Cinta Masa Silam

Cinta Masa Silam
Vitamin N


__ADS_3

Cup


Rey mencium pipi Rani yang sedang tertidur nyenyak di kasurnya.


"Busyet ini makbun tidurnya nyenyak bener,jangan-jangan ada bom meledak di sampingnya dia juga gak denger" gumam Rey sambil tersenyum.


"Rey,biarkan dia tidur.Jangan di ganggu" kata Daddy.


"Gimana gak Rey ganggu Dad,dia semakin menggemaskan kalo lagi tidur" tutur Rey.


"Terserah kamu deh,Daddy pulang duluan ya Daddy harus menjemput Mommy dan Winara di Bandara" tutur Daddy.


"Iya Dad" balas Rey.


Rey terus menganggu Rani dengan berbagai cara,hingga Rani merasa risih dan terbangun.


"Sudah cukup Rey,aku masih ngantuk" kata Rani.


"Tidurnya terusin di mobil ya,kita pulang sekarang" ajak Rey.


Rani membuka matanya lalu melihat jam yang ada di dinding,sudah pukul tiga sore.


"Sudah sore ternyata" gumam Rani.


Rani mendudukkan tubuhnya di kasur lalu meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku karena terlalu lama tidur.


"Apa pekerjaanmu sudah selesai?" tanya Rani.


"Sudah" jawab Rey.


Rani kembali merebahkan tubuhnya di kasur,"Kita pulang setelah shalat ashar saja,tanggung sebentar lagi sudah masuk waktu ashar" tutur Rani.


"Baiklah Nona,aku turuti kemauanmu" kata Rey yang langsung rebahan di kasur.


"Apa Ema sudah pulang?" tanya Rani.


"Ema ikut Om Wildan pergi,katanya ada urusan penting yang harus di selesaikan" jawab Rey.


Rani menelusupkan wajahnya di dada bidang Rey yang sangat nyaman baginya,"Sayang" kata Rani.


"Ada apa?" tanya Rey.


"Aku tadi bertemu Demian,tapi sepertinya dia tidak ingat padaku.Karena saat aku menyapanya dia kelihatan seperti orang ketakutan dan buru-buru pergi" tutur Rani.


"Dimana kamu bertemu dengannya?" tanya Rey.


"Di parkiran saat aku selesai belanja tadi" jawab Rani.


"Tapi kamu tidak apa-apa kan?" tanya Rey dengan cemas.


"Tidak,dia langsung pergi saat aku menyapanya.Dia seperti orang linglung" jawab Rani.


Rey tersenyum tipis mendengar perkataan Rani.


"Rey,apa polisi membebaskannya,lalu bagaimana dengan Ardan?" tanya Rani.

__ADS_1


"Sudah adzan tuh,kita shalat ashar lalu pulang"ajak Rey.


Rani dan Rey turun dari kasur lalu masuk ke kamar mandi untuk berwudhu,lalu mereka pun shalat ashar bersama.Selesai shalat mereka langsung pulang.


"Itu bukannya mobil Andre ya?" tanya Rey saat mereka baru sampai di rumah.


"Iya,kamu benar sayang.Ngapain Andre datang kesini,jelas-jelas dia tau kita masih berada di kantor" kata Rani.


Rey memarkirkan mobilnya lalu turun"Ngapain datang kesini?" tanya Rey pada Andre yang sedang duduk di teras.


"Aku menemani Ema yang sedang berkemas,karena mulai hari ini dia akan tinggal di rumahku" jawab Andre.


"Kenapa Ema bisa tinggal di rumahmu?" tanya Rani.


"Karena beberapa hari lagi kami akan menikah" jawab Andre.


"Serius kamu?" tanya Rani lagi.


"Serius lah,kalo gak percaya tanya aja langsung sama Ema" jawab Andre.


Rani berjalan menuju kamar Ema,"Ema apa aku boleh masuk?" tanya Rani sambil mengetuk pintu.


"Masuklah" jawab Ema dari dalam kamar.


Rani membuka pintu lalu masuk ke kamar Ema,Ema sedang tiduran di kasurnya.


"Kata Andre kamu sedang berkemas,mana kopermu?" tanya Rani.


"Itu" jawab Ema sambil menunjuk ke arah belakang pintu.


Ema menghela nafasnya,"Andre menjebakku dan saat itu terjadi Om Wildan dan Daddy memergokinya,aku sudah berusaha menjelaskan tapi mereka selalu memotong pembicaraanku" jawab Ema.


Ema pun menceritakan kejadian tadi pagi di kantor.


"Tapi siapa tau saja Andre benar,kamu memang hamil.Secara kamu sekarang lebih berisi" kata Rani.


