
Setelah nenek Kasih dibawah oleh John pergi dari ruangan, Tuan Smith yang sedang menggendong membawanya ke kamar pribadi lalu mendudukkannya di atas tempat tidur.
“Apa kau sungguh sangat bodoh?! Kau bahkan tidak bisa membela dirimu sendiri!” Tuan Smith sembari menatap Kasih.
“Aku bisa mengatasinya aku tidak perlu bantuanmu,” balas kasih sambil membuang menghindari tatapan tuan Smith.
Mendapati sikap kasih yang seperti itu tuan Smith semakin merasa geram dan marah. Ia menatap tajam ke arah pipi Kasih yang tampak memerah. Dengan kesal ia kemudian meraih pipi Kasih. “Kau sangat berani kepadaku tapi melawan wanita tua seperti itu saja kau tidak sanggup! Apa yang terjadi padamu?”
Kasih Diam tidak menjawab.
Tuan Smith berjalan meninggalkan untuk beberapa saat lalu kemudian kembali dengan membawa sebuah kotak obat di tangannya.
“Kau tidak perlu mengobatiku aku bisa mengobati diriku sendiri,”kata Kasih teguh.
“Cih! Kau masih begitu percaya diri sekali. Kapan Aku mengatakan akan mengobatimu?” Tuan melempar kotak obat itu tepat didepan Kasih.
“Ck! Sungguh sangat menyebalkan!” Kasih meraih kotak obat itu sambil bersungut-sungut sebal. Kasih kemudian membuka kotak obat akan tetapi ia bingung melihat isi kotak itu ia tidak tahu yang mana yang harus ia gunakan. Karena tidak tahu sama sekali tentang obat-obatan yang ada di dalam kotak ia kemudian mengambil salah satu obat lalu mulai membaca keterangan pada label obat itu.
‘Apa yang harus kulakukan? Aku tidak pernah mengobati diriku sendiri.’ Kasih memang tidak pernah mengobati dirinya sendiri, ia punya dokter pribadi yang selalu siap jika ia membutuhkan.
“Kenapa banyak sekali obat disini? Yang mana yang harus aku gunakan?”
Tuan Smith memperhatikan Kasih yang sedang kebingungan. ‘Dasar gadis bodoh ini. Benar-benar tidak bisa dipercaya.’
“Apa sekarang? Kau bahkan tidak bisa memilih obat mana yang harus kau gunakan, dan kau masih berani berkata tidak butuh bantuanku?”
“Aku memang tidak butuh bantuanmu aku bisa menyuruh orang lain untuk melakukan hal itu,” kata Kasih dengan ekspresi menantang.
“Kau!”
Tanpa memperdulikan tuan Smith yang kesal akan tindakannya Kasih lalu mengambil ponselnya hendak menghubungi Dan, pengawal pribadinya. Namun sebelum hal itu dilakukannya, Tuan Smith lebih dulu merebut ponsel Kasih.
“Apa-apaan kau?!” kasih menatap wajah Tuan Smith marah.
“Jika kau punya aku di depanmu untuk apa kamu menyuruh orang lain.”
“Aku menyuruh orang lain atau tidak itu bukan urusanmu. Pergilah dan jangan menggangguku!” Tangan kasih bergerak mengambil salah satu obat lalu kemudian hendak mengaplikasikannya ke wajahnya. Akan tetapi Tuan Smith segera mencegah hal itu.
“Dasar gadis bodoh!” cemooh Tuan Smith. “Kau akan mengoleskan obat merah itu diwajahmu?”
“Memangnya apa urusanmu dasar menyebalkan sekali.”
Tuan Smith mengambil obat yang benar lalu mengoleskannya pada pipi Kasih.
“Aku tidak mengerti mengapa kau sangat keras kepala. Jika kau tidak bisa melakukannya kau bisa minta bantuanku bukan?”
“Menyebalkan Aku tidak butuh bantuanmu!” ucap kasih menepis Tuan Smith.
__ADS_1
Saat Kasih hendak bangkit berdiri tangan Tuan Smith dengan cepat memegang kedua bahu Kasih erat. “ Lepaskan! aku ingin pergi.”
“Pergi ke mana?”
“Itu bukan urusanmu!”
Tuan Smith mengeratkan cengkramannya pada bahu Kasih hingga membuat istrinya itu berteriak kesal.
“Haahhh...!!! Kau ini maunya apa sih?! Kenapa terus-terusan menggangguku?! Apakah kau tidak punya urusan yang lain? Bukankah kau adalah orang yang sibuk! Tidak bisakah membiarkanku sendiri?”
