
“astaga gadis bodoh ini benar-benar ya…!!!”
ujar Karina kesal dengan sahabatnya yang sejak memasuki mobilnya sudah memasang
wajah cemberut. Karina menjemput Kasih di halte bus untuk berangkat ke sekolah
bersama. Kasih tidak mempedulikan Karina yang kesal melihatnya cemberut. Ia
benar-benar sedang kesal sekarang. Perdebatan dimeja makan pagi ini sukses
membuat Kasih menahan amarahnya yang sudah sampai diubun-ubun. Ia kesal karena
tidak bisa menang berdebat dengan pria yang jauh lebih tua dari dirinya itu.
“ada apa? Setidaknya ceritakan padaku apa
yang membuatmu kesal”
“ugh! Aku ingin sekali menarik rambut dan
mencakar wajah pria gila itu” ujar Kasih penuh emosi
‘ternyata karena pria gila itu’ batin
Karina “ceritakan!” ujar Karina sembari tetap fokus menyetir mobil miliknya.
“semalam aku tidak sengaja… eumm…” Kasih
menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dengan sedikit rasa malu terlebih
ialah yang memasuki kamar tuan Smith dan tidur dikamar itu tanpa permisi. Namun
ia tetap menceritakan kejadian itu pada Karina.
Setelah selesai menceritakan semuanya pada
Karina, bukannya Karina prihatin dan membela Kasih namun Karina malah
menertawakan sahabatnya yang sudah seperti adik perempuan baginya. Berkat itu
Karina mendapat deatglare dari Kasih. ‘jelas aja kau memang patuh ditertawakan
dasar gadis cerdas tapi sangat polos! Memang kau tidak akan berpikir jika rumah
sebesar itu tidak akan dipasangkan CCTV? Aku berani bertaruh pria gila itu
bukan sengaja mengintipmu tapi kau sendiri yang tidak menyadarinya. Dasar!’
“maafkan aku,Hahaha….” Karina berusaha
mengontrol dirinya yang ingin terus tertawa karena merasa sangat lucu dengan
tingkah Kasih. “aku tidak bermaksud menertawakanmu, hanya.. Haha…”
“kau! Aku memecatmu menjadi sahabatku!”
uajar Kasih kesal melihat Karina menertawakannya setelah ia bercerita.
“jangan marah Nona Kasih yang cantik.. Hehe
“ Karina nyengir “baiklah aku tidak akan tertawa lagi. Aku akan serius
mendengarkan masalah sahabatku yang cantik ini. Sudah jangan marah lagi ya”
“aku kesal sekali! Ia bahkan dengan berani
merekam diriku yang sedang mengganti baju. Aku tidak menyangka ia bisa berbuat
hal yang menjijikkan begitu. Huh! Membuatku sangat kesal. aku ingin menghajar
wajahnya sampai bengkak!” ujar Kasih mengebu-gebu
“hey! Nona Kasih perhatikan perkataanmu. Kau bahkan melupakan tata krama yang
kau pelajari selama ini ya?” goda Karina
“aish! Aku tidak peduli lagi dengan segala
macam tata krama bodoh itu. Aku sedang kesal!”
“baik..baiklah.. terserah kau saja nona.”
Ucap Karina mengalah “ lalu sekarang apa rencana nona pemarah ini?”
“ah! Aku tidak tau harus berbuat apa…” kata
Kasih mendesah putus asa “aku tidak bisa terus seperti ini. Lama-lama aku bisa
jadi gila jika terus tinggal serumah dengan pria gila itu. Aku harus memikirkan
sebuah cara agar aku bisa secepatnya menyelesaikan masalah ini.”
“oh! aku punya sesuatu yang ingin
kusampaikan padamu” ujar Kasih teringat sesuatu lalu menyodorkan ponsel
miliknya pada Kasih. “aku sudah meminta ayahku untuk mencari informasi tentang
pria pada foto yang kau berikan padaku tempo hari. Tebak apa yang aku temukan”
tanya Karina pada Kasih yang menatapnya serius
“orang yang ada di foto itu adalah tuan
muda keluarga Alexander. Kau tau?”
“tau apa?” tanya Kasih tidak mengerti
“aish! Anak ini benar-benar…”Karina
berdecak kesal “aku heran kau ini sebenarnya makhluk dari planet mana sih? Masa
tuan muda dari keluarga Alexander yang sangat terkenal saja kau tidak tau. Apa
kau tidak pernah membaca berita? Majalah, koran atau menonton tv selama ini?”
tanya Karina sewot
“aku tidak mengenal orang itu. Aku bahkan
tidak pernah melihat wajahnya sama sekali bagaimana aku bisa tau?” kata Kasih
acuh sembari menatap foto seorang pria, Pria dengan setelan jas rapi dan
posenya yang angkuh.
