Cinta Itu Kasih

Cinta Itu Kasih
Episode 34 Bertemu Nirmala


__ADS_3

Pusat perbelanjaan yang mereka kunjungi terlihat sangat ramai, ada begitu banyak orang berjalan kesana kemari. Jelas saja, mall itu adalah yang terbesar dikota. Kasih dan tuan Smith hari ini berjalan-jalan hanya ditemani oleh John, tanpa pengawal yang biasanya pasti selalu mengekor kemanapun tuan Smith pergi. Hari ini tuan Smith terlihat sangat aneh dimata Kasih karena sikapnya yang tiba-tiba berubah.


“tumben sekali pria gila ini terlihat seperti orang normal” gumam Kasih yang sedang menunggu tuan Smith disalah satu toko pakaian pria di mall tersebut sambil melihat-lihat sekeliling. Ia merasa aneh dengan tuan Smith yang tiba-tiba mengajaknya berjalan-jalan tanpa didampingi pengawal.


Mata Kasih berhenti pada sesuatu yang menarik perhatiannya. Sesuatu yang mengingatkan dirinya pada seseorang yang sangat ia cintai dan rindukan. Bangkit berdiri Kasih menghampiri sebuah pakaian pria yang terpasang ditubuh manekin. Pakaian pria itu adalah pakaian yang  dikenakan Rey disuatu hari yang menjadi hari paling berkesan baginya.


Kasih POV


Aku tidak punya teman untuk diajak berbicara maupun bercanda, aku hanya punya buku-buku novel koleksi kesayanganku ini yang selalu menemaniku setiap hari. Hari ini aku membaca sebuah novel yang bercerita tentang seorang gadis yang bertemu dengan cinta sejatinya. Aku begitu penasaran dengan akhir dari pencarian gadis dalam novel ini, maka aku tidak akan menyia-nyiakan waktu untuk segera membacanya sampai selesai.


Brukk!!!


Tapi, karena kecerobohanku aku tidak sengaja bertabrakan dengan seorang pemuda yang sudah lama kusukai. Hari ini dia tampak sangat tampan dengan pakaian berwarna biru itu, aku sangat tahu ia menyukai warna biru. Mataku seakan mau lepas memandangi Rey yang berdiri tepat dihadapanku, buku novel yang kubaca sudah terjatuh dilantai dan aku sudah tidak memedulikannya. Aku sungguh terpesona dengan tatapan kedua bola mata indah milik Rey. Ini merupakan kali pertama aku bisa berada begitu dekat dengannya, Oh Tuhan aku sedang dimabuk asmara.


‘astaga aku sangat malu sekali. aku tadi menabraknya. Lihatlah dia tampan sekali dengan baju itu’


“apa kau tidak apa-apa?” tanya Rey sembari memungut buku novel milik Kasih yang terjatuh dan menyerahkan pada Kasih.


Kasih tergagu “terima kasih”


Rey tersenyum menanggapi menatap Kasih yang wajahnya memerah sampai ketelinga ‘senyummu itu, aku seraya melayang dibuatnya. Benar-benar memabukkan’


“apa kau sakit?” tanya Rey mengulurkan tangannya hendak menyentuh wajah Kasih yang sontak tersadar


“apa?”


“wajahmu sangat merah” kata Rey lagi


“aku tidak apa-apa” ujar Kasih berlari pergi meninggalkan Rey sendirian karena debaran jantungnya sudah semakin menggila dan ia takut jika Rey sampai mendengarnya.


Kasih End POV


Tanpa sadar air bening mengalir dari kedua bola mata Kasih ketika ia mengingat momen mendebarkan dengan Rey kala itu.


“Rey...” gumam Kasih pelan


“apa yang sedang kau lakukan?” tanya tuan Smith yang tiba-tiba muncul dari belakang Kasih


Kasih tersentak kaget lalu buru-buru menghapus jejak air matanya dan berbalik badan menatap tuan Smith yang sekarang sudah berganti pakaian dengan kaos yang sama persis seperti yang tadi Kasih pegang. Kaos berwarna biru yang dulu dikenakan Rey dihari itu.


