Cinta Itu Kasih

Cinta Itu Kasih
Episode 22 Dikurung di Mansion


__ADS_3

Di dalam kamar milik Rey. Terlihat sang empunya kamar sedang duduk dikursi belajar miliknya dan menatap sesuatu. Sesuatu itu adalah selembar kertas surat yang tampak banyak sekali selotip untuk menyatukan bentuknya secar utuh. Diatas meja belajar juga ada banyak sekali foto yang berserakan. Foto-foto itu menampilkan wajah seorang gadis 6 tahun sampai gadis itu sudah berusia 16 tahun. Gadis di foto itu adalah Kasih. Kertas surat yang ada ditangan Rey saat ini adalah surat pernyataan cinta milik Kasih yang telah disobek-sobek Nirmala waktu itu.


FLASHBACK ON


Hari itu Rey yang sedang berjalan dikoridor tidak sengaja menyaksikan kejadian saat Nirmala merobek surat cinta milik Kasih.


“mau mengambil surat ini?” kata salah seorang teman Nirmala “ Rey tampak berhenti dan memperhatikan mereka dari jauh namun masih dapat melihat dan mendengar pembicaraan mereka dengan jelas.


“tidak semudah itu” timpal temannya yang lain.


“aku sudah menyerah pada Rey. “kata Kasih kemudian. Rey cukup kaget dengan pernyataan Kasih itu namun ia tetap tidak Bergeming dari tempatnya menyaksikan kejadian itu.


“benarkah?” kata Nirmala meremehkan “rupanya kau cukup tahu diri yah, Kasih. Kupikir jalang sepertimu akan tetap memasang wajah polos dan berharap orang-orang akan merasa kasihan. Sungguh bodoh dan tak tahu malu. Haha”


Hahahahhaaaa…


teman-teman Nirmala tertawa senang dengan apa yang dikatakan oleh Nirmala.


Rey masih terus memperhatikan dalam diam.


“aku dan Rey sudah dijodohkan sangat lama, kau si jalang sudah tak punya kesempatan apapun. Jadi, kuharap kau tau posisimu, jangan jadi orang ketiga diantara kami” Nirmala lalu merobek surat itu dan membuangnya dengan santai. Lalu berlalu meniggalkan Kasih sendirian. Rey yang melihat hal itu merasa marah namun ia tersenyum melihat surat yang sudah robek dan kini berserakan dilantai. Surat yang dibuat Kasih untuk menyatakan perasaannya pada Rey. Yang merupakan sesuatu yang amat sangat dinanti-nantikan oleh Rey selama ini.


Rey keluar dari tempat pengintaiannya setelah ia melihat Kasih pergi bersama Karina yang datang menghampiri dan kemudian berlalu pergi.


Setelah Kasih dan Karina sudah tidak terlihat lagi. Rey mendekat ke tempat sampah lalu memungut semua sobekan kertas surat yang dibuang Kasih tadi.


Dengan susah payah Rey mengais sampah dan memungut dengan teliti seluruh bagian dari sobekan kertas dan membawanya pergi.


FLASHBACK OFF


“Kasih, aku akan jujur dengan perasaanku mulai sekarang. Maafkan aku yang membuatmu menunggu terlalu lama” Ucap Rey sembari mengusap lembut sebuah foto Kasih yang diambilnya secara diam-diam. Sebuah foto Kasih yang sedang tersenyum manis. Ada banyak lagi foto Kasih yang lainnya, bahkan foto Kasih saat masih berseragam sekolah dasar juga ada disitu. Ternyata selama ini tidak hanya Kasih yang diam-diam mengamati dan mengagumi Rey, namun selama ini Rey juga melakukan hal yang sama. Rey selalu mengamati Kasih dari kejauhan saat Kasih tidak menyadarinya dan ia bahkan diam-diam mengambil gambar gadis cantik bernama Kasih itu.


Tanpa Kasih sadari selama ini Rey ternyata telah mengetahui perihal dirinya yang selalu mengamati dan memperhatikan Rey yang hanya sengaja berpura-pura tidak menyadarinya dan membiarkan Kasih terus mengamati dirinya dari kejauhan. Ia terus berharap suatu hari Kasih akan menyatakan perasaannya padanya.


Rey tidak berani mendekati Kasih karena karakter Kasih yang pendiam dan sangat jarang berkomunikasi dengan murid-murid yang lain. Rey takut nantinya dirinya akan ditolak mentah-mentah. Rey merasa tidak percaya diri didepan orang yang disukainya, meski di sekolah Rey termasuk orang yang cukup populer dan disukai banyak gadis, namun ia tetap merasa sangat malu bila berhadapan dengan Kasih. Jadilah keduanya sama-sama hanya memendam perasaan satu sama lain selama bertahun-tahun.


Namun kini, Rey memutuskan untuk mulai berani terhadap perasaannya sendiri dan akan berusaha mendekati Kasih.


Saat Kasih mulai tersadar dari pingsan, ia sedikit terperanjat saat ia membuka kedua matanya dan yang ia lihat adalah sosok tuan Smith.

