Cinta Itu Kasih

Cinta Itu Kasih
Episode 36 Mengidam


__ADS_3

 


 


Saat tengah malam Kasih tiba-tiba terbangun dari tidurnya dan merasa gelisah. Lalu dengan perlahan melangkahkan kakinya keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur. Di dapur Kasih terlihat mengambil segelas air dan meminumnya sampai tandas. Setelah itu, ia membuka kulkas dan mengambil berbagai macam cemilan dan cupcake ditangannya.


Kasih lalu kembali ke kamarnya dan mulai memakan semua makanan yang ia ambil tadi. Satu persatu makanan manis itu dihabiskannya tanpa sisa. Merasa belum juga cukup juga, Kasih lalu kembali lagi ke dapur dan mengambil beberapa buah anggur dan masuk lagi ke kamarnya. Namun kali ini ia tidak langsung menghabiskan buah berwarna merah ranum itu, tapi ia meletakkan buah itu diatas meja dan mulai membuka laptopnya dan mulai mengutak-atik sambil sesekali memakan buah anggur yang ia ambil.


“Aku tidak bisa tidur, apa yang harus aku lakukan? Sekarang masih pukul 3 pagi masih sangat lama menuju pagi” katanya melirik waktu yang tertera di layar komputernya.


Perasaan sedih seketika menyeruak dalam dirinya saat ia membuka akun milik Rey


“Rey tidak pernah update sama sekali sejak ia pergi. Ia pasti sangat kecewa padaku” wajah Kasih terlihat sangat sedih menatap foto pujaan hatinya di dalam layar. Setelah Rey pergi Kasih sama sekali tidak dapat menghubunginya ataupun keluarga Wijaya. Ia bahkan berusaha mengirim email dan surat yang ia tulis sendiri untuk Rey, namun satu kalipun tidak ada balasan sama sekali.


KRUYUUUKKK!!!


“astaga! Aku sudah makan begitu banyak makanan, tapi aku masih merasa sangat lapar” Gumam Kasih memegang perutnya yang sedang berbunyi


Di kamar utama tuan Smith sedang tidur dengan lelap, lalu sebuah suara ketukan pintu membangunkannya.


Dengan malas tuan Smith membuka menyipitkan matanya dan melirik kearah jam yang masih menunjukkan pukul setengah 4 pagi. ‘siapa yang berani membangunkanku pagi-pagi buta begini’


Merasa enggan untuk membuka pintu kamarnya, tuan Smith mengambil bantal yang ada disampingnya menutup wajahnya dengan bantal itu. Namun, sejurus kemudian suara ketukan itu berubah menjadi sebuah gedoran yang sangat keras. Mau tidak mau tuan Smith akhirnya bangun untuk membuka pintu dan melihat siapa yang sudah sangat lancang mengusiknya di pagi buta.


Saat pintu dibuka tuan Smith menatap tidak percaya pada Kasih yang kini sedang berdiri di depan kamarnya sekarang.


“Kau?! “ Pekik tuan Smith menahan emosi “apa yang kau lakukan disini? Apa kau tidak tau ini jam berapa? “


“aku kelaparan” Kata Kasih singkat mengabaikan tuan Smith yang sedang marah


“jika kau lapar, kau bisa saja ke dapur dan mengambil makanan sendiri, nona. Selamat malam” ucap tuan Smith datar sembari hendak menutup pintu kamarnya dan melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu.


Tetapi, sebelum pintu tertutup Kasih segera menahannya “aku ingin kau memasak untukku”


“Hahh?!!! “ tuan Smith sungguh terkejut dengan permintaan dari gadis muda yang sedang mengandung penerusnya ini. Seumur hidupnya tidak ada yang berani menyuruh-nyuruhnya seperti yang sedang dilakukan Kasih saat ini.


Tidak sabar Kasih segera menarik tangan tuan Smith lalu menyeretnya pergi ke dapur. Tuan Smith meronta-ronta karena ditarik paksa oleh Kasih.


‘kenapa tenaga gadis bodoh ini mendadak jadi sangat kuat’ batin tuan Smith


“kau harus menurutiku. Ini semua keinginan dari anakmu” Kata Kasih pada tuan Smith yang sedang diseret olehnya “jika kau tidak mau melakukannya maka, bersiaplah dibenci oleh putramu sendiri” ancam Kasih kemudian sambil memasang ekspresi seriusnya.


