Cinta Itu Kasih

Cinta Itu Kasih
Episode 45 Pesta


__ADS_3

Tanpa Kasih sadari ia tertidur sangat pulas di ruangan itu hingga ia tidak menyadari waktu telah berlalu begitu cepat. Saat terbangun ia tercengang melihat beberapa kotak yang terletak di dekat tempat tidurnya. Perlahan ia mendekati kotak itu dan memeriksa isinya. Ia menemukan sebuah catatan di atas kotak itu. Kasih langsung bisa menebak bahwa tuan Smithlah yang menyiapkan semuanya.


KENAKAN SEMUA BARANG INI DAN JANGAN MEMPERMALUKANKU. SMITH ALEXANDER


“astaga pria gila ini, apa dia pikir aku sungguh sangat memalukan untuk dibawa pergi ke tempat umum? Jika begitu tidak perlu membawaku pergi. Menyebalkan!” Kasih merasa kesal dengan catatan yang ditinggalkan untuknya. Matanya menatap gaun merah yang berada di dalam kotak. Tidak hanya itu, sepatu, tas, aksesoris dan juga make up sudah disiapkan lengkap berada dimasing-masing kotak.


“pakai ya pakai saja. Sangat menyebalkan!” Kasih sontak menyambar gaun itu dan pergi ke kamar mandi untuk bersiap-siap.


Kasih menatap pantulan dirinya didalam cermin setelah ia mengenakan semua barang yang disiapkan tuan Smith untuknya. Perut buncitnya tampak menonjol dari balik gaun merahnya. Semua barang yang melekat pada tubuhnya adalah barang-barang mewah edisi terbatas yang khusus dipilih sendiri oleh tuan Smith. Kasih meraba kalung berharga simbol seorang nyonya Alexander yang tampak berkilauan dengan batu-batu berharga yang menempel dikalung itu. Kalung yang sangat mahal, ada perasaan sedikit takut jika ia tidak sengaja menghilangkan benda itu.


“cantik”


Kasih menoleh melihat orang yang berdiri dengan kedua tangannya dimasukkan kedalam saku celana. Pria tampan yang terlihat sangat gagah dengan setelan jas yang senada dengan gaun yang sedang dipakai oleh Kasih saat ini. Pria dengan tampang dingin dan paras tampannya itu sedang berdiri dengan menatap kearah Kasih. Memperhatikan penampilan Kasih yang tampak sangat cantik dengan gaun yang ia pilihkan.


“kau terlihat lumayan, gadis bodoh” ucap tuan Smith berjalan mendekat dan memberi lengannya untuk digandeng oleh Kasih.


Kasih merangut kesal ‘jika ingin memujiku, katakan dengan jelas. Dasar tidak sopan!’ Namun pada akhirnya ia memasukkan tangannya kelengan tuan Smith dan merekapun pergi bersama.


Saat keluar ternyata suasana kantor sudah tampak sangat sepi. Semua orang sudah pulang ke rumahnya masing-masing karena sekarang sudah lewat jam kerja.


“luar biasa, apa aku tertidur sangat pulas? Aku bahkan tidak menyadari waktu sudah berlalu begitu panjang” gumam Kasih saat melihat sudah tidak ada orang sama sekali di tempat itu. Bahkan lampu-lampu sudah banyak yang dimatikan dan hanya menyisakan beberapa lampu saja.


“benar. Kau tertidur seperti seekor babi gemuk!” ejek tuan Smith tanpa mengalihkan pandangannya sambil terus berjalan menyusuri koridor kantor yang tampak kosong.


Kasih mendelik menatap wajah tuan Smith dengan wajah kesal. “Ck! sungguh menyebalkan! Aku membencimu!” Kasih merajuk membuang wajahnya kesamping dengan kesal.


Tuan Smith hanya tersenyum kecil menanggapi perkataan Kasih yang mengatakan ia membenci dirinya.


