
Di sebuah ruangan,dua orang sedang merencanakan niat jahatnya.
"Ini kesempatan kita untuk menghancurkan mereka" kata Jatmiko.
"Bagaimana caranya?" tanya Ardan.
"Dasar bodoh,apa kamu tidak dengar kabar kalo Alberto akan mengadakan pesta besar-besaran hah" tutur Jatmiko dan membentak anaknya.
"Tapi kita tidak punya kartu undangannya.Bagaimana kita bisa masuk?" tanya Ardan lagi.
"Dasar bodoh,menyesal aku telah membesarkan anak sepertimu" umpat Jatmiko.
"Alberto mengadakan pesta resepsi pernikahan kedua putra kebanggaanya di lapangan terbuka,siapa saja bisa masuk tanpa harus memiliki kartu undangan" tutur Jatmiko.
"Dia membuka pintu untuk macan masuk" gumam Ardan sambil menyeringai.
"Kita akan masuk saat mereka lengah,karena yang Papa dengar mereka tidak memakai pagar pembatas atau sejenisnya" ujar Jatmiko.
"Baiklah kalo begitu,aku akan menyuruh temanku untuk masuk sementara aku akan menantaunya dari luar area pesta" ungkap Ardan.
"Ya Papa juga tidak mungkin masuk,begitu juga adikmu yang bodoh itu.Papa akan membayar orang untuk melakukannya" tutur Jatmiko.
"Papa bilang kalo Adis tidak mungkin bisa masuk,apa alasannya?" tanya Ardan.
"Adikmu terciduk sedang bermesraan bersama Demian,dan Winara kini membencinya" jawab Jatmiko.
Ardan manggut-manggut mendengar jawaban Papanya.
Mereka pun menyusun siasat,lalu memanggil orang-orang kepercayaannya untuk menjalankan rencana licik Jatmiko.
.
.
Rani duduk bersandar di kursi panjang yang ada di balkon kamarnya,Rey berbaring di pangkuannya sambil memainkan ponselnya.
"Gak ke kantor hari ini Yang?" tanya Rani sambil memelai rambut Rey.
"Ini hari sabtu sayang,kantor tutup" jawab Rey sambil menatap wajah Rani.
"Kamu memanggilku Yang?" tanya Rey tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
Rani mengangguk,"Apa kamu tidak menyukainya?" tanya Rani."Kalau kamu tidak suka aku bisa menggantinya dengan yang lain" ujar Rani.
"Aku menyukainya" ucap Rey sambil tersenyum.
__ADS_1
Rey mengganti posisinya menghadap perut Rani,"Sayang apa kamu dengar,Mamamu memanggil Papa sayang.Apa kamu juga menyukai panggilan itu?" tanya Rey pada janin yang ada di perut Rani.
"Besok jangan nakal ya,kita akan mengadakan pesta besar dan Papa akan mengajakmu bermain permainan yang sangat seru" tutur Rey lagi lalu mencium perut Rani yang masih rata.
"Emang besok ada permainan?" tanya Rani yang tidak mengerti kata"PERMAINAN" yang di katakan oleh Rey tadi.
"Ada,permainan yang sangat seru" jawab Rey.
"Gerimis,ayo masuk.Nanti kamu masuk angin" ajak Rey.
Cuaca mendadak mendung dan gerimis di sertai angin kencang mulai menghiasi pagi.
"Baru jam sembilan pagi,kita mau ngapain nih?" tanya Rey setelah berada di kamarnya.
"Mataku ngantuk tapi Mbak Romlah bilang orang hamil gak boleh tidur di pagi hari,gak baik katanya"tutur Rani.
"Kalo ngantuk tidur aja,jangan di tahan nanti kepalamu bisa sakit" ujar Rey.
"Turun ke bawah aja yuk,ngobrol sama Mommy dan yang lainnya" ajak Rani.
"Mommy sedang tidak ada di rumah,Mommy pergi menemani Imelda dan Kiandra fitting baju pengantin" kata Rey.
"Astaga kenapa aku bisa lupa,padahal semalam Mommy sudah mengatakannya padaku" ujar Rani.
"Ya sudah kalo mengantuk tidurlah,aku mau ke ruang kerja sebentar" ujar Rey.
"Mengambil laptop saja,nanti pekerjaannya akan aku kerjakan di sini" jawab Rey.
Rani merebahkan tubuhnya di kasur,dia sudah tidak sanggup lagi menahan kantuknya.Di tambah lagi cuaca di luar yang mendukung,akhirnya Rani pun tertidur.
