Cinta Itu Kasih

Cinta Itu Kasih
Episode 13 Salah Kamar


__ADS_3

Pukul 6 pagi alarm yang tersetel diponsel


milik Kasih berdering. Kasih yang masih sangat mengantuk meraba-raba mencari


letak ponselnya. Ia terus meraba mencari dimana ponselnya berada sampai


tangannya menyentuh sesuatu. Kasih tersentak kaget. ‘apa ini?’ mata Kasih


terbuka lebar seketika rasa kantuknya hilang ditelan keterkejutannya saat ini


‘Ini…ini… bukankah semalam aku hanya sendirian di kamar ini? Lalu siapa yang


berada disampingku… jangan katakana jika ini adalah arwah yang menghuni rumah


besar ini! Asatga! Ibu, Ayah..!!! Kasih takut sekali..’ Kasih mulai ketakutan.


Alarmnya yang terus berdering kencang sudah tidak dipedulikannya. Ia menutup


matanya menenggelamkan wajahnya di balik bantal.


“berisik sekali!” seru sebuah suara dari


balik punggung Kasih. Suara itu membuat Kasih terkejut bukan main.


“Ibuu!” Kasih terkejut segera ia


bersembunyi dibalik selimut setelah mendengar suara itu.


“hentikan suara berisik itu dasar bocah!”


kata suara itu lagi


Kasih yang ketakutan bersembunyi dibalik


selimut tersadar “hantunya bisa berbicara…”


“dasar bocah bodoh ini…” kata suara itu


terdengar kesal


“tunggu, sepertinya aku mengenali suara


ini…”


“bangun bodoh!!!” seru suara itu marah


menarik paksa selimut yang dipakai Kasih untuk bersembunyi


Betapa terkejutnya Kasih setelah selimutnya


yang ditarik paksa lalu setelah itu terlihat wajah orang yang dikiranya sebagai


hantu.


“tut..tutu…tuan Smith?!” ucap Kasih


tergagap ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang. Tuan Smith hanya


mengenakan celana pendek dan bertelanjang dada sedang menatap Kasih dengan


kesal.


“dasar bodoh! Hentikan suara berisik itu


sekarang!” perintah tuan Smith kesal karena tidurnya terganggu. Kasih masih


bengong tidak menanggapi perintah dari tuan Smith.


“bagaimana..bagaimana..bagaimana bisa anda


berada disini?” Kata Kasih masih dengan raut wajah bingung.


“dasar bocah bodoh ini.” Ucap tuan Smith


“bukankah seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu? Kenapa kau bisa


berada di kamarku?” Kasih melotot segera dilayangkannya pandangannya kesegala


arah memastikan perkataan Tuan Smith barusan.


“aku…tidak mungkin berada di…”ucap Kasih


dengan suara pelan sembari melihat kesekitarnya dan ketika ia melihat foto Tuan


Smith yang tergantung didinding kamar sontak membuat Kasih menjerit “...Kamar


Tuan Smith!!! ya Tuhan apa yang sudah kulakukan?!”


“kau mendatangiku begini apa untuk


menggodaku bocah?” tanya Tuan Smith dengan nada menggoda


“apa?!” seru Kasih “aku…”


“jika kau ingin menggodaku setidaknya pakai


pakaian yang sedikit menggoda…” kata Tuan Smith memperhatikan pakaian Kasih.


Kasih hanya menggunakan kaos berlengan pendek sederhana dan celana panjang saat


ini. Merasa ditatap begitu Kasih sontak menyilangkan kedua tangannya di depan


dadanya dan memberikan pelototan maut pada Tuan Smith. Tuan Smith hanya


tersenyum acuh melihat Kasih yang melotot padanya


“pria gila mesum!!! Menggoda anda? Aku?!”


seru Kasih menunjuk dirinya sendiri”Mimpi!!! Mabukpun aku tidak mungkin


menggoda anda!” Kasih sangat kesal karena dikatai sedang menggoda tuan Smith.


Tuan Smith menyeringai. “benarkah?”


“tentu saja. aku berani bertaruh!” kata


Kasih yakin


“hei! bocah kecil, kau sedang menantangku?”


