini ia rela menerima semua
perlakukan apapun dari keluarga suaminya.
“Kakakku sangat tidak beruntung menikahi
wanita sepertimu, dasar wanita pembawa sial” Kata paman Gery saudara Ayah Kasih
ikut menimpali perkataan dari ibunya
Ibu Kasih tidak membantah ataupun menunjukkan
sikap menentang. Dengan menangis Ibu Kasih menundukkan wajahnya. Baginya sudah
biasa menerima perlakuan seperti ini dari keluarga suaminya yang sangat
menentang pernikahan antara dirinya dan Ayah Kasih. Perbedaan status yang
sangat kontras menjadi satu alasan kuat bagi keluarga Avisha untuk menentang
pernikahan Ibu dan Ayah Kasih. Bagi keluarga Avisha Ibu Kasih sangat tidak
sepadan dengan Ayah Kasih yang dari keluarga yang kaya dan berpendidikan, Ibu dari
Ayah Kasih berulang kali mencoba menjodohkan anaknya itu, namun Ayah Kasih
__ADS_1
selalu menolak karena sudah jatuh hati dengan Ibu Kasih. Akhirnya walau
mendapat pertentangan dari keluarganya, Ayah Kasih tetap pada pendiriannya untuk
menikahi Ibu Kasih kala itu.
Karena pernikahan tanpa restu itu akhirnya
Ayah dan Ibu Kasih yang telah resmi menikah dan menjadi suami istripun diusir
dari keluarga besar. Dari situ, Ayah dan Ibu mulai merintis usaha toko pakaian
milik mereka sendiri dari uang mahar pernikahan yang diberikan oleh Ayah Kasih
untuk istrinya. Berkat usaha dan kerja keras pantang menyerah dari Ayah Kasih,
usahanya akhirnya berkembang pesat dan membuat mereka menjadi keluarga yang
kaya di kota tempat tinggal mereka saat ini. Namun begitu, keluarga besar yang sudah terlanjur membenci Ibu
Kasih tetap menolak mengakui mereka sebagai bagian dari keluarga. Namun begitu,
Ibu dari Ayah Kasih yang adalah neneknya selalu berkunjung ke kediaman mereka untuk
memaksa sang Ayah agar mau menikah lagi. Hal inilah salah satu penyebab yang
kerap kali membuat Ayah dan Ibu Kasih terus bertengkar. Ibu Kasih yang merasa
tertolak dan cemburu karena Ibu mertuanya selalu datang tidak hanya untuk
memaksa bercerai, namun juga kerap membawa beberapa wanita untuk disandingkan
dengan Ayah Kasih. Sementara Ayah Kasih tidak dapat berbuat banyak karena
bimbang harus memihak pada siapa. Disatu sisi adalah Ibunya yang ia sayangi dan
hormati, sedangkan disisi lain ada wanita yang telah menjadi istri sekaligus
ibu dari anak-anaknya. Ia sangat bingung untuk memilih diantara keduanya.
Kasih dan yang lainnya baru saja tiba dan tercengang
mendapati Ibunya sedang menagis. Ia juga sempat mendengar beberapa kalimat yang
menyakitkan keluar dari mulut bibir neneknya.
“apa yang kalian lakukan pada Ibuku?!” tanya
Kasih marah. Dihampirinya sang Ibu dan memeriksa keadaan sang Ibu yang tengah
berurai air mata. “Ibu tidak apa-apa?”
Ibu Kasih menggeleng pelan sembari menghapus
airmatanya. Ia tidak ingin membuat putrinya membenci nenek dan pamannya karena
melihat Ibunya ditindas.
Alysa dan Jenny datang dan menghambar dalam
pelukan Ibunya.
“apa yang Nenek dan Paman lakukan? Kenapa
berkata seperti itu pada Ibu? “ tanya Kasih menatap nyalang pada dua orang
dihadapannya itu
“kami berbicara fakta. Ibumu memang pembawa
petaka dikeluarga kita. Lihat saja Ayahmu yang jatuh bangkrut dan sakit-sakitan
seperti sekarang. Semua itu karena ia menikah dengan ibumu si wanita pembawa
sial” Jawan Nenek kasar. Bukan kali pertama Bagi Kasih melihat Neneknya
berkata-kata seperti itu pada Ibunya, ia sudah sangat sering melihatnya.
Melihat sikap sang Ibu yang hanya diam saja menerima semua perlakuan kasar itu
membuat Kasih merasa sangat marah.
“hentikan! Nenek tidak pantas berkata seperti
itu. Ini Ibuku!”tukas Kasih lantang
Nenek dan Paman Gery tersenyum sinis.
