Cinta Itu Kasih

Cinta Itu Kasih
Episode 24 Ibu Mertua


__ADS_3

“Kasih, kau baik-baik saja? Apa yang terjadi


padamu? Jawab aku, Kasih” Tuan Smith terus mengguncang tubuh Kasih agar sadar.


Kasih yang sangat kaget mendengar berita bahwa sang Ayah saat ini sedang berada


di rumah sakit karena penyakit jantung yang sempat kambuh sebelumnya bahkan


sampai membuat tubuh sang Ayah tidak bisa berjalan dan hanya duduk di kursi


roda.


“Kasih” Panggil tuan Smith menyadarkan Kasih


yang terlihat sedang ling lung


“Tuan.... Ayahku.... Hiks! Tolong ijinkan aku pulang


ke rumahku... “Pinta Kasih dengan wajah sendu


“Apa yang terjadi? Katakan padaku” Titah tuan


Smith


“Ayahku masuk rumah sakit, tuan. Aku harus


pergi untuk menemuinya. Aku mohon ijinkanlah aku pergi” kata Kasih memohon pada


tuan Smith. Airmatanya mengalir deras seakan tidak ingin berhenti


“baiklah, kau boleh pergi. Tapi John harus


ikut bersamamu” kata tuan Smith akhirnya mengijinkan Kasih pulang ke rumahnya


dan melihat kondisi Ayahnya yang sedang sakit


“Terima kasih tuan. Sungguh Terima kasih


banyak” ucap Kasih lega. Iapun bergegas pergi ke kamarnya untuk bersiap


“ingat untuk menjaganya dengan baik, John”kata


tuan Smith pada John setelah Kasih sudah berlalu ke kamarnya


“baik tuan” kata John patuh


***


Alysa dan Jenny yang tidak ikut Ibunya


mengantar sang Ayah ke rumah sakit terus merasa gelisah dan khawatir setelah


mengabari Kakaknya, Kasih.


Beberapa waktu kemudian Kasih tiba di rumahnya.


Dengan dibantu John, Kasih tampak tergesa-gesa turun dari mobil dan masuk ke


dalam rumah.


“Alysa... Jenny... Kakak disini”kata Kasih


saat berada diambang pintu masuk rumah


Alysa dan Jenny secara bersamaan datang


menghambur kedalam pelukan sang kakak.


“Kakak... Kami sangat takut. Ayah tiba-tiba


saja jatuh pingsan setelah membuka sebuah paket” ujar Alysa pada Kasih


“paket? “ Kasih heran mengapa ada paket yang


datang dan isi paket itu sampai membuat Ayahnya terkena serangan jantung


Jenny lalu menyerahkan paket yang dimaksud


Alysa pada Kasih.


Kasih melihat kedalam kotak paket itu dan


alangkah terkejutnya ia saat melihat isi paket itu adalah foto dirinya yang


sedang hamil


Ditengah keterkejutan Kasih secara tiba-tiba


Karina masuk kedalam rumah


“Kasih? “ kata Karina keheranan


Kasih menoleh kearah Karina yang baru saja


datang.


“Karina... Hiks!” Ucap Kasih menangis lalu


memeluk Karina


“Sudah... Semua akan baik-baik saja. Jangan


khawatir”ucap Karina menenangkan Kasih “sekarang ayo kita pergi ke rumah sakit


bersama-sama” ajak Karina kemudian


“Aku.... Aku... “kata Kasih ragu


Menyadari keraguan sahabatnya Karina lalu


memberikannya semangat “tidak apa-apa. Aku bersamamu, Kasih” tukas Karina sembari


menepuk pelan pungung Kasih mencoba memberi kekuatan pada sahabatnya


Kasih hanya menangis pilu dalam pelukan


sahabatnya mengeluarkan seluruh kesedihan dan kekhawatiran yang ada dihatinya


***


Di rumah sakit tampak Ibu Kasih sedang


berjalan mondar-mandir di depan pintu ruang oprasi suaminya. Kecemasan dan


kekhawatiran tergambar jelas di wajahnya kini.