"Tapi aku dan Andre tidak pernah melakukannya Ran" ujar Ema.


"Mana aku tau,bisa saja saat kamu tidur atau dia memberimu obat tidur lalu melakukannya" tutur Rani.


Ema menghela nafasnya secara kasar.


"Sayang udah selesai belum,kita harus segera pulang.Ayah dan Ibu sudah menunggu kita" kata Andre sambil menyembulkan kepalanya di pintu.


Ema mendudukan tubuhnya dan memasang wajah cemberutnya,"Bawa tu kopernya" perintah Ema pada Andre.


Andre tersenyum saja,"Rani keluarlah,sepertinya aku harus memberinya vitamin agar dia bisa tersenyum dan bersikap lebih lembut sedikit" tutur Andre sambil melangkahkan kakinya masuk ke kamar.


"Oke" ucap Rani seraya tersenyum lalu keluar.


"Eh vitamin apa,enggak enggak" tolak Ema.


Andre berdiri tepat di depan Ema,"Vitamin N sayang,vitamin NIKMAT"jawab Andre.


"Awas minggir,aku mau turun" kata Ema sambil mendorong tubuh Andre.

__ADS_1


Ema turun dari kasurnya dan langsung berlari keluar dari kamar.


"Jangan berlari nanti kami bisa keguguran" teriak Andre lalu tertawa lepas karena berhasil mengerjai Ema.


Rey dan Rani yang sedang duduk di ruang keluarga pun menggelengkan kepala melihat Andre yang terus mengerjai Ema.


"Aku gak habis pikir,gimana nanti saat malam pertama mereka.Berisik dan heboh kali ya" celoteh Rey.


"Kamar berserakan seperti kapal pecah kena badai" timpal Rani.


"Bisa jadi" kata Rey.


"Aku ke kamar duluan ya,mau mandi" kata Rani lalu beranjak pergi.


"Ikut dong,aku juga mau mandi sekalian kita bikin badai" kata Rey sambil menaik turunkan alisnya.


"Badai badai,gak ada badai badaian.Gak lihat perut udah begini masih mau buat badai aja" oceh Rani.


"Kalo bukan badai,angin sepoi-sepoi pun tak masalah" ucap Rey.


.


.


"Jangan cemberut gitu dong,aku jadi pengen nih.Jangan sampe aku membelokkan mobil ini ke hotel ya" kata Andre.


"Andre kenapa kamu masih bisa santai dengan kegesrekanmu itu,kamu gak takut Ayah marah kalo dia tau kamu sudah membohonginya"ujar Ema.


"Tapi aku kan gak bohong,aku mengatakan yang sebenarnya.Memang kita sering tidur di hotelkan kalo pas kerja di luar kota" tutur Andre.


"Tapi kita tidak pernah tidur sekamar apalagi sampai melakukannya" protes Ema.


"Lah yang bilang kita tidur sekamar siapa,aku cuma bilang kita sering tidur di hotel.Apa itu salah" kata Andre.


"Kamu gak pernah salah,kamu selalu benar dan aku yang salah" kata Ema.


"Salah kenapa?" tanya Andre.


"Salah telah bertemu denganmu dan mau menjadi asistenmu di kantor" jawab Ema.


"Itu semua sudah takdir sayang,kamu tidak bisa mengelaknya.Kamu ingat kata pepatah,kalo jodoh takkan kemana.Maka dari itu setelah kita menikah nanti kita gak akan kemana-mana,kita akan diam di rumah untuk memproduksi keturunan" tutur Andre.


"Otak kok isinya gak pernah ganti pokok pembahasan,yang ada hanya mesum dan mesum" oceh Ema.


"Tapi nanti kamu akan menyukai kemesumanku dan meminta agar aku mesum terus,ah...sayang lagi dong" seloroh Andre.


Ema hendak membalas perkataan Andre tapi Andre sudah turun dari mobilnya.


"Ayo turun"ajak Andre yang sudah membukakan pintu mobil untuk Ema.


Om Wildan,Tante Arumi,Tuan Jonathan sudah berdiri di depan rumah untuk menyambut Ema.Rumah sudah di dekor sedemikian rupa,cukup sederhana tapi terlihat mewah dan elegan.


"Selamat datang sayang,ini Opa Jonathan Papanya Ayah dan kakeknya Andre" kata Om Wildan memperkenalkan Tuan Jonathan pada Ema.


Ema membungkukkan tubuhnya memberi hormat.

__ADS_1


"Ayo masuk,tidak baik ibu hamil berada di luar rumah saat maghrib" ajak Tuan Jonatan lalu merangkul bahu Ema dan mengajaknya masuk ke dalam rumah.


__ADS_2