
Di ruangan baca tampak Kasih yang sedang termenung mengingat kembali masa-masa saat ia masih sekolah dulu. Masa dimana ia masih bisa bermain dan bercanda bersama dengan Karina, sahabatnya. Namun kini, selain Kasih telah hamil, mendadak kehidupannya berubah dalam sekejap. Setiap hari hanya dihabiskan dengan kebosanan yang melanda dirinya. Ia tidak diperbolehkan keluar tanpa ijin dari tuan Smith. Jadilah Kasih hanya bisa menghabiskan waktunya dengan bersantai atau membaca novel kesukaannya.
“untung saja aku masih boleh membaca novel kesayanganku, jika membaca novel juga dilarang, maka aku akan segera mati kebosanan. Astaga! Sampai kapan aku harus terjebak dengan semua ini. aku tidak bersekolah. Apa aku akan segera menjadi bodoh dan bagaimana dengan masa depanku nanti” gumam Kasih khawatir
“apa yang sedang anda khawatirkan, Nyonya?” tanya Wendy yang selalu setia menemaninya.
“tentu saja aku harus khawatir, aku tidak punya ijazah untuk berkuliah. Bagaimana aku bisa mencari pekerjaan nantinya”
“pekerjaan?” ulang Wendy bingug. Kasih mengangguk membenarkan
“untuk apa?” tanya Wendy kemudian
“tentu saja untuk mencari uang. Aku juga butuh uang, tau!”
Wendy mengangguk mengerti “baiklah saya mengerti Nyonya. Saya akan memberitahukan pada tuan Smith agar memberikan anda uang”
“hah?!” Kasih kaget “bukan begitu maksudku. Tentu saja aku tidak membutuhkan ia memberikan uang untukku. Yang kuinginkan adalah bekerja menghasilkan uangku sendiri hasil dari jerih payahku sendiri,” ungkap Kasih
“kalau anda ingin bekerja, anda kan bisa minta pekerjaan di kantor tuan” kata Wendy memberi saran
Atas dasar saran dari Wendy, Kasih membulatkan tekad untuk menemui tuan Smith di ruang tidur utama.
‘Aku harus mengumpulkan uang agar jika nanti aku berpisah dari pria gila ini aku tidak akan kekurangan uang. Aku butuh pekerjaan untuk menghasilkan uang’
“aku ingin bekerja” kata Kasih pada tuan Smith yang sedang membenarkan dasinya di kaca rias dalam kamar. Tuan Smith terhenyak beberapa saat namun segera melanjutkan kembali membenarkan dasinya lalu mengabaikan permintaan Kasih untuk bekerja.
Tidak menyerah Kasih lalu mengejar tuan Smith yang turun ke lantai bawah untuk sarapan
“aku sungguh ingin bekerja, apa kau mendengarku?” kata Kasih lagi “aku akan bekerja di kantormu, tidak masalah jika itu hanya sebagai office girl. Aku tidak akan keberatan”
“apa kau sudah kehilangan akal sehatmu? Seorang tuan Smith yang adalah presdir sekaligus pemilik perusahaan mempekerjakan istrinya sendiri di kantornya sebagai pembuat kopi untuk orang lain? Kau ingin membuatku kehilangan muka?” kata tuan Smith kesal
“aku tidak keberatan sama sekali. Dan lagi aku dan kau bukan suami istri sungguhan” ujar Kasih acuh
Tuan Smith tampak semakin kesal dengan penuturan Kasih ‘dasar gadis bodoh! Kau sudah menikah denganku bahkan sudah mengandung anakku, jika bukan suami istri sungguhan lalu apa?!’
“pokoknya aku ingin bekerja, biarkan aku bekerja atau aku akan mogok makan!” ancam Kasih tidak mau tau
“baiklah” putus tuan Smith mengalah “aku akan memberikanmu pekerjaan”
“benarkah? Pekerjaan apa?” Kasih mulai merasa sangat senang dengan tatapan mata berbinar menatap tuan Smith
Kasih End POV
***
Di sebuah rumah sakit diluar negeri tampak Rey sedang duduk di ruangan seorang dokter bedah plastik terkemuka di negara itu.
“aku ingin kau melakukan operasi pada wajahku. Ubah wajahku jadi orang berbeda” tutur Rey pada dokter itu dengan bahasa asing yang fasih. Tentu saja, Rey adalah pemuda yang berpendidikan dan juga sangat cerdas disekolah berbahasa asing merupakan hal yang mudah baginya.
“ baiklah, tapi apa anda yakin, tuan?” tanya dokter memastikan
__ADS_1
Dengan tatapan penuh keyakinan Rey mengangguk dan operasipun dijalankan. Rey menjalani operasi menyakitkan untuk mengubah wajahnya. Semua ia jalani demi melancarkan tujuannya untuk kembali ke negara dimana cinta sejatinya berada.
Setelah menjalani operasi yang sangat menyakitkan itu, tampak Rey yang sedang duduk diranjang rumah sakit sedang menatap foto Kasih ditangannya.
“aku akan menjemputmu, Kasih. Tunggulah aku” kata Rey sembari menatap wajah Kasih yang berada dalam foto.
***
Di rumah oranguta Kasih...
Nenek dan Paman Gery datang berkunjung. Nenek datang dengan membawa banyak barang. Mainan dan juga makanan. Pelayan yang membawakan barang bawaan Nenek Kasih mengangkat barang-barang itu lalu meletakkannya di dalam rumah.
“aku tidak akan memaksamu untuk menikah lagi” Kata Nenek Kasih pada Ayah Kasih . Ayah dan Ibu menatap sang Nenek terheran.