“bagus bukan?” tanya tuan Smith pada Kasih yang terbengong menatap kaos biru yang sedang dikenakan tuan Smith


“Ha?”


“kurasa seleramu tidak buruk, kau bisa menebak pakaian yang akan cocok denganku”


“Apa?” tanya Kasih yang semakin tidak mengerti dengan arah pembicaraan tuan Smith


“kenapa kau terlihat bingung begitu? Apa kau sedang terpesona?”


“jangan bermimpi!” ucap Kasih sambil berlalu meninggalkan tuan Smith yang menatap punggung Kasih dari belakang.


Kasih berjalan kesembarang arah hingga merasa cukup jauh dari tuan Smith, iapun memutuskan berhenti.


‘hah! akhirnya bisa menjauh darinya’ Kasih mengusap dadanya lega.


“menyebalkan sekali, pria gila yang terlalu percaya diri” umpat Kasih hendak melangkah pergi. Lalu secara tidak sengaja saling berpapasan dengan seseorang yang Kasih ingin sekali jauhi saat ini.

__ADS_1


“ternyata ini bebar-benar kamu” ucap orang itu yang ternyata adalah Nirmala


Langkah kaki Kasih seketika terhenti tidak berani menatap orang yang sedang berada dibelakangnya.


“ternyata kau benar-benar sedang hamil” Lirikan mata Nirmala tertuju pada perut Kasih yang tertutup sweater tebal yang sedang dipakainya “Siapa pria yang sudah menghamilimu? Pasti seorang pria tua yang buruk rupa” ejek Nirmala yang tidak mengetahui fakta bahwa Kasih kini telah resmi menjadi istri dari pria yang paling disegani di negara itu.


‘Nirmala belum mengetahui tentang pernikahanku dan tuan Smith’


Nirmala menarik kuat tangan Kasih agar berbalik mengahadap dirinya “apa yang kau inginkan, Nirmala?”


“sungguh wanita murahan perusak hubungan orang. Kau sudah menjadi gadis kotor yang memisahkan aku dan Rey” ujar Nirmala mendorong bahu Kasih dengan telunjuknya


“aku tidak melakukan apapun, hubunganmu gagal itu bukanlah urusanku” Nirmala tersentak Kaget


“Berani sekali”


Mendengar itu Nirmala merasa berang lalu menampar pipi Kasih dengan keras hingga membuat Kasih hampir terjatuh.


“lancang!” seru John dari kejauhan lalu segera berlari mendekati Kasih


“Nyonya, apakah anda baik-baik saja?” tanyanya dengan pandangan khawatir sambil membantu Kasih berdiri tegak


“aku tidak apa-apa, terima Kasih”


“oh! Inikah pria yang telah menghamilimu? Ayah dari anak dalam kandunganmu, itu?” sangka Nirmala memandang jijik pada John “pria tua yang sangat menjijikkan! Apa kau begitu murahan sampai membuang tubuhmu pada pria tua menjijikkan sepertinya, Kasih? aku kasihan padamu”


“nona anda...” John berusaha memberi penjelasan pada Nirmala yang telah salah paham mengira diri adalah ayah dari anak dalam kandungan Kasih saat ini. Namun, Nirmala terus mencecar Kasih dengan kalimat yang kasar


“siapa yang anda maksud, nona?” tanya sebuha suara yang tiba-tiba muncul diantar mereka. Semua mata menatap orang itu.


“tuan Smith???” ucap Nirmala terkejut “anda disini?”


“kenapa aku tidak boleh berada di mall milikku?” tanya tuan Smith balik pada Nirmala


“ah! Itu tentu saja...” Nirmala menghentikan tuan Smith yang terlihat hendak mendekati Kasih


“tuan...” panggil Nirmala pada tuan Smith


Tuan Smith menghentikan langkahnya tanpa melirik kearah Nirmala sama sekali


“anda jangan mendekati gadis kotor itu” lanjut Nirmala melarang tuan Smith


“gadis kotor?” ulang tuan Smith mengernyit pandangannya tidak beralih sedikitpun pada Kasih yang membuang pandangan kelain arah.


