Cinta Itu Kasih

Cinta Itu Kasih
Episode 30 Nyonya Alexander


__ADS_3

Beberapa hari kemudian setelah pesta pernikahan selesai digelar, Kasih belum sekalipun


melihat tuan Smith berada di rumah. Yang Kasih ketahui tuan Smith sedang sangat


sibuk di perusahaan saat ini hingga ia tidak punya waktu sama sekali untuk


pulang ke mansion.


Kasih merasa senang bukan main karena tuan Smith tidak berada di rumah maka ia akan punya


banyak waktu tenang untuk dinikmati. Entah mengapa tiap kali bersama keduanya


akan selalu berdebat seperti anjing dan kucing. Sifat tuan Smith dan Kasih


sungguh saling bertolak belakang satu sama lain. Belum lagi perbedaan usia yang


cukup jauh membuat keduanya seringkali berbeda pendapat.


“Ahhh... betapa senangnya hidupku tanpa si tuan menyebalkan itu. Andai aku bisa menikmati


setiap hari seperti ini...aku pasti akan sangat senang” ucap Kasih sembari


berjemur di pinggir kolam renang dengan sebelah tangannya memegang gelas


minuman segar dan tampak juga ada beberapa jenis buah segar yang telah dipotong


kecil dan siap dinikmati. Bersandar dengan santai sambil berselonjoran kaki merupakan


kegiatan yang amat digemari olehnya terlebih saat ini bentuk tubuhnya telah


berubah lebih gemuk karena kehamilannya.


“hei! Nona wendy” panggil Kasih pada Wendy yang berdiri di sampingnya


Wendy yang dipanggilpun berjalan mendekat karah Kasih “ya Nyonya”


“aish! Apa-apan panggilan itu. Aku tidak ingin dipanggil dengan sebutan wanita tua seperti itu”


kata Kasih keberatan dengan panggilan itu untuknya. “aku ingin panggilan yang biasa saja” lanjutnya


“tapi Nyonya...itu adalah panggilan yang sudah seharusnya bagi istri tuan Smith” ucap Wendy menjelaskan


“aku tidak mau” tolak Kasih tegas “aku tidak ingin dipanggil dengan sebutan itu”


“jika anda menolak, tuan Smith akan menghukum kami semua Nyonya”


“astaga! Kenapa sedikit-sedikit harus menghukum sih! Apa kita sedang berada di sekolah?” gerutu


Kasih sebal lalu meraih piring yang berisi buah potong segar dan langsung memakannya.


“lupakan saja. Apapun itu aku tidak ingin memikirkannya aku hanya akan menikmati waktu santaiku saat


ini” kata Kasih yang akhirnya memutuskan untuk tidak mau ambil pusing dengan apapun yang diperintahkan tuan Smith.


***


Di perushaan keluarga Alexander tampak tuan Smith yang sedang duduk dibalik meja kerjanya


dan John berdiri tepat disampingnya seperti yang biasa ia lakukan membacakan


jadwal dan laporan yang merupakan tugasnya sebagai sekertaris tuan Smith. Tuan


Smith mengenakan kacamata yang membuatnya semakin terlihat sangat tampan.


“aku tidak peduli bagaimanapun caranya kau harus bisa mengakuisisi perusahaan milik keluarga


Wijaya” perintah tuan Smith pada John tiba-tiba menyela John yang sedang membacakan laporan perusahaan.


“saya akan melaksanakan tugas saya dengan baik, tuan” Jawab John patuh dan melanjutkan membacakan laporan yang sedang dipegangnya.

__ADS_1


“katakan pada tuan Wijaya untuk mengirim putranya keluar negeri jika masih ingin memiliki saham diperusahaan”


kata tuan smith lagi lalu menyuruh John pergi meninggalkan ruangannya.


Setelah John tampak menghilang dibalik pintu tuan Smith bergumam dengan nada dingin “seorang bocah ingin berebut wanita denganku, Huh! Kau akan lihat akibatnya”


***


Semenjak kejadian di mansion tuan Smith, pada saat acara pernikahan waktu itu, Rey sama sekali


tidak keluar kamar dan hanya mengurung dirinya di kamarnya. Ia juga tidak makan


dan minum. Perasaannya benar-benar hancur saat ini.


Melihat keadaan putra satu-satunya yang demikian membuat kedua orangtuanya merasa sangat khawatir,namun tidak dapat berbuat apa-apa.


“pa, apa yang harus kita lakukan pada Rey?” tanya Ibu Rey menatap suaminya cemas.


“papa juga tidak tau ma. Kasih kini telah resmi menjadi istri dari tuan Smith dan kita tidak


boleh sampai menyinggung tuan Smith” jawab Ayah Rey pasrah


Tidak berapa lama kemudian telepon rumah berdering. Ayah Rey yang duduk tidak jauh dari telepon bergegas menjawab panggilan dari telepon itu.


“halo”


“tuan Wijaya, saya Sekertaris tuan Smith”


***


Dikamar Rey yang hanya mengahabiskan waktunya dengan memandangi potret Kasih yang sangat banyak


tertempel di dinding kamarnya, ia tampak sangat berantakan dengan rambutnya


yang acak-acakan.  Lalu Ayah dan Ibu Rey dengan tergesa-gesa memasuki kamar milik Rey dan segera membereskan barang-barang milik Rey.


milik Rey kedalam koper. Rey yang tampak tidak mempedulikan hal itu hanya


membiarkan kedua orangtuanya berbuat sesukanya. Baginya pernikahan Kasih dan


tuan Smith telah membuatnya kehilangan separuh dari jiwanya. Tidak ada lagi semangat terpancar dari sinar matanya. Hanya kesedihan.


