Cinta Masa Silam

Cinta Masa Silam
Kejutan Untuk Rani


__ADS_3

"Apa sudah lega?" tanya Opa saat Dokter Imelda melepaskan pelukannya dan tangisnya sudah mulai berhenti.


"Terima kasih Opa" ucap Imelda.


"Opa apakan Dokter Imelda sampai nangis begitu?" tanya Rey yang baru bergabung dan langsung duduk di sofa.


"Opa peluk" jawab Opa.


"Kiandra mana?" tanya Rey pada Dokter Imelda.


"Gak tau Mas,selesai acara tadi dia langsung pergi" jawab Imelda.


"Rani mana Rey?" tanya Opa.


"Ada di kamar,lagi ngobrol sama Oma dan Mommy" jawab Rey.


"Oya kapan rencananya Dokter mau pulang?" tanya Rey.


"Besok pagi Mas" jawab Imelda.


"Kenapa buru-buru?" tanya Rey lagi.


"Imelda harus menyelesaikan tugas akhir Mas dan Dokter Kemal juga sudah berulang kali meminta Imelda agar cepat kembali" jawab Imelda.


"Setelah itu,apa rencana kamu Mel?" tanya Opa.


"Melda belum tau Opa,jika hasil akhir bagus mungkin Melda bertugas di rumah sakit itu tapi kalo hasil tidak memuaskan Melda akan di tugaskan di pelosok" jawab Imelda.


Opa mengangguk-angguk saja.


Rani,Mommy dan Oma keluar dari kamar lalu bergabung bersama Opa dan Rey.


"Jangan sedih,setiap permasalahan pasti ada jalan keluar" ujar Oma sambil mengelus punggung Imelda.


"Iya Oma,terima kasih" ucap Imelda.


"Ini titipan dari Daddy dan Daddy berpesan agar kamu tidak pernah melepaskannya" kata Mommy seraya memberikan kalung berliontin berwarna kuning.


"Tapi Mom ini terlalu mewah,Imelda tidak bisa menerimanya" tolak Imelda halus.


"Terima saja,anggap ini kenang-kenangan dari keluarga kami" kata Oma.


Imelda mengangguk"Baiklah Oma,Imelda akan menerimanya" ucap Imelda.


Saat Imelda akan mengambil kalung itu dari tangan Mommy Kiandra merampasnya"Sini aku pake kan" tawar Kiandra.


Imelda memandang Mommy dan Mommy pun mengangguk.


Kiandra memakaikan kalung di leher Imelda,setelah selesai dia pun langsung pergi ke kamarnya.


"Kiandra benar-benar susah di tebak,sifatnya benar-benar seperti Elang saat muda.Untung Rey tidak mengikuti jejak Elang" oceh Oma.


"Rey kan anak Mommy" ledek Opa sambil beranjak pergi.


"Betul itu,pinter Opa" ucap Rey sambil tertawa.


"Rey kalian tinggal di sini dulu ya,jangan langsung pulang" pinta Mommy.


"Oh tidak bisa Rey mau mengajak Rani jalan-jalan"seloroh Rey.


"Gak boleh,kalian gak boleh pergi.Mommy sepi Rey" cegah Mommy.


Rey mendekati Mommynya"Iya Deh iya,setelah Daddy pulang baru Rey dan Rani akan pergi" kata Rey.

__ADS_1


"Loh emangnya Daddy pergi kemana Mom,bukannya Daddy ada bersama kita ya tadi?" tanya Rani.


"Daddy pergi setelah selesai acara kalian tadi" jawab Mommy.


"Pergi kemana,bukannya mobil Daddy ada di depan" bathin Rani.


Tidak lama terdengar suara helikopter yang mendekat dan mendarat di belakang.


"Nah tu Daddy pulang" kata Mommy.


"Daddy pergi pakai helikopter?" tanya Rani dan diangguki oleh Mommy.


"Ayo" kata Rey mengajak Rani pergi.


"Kemana Rey ini sudah malam?" tanya Rani.


"Sudah ikuti saja kemana Rey pergi" kata Oma.


Rani beranjak dari duduknya lalu mengikuti Rey menuju taman belakang.


"Kalian sudah siap?" tanya Daddy saat melihat anak dan menantunya mendekati posisinya.


"Sudah Dad" jawab Rey.


"Masuklah,Thomas dan Andre ada di dalam" kata Daddy.


"Ayo naik" Rey mengajak Rani naik ke helikopter.


"Kita mau kemana Rey?" tanya Rani lagi.


Rey tidak menjawab pertanyaan Rani,Rey hanya memberi kode dengan dagunya agar Rani segera naik.