“Ya!!!” jawab Kasih setengah berteriak


‘bocah kecil ini punya tempramen yang


sangat buruk’


Tuan Smith lalu mendekatkan wajahnya pada


telinga Kasih “kalau  begitu sepertinya kau


perlu menjelaskan mengapa kau meraba tubuhku barusan” suara tuan Smith sengaja


dibuat terdengar seksi . Kasih merinding merasakan napas Tuan Smith menerpa


tengkuknya. Ia terdiam membisu.


“kenapa? Tidak bisa mengelak?” ucap Tuan


Smith meremehkan


“saya..eumm…saya tidak punya niat untuk meraba


tubuh anda, saya sedang mencari ponsel saya yang berdering. Anda kan lihat


sendiri ponsel saya sedang berdering” kata Kasih malu


Tuan Smith kembali menampilkan seringainya”ponselmu


berada dimeja sana dan kau mencarinya ditubuhku. Apakah kau malu mengatakan

__ADS_1


yang sebenarnya? Ada banyak wanita yang mengantri untuk bisa naik keranjangku


dan kau cukup beruntung Nona Kasih” Tuan Smith menekankan saat memanggil nama


Kasih.


“saya tidak begitu!” sanggah Kasih “saya


sungguh sedang mencari ponsel. Saya mencarinya dengan mata tertutup karena


masih sangat mengantuk. Makanya saya tidak memperhatikan… “


“kau pikir aku percaya?” kata Tuan Smith


meremehkan “jika kau sungguh ingin naik keranjangku lagi, aku sungguh tidak


keberatan dengan hal itu.” Tuan Smith meniup kuping Kasih membuat sang empunya


mundur menghindar.


“pergi! Dasar pria gila!!!” usir Kasih


“ini kamarku nona. Jika kau lupa” kata Tuan


Smith enteng


“Argh!! Menyebalkan sekali” urat dikepala


gadis berambut pendek ini tampak berdenyut menahan amarah lalu beranjak pergi


meninggalkan Tuan Smith yang terkekeh melihat tingkah Kasih yang menurutnya


lucu. ‘menarik’


Kasih yang baru saja keluar dari kamar tuan


Smith berjalan dengan marah sembari terus mengomel. Ia kesal tidak bisa menang


berdebat dengan tuan Smith tadi. “kenapa aku bisa begitu sial!!! Kenapa juga


aku bisa sampai masuk ke dalam kamar pria gila itu! Meyebalkan!!! Aku bahkan


tidak sengaja meneyentuh… argh!!! Ya Tuhan aku benar-benar malu!”


“Nona Kasih?” anda darimana?” tanya Wendy


yang berpapasan dengan Kasih.


“ah! kak Wendy, apa anda tau dimana kamar


saya berada?”


“kamar anda ada diujung disebelah sana


nona” Wendy menunjuk salah satu pintu.


“baik terima kasih “ Kasih berlalu pergi


tanpa menunggu tanggapan dari Wendy. Wendy yang melihat Kasih baru saja keluar


dari kamar tuannya merasa aneh. ‘apa nona Kasih tidur sekamar dengan tuan


Smith? apa mereka tidur bersama lagi?’ Wendy mengangkat bahu dan berlalu pergi


melakukan tugasanya.


“tuan, saya Wendy apa anda sudah bangun?”


tanya Wendy megetuk pintu kamar


“masuk” terdengar suara tuan Smith dari


dalam kamar menyuruh Wendy masuk.


Di dalam kamar Wendy melihat ada koper


besar yang ia duga itu adalah milik Kasih ‘ini koper milik Nona Kasih? Kenapa


“gadis bodoh itu sungguh menarik. Pagi-pagi


sudah membuat kehebohan” kata tuan Smith saat ia menyadari Wendy sedang


memperhatikan koper milik Kasih yang masih ada dikamarnya


“apa Nona Kasih bermalam disini semalam tuan?”


“seperti yang kau lihat. Gadis bodoh itu


berani memasuki kamarku dan tidur disampingku.”


Wendy hanya terperangah ‘gadis yang sungguh


berani’. Wendy lalu pergi ke kamar mandi untuk menyiapkan keperluan mandi


tuannya.


