
Papan bunga berderet di sepanjang jalan mengucapkan selamat berbahagia pada Winara dan juga Lee.Tapi bukannya bahagia,wajah Winara malah terlihat murung,pasalnya Rey tidak ada di antara mereka.
"Sayang,jangan sedih dong.Mommy yakin dimana pun Abangmu berada pasti dia akan bahagia jika tau kamu menikah hari ini" kata Mommy.
"Iya Mom" kata Winara.
Di sisi lain Daddy sedang berdiri di balkon,matanya terlihat memerah seperti habis menangis.
"Dimana kamu Rey,setahun lebih kamu pergi tanpa kabar dan berita.Terlalu dalamkah luka yang Daddy torehkan dalam hatimu nak,sehingga kamu memilih pergi dan tidak kembali.Pulanglah nak,Daddy merindukanmu" gumam Daddy lirih.
"Dad,penghulu sudah menunggu di bawah dan sebentar lagi acara ijab kabul akan segera di langsungkan" tutur Kiandra.
Daddy menghela nafasnya dengan berat,lalu menghapus bulir airmata yang lolos begitu saja keluar dari matanya.
"Baiklah,ayo turun" ajak Daddy.
Daddy dan Kiandra keluar dari kamar itu lalu menuju ruang tempat dilangsungkannya proses ijab kabul.Daddy duduk di samping penghulu dan proses ijab kabul pun segera di mulai.
Setelah melewati proses yang menegangkan akhirnya proses ijab kabul berjalan lancar,kini Winara dan Lee sudah sah menjadi sepasang suami istri.Hari yang seharusnya menjadi hari yang paling bahagia dan penuh tawa berganti dengan wajah murung dan sedih.
Ijab kabul dilaksanakan di rumah,sedangkan acara resepsi akan di gelar nanti malam di hotel.
"Kebahagiaan ini terasa kurang tanpa adanya Rey" kata Daddy lirih.
"Sudahlah Dad,Daddy gak boleh seperti ini.Kita semua merasa kehilangan Rey" kata Mommy.
"Kalo ada Rey pasti rame Mom,soalnya diantara semua dia yang paling konyol.Dia yang paling banyak ide jahil" ujar Daddy.
Mommy mengusap punggung Daddy dengan lembut.
Di kamar Winara,
"Lee,apa Bang Rey tidak akan pulang?" tanya Winara.
"Aku sudah berusaha menghubunginya,tapi ponselnya tidak aktif" jawab Lee.
"Apa kamu tidak mencoba mendatangi rumahnya atau menyuruh seseorang untuk mendatangi rumahnya?" tanya Winara.
"Sudah,tapi hasilnya nihil.Rumah itu kosong dan menurut info Rey sudah pindah sejak seminggu yang lalu" jawab Lee.
Winara menghela nafasnya,lalu duduk di tepi kasur.
"Bang Rey gak sayang sama Winara" tutur Winara sedih.
"Jangan berkata begitu,Bang Rey sangat sayang sama kamu" hibur Lee.
Winara dan Lee memutuskan untuk tidur,mereka butuh tenaga ekstra untuk nanti malam.
Malam telah tiba,semua sudah berada di hotel.Para tamu undangan sudah mulai berdatangan.Daddy dan pihak keluarga yang lain menyambut para tamu dengan senyuman.Berbagai acara terus berlangsung,artis-artis ibukota ikut memeriahkan acara resepsi.
Satu persatu tamu yang datang bergantian menyalami Winara dan Lee,mereka mengucapkan selamat berbahagia pada kedua mempelai.
Desas-desus tentang hilangnya Rey kembali mengambang kepermukaan,setelah beberapa rekan bisnis Daddy menyinggung soal Rey yang tidak hadir di acara pesta.
"Selamat malam para hadirin semuanya,sesuai permintaan dari mempelai laki-laki kita semua di minta turun ke lantai dansa" kata Pembawa acara.
__ADS_1
"Apa kalian semua setuju?" tanya pembawa acara itu kepada para tamu.
"SETUJUUUUUU"teriak para tamu dengan antusias.
Musik beralunan syahdu pun mengiringi mereka.Daddy menarik Mommy ke tangah-tengah lantai dansa.
"Mommy gak bisa dansa Daddy" kata Mommy.
"Daddy akan mengajari Mommy" balas Daddy.
"Tapi Mommy malu" ujar Mommy.