“benar sekali tuan, Gadis itu bernama Kasih. Dia telah dihamili oleh seorang pria tua yang berada disampingnya itu. Sangat menjijikkan sekali”


“menjijikkan? Pria tua?!” kata tuan Smith penuh tekanan


“anda sebaiknya menjauhi gadis jalang sepertinya, tuan” kata Nirmala menarik tangan tuan Smith menjauh


Tuan Smith lalu menghempaskan tangan Nirmala dan seketika itu juga menarik Kasih kedalam pelukannya


“berani sekali kau menyuruhku menjauhi istriku sendiri” kata tuan Smith kemudian dengan penuh penekanan


“III...ISTRI???!!!” Nirmala menatap tidak percaya pada tuan Smith dan Kasih secara bergantian


“apa maksudnya? Anda dan gadis kotor eh, maksudku Kasih adalah pasangan suami istri?” tanya Nirmala kebingungan

__ADS_1


Tuan Smith mengangakat tangan Kasih memperlihatkan jemari Kasih dan jemarinya sendiri yang bersematkan cincin pernikahan.


Nirmala semakin terkaget-kaget dibuatnya “apa ini sungguhan? Tidak mungkin” Nirmala menggelengkan kepalanya berusaha menyadarkan dirinya sendiri


“sekarang aku ingin kau menjelaskan. Apa yang kau maksud dengan pria tua itu adalah aku?” tanya tuan Smith bernada dingin hingga membuat Nirmala merinding ketakutan


‘matilah aku. Bagaimana bisa gadis jalang ini bisa menikahi tuan penguasa seperti tuan Smith ini?!’


“eh..saya tidak bermaksud mengatai anda, tuan. Saya mana berani” Nirmala mau tidak mau hanya tertunduk malu tidak dapat berkata apa-apa


“John! Bawa anak ini ke kantor polisi!” perintah tuan Smith marah


“apa?!” Nirmala kaget dan ketakutan saat akan dilaporkan ke kantor polisi oleh tuan Smith


“pastikan ia dipenjara dalam waktu lama”


Nirmala seketika besimpuh disalah satu kaki tuan Smith “ampuni saya tuan. Saya mengaku salah. Tolong jangan penjarakan saya, saya mohon”


Nirmala mulai menangis memohon ampun dari tuan Smith namun dengan dingin tuan Smith menghempaskan tangan Nirmala dari tubuhnya “jangan menyentuhku! Sangat menjijikkan!”


“Kasih! tolong selamatkan aku” kata Nirmala pada memohon padaKasih


Kasih lalu melepaskan diri dari dekapan tuan Smith kemudian membantu Nirmala berdiri “pergilah” kata Kasih yang membuat tuan Smith dan Nirmala menatapnya tidak percaya


“apa yang kau katakan? Kau ingin melepaskannya begitu saja?’” ucap tuan Smith keberatan dengan keputusan yang telah dibuat Kasih


“pergilah dari sini, aku memaafkanmu” kata Kasih lagi mengabaikan pertanyaan tuan Smith


Setelah mendengar perkataan Kasih, Nirmala segera bergegas pergi.


“apa yang kau lakukan? Kau melepaskan begitu saja orang yang telah menyakitimu? Benar-benar bodoh!” ujar tuan Smith marah


“aku tidak ingin menyimpan dendam pada siapapun”


“meski ia telah menyakitimu dan bermaksud melukai keluargamu?” ucap tuan Smith membentak Kasih dengan ekspresi marah


“melukai keluargaku?” kata Kasih bingung “apa maksudmu?”


“kau benar-benar! Aku tidak peduli lagi” kata tuan Smith lalu beranjak pergi dengan perasaan marah


“ada apa dengannya, membuat bingung saja” gumam Kasih bingung menatap tuan Smith yang pergi meninggalkannya


“Hei! Paman John, apa yang salah dengan tuanmu?” tanya Kasih pada John yang kemudian mengangkat kedua bahunya tanda tidak mengerti


Kasih tidak mau terlalu memikirkannya lagi lalu memutuskan pergi menyusul tuan Smith.


‘Nyonya, anda benar-benar!’ batin John sambil menggelengkan kepalanya menatap punggung Kasih yang mulai berjalan menjauh meninggalkannya.


 


 


BERSAMBUNG...


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2