__ADS_1


“Kau?! “ ujar Kasih sembari mengarahkan jari telunjuknya pada tuan Smith “apa yang kau lakukan disini?! “


Tuan Smith hanya mendengus


“dasar kau, kau masih saja bodoh seperti biasanya” Ucap tuan Smith terdengar mengejek


“apa maksudmu? ” tanya Kasih tidak mengerti


“kau pikir dengan meminta bantuan dari temanmu yang bernama Karina itu, kau akan bisa menentangku?” Jelas tuan Smith angkuh


Kasih mendelik ketika mendengar nama Karina terucap dari tuan Smith.


“bagaimana kau bisa mengenal Karina?! Kau memata-mataiku?!”Tukas Kasih


“tepat sekali”


Kasih tercengang dengan apa yang barusan ia dengar. Ia berusaha sebisa mungkin mengatur gejolak amarahnya saat ini.


“jadi, alasan mengapa Karina tidak datang hari ini sesuai janji..."gumam Kasih berpikir sesaat lalu menyadari sesuatu" kau! Kau bajingan tengik! Brengsek! Aku akan membunuhmu! “


Kasih bangkit lalu berusaha memukul tuan Smith namun kedua tangannya malah dicekal.


“katakan!”ujar Kasih dengan emosi yang tertahan “katakan sebenarnya apa maumu! Aku tidak sudi berlama-lama denganmu walau barang sedetikpun. Jadi... “Kasih menarik nafasnya untuk sedikit menetralisir amarah yang membuncah di dadanya


“kau tidak perlu emosi begitu, tidak baik untuk kandunganmu” Kata tuan Smith dengan nada tenang”kau harus tau bayi yang ada dikandunganmu itu adalah milikku yang berharga, bayi itu akan menjadi pewarisku nantinya”


“persetan dengan pewaris atau apalah! Apa kau sadar dengan yang telah kau perbuat padaku?! Kau menghancurkan kehidupanku. Kau! Kau benar-benar raja iblis jahat! Aku sangat membencimu!” ujar Kasih mengeluarkan luapan emosinya”aku sudah tidak punya masa depan lagi. Aku sudah kehilangan segala yang kumiliki. Tidak ada lagi yang berharga dari diriku. Dan semua itu berkat ulahmu dan saudaramu” nada bicara Kasih perlahan memelan lalu nadanya naik lagi akhirnya. Kasih terlihat sangat emosional ia bahkan sedang menangis terisak sekarang.


“aku tahu. Aku tidak sengaja melakukan itu padamu dan sekarang kau tengah mengandung anakku. Jadi aku akan bertanggung jawab padamu dan anak itu” Kata Tuan Smith pada Kasih yang menangis terisak “aku berjanji akan memenuhi segala kebutuhanmu dan anak dalam kandunganmu. Apapun yang kau butuhkan kau tinggal bilang saja padaku, aku akan memenuhinya, kau tenang saja. Kau hanya perlu menandatangani surat ini”


Tuan Smith lalu menyodorkan selembar surat kontrak pada Kasih. Kasih membaca surat itu dan tak kuasa menahan airmatanya


“dasar brengsek gila! Aku ini apa dimatamu?! Apa kau pikir aku ini akan setega itu menjual anakku sendiri padamu?!”ujar Kasih murka


“ambil surat konyolmu ini”Kasih melempar surat itu kewajahtuan Smith “Aku akan menyerahkan anak ini setelah ia lahir nanti tanpa perlu kau berikan uang sepeserpun padaku. Aku tidak membutuhkan uangmu. Tapi, aku punya satu syarat, setelah aku melahirkan anak ini, kau akan membebaskan aku. Tidak akan pernah mengganggu dan mengusikku selamanya!”


“setuju! “ ucap tuan Smith singkat sembari menjabat tangan Kasih


‘kita lihat kau akan pergi sejauh mana dariku, Kasih’

__ADS_1


‘akhirnya aku punya kesempatan untuk lepas dari cengkraman pria gila ini. Aku akan berusaha yang terbaik untuk masa depanku setelah anak ini lahir nanti. Maafkan aku nak, bukan ibumu ini tak sayang padamu, tapi bersama Ayahmu hidupmu akan lebih terjamin. Maafkan ibu, tolong maafkan ibu. Hiks’


Akhirnya dengan kesepakatan yang telah dibuat bersama, Kasih harus merelakan sekolahnya tertunda untuk sementara, ia akan berhenti dari sekolahnya selama ia mengandung. Setelah ia melahirkan, ia akan kembali bersekolah dan melanjutkan hidupnya dengan tenang tanpa gangguan dari tuan Smith.