Tak lama berselang Ibu dari tuan Avisha atau


mertuanya dan kakak iparnya datang menghampiri ibu Kasih.


“Ibu... “kata Ibu Kasih


“bagaimana keadaannya? “tanya sang mertua bernada


dingin


“sedang dioprasi di dalam Bu” jawab Ibu Kasih


sopan. Meski perlakuan dari keluarga sang suami yang selalu membenci dirinya,


namun Ibu Kasih selalu berusaha bersikap baik dan sopan pada mereka.


“Ini semua gara-gara dia menikah denganmu.


Andai saja kau tidak menggoda anakku, dia tidak akan menikahimu dan hidup


seperti ini”tukas sang Ibu mertua menyalahkan Ibu Kasih “kau memang wanita


pembawa sial bagi keluarga kami. Harusnya anakku menceraikanmu saja. Dasar


tidak berguna”


Ibu mertuanya terus saja mengucapkan kata-kata


yang menyudutkan Ibu Kasih hingga membuat Ibu Kasih meneteskan air matanya, namun


ia tidak bisa berkata apa-apa. Ia sadar bahwa ia bukan siapa-siapa dimata Ibu


mertuanya. Dimatanya, Ibu Kasih hanyalah seorang wanita yang menikah demi


mengejar harta keluarga Avisha. Makadari itu, selama ini ia rela menerima semua


perlakukan apapun dari keluarga suaminya.


“Kakakku sangat tidak beruntung menikahi


wanita sepertimu, dasar wanita pembawa sial” Kata paman Gery saudara Ayah Kasih


ikut menimpali perkataan dari ibunya


Ibu Kasih tidak membantah ataupun menunjukkan


sikap menentang. Dengan menangis Ibu Kasih menundukkan wajahnya. Baginya sudah


biasa menerima perlakuan seperti ini dari keluarga suaminya yang sangat


menentang pernikahan antara dirinya dan Ayah Kasih. Perbedaan status yang


sangat kontras menjadi satu alasan kuat bagi keluarga Avisha untuk menentang


pernikahan Ibu dan Ayah Kasih. Bagi keluarga Avisha Ibu Kasih sangat tidak


sepadan dengan Ayah Kasih yang dari keluarga yang kaya dan berpendidikan, Ibu dari


Ayah Kasih berulang kali mencoba menjodohkan anaknya itu, namun Ayah Kasih

__ADS_1


selalu menolak karena sudah jatuh hati dengan Ibu Kasih. Akhirnya walau


mendapat pertentangan dari keluarganya, Ayah Kasih tetap pada pendiriannya untuk


menikahi Ibu Kasih kala itu.


Karena pernikahan tanpa restu itu akhirnya


Ayah dan Ibu Kasih yang telah resmi menikah dan menjadi suami istripun diusir


dari keluarga besar. Dari situ, Ayah dan Ibu mulai merintis usaha toko pakaian


milik mereka sendiri dari uang mahar pernikahan yang diberikan oleh Ayah Kasih


untuk istrinya. Berkat usaha dan kerja keras pantang menyerah dari Ayah Kasih,


usahanya akhirnya berkembang pesat dan membuat mereka menjadi keluarga yang


kaya di kota tempat tinggal mereka saat ini. Namun begitu, keluarga besar yang sudah terlanjur membenci Ibu


Kasih tetap menolak mengakui mereka sebagai bagian dari keluarga. Namun begitu,


Ibu dari Ayah Kasih yang adalah neneknya selalu berkunjung ke kediaman mereka untuk


memaksa sang Ayah agar mau menikah lagi. Hal inilah salah satu penyebab yang


kerap kali membuat Ayah dan Ibu Kasih terus bertengkar. Ibu Kasih yang merasa


tertolak dan cemburu karena Ibu mertuanya selalu datang tidak hanya untuk


memaksa bercerai, namun juga kerap membawa beberapa wanita untuk disandingkan


dengan Ayah Kasih. Sementara Ayah Kasih tidak dapat berbuat banyak karena


bimbang harus memihak pada siapa. Disatu sisi adalah Ibunya yang ia sayangi dan


hormati, sedangkan disisi lain ada wanita yang telah menjadi istri sekaligus


ibu dari anak-anaknya. Ia sangat bingung untuk memilih diantara keduanya.