“huh! Apa kau sedang bercanda? Kau menyuruhku? “ telunjuk tuan Smith menunjuk dirinya sendiri “aku?! “ tunjukknya lagi dengan nada emosi “apa kau tidak sayang pada nyawamu lagi?”


“Haish! Pria gila ini, bukan aku yang menyuruhmu. Aku sudah bilang ini keinginan dari putramu. Jika kau tidak ingin menurutinya, ya sudah. Biarkan saja putramu membencimu karena membiarkannya kelaparan” ungkap Kasih meyakinkan tuan Smith


“jika kau lapar, kau bisa menyuruh para pelayan untuk menyiapkan makanan untukmu. Buat apa merepotkanku segala?”


“aku sudah mengatakannya padamu, anakmu ingin kau yang memasak untukku. Bukan orang lain”


“terserah padamu saja, aku akan pergi tidur” Kata tuan Smith melepaskan pegangan tangan Kasih darinya dan hendak berbalik kembali ke kamar.

__ADS_1


“aku bilang ini untuk anakmu. Kau harus menurut! “ Kata Kasih tegas lalu kembali menarik tangan tuan Smith dengan kuat


“Hei! Aku bilang aku ingin pergi tidur. Apa yang kau lakukan? “


Kasih mengabaikan teriakan tuan Smith dan tetap menariknya hingga sampai ke dapur. Saat sudah sampai di dapur Kasih langsung menyuruh tuan Smith untuk memasak, akan tetapi, tuan Smith malah menampilkan ekspresi bingung tidak tau harus mulai dari mana dan melakukan apa. ‘yang benar saja, aku bahkan tidak pernah masuk ke dalam dapur, sekarang gadis bodoh ini malah menyuruhku untuk memasak. Sungguh tidak bisa dipercaya!’


“cepatlah mulai memasak, aku sudah sangat lapar” perintah Kasih pada tuan Smith ‘kena kau hari ini. Aku akan sangat puas mengerjaimu’


“John! Ke dapur sekarang” Kata tuan Smith pada sambungan telponnya


Beberapa saat kemudian John datang ke dapur.


“saya disini, tuan? “ Kata John yang memandang tuan Smith keheranan terlebih baru kali ini ia dipanggil oleh tuan Smith dipagi-pagi buta seperti saat ini.


“Oh! Kau akhirnya sudah datang, cepat bantu aku memasak sesuatu untuk istriku”


“memasak?” John semakin bingung ‘memasak di jam ini, jangan.. Jangan... ‘


“istriku sedang mengidam” Imbuh tuan Smith “cepat kau bantu aku memasak sesuatu untuknya”


“baik, tuan”


Dengan bantuan John sang kepala pelayan akhirnya tuan Smith bisa melakukan apa yang diinginkan oleh Kasih. Memasak.


“tuan, biarkan saya membantu anda untuk mengiris bawang ini” Kata John mengambil sebilah pisau bersiap untuk mengeksekusi si bawang merah.


“tidak perlu, aku bisa melakukannya sendiri. Kau tunjukkan saja apa yang harus aku lakukan” tolak tuan Smith yang tidak terduga oleh John.


“baik, tuan” Namun akhirnya John menuruti perintah tuannya dan hanya menjadi pemandu memasak bagi tuan Smith.


“akhirnya aku menyelesaikannya” Kata tuan Smith bangga dengan hasil masakannya. Dengan terburu-buru tuan Smith berjalan membawa hasil masakannya itu kepada Kasih yang ternyata sudah tertidur di sofa.


Perlahan tuan Smith berjalan menghampiri Kasih. Meletakkan piring makanan yang dibawanya dan dengan pelan mengusap lembut wajah Kasih yang sedang tertidur.


“aku sedang berperang di dapur demi keinginanmu, dan kau malah enak-enakan tidur. Dasar gadis gendut bodoh!”Ledek tuan Smith dengan suara setengah berbisik


“tuan, saya membawakan minumannya.. “


Shuuuuuuuusshh!!!


Tuan Smith menempelkan satu jarinya tepat didepan bibirnya dan menyuruh John untuk tidak berisik


“istriku Sedang tidur”


“maafkan saya, tuan” Kata John dengan berbisik


“kau pergilah” perintah tuan Smith kemudian


“baik tuan, saya permisi” John pamit undur diri meninggalkan tuan bersama Nyonya nya yang sedang tertidur pulas.