"Hai penganti baru,siap untuk keliling kota" tanya Thomas.


"Kalian ada disini?" kata Rani.


"Tentu saja kami ada,secara ya kan kami ini tiga sekawan" jawab Andre.


"Udah buruan,ntar keburu subuh" kata Rey.


"Baik bos" ucap Thomas dan Andre bersamaan.


Helikopter mulai lepas landas,saat berada di ketinggian Rey meminta Rani untuk melihat ke luar jendela.


"Gak mau Rey,aku takut" tolak Rani.


"Ndre putar arah" perintah Rey.


"Siap komandan" jawab Andre selaku pilot helikopternya.


"Rani lihatlah" kata Rey.


Rani pun melihat kearah yang di tunjuk oleh Rey,rasa tak percaya dia dengan apa yang di lihatnya.Lampu kota yang membentuk kata"I LOVE YOU RESTU MAHARANI" terlihat indah di lihat dari atas.


"Rey kapan kamu membuatnya?" tanya Rani.


"Kamu tidak perlu tau kapan aku membuatnya,yang pasti itu semua untukmu" jawab Rey.


"Lanjut Bos?" tanya Thomas.


"Lanjut" jawab Rey.


Mereka kembali mengelilingi kota,semua terlihat indah.Tanpa ragu ataupun malu pada Andre atau pun Thomas,Rani bersandar di bahu Rey.

__ADS_1


"Terima kasih Rey,terima kasih untuk semuanya" ucap Rani.


"Sama-sama sayang" balas Rey.


"Andre cepetan mendarat,tiba-tiba aku mual.Mungkin aku mabuk udara" sindir Thomas.


"Secepatnya mendarat,akupun tiba-tiba merasa mules" sambung Andre.


"Kampret lu,gak bisa lihat orang seneng" oceh Rey.


Andre dan Thomas pun tertawa terbahak-bahak.


Helikopter mendarat dengan sempurna,Rey mengajak Rani turun.Saat Rey dan Rani sudah turun kejutan selanjutnya kembali menyambut mereka.


Kembang api berbagai bentuk dan warna menghiasi malam.


"Selamat datang di keluarga besar Alberto,Restu Maharani"


Tulisan berbentuk panjang terbentang di pintu belakang


Rani menutup kedua mulutnya,airmatanya menetes melihat kejutan demi kejutan yang di siapkan oleh keluarga barunya.


"Selamat datang di hidupku sayang"ucap Rey.


Rani tidak bisa membendung lagi kebahagiaan yang dia rasakan,Rani pun memeluk Rey sambil menangis.


"Sudah malam,istirahatlah.Pasti kalian lelah" kata Mommy.


Rani melepaskan pelukannya,lalu memandang Mommy dan keluarga yang lain.


"Terima kasih Mommy,terima kasih semuanya" ucap Rani.


Semua mengangguk.


Rey menggandeng Rani menuju kamarnya,sesampainya di kamar Rey mengganti pakaiannya di depan Rani.


"Rey,kenapa buka baju di sini?" tanya Rani sambil mengalihkan pandangannya kearah lain.


"Lah emang apa salahnya,aku hanya membuka bajuku saja.Kalo aku mau aku bisa membuka semuanya" kata Rey sambil tersenyum.


Blush


Wajah Rani pun merona mendengar perkataan Rey.


"Kenapa harus malu,kita sudah sah menjadi suami istri" kata Rey sambil mendekati Rani.


"Rey pake bajumu" pinta Rani.


"Aku tidak bisa tidur kalo aku pake baju" tutur Rey yang terus mendekati Rani.


Rani berjalan mundur untuk menghindari Rey,tapi langkahnya terhenti saat dia sudah terpentok di kasurnya,Rey pun menyeringai.


"Tidurlah,sudah malam.Jangan berpikir yang macam-macam,atau kamu ingin aku melakukannya malam ini" bisik Rey yang membuat wajah Rani semakin merona malu.


"Rey,apaan sih" kata Rani yang langsung naik ke kasurnya dan berbaring disana.


Rey merasa terhibur dengan tingkah malu-malu Rani.


"Mommy meminta kita tinggal sementara disini Rey,bagaimana menurutmu" Rani meminta pendapat Rey.


"Kita ikuti saja maunya,lagi pula besok pagi Daddy harus pergi ke luar kota" tutur Rey.


Rani mulai memejamkan matanya,tubuhnya terasa lelah.Rey memiringkan tubuhnya lalu memeluk tubuh Rani dan mulai tertidur.

__ADS_1


__ADS_2