Kasih dan yang lainnya baru saja tiba dan tercengang


mendapati Ibunya sedang menagis. Ia juga sempat mendengar beberapa kalimat yang


menyakitkan keluar dari mulut bibir neneknya.


“apa yang kalian lakukan pada Ibuku?!” tanya


Kasih marah. Dihampirinya sang Ibu dan memeriksa keadaan sang Ibu yang tengah


berurai air mata. “Ibu tidak apa-apa?”


Ibu Kasih menggeleng pelan sembari menghapus


airmatanya. Ia tidak ingin membuat putrinya membenci nenek dan pamannya karena


melihat Ibunya ditindas.


Alysa dan Jenny datang dan menghambar dalam


pelukan Ibunya.


“apa yang Nenek dan Paman lakukan? Kenapa


berkata seperti itu pada Ibu? “ tanya Kasih menatap nyalang pada dua orang


dihadapannya itu


“kami berbicara fakta. Ibumu memang pembawa


petaka dikeluarga kita. Lihat saja Ayahmu yang jatuh bangkrut dan sakit-sakitan


seperti sekarang. Semua itu karena ia menikah dengan ibumu si wanita pembawa


sial” Jawan Nenek kasar. Bukan kali pertama Bagi Kasih melihat Neneknya


berkata-kata seperti itu pada Ibunya, ia sudah sangat sering melihatnya.


Melihat sikap sang Ibu yang hanya diam saja menerima semua perlakuan kasar itu


membuat Kasih merasa sangat marah.


“hentikan! Nenek tidak pantas berkata seperti


itu. Ini Ibuku!”tukas Kasih lantang


Nenek dan Paman Gery tersenyum sinis.


“apa hebatnya wanita tidak berpendidikan itu,


Nenek akan mencarikanmu Ibu yang baru... “


“hentikan! Berhenti berkata kasar atau aku


terpaksa mengusir Nenek dari sini” ancam Kasih pada sang Nenek


berkata begitu pada orangtua semua itu pasti karena ajaran wanita bodoh ini”


ucap Nenek menyalahkan Ibu Kasih dalam hal mendidik anak


Kasih yang merasa jengah dengan sang Nenek


akhirnya mengusirnya pergi


“sebaiknya Nenek pergi saja dari sini!”kata


Kasih akhirnya


Nenek dan Paman Gery terkejut


“kau ini dasar anak kurang ajar! Berani sekali


kau mengusir kami seperti itu”ucap Paman Gery menunjuk kasar pada tubuh Kasih


dengan telunjuknya. Hal itu membuat Jaket yang sedang dikenakan Kasih yang


memang sedang tidak terkancing sepenuhnya tersibak dan menampilkan perut Kasih


yang besar. Sontak Kasih yang tersadar perut yang ia sengaja sembunyikan dengan


jaket yang ia kenakan terlihat, ia segera menutupi perutnya kembali dan merasa


canggung karena ia yakin Paman Gery melihat perutnya tadi.


“tunggu! “ Paman Gery menarik paksa jaket


Kasih, namun Kasih berusaha menahan. Alhasil, terjadilah tarik menarik antara


Kasih dan pamannya yang akhirnya membuat Jaket itu sobek. Seiring dengan


sobeknya jaket tersebut, semua yang ada disitu seketika tercengang hebat


melihat gadis kebanggaan keluarga Avisha yang diketahui masih sedang bersekolah


itu, kini tengah hamil besar.