“gadis bodoh ini, tau diri sedang hamil, malah tidur sembarangan” omel tuan Smith sembari mengangkat tubuh Kasih ke kamarnya. Dengan hati-hati tuan Smith membaringkan Kasih dikamarnya dan menyelimutinya lalu setelah itu tuan Smith kembali ke kamarnya. Kasih tidak terbangun sama sekali hingga pagi menjelang.

__ADS_1


Paginya Kasih terbangun dengan kaget melihat dirinya sudah ada ditempat tidurnya. Kasih mengingat apa yang terjadi semalam dan ia ingat bahwa ia sedang menunggu tuan Smith yang sedang memasak untuk dirinya sampai ia tertidur disofa.


“apakah ia yang memindahkanku ke kamar?” Kasih bertanya-tanya siapa yang telah memindahkannya ke kamar.


Setelah selesai mandi Kasih turun ke lantai bawah untuk ikut sarapan. Terlihat tuan Smith yang sudah duduk dan menikmati sarapannya dengan wajah datarnya disana. Kasih mengambil sebuah bangku dan duduk di depan tuan Smith seperti biasa dan mulai sarapan.


Sesekali Kasih melirik tuan Smith dengan ekor matanya sambil sesekali menyuapi dirinya sendiri.


‘apa benar pria gila ini yang memindahkanku ke kamarku? Sungguh tidak bisa masuk diakal! Untuk apa dia melakukannya’


Tuan Smith yang menyadari bahwa Kasih sedang diam-diam menatapnya berusaha menenangkan diri dengan menyeruput kopinya dan menikmati sarapannya.


‘apa yang sedang dipikirkan gadis bodoh ini’


Tidak tahan karena terus saja dipandangi tuan Smith akhirnya bertanya pada Kasih “ apa kau sedang menatapku? Kau terpesona padaku?”


Kasih terlonjak kaget karena ketahuan sedang menatap tuan Smith diam-diam ‘terpesona? Cuih! Dalam mimpimu’


“aku tau diriku ini sangat tampan dan aku memang mempesona jadi wajar saja jika kau sangat betah memandangiku” lanjut tuan Smith membanggakan dirinya sendiri


Kasih menampilkan ekpresi jijik ‘ya, ampun! Mengapa pria gila ini tidak hanya menyebalkan, tapi ia juga sangat narsis!’


“apa kau sudah selesai menatapku?” tanya tuan Smith pada Kasih yang terlihat sedang melamun


“Ah?! Haha.. terserahlah aku tidak ingin serius memikirkannya” gumam Kasih sambil tertawa garing


“Oh ya, kemana makanan yang sudah kau buatkan untukku semalam?” tanya Kasih kemudian


“sudah kubuang. Makanan itu sudah dingin tidak enak dimakan” kata tuan Smith acuh kembali menyeruput kiopi miliknya


Kasih menampilkan ekspresi kecewa “padahal aku sangat ingin memakannya” kata Kasih mendesah kecewa


“kau sudah makan, apakah masih ingin makan lagi?”


“aku tidak mau tau, pokoknya aku ingin memakan masakanmu hari ini’ ucap Kasih merajuk menainggalkan meja makan dengan kesal


“Haish! Gadis bodoh benar-benar!” gerutu tuan Smith memandangi punggung Kasih yang berjalan menjauh


“John!” panggil tuan Smith


“ya, tuan” John mendekat kearah tuan Smith siap menerima perintah dari sang tuan


“batalkan semua jadwalku hari ini” titah tuan Smith sembari beranjak untuk memulai memasak sesuai perintah dari sang istri yang tegah mengidam. John tampak terkejut karena ini adalah kali pertama tuan Smith mengacaukan jadwalnya sendiri. Padahal tuan Smith merupakan sosok perfectsionis yang tidak akan pernah menerima kesalahan sekecil apapun  dengan alasan apapun. Meski sempat kaget namun John tidak berani membantah dan hanya mengkuti saja perintah dari sang majikan dan membantu tuan Smith untuk memasak kembali seperti semalam.


‘nyonya anda benar-benar luar biasa, hanya dengan alasan mengidam anda bisa memerintah tuan Smith sesuka hati.. ckck! benar-benar luar biasa. Nyonya saya pribadi mengangkat diri menjadi pengagum anda!’ gumam John dalam hati sembari memperlihatkan jempolnya mengagumi sang nyonya yang begitu mudah menjinakkan sang tuan yang terkenal sangat pemarah.


 


 


BERSAMBUNG..

__ADS_1


 


 


__ADS_2