Cinta Itu Kasih

Cinta Itu Kasih
Episode 41 Jangan Bermimpi Lari Dariku


__ADS_3

Malam hari saat akan pergi beristirahat Kasih melihat tuan Smith yang sedang bermain dengan Jeny dan Alysa, bahkan Karina juga ikut serta. Mereka semua tampak sangat senang. Tuan Smith yang terkenal begitu dingin bisa bermain bersama anak kecil dengan begitu riang, seketika Kasih seperti melihat orang yang berbeda.


“pria dingin itu, apa yang sedang dia lakukan?” kata Kasih sambil mengawasi dari kejauhan


“tuan Smith, apa kau sangat menyukai kakak kami?” tanya Jeny dengan polosnya


Seketika tuan Smith dan Karina terhenyak dengan pertanyaan polos dari gadis kecil itu. Kasih yang kini sudah berada didekat pintu mengintip mereka, ia juga tampak terkejut mendengar pertanyaan dari adiknya.


‘menyukaiku? Pertanyaan bodoh macam apa itu’


“tentu saja tuan Smith sangat menyukai Kakak, jika tidak, mana mungkin sekarang ada adik bayi didalam perutnya” cetus Alysa yakin


Seketika wajah Kasih memerah mendengarnya. ‘anak-anak ini..awas saja kalian!’


“kalian semua anak yang pintar, jika ada waktu nanti setelah kita berada di kota, aku akan mentraktir kalian memakan ice cream” kata tuan Smith mengalihkan pembicaraan


“ice cream?” kedua Kakak beradik itu saling berpandangan dengan mata berbinar lalu bersorak kegirangan


‘kenapa dia sampai melakukan semua ini hanya untuk berpura-pura di depan keluargaku. sungguh menyebalkan’


Kasih beranjak pergi meninggalkan tempat itu.


“sekarang waktunya kalian beristirahat. Aku dan Karina ada yang perlu kami bicarakan.” kata tuan Smith menyuruh mereka untuk tidur. Dan setelah kedua anak itu tertidur, tuan Smith mengajak Karina untuk berbicara berdua dengannya.


“Kasih tentu sudah menceritakan semua hal antara aku dan dirinya” kata tuan Smith membuka pembicaraan saat keduanya sudah berada di ruangan kerja yang ada di villa itu.


“aku dan Kasih bertemu secara tidak sengaja dan pernikahan kami juga, semua diluar dugaan. Aku tahu jika ia mencintai pria lain...”


Saat mendengar kata pria lain Karina seketika tersentak kaget. ‘astaga darimana ia tahu tentang cinta pertama Kasih? Rey!’


Karina sempat salah tingkah namun segera mencoba mengendalikan dirinya.


“kau tidak perlu menyembunyikan apapun. Karena aku sudah mengetahui semua tentang  sahabatmu itu”


Karina menelan ludahnya sendiri untuk menetralisir kegugupannya


‘benar juga, dia tidak mungkin bisa sekaya ini jika mencari informasi saja ia tidak bisa’


“Rey sudah pergi keluar negri..”


“aku sudah tahu itu” potong tuan Smith cepat ‘karena aku sendiri yang membuatnya begitu’


Karina memandang wajah tuan Smith bingung


“lalu apa yang ingin anda bicarakan denganku, anda sudah mengetahui semua hal tentang Kasih”


“tidak” kata tuan Smith cepat membuat Karina kebingungan “tidak semuanya. Oleh sebab itu aku membutuhkan bantuanmu”


“aku tidak bisa mengkhianati sahabatku, asal anda tahu itu” kata Karina tegas


Tuan Smith tersenyum “yang menyuruhmu mengkhianati seseorang memangnya siapa? Apakah aku ada berbicara seperti itu?”


Karina merasa canggung dibuatnya “anda berbicara begitu ambigu hingga membuatku salah paham. Akan tetapi, aku tetap pada pendirianku, aku tidak ingin membantu orang yang telah menghancurkan hidup sahabat baikku” Karina sudah bergegas untuk pergi namun langkahnya segera terhenti saat mendengar perkataan tuan Smith.

__ADS_1


 


 


***


 


 


Kasih sedang membaca novel sambil merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur. Ia begitu asyik dengan aktivitasnya itu hingga tidak menyadari tuan Smith yang telah memasuki kamar dan sedang berganti pakaian.


“kau belum tidur?” tanya tuan Smith yang membuat Kasih seketika terlonjak kaget.


“kau?!” Kasih mengacungkan jari telunjuknya pada tuan Smith yang tengah bertelanjang dada didepannya “apa yang kau lakukan di kamarku?”


“kamarku?” ulang tuan Smith “kamar kita, tepatnya”


“Hah! kau pasti bercanda! Pergi dari sini sebelum aku berteriak”


Tuan Smtih dengan santainya mengabaikan Kasih yang terlihat tidak senang dengan keberadaannya di kamar itu. Ia mengganti pakaiannya dengan piayama tidur dan naik ke tempat tidur.


“kau bisa berteriak sesukamu dan membuat seluruh keluargamu berlari kemari dan mencertikan semua kebohonganmu pada mereka, aku tentu tidak akan melarangmu untuk melakukan hal itu” tutur tuan Smith acuh. Kasih terdiam seketika.


‘sial. Aku tidak pernah menang berdebat dengan pria gila ini. apa semua pria dewasa sungguh pintar bersilat lidah. Menjengkelkan sekali!’