John yang melihat hal itu segera mendekat


membantu Kasih “ Nona Kasih, anda tidak apa-apa? “tanya John cemas


“aku baik-baik saja”jawab Kasih seadanya


“kau sedang hamil???!! “ Kata Nenek dengan


keterkejutannya “astaga!!! Benar-benar! Bagaimana caramu merawat cucuku?! Dasar


wanita tidak berguna!!! “ ucap Nenek yang marah lalu memukul Ibu Kasih dengan


tongkat yang ia pegang


Kasih mencoba melindungi sang Ibu dengan


menahan pukulan itu. John yang melihat hal itu juga ikut menangkis


“tolong hentikan, Nenek! Ini tidak ada


kaitannya dengan Ibu. Ini... “


“siapa ayah anak itu? Apa pria tua yang ada


disampingmu? Apa kau sudah menjadi wanita simpanan pria hidung belang??? Dasar


tidak tahu malu!!! “cecar Nenek bertubi-tubi


“ini sungguh tidak seperti yang Nenek


pikirkan. Aku akan menjelaskannya satu persatu. Tolong ijinkan aku berbicara”


“tidak perlu. Perutmu yang membesar itu dan


pria tua yang ada disebelahmu sudah cukup menjelaskan semuanya”tukas Nenek


tidak peduli


“ini tidak seperti itu Nek! Tolong beri


kesempatan aku untuk menjelaskan”Kata Kasih pada Neneknya sembari memegang


tangan sang Nenek


“tidak usah! Jangan menyentuhku!!! ” ucap


Nenek, menghempaskan tangan Kasih dengan kasar”kau anak kebanggaan keluarga


beraninya kau mempermalukan keluarga seperti ini. Apa kau sudah tidak punya

__ADS_1


harga diri? Kau punya bayi dari pria tua seperti itu. Kau sungguh mengecewakan,


Kasih”


Kasih terisak mendengar perkataan dari


Neneknya.


“Nyonya... Tolong dengar penjelasan dari Nona


Kasih dulu... “sela John mencoba menenangkan keadaan yang semakin memanas


“diam kau!!!” ujar Paman Gerry”kau juga tua


Bangka berani-beraninya kau menggoda gadis kecil seperti itu! Tidak tahu malu.


Kasih, gugurkan saja anak menjijikkan itu!”


“siapa yang tidak tahu malu?” sela sebuah


suara dari seseorang yang tiba-tiba hadir di tempat itu. Semua mata tertuju


padanya. Kasih yang sedang terisak terhenyak melihat siapa yang bersuara.


“tuan Smith???”Nenek dan Paman Gerry kaget


melihat seorang tuan Smith tiba-tiba saja hadir disitu


“tuan Smith, apa yang anda lakukan disini?


“tanya Paman Gery dengan suara dan nada yang dibuat sesopan mungkin


“ada apa? Kau keberatan aku berada disini?”


tanya tuan Smith dengan nada dingin


Paman Gery terdiam seketika ia tidak berani


menyinggung seorang tuan Smith yang sangat terkenal dikota itu dengan


kebengisannya.


“kenapa diam saja?”tantang tuan Smith


“aku ingin melihat keberanian kalian yang


berani mengganggu istriku dan calon anakku”


Semua orang yang berada disitu tercengang


mendengar perkataan tuan Smith barusan. Tidak terkecuali Kasih yang langsung


menatap tuan Smith.


“kenapa diam? Tidak berani? Ayo, katakan lagi,


aku ingin mendengarnya” ucap tuan Smith mengabaikan tatapan heran dari Kasih


Meski tuan Smith mengatakannya dengan nada


santai namun dari tatapan matanya menunjukkan dengan jelas bahwa ia sedang


menahan amarahnya.