***


 

__ADS_1


 


Rey yang sekarang menggunakan identitas palsunya sedang menyelinap masuk diantara kerumunan orang ditengah pesta meriah yang diadakan tuan Smith. Ia menyamar sebagai seorang pengawal dan berbaur dengan mereka semua. Tidak ada satupun orang yang mengenali dirinya, dengan wajah dan identitas palsu ia sungguh telah berhasil mengelabui semua orang termasuk tuan Adam dan Karina yang sudah lebih dulu sampai di pesta itu.


Pesta besar dan mewah itu tentu dihadiri oleh para pejabat dan semua orang penting yang ada dikota. Bahkan ada juga rekan bisnis tuan Smith yang berada di luar negeri sengaja datang untuk menghadiri acara khusus tersebut.


Saat mobil tuan Smith menepi, para wartawan yang sedari tadi menantikan kedatangannya segera berdesak-desakan memotret sang taun rumah. Tuan Smith turun terlebih dulu untuk membukakan Kasih pintu dan menuntunnya untuk turun. Memperlihatkan ia sangat perhatian pada Kasih. namun Kasih mengetahui semua itu hanyalah sandiwara agar rumah tangganya terlihat harmonis didepan semua orang.


Sambil menggandeng lengan tuan Smith, Kasih berjalan perlahan sambil tersenyum lembut pada para wartawan yang sedang sibuk mengambil gambar mereka berdua. Malam ini Kasih dan tuan Smith terlihat sangat serasi.


“apa kau gugup?” bisik tuan Smith didekat telinga Kasih


“tentu saja. Aku tidak pernah berada ditengah ribuan orang seperti ini. aku merasa pusing dengan semua lampu-lampu itu” balas Kasih dengan berbisik.


Tuan Smith tersenyum kecil dan mengeratkan pegangan tangan Kasih dilengannya “tidak usah cemas. Kau ikuti saja aku,” Katanya menenangkan


Meski merasa ragu, Kasih hanya mengangguk patuh.


Begitu mereka tiba ditengah pesta mereka langsung disambut oleh banyak sekali orang yang ingin menyapa tuan Smith. Kasih merasa sedikit risih dengan situasi ini. Jika bisa ia ingin sekali berlari meninggalkan pesta atau bersembunyi dibalik tubuh tuan Smith.


Diantara kerumunan orang banyak Rey yang sekarang memakai nama Dan memandang wajah Kasih dari kejauhan. Perasaan rindu seketika membuncah didadanya. Ingin sekali ia berlari dan memeluk gadis tercintanya itu. Akan tetapi ia harus menahan diri, saat ini ia tidak boleh mengungkap dirinya pada siapapun bahkan pada gadis yang sangat ia cintai. Kasih. perasaan rindunya seketika berganti dengan perasaan marah yang sangat besar ketika padangan matanya tertuju pada perut Kasih yang membuncit. Kepalan tangan dan rahangnya mengeras karena menahan amarah. Ia sangat membenci tuan Smith yang sedang berdiri tepat disamping gadisnya, jika bisa ia ingin menarik Kasih menjauh dan menghajar wajah tuan Smith hingga babak belur. Namun, lagi-lagi semua itu hanya bisa ia simpan di dalam pikirannya. Jika ia mengungkap indentitasnya sekarang tentulah rencananya akan hancur berantakan dalam sekejap dan ia tentu saja tidak menginginkan hal itu.


Kasih yang merasa sangat canggung hanya bisa menampilkan senyumannya untuk menyapa orang-orang yang datang menghampirinya dan tuan Smith. ‘aku sungguh tidak terbiasa dengan semua ini’


Bisik-bisik mulai terdengar saat semua orang menyadari kalung yang dipakai Kasih. Sebuah kalung yang merupakan simbol seorang nyonya Alexander pendamping tuan Smith yang adalah satu-satunya keturunan keluarga Alexander yang tersisa, sekaligus pemilik mansion megah milik keluarga Alexander yang tidak perlu dipertanyakan lagi kemewahan serta kemegahannya.Jika identitas tuan Adam terkuak maka iapun akan terhitung sebagai salah satu keturuan tidak resmi keluarga Alexander.