Di kota lain,
Sisy sedang menangisi kebodohannya.Di tambah lagi berita yang di siarkan di seluruh televisi,menambah pilu hatinya.
"Kenapa Ayah tidak bilang kalo Kiandra adalah anak dari pemilik rumah sakit?" gerutu Sisy.
"Ayah juga tidak tau Sy,kalo Ayah tau tentu Ayah akan bersikap baik padanya"ujar Bobi.
"Aku harus merebut Kiandra dari Dokter ganjen itu,Dia tidak boleh bersanding dengan Kiandraku.Karena hanya aku yang akan menjadi pendampingnya" kata Sisy.
"Kamu mau bunuh Diri,Keluarga Alberto bukan keluarga sembarangan.Jangan cari masalah,harusnya kita bersyukur mereka hanya memecat kita dan tidak membuang kita ke laut dan menjadikan kita sebagai makanan ikan hiu" tutur Bobi.
"Tapi Ayah,Sisy mencintai Kiandra" rengek Sisy.
"Cari laki-laki lain,Ayah tidak mau terjadi apa-apa sama kamu" kata Bobi.
__ADS_1
Bobi meninggalkan Sisy sendiri di ruang keluarga,Bobi masuk ke dalam kamarnya.
"Aku tidak peduli,emangnya siapa Alberto.Dia juga manusia sama sepertiku,kenapa aku harus takut" kata Sisy.
"Besok ikut aku,aku ada tugas untukmu" perintah Sisy pada seseorang yang di telponnya.
"Aku tidak akan membiarkanmu merebut milikku Dokter ganjen.Aku tidak mungkin melepaskan orang yang bisa menjadi mesin uang untukku" kata Sisy sambil menyeringai.
Sisy memasukkan ponselnya ke dalam tas kecil miliknya,lalu dia bergegas pergi.
"Ayah aku pergi sebentar" teriak Sisy.
Sisy mengemudikan mobilnya ke sebuah rumah kontrakan kecil,Sisy memarkirkan mobilnya lalu turun.
"Kok cemberut begitu?" tanya Ragil,kekasih Sisy.
"Aku suntuk sayang" jawab Sisy manja.
"Apa kamu ingin aku membawamu jalan-jalan?" tanya Ragil sambil meremas benda favoritnya.
"Ah sayang...kamu mau mengajakku jalan kemana?" tanya Sisy dengan suara seksi menggoda.
"Ke nirwana" jawab Ragil yang langsung memagut bibir Sisy.
"Aku ada pekerjaan untukmu" tutur Sisy setelah Ragil melepaskan pagutannya.
"Pekerjaan apa sayang?" tanya Ragil yang terus menggerayangi tubuh Sisy.
Sisy membisikkan sesuatu di telinga Ragil.
"Kamu selingkuh Sisy,kamu menghianatiku" ucap Ragil marah.
"Bukan begitu sayang,kalo aku berhasil menjadi pendamping Kiandra tentu saja aku akan menjadi ratu yang bergelimang harta dan kamu pasti akan ikut menikmatinya juga" tutur Sisy.
"Baiklah aku akan membantumu,tapi itu tidak gratis" kata Ragil.
"Aku tau yang kamu mau sayang" ungkap Sisy yang langsung membuka seluruh pakaiannya,Ragil yang melihat itu pun tidak menyia-nyiakan tubuh indah di depannya.
Ragil membawa Sisy ke kamarnya dan mereka pun memadu kasih,seperti yang sudah sering mereka lakukan.Tentu saja yang di lakukan oleh Sisy dan Ragil tanpa sepengetahuan Bobi.
"Kamu selalu bisa memuaskanku sayang" ucap Ragil setelah puas menikmati tubuh Sisy.
"Kamu yang terbaik Ragil" balas Sisy.
Ragil membawa Sisy ke kamar mandi dan adegan panas pun kembali terjadi.Karena terlalu terbuai oleh belaian Ragil,Sisy tidak sadar jika Ragil melakukan hubungan tanpa pengaman.Ragil menyeringai karena berhasil menanam benihnya di perut Sisy.
__ADS_1
"Aku tidak bodoh Sisy,aku tidak akan membiarkanmu menjadikanku alat untuk mencapai mimpimu itu.Aku tidak mungkin punya nyali mengusik Keluarga Alberto,aku masih sayang pada nyawaku juga anak istriku di kampung" gumam Ragil dalam hati.
Sisy sudah tertidur nyenyak di kasur Ragil,percintaannya dengan Ragil tadi membuat tubuhnya sangat lelah.Ragil menyunggingkan senyum liciknya,lalu pergi meninggalkan Sisy sendiri di kamar kontrakannya.