“kau harus melupakan gadis itu, Rey. Dia bukanlah jodohmu” kata Ibunya membelai lembut wajahnya ia


sangat sedih melihat anaknya yang telah berubah menjadi sangat menyedihkan.


Setelah selesai berkemas keluarga Wijaya kemudian pergi meninggalkan kediaman dengan membawa semua barang mereka menuju bandara


***


Kasih yang tengah bersantai dengan minuman dingin ditangannya terhenyak ketika ponselnya tiba-tiba berdering. Kasih lalu menaruh minumannya dan meraih ponselnya.


“halo”


“Kasih apa kau sudah tahu? Keluarga Wijaya akan segera meninggalkan negara ini!” ujar Karina


yang sedang menelpon Kasih dan mengabarkan tentang keluarga Rey yang akan segera meninggalkan negara ini.


Kasih sangat terkejut dan tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.


“pindah? Pppindah..???!!” ulang Kasih dengan nada bingung “apa yang kau bicarakan Karina? Aku tidak paham


dengan maksudmu?”


“seluruh keluarga Rey akan pindah hari ini. kau belum tahu?!” kata Karina heboh


“ak...aku...” seketika Kasih tergagu tidak dapat megatakan apapun.


“Kasih?! Apa kau mendengarku?!” panggil Karina menyadarkan Kasih yang mulai termenung

__ADS_1


‘Rey...’ Kasih akhirnya mulai menangis dalam diam mengabaikan sambungan teleponnya yang masih terhubung dengan Karina yang terus memanggil dirinya.


***


Di ruang baca tampak tuan Smith yang sedang duduk bersantai sambil membaca sebuah buku


ditemani secangkir kopi kesukaannya, tampak menemaninya menikmati waktu bersantai. Tampak juga John yang selalu setia berdiri mematung di samping tuan Smith.


Tuan smith terlihat sangat menikmati waktunya bersantai sampai seseorang menggebrak


mejanya. Dia adalah Kasih sang Nyonya Alexander yang sednag menatap marah kearah tuan Smith.


“apa yang kau perbuat pada keluarga Rey?!” tanya Kasih marah


Tuan Smith tidak bereaksi apapun. Ia msih berkutat dengan aktivitasnya membaca sembari sesekali


menyeruput kopi yang berada tepat berada didepannya.


Melihat hal itu Kasih semakin marah. Emosinya sudah mencapai ubun-ubun dengan uratnya yang


tampak berkedut dikepalanya.


“hei! Sepertinya kau suka sekali mengabaikan orang yang berbicara denganmu ya?!” kata Kasih


dengan nada kasar namun masih tidak berhasil mendapatkan perhatian dari pria yang telah menjadi suaminya itu.


“Ho! Kau benar-benar pria gila tidak punya sopan santun yang tidak menghargai istrimu


yang sedang berbicara padamu!!!” ucap Kasih berapi-api


“apa yang kau inginkan, Istriku?” tanya tuan Smith akhirnya menghentikan aktivitasnya dan menatap Kasih,


Mendengus kasar Kasih mengelus dadanya mencoba bersabar dengan pria sedingin es yang sialnya


adalah suaminya sendiri ‘sabar...sabar...kau harus tetap waras menghadapi pria gila ini, Kasih. Tidak boleh menjadi gila seperti dirinya’ batin Kasih memberi semangat pada dirinya sendiri.


“aku baru saja menerima kabar. Keluarga Wijaya, apa yang kau lakukan pada mereka?” tanya Kasih


memandang tuan Smith penuh selidik.


“nyonya Alexander, apa kau sedang mencurigai suamimu?” kata tuan Smith serius sembari


balas menatap Kasih.


Kasih membuang wajahnya kearah lain saat kedua mata itu bertemu.


“apa yang kau katakan? Jangan memangg ilku dengan sebutan itu!”


“apa kau menolak statusmu? Apa kita perlu membuka rahasia ini jika sebenarnya kita berdua menikah


berdasarkan kontrak? Haruskah kita pergi kekeluargamu sekarang? Baiklah jika


itu memang yang kau inginkan” kata tuan Smith dengan nada mengancam lalu bergegas bangkit berdiri namun segera ditahan oleh Kasih.


“apa yang kau bicarakan?! Jangan pernah berani berkata sembarangan didepan keluargaku” ujar Kasih serius


“baiklah, istriku” kata tuan Smith dengan nada menggoda.


“haish! Tidak ada gunanya berbicara denganmu! Aku akan mencari tahu sendiri. Jika benar itu kau. Jangan harap aku akan melepasmu dengan mudah.” ujar Kasih yang tiba-tiba wajahnya memerah kemudian bergegas pergi dengan menggerutu kesal.


Kasih berjalan perlahan sembari mencerna tentang apa yang sedang terjadi. “haish! Aku sungguh


tidak bisa menang melawan pria gila itu dalam berdebat. Jika seperti ini, aku tidak akan bisa mencari tahu kenapa keluarga Rey tiba-tiba pindah. Apakah tuan Smith berada dibaliknya, tapi apa motifnya? Apakah mungkin karena kejadian dipernikahan waktu itu?”


“nona, keluarga anda datang untuk mengunjungi anda” ujar Wendy yang tiba-tiba datang menghampirinya.


 


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2