
Di ruang kerjanya yang sudah tampak acak-acakan bak kapal pecah dengan banyak sekali barang yang hancur berserakan di lantai, tuan Smith yang sedang mengamuk dengan terus memecahkan barang merasa sangat kesal pada bawahannya yang belum juga bisa mendapatkan dimana posisi Kasih yang secara tiba-tiba menghilang. Para bawahannya yang ketakutan dengan amukan dari sang tuan hanya bisa berlutut dengan tubuh gemetaran menahan ketakutannya tanpa berani mengangkat wajahnya walau hanya sesaat.
‘Haduh! Nyonya anda pergi kemana. Tolong selamatkan kami dari amukan tuan, tuan sudah gila.’ gumam John dalam hati.
“apa kalian ini bodoh?! Kalian sudah bosan hidup?! Menemukan gadis kecil yang sedang hamil saja kalian tidak sanggup?! Jika kalian tidak bisa menemukannya maka kalian sudah tidak perlu hidup lagi!” ucap tuan Smith marah dengan tatapan nyalang pada seluruh bawahan miliknya.
Para bawahan tuan Smith itu hanya bisa menelan ludah tanpa berani menentang perkataan dari sang tuan yang sedang diliputi kemarahan yang teramat sangat. Mereka semua tidak pernah mendapati tuannya itu terlihat semarah ini, mereka hanya bisa pasrah dengan apapun yang dilakukan tuan Smith pada diri mereka karena tidak ingin sampai kehilangan nyawa. Lihat saja penampilan beberapa pengawal yang menjadi tempat pelampiasan kemarahan tuan Smith, mereka babak belur bahkan ada beberapa yang bajunya tersobek sewaktu tuan Smith memukulinya.
“John!” panggil tuan Smith pada John yang selalu setia berada disampingnya.
“ya, tuan,” katanya membungkuk hormat siap menerima perintah dari sang majikan
“apa ada kabar dari pihak keamanan kota ini?” tanyanya singkat sembari mengelap buku-buku jarinya yang dipenuhi darah dari pengawalnya yang telah ia pukuli.
“maafkan saya tuan, saat ini belum ada kabar apapun dari pihak keamanan kota, mereka terus melakukan penca ....” ungkap John menjelaskan
PRANGG!!!
Sebuah guci langka seketika melesat begitu saja kearah John yang untungnnya sempat mengelak sehingga guci itu tidak sampai mengenai kepalanya dan hanya hancur jatuh ke lantai. John dan semua orang yang ada diruangan itu tersentak kaget namun tidak berani berkata apapun. Ia menyadari satu hal dari tuan dingin yang sudah ia besarkan sejak orangtua tuannya itu meninggal, sang tuan sedang mencemaskan orang yang ia cintai. Ia mengenal tuan Smith lebih baik dan lebih lama dari siapapun dan ia bisa menebak bahwa tuannya itu telah jatuh cinta pada Kasih, istrinya. John sangat mengenal tuannya yang berubah jadi sosok yang dingin dan tidak mampu meluapkan emosinya itu dikarenakan trauma sewaktu kecil karena kehilangan orang tuanya. Tuan Smith adalah anak kesepian sejak orangtuanya pergi, hanya John seorang yang selalu bersamanya membesarkannya dan menemaninya belajar mengurus perusahaan peninggalan orangtuanya. Persaingan yang begitu ketat ditambah ada banyak sekali orang yang berusaha menjatuhkan tuan Smith yang sewaktu itu hanyalah seorang bocah laki-laki maka iapun mengubah hatinya menjadi dingin dan sekeras batu. Ia tidak mudah mempercayai seseorang dan suka bertindak kejam pada lawan bisnisnya. Ia tidak akan segan-segan untuk melakukan pembunuhan jika ada yang berani menentang dirinya. Berkat kekejamannya yang terkenal seantero jagat itulah tuan Smith terkenal sebagai raja bisnis yang tidak kenal ampun.
Ponsel John secara tiba-tiba berdering ditengah ketegangan yang ada.
“apa?” Raut muka John tampak sangat terkejut saat mendengar penjelasan dari panggilan masuk diponselnya. Pandangannya beralih menatap wajah tuan Smith yang menatap kosong kearah depan.