“Ayahku sudah menyelidikinya. Ayah berpesan
agar berhati-hati bila berurusan dengannya. Jika bisa, menghindarlah sejauh
mungkin.”
“jika bisa..Karina. itu jika bisa pasti
sudah kulakukan sedari dulu.” Kata Kasih sedih
“aiyah! Kau tidak usah sedih dulu.
Apapun yang terjadi aku tidak akan
__ADS_1
mundur untuk membantumu.”ucap Karina yakin
“eum… terima kasih Karina. Kau memang
sahabatku yang paling baik” ujar Kasih tersenyum manis pada Karina
“tentu saja….”
“iyaaa..iyaaa..aku tau kau yang paling
sempurna!!! Sahabatku yang paling cantik dan baik hati di dunia” imbuh Kasih
cepat sebelum Karina melanjutkan perkataann narsinya
“ahh… kau memang paling memahamiku.” Ujar
Karina senang. Kasih tersenyum menanggapi. ‘yah aku memang harus memahamimu
jika tidak, kau akan mulai bicara dan aku tidak tau kapan kau akan berhenti
bicara’
“ah! Aku sudah mendapatkan semua informasi
yang kau butuhkan dari Ayahku, kau harus menemaniku berbelanja nanti.”
“baik” ucap Kasih pasrah pada gadis manis
dihadapannya.
“aku sudah mengirimnya ke ponselmu , kau
bisa memeriksanya nanti”
“baik. Aku mengerti. Terima kasih atas
bantuannya Nona Karina yang cantik.” Ucap Kasih dengan nada lebay yang
dibuat-buat. Karina mengangguk senang.
Sementara disebuah perusahaan besar yang
memiliki gedung paling mewah serta paling tinggi dikota ini. Perusahaan itu
adalah perusahaan milik keluarga Alexander. Dan presdir perusahaan itu adalah
tuan Smith. Tuan Smith adalah orang yang terkenal karena kehebatannya dalam
berbisnis, dalam dunia bisnis siapa yang tidak mengenal Tuan Smith Alexander
seorang pria lajang yang sangat sukses. Semua wanita memujanya berharap agar
bisa menjadi Nyonya Alexander. Namun itu sepertinya tidak mungkin karena Tuan
Smith sangat membenci wanita, ia tidak mau terikat hubungan apapun dengan
seorang perempuan manapun.Tuan Smith tidak punya siapapun ia seorang yatim
piatu sejak umurnya 17 tahun ia hanya dirawat dan dibesarkan oleh pelayan
setianya John. Orangtua tuan Smith meninggal karena kecelakaan pesawat dan meninggalkan
Tuan Smith seorang diri. Karena rasa kehilangan yang begitu besar membuat Tuan
Smith tidak peduli pada apapun dan hanya bertekad untuk membangun perusahaan
yang ditinggalkan keluarganya hingga mampu menjadikan dirinya sebagai seorang
yang sangar kaya raya dan berkuasa. Hanya saja hal itu membuatnya berubah
menjadi pria yang dingin dan ambisius ia tidak akan mengasihani lawan
bisnisnya. Dengan mudah ia akan menghancurkan sebuah perusahaan jika berani
melawannya. Sudah tak terhitung berapa banyak perusahaan yang gulung tikar hanya
dingin dan terkenal kejam membuatnya banyak musuh dimana-mana.
“Tuan saya sudah menyelidiki Nona Kasih
seperti perintah anda.” Kata sekertaris Tuan Smith sembari menyerahkan sebuah
dokumen diatas meja Tuan Smith.
“hm,” ucap Tuan Smith mengambil dokumen itu
dan memeriksanya
“Nona Kasih hanya seorang siswi SMA.
baru-baru ini keluarga Nona Kasih mengalami kebangkrutan karena ulah seseorang
bernama Tuan Darma. Saya sudah menyelidiki Tuan Darma orang itu sudah
meninggalkan negara ini Tuan.” Lanjut sang sekertaris menjelaskan.
“mengenai kejadian di bar, apa kau sudah
menyedlikinya?” tanya Tuan Smith tanpa menaglihkan pandangannya dari membaca
dokumen ditangannya.
“sudah Tuan. Saya mendapati kalau memang
benar Nona Kasih yang membawa minuman itu ke tempat anda, tapi bukan nona Kasih
yang menaruh obat itu Tuan. Sementara ini saya masih menyelidiki siapa pelaku
sebenarnya Tuan”
“apa maksudmu, bukan dia? Lalu siapa?!”
kata Tuan Smith setengah berteriak
“maafkan saya Tuan, saya masih belum
menemukan siapa pelakunya”
“aku ingin kau menemukan pelaku sebenarnya.
Segera!”
“baik Tuan” kata sekertaris itu membungkuk
hormat. Lalu Tuan Smith mengibaskan tangannya memberi isyarat agar sang
sekertaris meninggalkan ruangannya. “baik Tuan saya permisi”
Setelah sekertaris itu pergi Tuan Smith
lalu melihat foto Kasih ‘jadi aku sudah salah sangka pada gadis bodoh ini.’