Seketika itu juga dahi Kasih mendapat sebuah sentilan manis dari Tuan Smith meninggalkan sebuah bekas berwarna merah di situ. Sembari mengaduh dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca. Kasih mengelus dahinya yang terasa sakit.
‘Pipiku sudah merah dan sedikit bengkak, sekarang dahiku juga terasa sakit. Aku sungguh malang.’
“ Aduh sakit sekali.”
“ Apakah sungguh terasa sakit? Sini biar kulihat .... “ Tuan Smith merasa bersalah karena melihat Kasih yang hampir menangis.
‘Sepertinya aku tidak sengaja menyentilnya terlalu keras,’
Kasih yang sudah terlanjur merasa kesal menepis dengan kasar tangan Tuan Smith lalu beranjak pergi meninggalkan Tuan Smith yang menatap punggungnya.
***
“Ada apa ini Ibu kenapa ibu terlihat sangat tidak biasanya?” tanya paman Gerry sembari berjalan mendekati ibunya. Meletakkan tas kantornya lalu duduk dikursi sofa ruang tamu sejenak melepaskan kepenatan setelah seharian lelah bekerja.
“Kasih si jalang itu benar-benar sudah keterlaluan Ibu sungguh tidak menyangka Tuan Smith akan membelanya,” ungkapnya.
Sebelah alis Paman Gerry tanda ia tidak mengerti Perihal apa yang sedang dibicarakan oleh sang ibu. Melihat anaknya tidak mengerti dengan apa yang sedang dibicarakan nenek Kasih itu kemudian mengeluarkan berkas yang adalah berkas kerjasama antara perusahaan miliknya dan juga tuan Smith yang mana berkas itu tidak lagi berguna karena tuan Smith telah membatalkannya.
Alangkah terkejutnya paman Gerry ketika mengetahui bahwa seluruh kerjasama antara perusahaan nya dan juga perusahaan milik tuan Smith telah dibatalkan. “Ada apa ini, Bu? kenapa bisa terjadi hal seperti ini perusahaan kita akan terancam bangkrut!”
Nenek kasih berteriak frustasi. “Ini semua gara-gara gadis sialan itu. Berani sekali dia menantangku! Dia berani menjebakku!”
“Sekarang apa yang harus kita lakukan? Banyak orang yang tertarik dengan proyek besar ini hanya karena tuan Smith menikahi gadis dari keluarga kita, tapi jika kabar pembatalan kontrak ini tersebar maka Perusahaan kita akan segera gulung tikar,” ujar paman Gery cemas. Nenek Kasih terdiam sembari berusaha memikirkan sebuah cara untuk menyelamatkan perusahaannya dari ambang kebangkrutan.
__ADS_1
***
Di saat malam hari Kasih yang sedang duduk diam di taman tampak sedang melamun membayangkan kejadian tadi siang di perusahaan. Bayangan ketika Ia digendong oleh tuan Smith terlintas dibenaknya. ‘Pria gila itu bisa-bisanya melakukan hal yang memalukan di depan nenekku.’
Tangannya bergerak menyentuh pelan kearah pipinya bekas terkena tamparan sang nenek.
“Apa aku tidak salah lihat? Mengapa aku seakan melihat ia sedang khawatir padaku? Iya mengataiku bodoh tapi untuk apa dia sangat marah Ia bahkan membatalkan kontrak untuk diriku.” Kasih bergumam. ia berpikir keras akan sikap tuan Smith menurutnya sangat misterius.
“Apakah ia sungguh tertarik padaku?” Ia mulai menebak-nebak sembarangan.
“Nyonya?”
Sebuah suara memanggilnya yang ternyata itu adalah Dan.
“Apa yang sedang anda lakukan sendirian di sini, Nyonya?” tanya Dan.
“Aku tidak sedang melakukan apapun. Duduklah temani aku sebentar,” ucap kasih mempersilakan Dan untuk duduk.
Dan lalu mengambil salah satu kursi dan lalu duduk didepan Kasih.
“Maafkan aku terakhir kali sikapku padamu memang sedikit kasar kau pasti tersinggung. Aku minta maaf soal itu,” ucap kasih tulus.
“Apa yang anda katakan Nyonya? anda tidak perlu meminta maaf padaku anda tidak punya salah apapun.”
Kasih tersenyum pada Dan. Senyum yang seringkali ia dambakan. Seketika hatinya seakan dipenuhi oleh ribuan kupu-kupu tanpa sadar Dan tersenyum lembut. Tatapan matanya menatap lekat wajah Kasih lama hingga ia larut akan memorinya dulu saat ia selalu memandang gadis ini dari kejauhan.
BERSAMBUNG...
__ADS_1