“benar-benar tidak punya sopan santun! Bagaimana bisa pria terhormat sepertimu mengganti pakaian di depan gadis sepertiku. Sungguh tidak tahu malu” ketus Kasih mencoba melanjutkan aktivitas membaca novelnya. Berusaha mengabaikan si pengganggu.


“suami? Heh! pernikahan kita hanya nama saja. Kau tidak usah terlalu sering menggunakan status suami istri kita sebagai alasan dan terus berdebat denganku. Setelah anak ini lahir aku ingin kita segera bercerai” kata Kasih masih dengan anda ketus


“apakah kau bisa mengancamku dengan ingin berpisah dariku?” tanya tuan Smith dengan nada menusuk


“tentu saja. Bukankah kita sudah sepakat dengan menandatangani surat perjanjian? Kau dan aku hanya harus bertahan sebentar lagi sebelum akhirnya bercerai” kata Kasih penuh percaya diri.


Tuan Smith tersenyum meremehkan ‘kita akan lihat nanti, apa kau sungguh bisa lari dariku, Kasih’


“aku akan tidur, kau segeralah tidur juga” kata tuan Smith menarik selimut dan tidur


“terserahlah!” Kasih tampak tidak peduli dan melanjutkan aktivitasnya membaca novel hingga ia tertidur dengan novel itu terjatuh dari tangannya.


Tuan Smith yang terbangun melihat Kasih yang sudah tertidur dengan posisi bersender sambil tangannya yang memegang buku novel tadi sudah terkulai jatuh dan novel yang tadi ia baca sudah tergeletak di atas lantai.


“astaga gadis bodoh ini... aku sudah bilang untuk cepat tidur, ia malah tertidur dengan posisi seperti ini. apa dia lupa jika ia sedang hamil sekarang.” omel tuan Smith sambil membenarkan posisi Kasih dan menyelimutinya dengan selimut tebal


“apa kau masih mengingat bocah bernama Rey itu?” tuan Smith mengelus pelan pipi Kasih “aku tidak keberatan jika kau mencintai orang lain. Kau telah masuk ke dalam keluarga Alexander sebagai istriku, dan selamanya status itu tidak akan pernah berubah. Aku tidak peduli jika kau semakin membenciku nantinya. Aku akan gunakan segala cara agar kau tetap berada disisiku dan menyandang status sebagai nyonya Alexander tentunya”


Raut wajah tuan Smith seketika berubah sangat kejam dengan sorot matanya yang dingin.


 


 


***

__ADS_1


 


 


Pagi harinya Kasih memasuki kamar dengan membawa secangkir kopi untuk tuan Smith. Ia harus melakukan semua itu karena ia telah setuju bekerja sebagai istri dari tuan Smith. Di dalam kamar tuan Smith tampak baru saja keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai sebuah handuk. Rambut serta tubuhnya masih basah. Tuan Smith berjalan menghampiri Kasih yang berdiri sambil memegang secangkir kopi.


“apa kau sedang menatapku?” tanya tuan Smith sembari mengambil kopi dan menyeruputnya


“apa?”


“kau sedang terpesona padaku?” tanya tuan Smith lagi


Kasih menahan napasnya dengan kemarahan yang membuat urat-urat kepalanya berdenyut-denyut.


“hentikan semua ini. aku tidak ingin memulai pertengkaran denganmu” kata Kasih meletakkan piring kecil yang dipakai untuk menaruh cangkir kopi barusan.


“enak” ucap tuan Smith yang membuat langkah kaki Kasih terhenti “kopi yang kau buat ini terasa berbeda dari sebelumnya”


“apa kau sedang menyindirku?” tanya Kasih dengan nada ketus sambil berbalik menatap tuan Smith tajam


Tuan Smith tertawa hambar “gadis bodoh ini ternyata sangat galak”


Berkat itu Kasih semakin merasa kesal dan bergegas meninggalkan tuan Smith sendiri, namun segera tuan Smith mencekal tangannya.


“apa maumu” tanya Kasih kesal


“bantu aku mengeringkan rambutku”


“apa?”


“bukankah kau sudah sepakat untuk bekerja padaku?”


Kasih teringat akan pekerjaannya sebagai istri tuan Smith dengan bayaran fantastis itu. Seketika Kasih merasa seperti sedang terjebak dengan permintaannya sendiri. Mau bagaimana lagi, ia butuh uang untuk bertahan hidup. Setelah bercerai nantinya tentu ia akan membutuhkan banyak uang untuk bertahan hidup bersama dengan keluarganya. Ia tentu yakin, jika telah bercerai nantinya ia dan keluarganya akan dikucilkan karena menjadi janda dari tuan Smith yang sangat terkenal bak seorang artis. Ia juga ingin untuk membantu sang Ayah membuka usaha.


‘tenanglah Kasih, semua ini akan segera berlalu’ Kasih mencoba menenangkan dirinya sendiri sambil menggosok rambut tuan Smith dengan handuk.


“ambilkan pakaian untukku”


Mendengus kesal Kasih beranjak mengambilkan pakaian tuan Smith yang berada di dalam lemari.


“apa yang kau tunggu?” tanya tuan Smith pada gadis yang sedang berdiri menatapnya dengan tatapan kesal


“apa kau ingin melihatku berganti baju?” tanyanya lagi.


“pria genit!” kata Kasih segera pergi meninggalkan kamar membawa kekesalannya pada pria yang telah menjadi suami sekaligus tuannya itu.


Tuan Smith tertawa hambar menatap punggung Kasih yang menghilang dibalik pintu.


BERSAMBUNG...


 


 

__ADS_1


__ADS_2