***
“Kasih menghilang?!” kata Karina berteriak histeris “bagaimana bisa hal itu terjadi? Bukankah pengawal tuan Smith berjaga 24 jam? Apa yang telah terjadi sehingga ia bisa tiba-tiba menghilang begitu saja?” Karina sontak menjadi sangat khawatir dengan sahabat yang ia anggap sudah seperti seorang saudara baginya. Sorot matanya menampilkan kekhawatiran yang teramat sangat. Ia takut jika sesuatu yang buruk menimpa Kasih.
“aku juga tidak tau, sayang. Nona Wendy yang menemaninya mendapati toilet itu tiba-tiba kosong dan Bumm!!! Kasih menghilang begitu saja,” ungkap tuan Adam menjelaskan pada kekasihnya.
__ADS_1
“bagaimana ini? Kasih sedang hamil besar sekarang, bagaimana jika terjadi sesuatu dengannya?” Karina tampak mondar-mandir karena merasa cemas. Hatinya sangat kalut sekarang.
“kau tenanglah sedikit, sayang. Kakakku sedang melakukan pencarian diseluruh kota. Temanmu itu pasti akan segera ditemukan.”
“tapi ....”
“kau cemas berlebihan juga tidak akan menyelesaikan apapun. Cobalah untuk tenang sedikit,” kata tuan Adam bersikap bijak. Ia mengerti mengapa kekasihnya itu merasa khawatir. Mengingat Kasih sudah memasuki bulan untuk melahirkan dan kini ia malah menghilang secara misterius sontak hal itu membuat semua orang merasa khawatir. Bahkan, setelah tuan Smith yang sengaja membuat acara besar hanya untuk memperlihatkan Kasih adalah istrinya, milikknya. Dan hal tak terduga terjadi saat acara sedang berlangsung sang istri justru menghilang, hal itu tentu saja membuat semua orang bingung dengan apa yang sedang terjadi.
Tidak terkecuali orangtua dan adik-adik Kasih yang mendengar kabar dari John yang menelpon dan memberitahukan bahwa sang putri tercinta tiba-tiba menghilang dan sampai sekarang tidak diketahui keberadaannya sontak membuat mereka sekeluarga merasa sangat khawatir. Namun, yang bisa mereka lakukan hanya menunggu kabar baik dari kediaman tuan Smith dengan perasaan yang campur aduk.
Mereka sekeluarga berkumpul berdoa bersama untuk keselamatan anggota keluarganya. Mereka berharap agar Kasih segera diketemukan dan dalam kondisi baik-baik saja.
Berita menghilangnya Kasih langsung tersiar keseluruh kota. Nyonya Alexander yang baru saja diumumkan didepan publik secara tiba-tiba menghilang saat acara yang dibuat khusus oleh tuan Smith untuknya. Seluruh kota heboh dengan kabar panas itu. Di jalanan kota, tersebar para anggota keamanan yang ada di kota ini yang sudah dikerahkan tuan Smith untuk mencari keberadaan sang istri. Semua tampak sibuk mencari jejak keberadaan istri dari orang yang paling berpengaruh di negara itu. Bandara, jalur kereta, bus dan jalanan semuanya diperiksa namun tidak ada tanda-tanda sang nyonya disana.
***
Sementara itu para tamu yang hadir diacara dimana istri tuan Smith menghilang sudah merasa resah karena sudah berjam-jam dikurung di tempat itu. Mereka tidak diijinkan untuk pergi dari sana.
Orang-orang yang tampak gelisah hanya bisa bertanya-tanya namun tidak bisa melakukan apapun karena mereka pasti tunduk dengan apapun yang menjadi aturan tuan Smith.
Ditengah kegaduhan yang sedang terjadi sebuah panggilan masuk akhirnya mengintruksikan untuk membuka pintu dan memperbolehkan semua orang untuk pergi. Para tamu yang sudah menunggu lama itupun bergerak secara tertib keluar gedung.
“Sebenarnya ada apa ini? sungguh mengherankan sekali.”