“apa hebatnya wanita tidak berpendidikan itu,
Nenek akan mencarikanmu Ibu yang baru... “
“hentikan! Berhenti berkata kasar atau aku
terpaksa mengusir Nenek dari sini” ancam Kasih pada sang Nenek
berkata begitu pada orangtua semua itu pasti karena ajaran wanita bodoh ini”
ucap Nenek menyalahkan Ibu Kasih dalam hal mendidik anak
Kasih yang merasa jengah dengan sang Nenek
akhirnya mengusirnya pergi
“sebaiknya Nenek pergi saja dari sini!”kata
Kasih akhirnya
Nenek dan Paman Gery terkejut
“kau ini dasar anak kurang ajar! Berani sekali
kau mengusir kami seperti itu”ucap Paman Gery menunjuk kasar pada tubuh Kasih
dengan telunjuknya. Hal itu membuat Jaket yang sedang dikenakan Kasih yang
memang sedang tidak terkancing sepenuhnya tersibak dan menampilkan perut Kasih
yang besar. Sontak Kasih yang tersadar perut yang ia sengaja sembunyikan dengan
jaket yang ia kenakan terlihat, ia segera menutupi perutnya kembali dan merasa
canggung karena ia yakin Paman Gery melihat perutnya tadi.
“tunggu! “ Paman Gery menarik paksa jaket
Kasih, namun Kasih berusaha menahan. Alhasil, terjadilah tarik menarik antara
Kasih dan pamannya yang akhirnya membuat Jaket itu sobek. Seiring dengan
sobeknya jaket tersebut, semua yang ada disitu seketika tercengang hebat
melihat gadis kebanggaan keluarga Avisha yang diketahui masih sedang bersekolah
itu, kini tengah hamil besar.
John yang melihat hal itu segera mendekat
membantu Kasih “ Nona Kasih, anda tidak apa-apa? “tanya John cemas
“aku baik-baik saja”jawab Kasih seadanya
“kau sedang hamil???!! “ Kata Nenek dengan
keterkejutannya “astaga!!! Benar-benar! Bagaimana caramu merawat cucuku?! Dasar
wanita tidak berguna!!! “ ucap Nenek yang marah lalu memukul Ibu Kasih dengan
tongkat yang ia pegang
Kasih mencoba melindungi sang Ibu dengan
menahan pukulan itu. John yang melihat hal itu juga ikut menangkis
“tolong hentikan, Nenek! Ini tidak ada
kaitannya dengan Ibu. Ini... “
“siapa ayah anak itu? Apa pria tua yang ada
disampingmu? Apa kau sudah menjadi wanita simpanan pria hidung belang??? Dasar
tidak tahu malu!!! “cecar Nenek bertubi-tubi
“ini sungguh tidak seperti yang Nenek
pikirkan. Aku akan menjelaskannya satu persatu. Tolong ijinkan aku berbicara”
“tidak perlu. Perutmu yang membesar itu dan
pria tua yang ada disebelahmu sudah cukup menjelaskan semuanya”tukas Nenek
tidak peduli
“ini tidak seperti itu Nek! Tolong beri
kesempatan aku untuk menjelaskan”Kata Kasih pada Neneknya sembari memegang
tangan sang Nenek
“tidak usah! Jangan menyentuhku!!! ” ucap
Nenek, menghempaskan tangan Kasih dengan kasar”kau anak kebanggaan keluarga
beraninya kau mempermalukan keluarga seperti ini. Apa kau sudah tidak punya
__ADS_1
harga diri? Kau punya bayi dari pria tua seperti itu. Kau sungguh mengecewakan,
Kasih”
Kasih terisak mendengar perkataan dari
Neneknya.
“Nyonya... Tolong dengar penjelasan dari Nona
Kasih dulu... “sela John mencoba menenangkan keadaan yang semakin memanas
“diam kau!!!” ujar Paman Gerry”kau juga tua
Bangka berani-beraninya kau menggoda gadis kecil seperti itu! Tidak tahu malu.
Kasih, gugurkan saja anak menjijikkan itu!”
“siapa yang tidak tahu malu?” sela sebuah
suara dari seseorang yang tiba-tiba hadir di tempat itu. Semua mata tertuju
padanya. Kasih yang sedang terisak terhenyak melihat siapa yang bersuara.
“tuan Smith???”Nenek dan Paman Gerry kaget
melihat seorang tuan Smith tiba-tiba saja hadir disitu
“tuan Smith, apa yang anda lakukan disini?
“tanya Paman Gery dengan suara dan nada yang dibuat sesopan mungkin
“ada apa? Kau keberatan aku berada disini?”
tanya tuan Smith dengan nada dingin
Paman Gery terdiam seketika ia tidak berani
menyinggung seorang tuan Smith yang sangat terkenal dikota itu dengan
kebengisannya.