Sambil tersenyum manis Nenek Kasih melanjutkan “tapi kau harus melakukan sesuatu untuk Ibu”
Ibu dan Ayah Kasih saling berpandangan heran, namun tidak berkata apapun.
***
“kau yakin?” tanya tuan Smith tanpa mengalihkan pandangan matanya dari layar komputer.
“aku yakin, tapi pekerjaan apa yang akan kau berikan padaku?” tanya Kasih penasaran
“John!” panggil tuan Smith pada orang yang menjadi tangan kanannya itu yang sedang berdiri disampingnya
John lalu memberikan sebuah berkas untuk Kasih.
“apa ini?” tanya Kasih meraih berkas itu lalu membacanya
“pekerjaan yang anda minta. Nyonya” jelas John
Kasih mengernyit heran saat membaca isi dari berkas itu “pekerjaan apa ini?” tanya Kasih yang keheranan sedangkan John dan tuan Smith tidak menjawab dan hanya menatap Kasih
“Nama pekerjaan : Istri tuan Smith, tugas melayani kebutuhan tuan Smith dan menuruti semua permintaannya, apa..apaan ini?!” ucap Kasih mulai marah “tunggu... gajinya... astaga! 10 juta per jam!” seru Kasih menatap tuan Smith tak percaya. Karena merasa tidak percaya Kasih membacanya sekali lagi barangkali saja ia salah baca. Namun, ia tidak mendapati satupun kesalahan.
‘aku akan langsung menjadi kaya jika menerima pekerjaan ini’
“aku akan menerima pekerjaan aneh ini” putus Kasih tanpa pikir panjang
“apa anda yakin, nyonya?” tanya John
“tentu saja, aku yakin” ucap Kasih mantap ‘aku akan menceraikanmu setelah aku mengumpulkan uang yang banyak. Mungkin terdengar jahat karena aku seperti memanfaatkanmu, tapi aku tidak punya pilihan lain. Aku tidak bisa bekerja, aku juga tidak bisa sekolah, aku hanya bisa mengandalkan pekerjaan dengan gaji yang menggiurkan ini”
‘anda telah berhasil, tuan’ ucap John dalam hati menatap Kasih yang tersenyum senang
John lalu mengeluarkan selembar surat kontrak dan memberikannya pada Kasih. Tanpa pikir panjang Kasih lalu menandatangani kontrak itu sembari terus membayangkan betapa banyaknya uang yang bisa ia kumpulkan selama ia bekerja menjadi istri tuan Smith.
__ADS_1
‘masa bodoh dengan pekerjaan aneh ini, asalkan aku bisa mengumpulkan uang sebanyak mungkin dan memberikan kehidupan yang layak untuk Ayah dan Ibu setelah itu aku bisa pergi meninggalkan pria gila ini untuk memulai hari yang baru’
Kasih dan tuan Smith saling berpandangan dengan masing-masing mereka menampilkan senyuman penuh arti.
‘kau, jangan pernah menyesal’ batin keduanya secara bersamaan
***
Karina sedang memilih beberapa pakaian wanita yang ingin dicobanya di kamar pas. Pelayan yang melayaninya dengan cekatan mengambilkan pakaian yang diinginkan oleh sang pelanggan.
“tolong ambilkan yang itu juga” kata Karina menunjuk salah satu pakaian yang dikenakan dimanekin. Lalu ponselnya berdering.
“halo”
“aku akan mulai bekerja dan menghasilkan uang” ujar sang penelpon yang ternyata adalah Kasih
“Hah?! bekerja? Apa yang kau bicarakan?” tanya Karina sambil memasuki kamar pas dengan membawa beberapa pakaian yang ingin dicobanya.
“aku akan meninggalkan semua kemewahan ini suatu hari nanti, saat aku menceraikannya dan aku tidak ingin pergi dengan tangan kosong, aku harus bekerja agar bisa menghasilkan uang”
“tapi, kau tidak punya ijazahmu, kau juga sedang hamil sekarang. Siapa yang akan mempekerjakanmu?”
“tuan Smith” jawab Kasih mantap “dia memberikanku sebuah pekerjaan yang tidak mempermasalahkan kondisiku”
“oh, baiklah. Kau bekerja dibagian apa dikantor miliknya?” tanya Karina kemudian sambil sibuk mencoba pakaian yang hendak dibelinya.
“sebagai istri” kata Kasih singkat
“a..pa?” Karina terperangah keheranan dengan apa yang dikatakan Kasih. Baju yang ingin dikenakan Karina lolos terjatuh dilantai.
“hum! Aku bekerja sebagai istrinya, aku tidak wajib berada dikantor. Aku hanya bertugas untuk mengurusi keperluan tuan Smith setiap hari. Aku langsung meneken kontrak setelah melihat gaji yang ditawarkan, aku akan segera kaya mendadak. Haha!” ungkap Kasih senang
“tapi...bukankah kau sudah menjadi istrinya?” tanya Karina bingung “untuk apa memberikan pekerjaan aneh ini padamu?”
“aku tidak ingin memikirkannya, yang penting aku merasa semua syaratnya tidak ada yang merugikanku”
“Ah! Kau benar juga. Tapi aku merasa ada yang aneh dengan pekerjaan ini” kata Karina menggaruk kepalanya dengan jari telunjuknya sembari berusaha mencerna.
“kau tidak perlu khawatir, aku bisa mengatasinya” kata Kasih yakin mengusir keraguan Karina
“baiklah kalau begitu, selamat untuk pekerjaanmu” pungkas Karina mengakhiri pembicaraan mereka.
“bekerja sebagai istri?” kata Karina memandang dirinya sendiri didepan cermin dengan pandangan bingung sembari menggelengkan kepalanya.
BERSAMBUNG...
__ADS_1