Sebelum Kasih melahirkan Kasih harus tinggal di mansion milik tuan Smith dan tidak boleh kemana-mana. Bahkan untuk mengecek kandungannya, tuan Smith telah mempersiapkan seorang dokter dan suster terbaik yang ia seleksi sendiri. Tidak hanya itu tuan Smith juga menyediakan pelayan 24 jam untuk melayani Kasih. Segala kebutuhan Kasih sudah tersedia. Sehari-hari Kasih tidak melakukan kegiatan yang khusus ia hanya akan berjalan-jalan ditaman untuk menghilangkan rasa bosannya atau membaca buku dan berlatih senam yoga.


“astaga aku merasa sangat bosan...!!!” Kata Kasih pada Karina yang sedang Video Call dengan dirinya. Saat ini Kasih sedang duduk disebuah bangku taman yang terletak dibagikan belakang mansion megah milik keluarga Alexander. Pelayan yang menemaninya 24 jam tampak berdiri di dekat situ dan tak bergeming sama sekali.


“Kau harus bertahan Kasih! Maafkan aku yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantumu” ujar Karina pada Kasih


“sudahlah lupakan saja. Pria gila itu memang tiada tandingannya. Dia itu raja iblis jahat!!! “ umpat Kasih kesal


“Hei! Kau jangan berkata seperti itu, nanti anakmu mendengarnya”ujar Karina mengingatkan


Kasih menghela nafas kemudian mengelus pelan perutnya yang sudah memasuki usia 5 bulan


“anakku semoga kau tidak mengikuti sifat Ayahmu yang menyebalkan itu. Jadilah anak yang baik dan manis” Kata Kasih sembari menyunggingkan sebuah senyuman pada bayinya yang berada dalam perutnya.


Karina menatap Kasih dengan tatapan sendu “apa kau benar-benar akan meninggalkan anakmu begitu saja, Sih?” tanya Karina


“aku tidak punya pilihan lain, Rin. Jika anak ini ikut denganku, ia hanya akan menjadi anak tanpa status dan dicela orang-orang karen lahir tanpa seorang ayah. Aku tidak ingin itu terjadi padanya, aku tidak boleh membuatnya mengalami pembullyan seperti yang kualami disekolah.”kata Kasih sedih


“baiklah. Baiklah. Aku sudah mengerti. Maafkan aku kau jadi bersedih karena pertanyaanku. Asalkan kau bahagia aku akan selalu mendukungmu. Kasih” ujar Karina memberi semangat “kau harus kuat aku selalu ada untuk mendukungmu apapun keputusanmu. Kau mengerti? “


“ya. Aku tau itu. Terima kasih Karina. Kau satu-satunya sahabatku yang kumiliki. Aku beruntung memilikimu dihidupku.”ujar Kasih tulus


“ah! Kau membuatku terharu. Hehe”Kata Karina tertawa “kau tenang saja. Kau hanya perlu fokus melahirkan anakmu dengan selamat setelah itu kau bisa kembali pada kehidupanku sebelumnya dengan bebas. Bersabarlah!”


“Oh iya! Kau tau pangeranmu mencarimu terus menerus loh. Aku harus membuat alasan yang bagus untuk menipunya selama ini. Aku rasa Rey sungguh berniat untuk mulai mengejarmu Kasih, aku dengar ia bahkan memutuskan pertunangannya dengan Nirmala. Woah! Rey memang seorang pemuda yang romantis! Kau sangat beruntung dicintai pemuda seperti dirinya” ujar Karina menjelaskan dengan semangat ia bahkan tertawa cekikikan saat menjelaskan bagaimana Rey yang berusaha mencari informasi keberadaan Kasih melalui dirinya.


Kasih tampak sedih mengingat nama Rey.


“apa aku masih punya kesempatan bersamanya setelah semua ini?” Gumam Kasih dengan raut wajah sedih


“Haduh! Kau tidak usah berkecil hati begitu. Aku yakin Rey adalah pemuda yang baik, ia pasti mencintaimu dengan tulus apapun keadaanmu. Kau tidak usah memikirkan yang tidak perlu. Melahirkan saja dengan tenang dan kembali kepada kami secepatnya. Ok? “


“Heum! Aku akan berusaha sebaik mungkin tanpa kesalahan. Terima kasih kau juga telah mengurus keluargaku. Aku berhutang banyak padamu, Karina” Panggilanpun ditutup dengan Kasih dan Karina yang saling mengucapkan semangat untuk satu sama lain


Kasih begitu bersyukur masih memiliki seorang sahabat seperti Karina yang selalu mendukungnya. Walau masalah yang ia hadapi cukup mengguncang mentalnya ia sangat bersyukur ditengah semua persoalan rumit ini ada Karina yang begitu baik padanya. Karina lah yang mengurus orangtua Kasih selama Kasih dikurung di mansion oleh tuan Smith. Kasih juga yang meyakinkan Rey bahwa Kasih sedang melakukan pengobatan diluar negri dan mau tidak mau harus menunda kelulusannya tahun ini. Dengan segala upaya Karina menutupi apa yang telah terjadi pada Kasih baik itu pada keluarganya ataupun pada semua orang. Karina sudah seperti saudara bagi Kasih, saudara yang begitu menyayangi dirinya.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2