Cinta Masa Silam

Cinta Masa Silam
Casanova Tengil.


__ADS_3

Rey bersiap-siap untuk pergi ke kantor,setelah rapi dengan setelan jasnya Rey keluar dari kamarnya lalu menuju dapur.


"Masak apa sayang?" tanya Rey yang langsung memeluk Rani yang sedang mencuci piring dari belakang.


"Aku tidak masak,aku membeli nasi uduk saja tadi di pasar" jawab Rani.


"Kamu ke pasar? kapan?" tanya Rey.


"Tadi sekitar jam enam" jawab Rani.


"Kenapa tidak membangunkanku,aku bisa mengantarmu ke pasar" ujar Rey.


Rani sudah selesai mencuci piring,setelah mengeringkan tangannya memakai tisu Rani pun membalikkan tubuhnya.


"Aku lihat suamiku tidur dengan nyenyak selepas shalat subuh tadi,aku tidak tega mengganggu tidurnya" jawab Rani.


"Lain kali beritahu aku kalo kamu mau pergi,jangan pergi sendiri.Nanti kamu di culik orang" ujar Rey.


HAHAHA!


Rani tertawa,"Siapa yang akan menculikku Rey,aku sudah besar" kata Rani.


"Banyak yang ingin menculikmu,termasuk Ardan" jawab Rey.


"Apa Ardan masih menginginkanku Rey?" tanya Rani.


"Kalo dia punya nyali,coba saja menculikmu.Kalo tidak aku patahkan tangannya" kata Rey sambil menatap Rani.


"Rey...aku takut" ucap Rani lirih.


Rey menyadari kesalahannya,"Maaf Rani,aku terlalu mencintaimu.Aku takut kehilangamu" ucap Rey.


"Tapi aku tidak suka kamu berbicara kasar seperti tadi Rey,kamu menyeramkan" kata Rani.


"Maaf,aku terbawa Emosi" ucap Rey lalu menyatukan keningnya dengan kening Rani.


"Ayo sarapan,nanti kamu telat ke kantor" ajak Rani.


Rey tersenyum lalu menarik kursi untuk Rani.


"Apa Ema malam tadi tidak pulang?" tanya Rani disela-sela sarapannya.


"Andre dan Ema pergi keluar kota,ada yang harus mereka kerjakan di sana" jawab Rey.


"Andre tidak akan berbuat macam-macamkan pada Ema?" tanya Rani penuh selidik.


"Aku tidak tau,Andre sulit di tebak" jawab Rey santai.


Rani membersihkan meja makan lalu membawa piring kotornya ke tempat cuci piring.


"Ikut ke kantor ya" pinta Rey.


Rani menoleh sambil menautkan alisnya"Kenapa aku harus ikut ke kantor Rey?" tanya Rani.


"Aku tidak mungkin meninggalkanmu sendirian di rumah" jawab Rey.


"Tenang Bang kan ada Winara sama Mommy" tiba-tiba Winara dan Mommy datang dan menghampiri mereka di dapur.

__ADS_1


"Pantes aja gak ada yang jawab salam dari Mommy,rupanya lagi mesra-mesraan"goda Mommy.


"Siapa bilang mesra-mesraan,Rey sama Rani mesra beneran Mom" balas Rey.


"Dasar anak nakal,sudah sana pergi ke kantor.Atasan harus kasih contoh yang baik sama bawahan" ujar Mommy.


"Baik Mommy sayang,Rey berangkat ya" kata Rey.


"Rey katamu hanya aku yang kamu sayang,kenapa pagi ini berubah" seloroh Rani.


"Astaga pagi ini aku merasa jadi pria tertampan di dunia" kata Rey sambil tersenyum.


"Mom titip bidadariku ya,jangan sampai lecet" kata Rey.


"Kamu larang Mommy untuk buat Rani lecet,sedang kamu sendiri membuatnya lecet dan hampir tidak bisa berjalan" celetuk Mommy.


Rani tersipu malu mendengar ucapan Mommy.


"Aku pergi dulu ya,kalo Mommy mengajarimu macam-macam jangan sepenuhnya di terima,Mommy agak gesrek sedikit tapi lebihnya banyak" tutur Rey.


"Kamu Rey bisa saja,gitu-gitu juga dia Mommy mu" ujar Rani lalu mencium punggung tangan Rey.


Cup


Rey mencium kening Rani,lalu melambaikan tangannya"Bye bye" ucap Rey lalu masuk ke mobil,tapi kemudian dia keluar lagi.


"Ada yang ketinggalan?" tanya Rani.