“John, apa saja yang kau kerjakan kenapa kau


sampai membiarkan mereka mengolok-olok istriku?!”tanya tuan Smith dengan nada


dingin membuat seisi ruangan berubah mencekam


“maafkan kelalaian saya tuan” jawab John


singkat


“kau tahu apa hukuman jika kau tidak melakukan


tugasmu dengan benar bukan?”


“saya mengerti tuan”


***


Setelah kedatangan tuan Smith yang sangat


tiba-tiba serta pernyataannya yang membuat semua orang tercengang tidak


percaya, sekarang tuan Smith mengumpulkan keluarga Kasih di sebuah ruangan di


rumah sakit itu. Tampak Ibu, kedua adik Kasih dan juga Nenek dan paman Gery


juga ada disitu, dan tidak ketinggalan pula Karina ikut hadir.


Semua orang nampak sangat menghormati tuan


Smith. Tidak ada yang berani berkomentar ataupun bertanya saat tuan Smith


menyuruh orang-orang untuk datang berkumpul.


“Hei, apa yang kau lakukan? Kenapa


mengumpulkan semua orang disini?” kata Kasih setengah berbisik pada tuan Smith


yang berada disampingnya


“lihat saja nanti, kau akan tau” jawab tuan


Smith enteng


“baiklah. Karena semuanya sudah berkumpul aku


akan mulai berbicara pada kalian semua” ucap tuan Smith memecah keheningan yang


ada “seperti yang kalian lihat saat ini Kasih sedang mengandung. Anak yang


dikandung Kasih adalah anakku”


Semua orang tercengang sekali lagi dibuatnya.


Semua mata tertuju pada Kasih yang hanya bisa tertunduk malu karena akhirnya


semua orang jadi mengetahui perihal kehamilannya


“Kasih, apa itu benar, Nak?” tanya Ibu Kasih


pada Kasih yang kemudian hanya mengangguk lemah tanpa mengangkat kepalanya. Ia


tidak berani menatap mata Ibunya saat ini. Ia merasa sangat malu pada


keluarganya.


Ibu Kasih tidak dapat berkata apa-apa. Ia


merasa sangat terkejut dengan kenyataan anaknya yang sangat ia banggakan malah


berakhir membawa aib bagi keluarga.


“Astaga! Anak ini benar-benar!!!” sahut paman


Gerry sontak membuka suara setelah sejak tadi ia hanya diam saja


Tanpa aba-aba Nenek Kasih segera menyenggol


lengan paman Gerry agar berhenti berbicara karena menyadari tatapan mematikan


dari tuan Smith.


“diamlah”kata Nenek menyuruh paman Gerry untuk


diam namun dibalas dengan pandangan tidak bersalah dari paman Gerry


“bagaimana bisa kau berakhir seperti ini, Nak?


Ibu benar-benar tidak berguna... Bagaimana bisa kau sampai hamil sebelum


menikah? Kau adalah anak kebanggaan keluarga kita, sekarang Ayahmu bahkan tidak


sanggup menerima kenyataan ini. Ibupun sudah tidak sanggup menanggung malu...ya


Tuhan kasihanilah anakku yang malang ... “ Ucap Ibu Kasih berkelu kesah ia


merasa sangat sedih dengan nasib putrinya.


Kasih hanya bisa tertunduk dalam dan menangis


ketika mendengar semua yang dikatakan Ibunya.


“tidak ada yang perlu kalian sesalkan. anak


yang dikandung Kasih adalah milikku. jadi aku akan bertanggung jawab atas


dirinya” sahut tuan Smith tiba-tiba


“apa maksud anda tuan?” tanya Ibu Kasih tidak


paham dengan maksud ucapan tuan Smith


“apa maksud anda...”


“ya kau benar Ibu mertua...” sahut tuan Smith


yang tiba-tiba menjawab Ibu Kasih dengan sebutan yang membuat semua orang seketika


melongo tidak percaya


EEHHHH....????!!!

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2