Cinta Itu Kasih

Cinta Itu Kasih
Episode 3 Karina


__ADS_3

 Pagi itu Kasih berangkat seperti biasa ke sekolah dengan diantar oleh supirnya. Mobil kasih


melaju melewati teman-temannya yang sedang menunggu Bus di halte. Kasih melirik


teman-teman sekolahnya itu sekilas lalu mengalihkan pandangannya kembali ke


depan.


“jangan berputar dijalan seperti biasa pak. lurus saja” kata


Kasih saat si supir hendak berputar arah seperti hari biasanya. Setelah mendengar


perintah dari Nonanya si supir tak berani bertanya ia hanya menurut. Mobilpun


melaju kencang menuju sekolah.


Di sekolah Kasih yang baru saja memasuki halaman sekolah tak


sengaja melihat Rey dan seorang gadis yang sangat cantik sedang bergelayut manja disisi Rey. Mereka tampak sangat serasi satu sama lain. Kasih yang melihat hal itupun merasakan


dadanya sesak. Bulir-bulir bening menumpuk dipelupuk mata gadis itu.


'Apakah itu gadis yang


mereka maksud? Ternyata itu semua benar. Gadis itu sangat cantik mereka tampak


sangat serasi ketika mereka bersama' Batin Kasih  air


mata sudah menumpuk dipelupuk matanya hendak turun dari pipinya.


Mobil sudah berhenti tepat di depan gerbang sekolah. Kasih


turun dengan langkah gontai. Keputusannya untuk berhenti menaruh harap pada Rey


sepertinya sudah bulat. Ia akan berhenti mengharapkan balasan atas perasaanya.

__ADS_1


Karena tidak memperhatikan keadaan sekitar ia tidak sengaja menabrak seseorang di depannya.


Aww!


Rintihnya bersamaan dengan sesesorang yang ditabraknya didepannya.


“maafkan aku, aku tidak sengaja.” Kata Kasih merasa bersalah


pada seorang gadis berambut panjang yang tidak sengaja bertubrukan dengannya.


Gadis itu tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk membantu pada Kasih.


“ aku tidak apa-apa kok. Namaku karina. Aku murid pindahan, namamu siapa?”


“aku?” ucap Kasih sambil menunjuk dirinya sendiri heran. Kasih agak kaku karena baru kali ini ada yang bertanya siapa namanya. Kemudian Kasih tersadar.


'Oh ia tidak mengenaliku karena ia anak baru di sekolah ini' Batin Kasih maklum


Gadis itu tampak ramah dengan senyumannya yang manis.


Kasih tersadar dan menjabat tangan gadis yang bernama Karina itu.


“Namaku Kasih.” Kasih menjabat tangan Karina


“Kasih, nama yang bagus. Mau berteman denganku?"


Kasih tampak berpikir sejenak. Karina lalu menyadarkan


Kasih dengan melambai-lambaikan tangannya didepan wajah Kasih.


“mau tidak?” tanya Karina lagi


 "mau apa?" tanya Kasih dengan raut wajah bingung, Karina hendak menimpali namun,


“ah! Iya aku mau kok” timpal Kasih kemudian setelah tersadar

__ADS_1


dari pikirannya lalu tersenyum


Dalam hati Kasih berharap semoga ia mau berteman denganku karena tulus.


Kasihpun berjalan beriringan dengan gadis yang baru saja


menjadi temannya itu. Karina.


Mereka banyak berbincang-bincang sepanjang perjalanan sampai


memasuki ruang kelas.


Kasih dan Karina ternyata sekelas. Kasih girang bukan main.


'Akhirnya aku punya


teman sekelas ya Tuhan… terima kasih'


Kasih lalu meminta Karina untuk duduk sebangku dengannya dan


Karina mengiyakan hal itu,


Hari ini menjadi hari yang penuh syukur bagi Kasih. Ia sangat


bahagia akhirnya bangku yang berada disebelahnya yang sudah begitu lama kosong


akhirnya terisi. Akhirnya ada yang bersedia duduk bersamanya. Hari ini tak


terbayang betapa bahagianya kasih. Ia terus mengajak Karina mengobrol. Hari ini


juga Kasih tampak seperti orang yang berbeda. Kasih tampak lebih banyak


berbicara dari biasanya. Ia bahkan lebih banyak tersenyum ketika mengobrol


dengan Karina. sampai saat waktunya pulang sekolah Kasih menawari Karina untuk diantar pulang olehnya namun Karina ternyata sama dengannya ia juga dijemput oleh supir. Kasihpun meminta Karina untuk bertukar nomer ponsel dengannya. mereka berjanji akan saling mengontak setelah sesampainya di rumah nanti.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2