"Aku mau menciummu,karena nanti pasti aku akan merindukanmu" jawab Rey yang langsung menghujani wajah Rani dengan kecupan.


"Oke baiklah sayang,kita sambung nanti malam" sahut Rey.


Rey mengemudikan mobilnya secara perlahan,kemudian berhenti dan menyembulkan kepalanya keluar"Restu,I Love You" ucap Rey sambil memberikan ciuman jarak jauh.


Rani membalasnya dengan senyuman,setelah mobil Rey sudah tidak terlihat lagi Rani pun menggelengkan kepalanya"Dasar bucin" gumam Rani.


"Rey sudah pergi?" tanya Mommy.


Rani tersenyum lalu duduk di sofa,"Sudah Mom" jawab Rani.


"Minta Rey untuk mencari asisten rumah tangga Rani,jangan semua pekerjaan kamu kerjakan sendiri.Lagipula saat Rey pergi ke kantor,kamu sendirian di rumah.Mommy khawatir ada apa-apa" tutur Mommy.


"Rey sudah membahasnya semalam Mom,tapi kami belum sempat untuk mencarinya" sahut Rani.


"Untuk sementara biarlah Winara tinggal disini menemanimu,Ema jarang pulang.Pekerjaannya cukup padat" kata Mommy.


"Iya Mom" ucap Rani.


"Kata Daddy Kak Imelda yang akan tinggal di sini Mom,karena rumah Kak Rani lebih dekat jaraknya ke rumah sakit" tutur Winara.


"Kalian semua boleh tinggal di sini,Kakak suka kalo kalian mau tinggal di sini jadi rumah akan terasa ramai dan hidup" ujar Rani.


"Ya sudah terserah kalian saja" kata Mommy.


"Imelda bekerja di runah sakit Mom?" tanya Rani.


"Iya,hari ini dia sudah mulai bekerja" jawab Mommy.

__ADS_1


"Kak Ema kerja dimana Mom?" tanya Winara.


"Kerja di kantor Abangmu,dia jadi asistennya Andre" jawab Mommy.


.


.


.


"Semalam Kina datang padaku sambil menangis,dia bilang kamu mengusirnya" tutur Thomas sambil membolak-balikkan berkas yang ada di tangannya.


"Seandainya ada perempuan lain datang ke rumahmu dan mengancam akan melakukan hal yang berbahaya pada istrimu,apa yang akan kamu lakukan?" tanya Rey.


Thomas menghentikan aktivitasnya lalu memandang wajah Rey"Tentu saja akan aku hajar habis-habisan" jawab Thomas.


"Harusnya Kina bersyukur aku hanya mengusirnya dan tidak menghajarnya" ujar Rey.


"Kina mengancam Rani?" tanya Thomas.


"Iya" jawab Rey.


"Kurang ajar,berani sekali dia melakukan itu" gumam Thomas.


"Aku akan menyuruh orang untuk menjaga Rani,aku takut Kina akan berbuat macam-macam.kamu tau sendiri kalo Kina itu cewek nekat dan sedikit gila" kata Thomas.


"Ide bagus,tapi aku minta jangan sampai Rani tau.Aku takut dia merasa tidak nyaman nantinya"kata Rey.


"Jangan ragukan keahlian teman-temanku Rey,mereka cukup ahli dalam hal ini" kata Thomas.


"Oya tolong selidiki soal Demian,aku perhatikan sekarang Winara sedikit liar semenjak dia dekat dengan Demian" pinta Rey.


"Demian? siapa dia,kekasih Winara?" tanya Thomas.


"Aku juga tidak tahu pasti,yang aku tau Daddy pernah menyinggung soal Demian dan Winara menentangnya.Aku takut dia membawa dampak buruk pada Winara" jawab Rey.


"Kamu tenang saja Rey,aku pasti akan mencari info secepatnya" kata Thomas.


Tok tok tok!


"Masuk" teriak Rey.


"Permisi Bang,mau antar laporan hasil kerja kami selama di luar kota kemarin" kata Ema.


"Duduklah" perintah Rey.


Rey membuka map yang berisi tumpukan kertas,Rey membaca dan mempelajarinya satu persatu.


"Andre mana?" tanya Rey.


"Pergi" jawab Ema.


"Kebiasaan Si Andre,kalo habis dari luar kota pasti langsung ngamar" celetuk Thomas.


"Casanova tengil" sambung Rey,lalu Rey dan Thomas pun tertawa bersamaan.


Sedangkan Ema hanya mengerutkan keningnya tidak mengerti dengan apa yang sedang di bicarakan oleh Thomas dan Rey.

__ADS_1


__ADS_2