"Kenapa harus malu,lihat Edo,David,Haris dan Wildan.Semua berdansa bersama pasangannya masing-masing" kata Daddy.
Mommy melihat ke sekeliling dan ternyata benar yang dikatakan Daddy mereka semua sedang meliuk mengikuti irama musik.Tak terkecuali Opa dan Oma,mereka juga tidak mau kalah oleh yang muda.
Suasana di lantai dansa semakin terasa romantis.Semua tubuh meliuk,menari seiring dengan alunan musik.
Klik
Lampu lantai dansa dimatikan,agar permainan menjadi lebih seru.Mommy menyandarkan kepalanya di dada Daddy.
"Kenapa Mommy merasa seperti sedang di peluk oleh Rey,apa karena Mommy terlalu merindukannya" tutur Mommy.
Sebuah tangan membelai rambutnya dengan lembut,"Benarkah Mommy merindukan Rey?" tanya Suara itu.
Mommy terkejut karena suara itu bukan milik Daddy,Mommy mendongakkan kepalanya untuk memastikan kalo pendengarannya tidak salah.Di balik cahaya remang-remang Mommy masih bisa melihat senyum yang mengembang di bibir Rey.
Air mata Mommy pun menetes perlahan membasahi pipinya,"Rey" ucap Mommy lirih lalu Mommy pun menghambur ke pelukan anak yang selama ini sangat dirindukannya.
Rani menyandarkan kepalanya di dada bidang Daddy,tangisnya sudah tumpah sedari tadi.Tangis haru dan bahagia karena akhirnya dia bisa bertemu dengan keluarganya lagi.
__ADS_1
"Kenapa Mommy menangis?" tanya Daddy.
Rani sudah tidak tahan lagi memendam kerinduannya,ia pun langsung memeluk erat tubuh mertuanya itu.
"Ini Rani Dad,bukan Mommy" ucap Rani dengan suara bergetar.
Daddy menatap wajah orang yang ada di pelukannya,air matanya langsung mengalir tatkala dia melihat orang yang selama ini di rindukannya.
"Ini benar kamu nak? kalian kembali?" tanya Daddy.
Rani menjawab pertanyaan Daddy dengan anggukkan.
Lampu sorot mengarah ke pentas,disana Rey sudah bersama Mommy.Rey menyanyikan lagu khusus untuk Mommy,lagu berjudul Ibu.Lagu yang di populerkan oleh penyanyi legendaris Iwan Fals.
Lampu kembali dinyalakan,
Setelah selesai bernyanyi Rey meminta pengasuh Naya untuk membawa Naya ke pentas.
"Selamat malam semuanya,selamat berbahagia untuk adikku Queenara,selamat menempuh hidup baru.Di kesempatan kali ini izinkan saya berbicara sedikit,meluruskan yang bengkok dan mengklarifikasi tentang berita miring yang beredar." tutur Rey dengan lantang.
Rey menghela nafasnya,kemudian kembali melanjutkan perkataanya,"Setahun lebih saya menghilang,lebih tepatnya pergi.Bukan karena ada masalah keluarga atau juga karena saya keluar dari keluarga Alberto.Satu tahun belakangan saya membawa keluarga kecil saya ke sebuah negara maju,disana saya memulai bisnis di bidang IT sesuai keahlian saya.Saya hanya ingin membuktikan pada semua bahkan pada dunia kalau penilaian kalian tentang saya itu salah.Saya membuktikan bahwa tanpa Alberto pun saya masih tetap bisa berdiri.Terima kasih Daddy dan Mommy,kasih sayang kalian sungguh luar biasa.Terima kasih Lee,karena tanpa bantuan dari kamu mungkin sampai hari ini tidak akan ada Goden World.Terima kasih semua,dan selamat malam" ucap Rey mengakhiri sambutannya.
Naya naik ke atas pentas,Rey pun menyambutnya lalu menggendongnya kemudian memperkenalkan pada para tamu yang hadir.
"Ini putri saya,namanya Nayyara Nafisa.Pemilik Goden World yang belum lama ini resmi di buka di kota ini" kata Rey.
Semua yang hadir di situ tercengang mendengar perkataan Rey.
Prok...prok...prok
Terdengar tepuk tangan dari arah tengah,Opa berdiri dengan gagah di sana.Dengan lantang dia berkata:
__ADS_1
"DIA CUCUKU"