Sedangkan di dalam kamar mandi yang


terletak didalam kamar yang lain tampak Kasih yang mendumel sambil menggosok


tubuhnya dengan keras. “dasar pria gila. Bodoh. Tidak punya etika dan sopan


santun!!!” Ucap Kasih mengutuki tuan Smith “astaga! Aku benar-benar sedang


sial! Bisa-bisanya aku memasuki kamarnya dan tidur disampingnya sepanjang malam


tanpa sadar. Apa aku sudah gila?!” Kasih memukul kepalanya berkali-kali


menyesali kebodohannya semalam.


Setelah selesai mandi Kasih baru tersadar


bahwa ia melupakan kopernya masih berada di kamar Tuan Smith. Karena terlalu


kesal ia sampai melupakan koper berisi baju miliknya. Kasih mengintip dibalik


pintu kamar berharap ada pelayan yang lewat yang bisa dimintai bantuan untuk


mengambilkan koper miliknya. Namun, nihil tidak satupun pelayan yang lewat.


‘bagaimana ini? Bagaimana aku memakai seragamku untuk ke sekolah?’ Kasih


menatap tubuhnya yang hanya dibalut handuk di depan cermin. “tidak bisa. Aku


harus segera mengambil koperku.” Ucap Kasih pada dirinya sendiri


Karena tidak ingin terlambat pergi ke sekolah,


dengan terpaksa walau hanya berlilitkan handuk dan membungkus dirinya dengan


selimut tebal Kasih memberanikan diri pergi memasuki kamar orang yang paling ia


ingin hindari.”berjalan dengan selimut seperti ini benar-benar sulit”ucap Kasih


yang kesusahan berjalan sembari mempertahankan selimutnya agar tidak melorot


jatuh.’aku tau ini akan tampak seperti aku tidak punya harga diri, memasuki


kamar seorang pria dewasa dengan mengendap-endap dan dengan tampilanku


sekarang..sungguh memalukan sekali. Aku hanya bisa berharap tidak akan ada yang


melihat diriku yang seperti ini’ harap Kasih dalam hati. Pealn-pelan Kasih


membuka pintu kamar itu. Dengan langkah yang sangat pelan dilangkahkan kakinya


menuju kearah kopernya berada. “gotta!!!” ujar Kasih senang setelah akhirnya


sudah memegang kopernya. Namun saat ia hendak melangkah keluar dari kamar itu,

__ADS_1


tiba-tiba terdengar suara pintu kamar mandi yang terbuka menandakan Tuan Smith


sudah selesai mandi. “gawat…!!!gawat..!!! aku harus bagaimana???” kata Kasih panik


“aku harus segera kabur!!!” secepat kilat Kasih berlari sembari menarik


kopernya keluar dari kamar. Akan tetapi karena selimut yang melilit tubuhnya


dan kopernya berat ditambah kegugupan yang melanda, Kasih tidak bisa mengontrol


dirinya hingga membuat dirinya terjatuh. “astaga! aku sungguh sedang tidak


beruntung” desah Kasih kesal.


“siapa?” terdengar suara Tuan Smith yang


berjalan menghampiri tempat Kasih. Sebelum terlihat oleh Tuan Smith Kasih


segera menarik tubuhnya bersembunyi dibawah kolong tempat tidur. ‘aku tidak


punya pilihan lain selain bersembunyi disini sampai ia keluar dari kamar’


Tidak melihat siapapun padahal jelas-jelas


Tuan Smith tadi mendengar suara gedebuk yang keras membuat Tuan Smith


mengernyit heran. Masa bodoh Tuan Smith lalu melanjutkan kegiatannya. Menganti pakaian.


Dibukanya handuk yang membalut tubuhnya dan  melemparnya ke sofa. “astaga! sekarang aku tampak seperti sedang


mengintipnya ganti baju.” Ujaar Kasih merona.