Drt..drt..drtt..
Ponsel Kasih tiba-tiba bergetar menandakan
sebuah pesan masuk keponselnya. Saat ini Kasih dan Karina sedang berada di
kantin sekolah.
HAI KASIH, INI AKU REY?
Kasih tersipu malu membaca pesan tersebut
__ADS_1
membuat Karina yang duduk disebelahnya mengintip ponsel Kasih penasaran. Karina
terperangah mengetahui siapa yang sedang berkirim pesan dengan sahabatnya.
“astaga! anak ini luar biasa!!! Apa itu
sungguh Kak Rey dari keluarga Wijaya? Kakak kelas kita yang tampan?” ujar
Karina setengah berteriak
Kasih hanya mengangguk mengiyakan. Kasih
sedang sibuk membalas pesan yang dikirimkan Rey padanya.
AKU SEDANG DALAM PERJALANAN KE SEKOLAH.
SEBENTAR LAGI AKU AKAN SAMPAI.
BENARKAH? JIKA KAU ADA WAKTU MALAM MINGGU
BISAKAH KITA BERTEMU?
Kasih bingung harus menjawab apa.
Sebenarnya ia ingin sekali menerima ajakan itu, namun ia tidak ingin nantinya
akan ada masalah dengan Nirmala. Melihat kebimbangan sahabatnya membuat Karina
bingung.
“apa yang kau lakukan? kau tidak ingin
membalas pesan dari pemuda tampan yang sedang mulai mengejarmu?”
“apa yang sedang kau bicarakan? Siapa yang
mengejar?”
“hais! Ternyata nona Kasih yang sangat
cerdas di pelajaran tapi sangat bodoh dalam hal percintaan.”
Pletak!
Kasih melayangkan sebuah jitakan kearah
jidat Karina. Jitakan itu meninggalkan bekas merah.
“wah! Kau ini benar-benar… aku akan
membalasmu nanti.” Ucap Karina mengerucutkan bibirnya. Kasih hanya tertawa
melihat tingkah Karina.
“kemarikan ponselmu”
“apa yang ingin kau lakukan?” tanya Kasih
bingung
Karina merebut ponsel Kasih dan mengetikkan
sesuatu diponsel itu
“apa yang kau lakukan?!” tanya Kasih
mencoba merebut kembali ponselnya.
“aku membantumu mendapatkan pangeran impianmu,
tentu saja” Kata Karina enteng
“what?!” Kasih semakin keheranan. “apa
maksudmu?” Kasih mengecek ponselnya dan terbelalak setelahnya.
“bagaimana? Aku hebat kan?” Ucap Karina
bangga
“aish! Anak ini…kau harus kujitak lagi ya!”
ujar Kasih geram.
“ada apa? Kau ingin menjitakku? Kenapa? Bukannya
kau sudah lama menyukainya..?”
Suara Karina yang lantang membuat beberapa
murid yang juga sedang menikmati makan
siangnya di kantin mengalihkan padangan mereka pada mereka berdua. Sebelum Karina mulai berbicara lagi Kasih
segera membekap mulut Karina
“berhenti membual dasar kau!!!” ucap Kasih
setengah berbisik dan dibalas oleh Karina dengan anggukan. Lalu Kasih melepaskan
bekapnnya.
“apa yang salah? Aku hanya mengatakan kebenaran. Bukankah kau sangat ingin
mendekatinya? sekarang ia sendiri yang datang mengejarmu apalagi yang kau
tunggu?”
“kau tidak mengerti”
“apa? Apanya yang tidak kumengerti? Kau ingin
membiarkan cinta pertamamu berlalu begitu saja?”Kasih hanya terdiam tidak
menjawab perkataan Karina. Ia bingung harus berkata apa. “jika kau sungguh menyukainya kau harus
memperjuangkannya Kasih. Kau tidak boleh membiarkan dirimu terikat dengan masa
lalu. Aku mengerti tentang semua hal yang telah terjadi padamu, tapi aku tidak
ingin kau terus berlarut dengan keputusasaan. Aku ingin kau bangkit dan meraih
cinta pangeran impianmu Kasih”
“aku merasa tidak pantas untuknya, dan lagi
ia sudah memiliki Nirmala…”
“hais!!! Kau tidak usah khawatirkan itu”
imbuh Karina cepat. “mereka tidak saling mencintai. Itu hanya perjodohan antar
keluarga saja”
“hah? Perjodohan?” tanya Kasih tidak
mengerti
“hm!” Karina mengagguk cepat “aku
mengetahuinya saat sedang dihukum diruang guru. aku tidak sengaja mendengar
kepala sekolah mengataknnya.” Jelas Karina pada Kasih yang menatapnya penuh
__ADS_1
tanya
BERSAMBUNG…