***
Sebuah helikopter mendarat diatas gedung sebuah rumah sakit yang ada di kota itu. Tuan Smith diikuti John yang berjalan dengan tergesa-gesa turun dari sana dan langsung mencari sebuah kamar pasien. Kamar pasien yang mereka cari adalah kamar dimana Kasih sedang terbaring tidak sadarkan diri dengan ada banyak tenaga medis serta dokter yang sedang melakukan operasi mengelilingi ranjangnya. Para dokter yang berjaga langsung menyambut tuan Smith yang datang dengan tergesa-gesa dan kaget melihat istrinya yang sedang berada di ruang operasi. Ruangan operasi khusus VIP itu memungkinkan keluarga ataupun dokter untuk melihat operasi yang sedang berlangsung dari sekat kaca lantai atas diruangan lain namun tetap bisa berkomunikasi dengan para dokter yang sedang melakukan operasi.
“apa ini? apa yang terjadi padanya? Apa yang sedang kalian lakukan padanya?” Tanya tuan Smith dengan nada marah. “jelaskan padaku apa yang telah terjadi padanya?” Dokter yang kerah bajunya ditarik oleh tuan Smith itu terlihat ketakutan
__ADS_1
“tuan, nyonya mengalami pendarahan yang hebat. Ia akan segera melahirkan bayinya namun karena pendarahan yang dialaminya...”
“aku ingin kalian menyelamatkannya!” perintah tuan Smith tegas tanpa menatap wajah dokter yang sedang berbicara dengannya.
“Eh? baik, tuan” kata sang dokter patuh.
“tuan, ini adalah orang yang membawa istri anda ke rumah sakit,” seorang dokter lain datang dan membawa serta seorang pemuda bersamanya dan memperkenalkannya pada tuan Smith
“John! Beri apapun yang diinginkannya! Kabulkan semua permintaanya.” kata tuan Smith tanpa mengalihkan pandangnnya dari Kasih yang sedang menjalani operasi.
“baik, tuan.” kata John membungkuk hormat “silahkan ikut dengan saya.” ucapnya pada pemuda itu yang langsung mengekorinya dari belakang.
Sang dokter dengan raut wajah serius berkata dengan hati-hati, “nyonya kehilangan banyak darahnya sebelum sampai ke rumah sakit tuan, ada kemungkinan dia tidak bisa diselamatkan. Jika hal itu terjadi apakah kami harus mengutamakan untuk menyelamatkan istri anda atau ....”
“anakku!” kata tuan Smith cepat “aku ingin kau ... menyelamatkan ... anakku.” pandangan tuan Smith tidak bergeming sedikitpun dari menatap wajah Kasih. ‘aku tidak akan membiarkan siapapun mengambilmu dariku, bahkan jika itu Tuhan sekalipun.’
***
“saya ingin agar anda menjelaskan bagaimana anda bisa menemukan, nyonya kami.” tanya John meminta penjelasan dari pemuda itu.
“saya hanya tidak sengaja melihat hal aneh saat sedang berada di pesta lalu saya mulai mengikuti orang yang membawa gadis itu dan langsung menolongnya saat orang-orang itu mengurungnya.” Jelas pria itu. John sedikit melirik kearah lengan pemuda itu yang sedang diperban.
John menatap lengan pemuda itu dengan pandangan seolah sedang bertanya. Pemuda itu tersadar dengan pandangan John pada lengannya dan segera mengangkat lengannya sehingga John dapat melihat lengan pemuda itu dengan lebih jelas.
“ini, aku sedikit terluka tadi, mereka ada beberapa orang dan memiliki senjata, aku hanya sedikit lengah.” tuturnya menjelaskan sambil tersenyum canggung.
“baiklah. Karena anda sudah berbuat baik, maka saya akan memberi anda imbalan untuk itu,” John berbicara menatap wajah pemuda itu. Wajah pemuda itu tampan dan terlihat masih sangat muda. Tubuhnya yang berisi tampak kekar. “Apa yang anda inginkan sebagai imbalan?”
Tanpa John sadari, Pemuda itu mengangkat sudut bibirnya hingga tampak sebuah senyum tipis dibibir pemuda yang ternyata adalah Dan.
__ADS_1
BERSAMBUNG...