Orang-orang merasa terkagum-kagum dengan kalung yang sedang melingkar dileher Kasih yang sedang memakai pakaian yang terbuka dibagian dada hingga menampilkan leher jenjang nan mulus milik gadis muda itu. Mereka mulai membicarakannya dan menebak Kasih sebagai nyonya Alexander sekarang.


Beberapa gadis merasa sangat iri. Namun ada juga yang merasa sangat kagum dengan Kasih yang mampu menaklukkan sang raja bisnis sekaligus pria terkaya di negara itu.


“gadis itu sangat beruntung bisa berada disisi tuan Smith” ungkap salah seorang gadis muda yang hadir di acara itu. Gadis yang lain ikut membenarkan perkataan salah satu gadis itu. Mereka menatap pasangan Tuan Smith dan Kasih dengan tatapan penuh kekaguman. Selama ini sudah begitu banyak yang berusaha menjodohkan putri mereka pada tuan Smith, namun selalu saja ditolak olehnya. Semua ditolaknya dengan tegas dan tanpa pikir panjang. Tampaknya tuan Smith memang tidak berniat untuk memiliki seorang istri namun ia terpaksa menikahi Kasih karena ia sudah terlanjur mengandung darah dagingnya.

__ADS_1


“gadis itu sangat imut mereka tampak sangat serasi”


“aku sangat iri melihatnya”


Melinda yang sedang berada disitu mendengar dengan jelas bisik-bisik dari para gadis itu. Ia merasa sangat marah dan mulai membenci Kasih.


‘dia sama sekali tidak pantas! Apa bagusnya gadis ingusan itu!Akulah yang harusnya berada disisi tuan Smith’ Melinda menatap tajam kearah Kasih yang sedang tersenyum menyapa para tamu.


‘astaga! Mengapa orang-orang ini sangat bersemangat sekali, mereka terus berdatangan entah sampai kapan ini akan berakhir aku merasa bibirku sudah terasa kering karena terus saja tersenyum’


Kasih menarik ujung kemeja tuan Smith lalu berbisik padanya. “aku sudah sangat lelah. Bisakah aku pergi duduk disana?” katanya sembari menunjuk tempat yang ingin ia tuju. Sebuah kursi sofa yang terlihat sangat nyaman bagi dirinya sekarang. Kakinya yang membengkak sudah mulai terasa kesemutan.


“apa kau ingin aku temani?” tanya tuan Smith memandang Kasih yang terlihat lelah


“tidak perlu. Aku saja. Aku bisa melakukannya”


“baiklah. Tunggu aku disana aku akan segera menyusulmu” ucap tuan Smith memandang Kasih yang berjalan meninggalkannya menerobos kerumunan orang dan menghilang dari pandangannya.


“John! Suruh Wendy untuk menemani Nyonya” perintah tuan Smith yang langsung mendapat anggukan dari bawahan kepercayaannya itu.


Dengan susah payah berjalan menembus orang banyak akhirnya Kasih akan sampai disebuah sofa yang sangat ingin ia duduki. Namun sebelum sampai disofa tubuh Kasih yang kelelahan secara mendadak terasa lemas, samar-samar rasa sakit seketika menjalar dibagian bawah perutnya. Hampir saja ia kehilangan keseimbangannya jika saja tidak ada seseorang yang dengan sigap menangkap tubuhnya.


“apa anda baik-baik saja nona?” tanya seorang pemuda yang menolongnya itu.


Kasih menatap wajah orang itu perasaan familiar begitu lekat pada diri orang itu. Ia merasa ia sangat mengenal pemuda yang sedang merengkuhnya agar tidak terjatuh. Hampir saja ia dalam bahaya jika saja tidak ada pemuda itu yang datang menolong dirinya. Kasih merasa sangat berhutang budi pada pemuda itu.


 


 


BERSAMBUNG...

__ADS_1


 


 


__ADS_2