“kenapa diam saja?”tantang tuan Smith
“aku ingin melihat keberanian kalian yang
berani mengganggu istriku dan calon anakku”
Semua orang yang berada disitu tercengang
mendengar perkataan tuan Smith barusan. Tidak terkecuali Kasih yang langsung
menatap tuan Smith.
“kenapa diam? Tidak berani? Ayo, katakan lagi,
aku ingin mendengarnya” ucap tuan Smith mengabaikan tatapan heran dari Kasih
Meski tuan Smith mengatakannya dengan nada
santai namun dari tatapan matanya menunjukkan dengan jelas bahwa ia sedang
menahan amarahnya.
“John, apa saja yang kau kerjakan kenapa kau
sampai membiarkan mereka mengolok-olok istriku?!”tanya tuan Smith dengan nada
dingin membuat seisi ruangan berubah mencekam
“maafkan kelalaian saya tuan” jawab John
singkat
“kau tahu apa hukuman jika kau tidak melakukan
tugasmu dengan benar bukan?”
“saya mengerti tuan”
***
Setelah kedatangan tuan Smith yang sangat
tiba-tiba serta pernyataannya yang membuat semua orang tercengang tidak
percaya, sekarang tuan Smith mengumpulkan keluarga Kasih di sebuah ruangan di
rumah sakit itu. Tampak Ibu, kedua adik Kasih dan juga Nenek dan paman Gery
juga ada disitu, dan tidak ketinggalan pula Karina ikut hadir.
Semua orang nampak sangat menghormati tuan
Smith. Tidak ada yang berani berkomentar ataupun bertanya saat tuan Smith
menyuruh orang-orang untuk datang berkumpul.
“Hei, apa yang kau lakukan? Kenapa
mengumpulkan semua orang disini?” kata Kasih setengah berbisik pada tuan Smith
yang berada disampingnya
“lihat saja nanti, kau akan tau” jawab tuan
Smith enteng
“baiklah. Karena semuanya sudah berkumpul aku
akan mulai berbicara pada kalian semua” ucap tuan Smith memecah keheningan yang
ada “seperti yang kalian lihat saat ini Kasih sedang mengandung. Anak yang
dikandung Kasih adalah anakku”
Semua orang tercengang sekali lagi dibuatnya.
Semua mata tertuju pada Kasih yang hanya bisa tertunduk malu karena akhirnya
semua orang jadi mengetahui perihal kehamilannya
“Kasih, apa itu benar, Nak?” tanya Ibu Kasih
pada Kasih yang kemudian hanya mengangguk lemah tanpa mengangkat kepalanya. Ia
tidak berani menatap mata Ibunya saat ini. Ia merasa sangat malu pada
keluarganya.
Ibu Kasih tidak dapat berkata apa-apa. Ia
merasa sangat terkejut dengan kenyataan anaknya yang sangat ia banggakan malah
berakhir membawa aib bagi keluarga.
“Astaga! Anak ini benar-benar!!!” sahut paman
Gerry sontak membuka suara setelah sejak tadi ia hanya diam saja
Tanpa aba-aba Nenek Kasih segera menyenggol
lengan paman Gerry agar berhenti berbicara karena menyadari tatapan mematikan
dari tuan Smith.
“diamlah”kata Nenek menyuruh paman Gerry untuk
diam namun dibalas dengan pandangan tidak bersalah dari paman Gerry
“bagaimana bisa kau berakhir seperti ini, Nak?
Ibu benar-benar tidak berguna... Bagaimana bisa kau sampai hamil sebelum
menikah? Kau adalah anak kebanggaan keluarga kita, sekarang Ayahmu bahkan tidak
sanggup menerima kenyataan ini. Ibupun sudah tidak sanggup menanggung malu...ya
Tuhan kasihanilah anakku yang malang ... “ Ucap Ibu Kasih berkelu kesah ia
merasa sangat sedih dengan nasib putrinya.
Kasih hanya bisa tertunduk dalam dan menangis
ketika mendengar semua yang dikatakan Ibunya.
“tidak ada yang perlu kalian sesalkan. anak
yang dikandung Kasih adalah milikku. jadi aku akan bertanggung jawab atas
dirinya” sahut tuan Smith tiba-tiba
“apa maksud anda tuan?” tanya Ibu Kasih tidak
paham dengan maksud ucapan tuan Smith
“apa maksud anda...”
“ya kau benar Ibu mertua...” sahut tuan Smith
yang tiba-tiba menjawab Ibu Kasih dengan sebutan yang membuat semua orang seketika
melongo tidak percaya
EEHHHH....????!!!
__ADS_1
BERSAMBUNG...