Beberapa saat kemudian Tuan Smtih sudah


selesai berganti pakaian ia lalu langsung keluar dari kamar. “akhirnya pria


gila itu keluar juga. Hampir saja aku kehabisan napas!” ujar Kasih keluar dari


tempat persembunyiannya. Diliriknya tubuhnya yang masih dibalut selimut ia lalu


berpikir “jika keluar membawa koper dengan keadaan seperti ini pasti akan


sangat menyusahkan. Bisa saja aku terjatuh lagi. Lebih baik aku mengganti


pakaian disini, aku juga sudah hampir terlambat ke sekolah.” Kasih lalu


memutuskan untuk mengganti pakaiannya di dalam kamar itu lalu dengan cepat


membawa kopernya pergi dari kamar itu. “syukurlah tidak ada yang melihatku


Hahaa” kata Kasih tertawa senang saat ia berhasil keluar dari kamar Tuan Smith.


Tuan Smtih yang sejak awal sebenarnya sudah


mengetahui Kasih sedang bersembunyi di dalam kamarnya sengaja membiarkan Kasih


dan memilih memperthatikan Kasih melalui kamera tersembunyi yang ada


dikamarnya. Tuan Smith terkekeh melihat kelakuan Kasih melalui layar pemantau  “bocah bodoh yang menarik”


Dimeja makan Kasih sedang menikmati


sarapannya dengan damai. Ia sama sekali tidak berniat memulai pembicaraan


dengan pria gila dihadapannya yang juga sedang menikmati makanannya dalam diam.


‘aku akan lebih bersyukur jika pria ini bisu. Kita lihat bagaimana pria arogan


menyebalkan ini akan memarahiku jika ia tidak bisa berbicara Hahaa…’ saking


senangnya Kasih tidak sengaja tertawa kecil membuat Tuan Smith yang sedang fokus


teralihkan perhatiannya.


“apa yang sedang kau tertawakan gadis


bodoh?” tanya Tuan Smith pada Kasih


‘ah! Jangan berbicara padaku!’ gerutu Kasih


dalam hati ia diam tidak merespon pertanyaan dari Tuan Smith dan memilih terus


memakan sarapannya,


 


 


“tidak ingin berbicara?” ujar Tuan Smith “baik…


sepertinya kau ingin videomu yang sedang mengganti pakaian dikamarku tersebar.”


Mendengar itu Kasih terperangah tidak percaya dengan apa yang baru saja di


dengarnya.


“apa..apa maksud anda?” Kasih terbata


Tuan Smith tersenyum kecil “barusan kau


berganti dikamarku dan mengambil kopermu. Jika kau tidak percaya mungkin kau


ingin melihat video ini..?” Tuan Smit lalu memutar video Kasih yang sedang mengendap-endap


mealui ponsel miliknya. Tidak ingin semua orang mengetahui hal memalukan ini


segera Kasih menggebrak meja


“astaga dasar pria cabul!! Anda diam-diam


mengintipku dan bahkan anda juga merekamku!!!” ujar Kasih marah “segera hapus


video itu! Dasar anda pria cabul!!!” Kasih bangkit berjalan merampas ponsel


milik tuan Smith dan segera menghapus video itu. “jika lain kali anda melakukan


hal ini, saya tidak akan segan melaporkan anda?” ancam Kasih marah


“melaporkan pada siapa?” tanya Tuan Smith


santai


“tentu saja pada polisi. Anda akan


dipenjara dan reputasi anda akan hancur”


Tuan Smith tertawa. ‘dasar pria gila!!’


Kasih semakin sebal melihat Tuan Smith yang tampak tidak termakan oleh ancaman


darinya. Ia lalu melangkah mendekati gadis belia yang tubuhnya jauh lebih


pendek dari tubuhnya itu dan berbisik ditelinga gadis itu “coba saja jika kau


berani nona” Kasih membeku ditempat. Mulutnya kelu tidak ada kata yang keluar


dari mulutnya untuk mealwan pria yang sangat mengesalkan hatinya itu. Kasih


lalu mendorong tubuh Tuan Smith dengan keras namun dorongan itu tidak terlalu


berefek besar pada tubuh Tuan Smith yang memang lebih besar dan tinggi dari


tubuh Kasih.


“aku sudah tidak napsu makan!” Melangkah


dengan kasar Kasih lalu berlalu meninggalkan Tuan Smith yang tersenyum penuh


kemenangan.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2