Cinta Masa Silam

Cinta Masa Silam
Serangan Mendadak


__ADS_3

Rey mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang,hari ini dia membawa Rani pulang ke rumah sesuai janjinya kemaren.Rani duduk santai di bangkunya sambil memakan buah.


"Nanti mulai di coba makan nasi walau sedikit ya,pikirkan makanan apa yang sedang kamu inginkan walau sedikit tubuh tetap harus mendapat asupan gizi"tutur Rey.


"Aku tidak suka makanan berminyak dan di goreng,membayangkannya saja aku mual" ujar Rani.


"Kalo gitu makan yang di rebus-rebus saja" saran Rey.


"Iya,nanti aku akan mencobanya"kata Rani.


Rey mengelus puncak kepala Rani sambil tersenyum.


"Rey aku mau itu" kata Rani sambil menunjuk pedagang cendol.


"Cendol?" tanya Rey.


"Iya Rey,sepertinya enak dan segar" jawab Rani.


Rey menepikan mobilnya lalu turun untuk membeli cendol.Tidak lama kemudian Rey sudah kembali lagi sambil membawa dua bungkus cendol.


"Nih cendolnya" kata Rey.


"Terima kasih" ucap Rani.


Rani hanya memegang bungkusan cendol tanpa membukanya.


"Kok gak dimunim?" tanya Rey.


"Tanggung sayang,sebentar lagi kita sampe rumah.Aku minumnya nanti saja sambil duduk di dapur" jawab Rani.


Rani benar tinggal beberapa gang lagi mereka sampai ke rumah mereka,tapi belum sampai di rumah tiba-tiba terdengar bunyi letusan.


Dor...


"Rani nunduk" perintah Rey.


"Ada apa Rey?" tanya Rani bingung.


Rey menekan tubuh Rani ke bawah agar menunduk,Rey menekan tombol berwarna merah di mobilnya.Tombol khusus yang di buat oleh Om David dan gunanya jika dalam keadaan darurat tombol itu akan mengirim sinyal pada yang lain.


"Kalo aku diam saja Rani bisa bahaya,tapi kalo aku melawan nanti Rani ketakutan dan identitas keluar Alberto pun ketahuan" bathin Rey.


Bunyi tembakan terus bergema seiring peluru yang menghujani mobil Rey.


"Rani tetap menunduk apapun yang terjadi" perintah Rey.


Rey mengambil senjatanya lalu mulai menembaki musuh yang sedari tadi menyerangnya.Kemampuan Rey dalam menembak patut di acungi jempol,semua itu dia pelajari dari Mommy dan Neneknya.


Bala bantuan mulai datang,Rey turun dari mobilnya dan bergerak maju,tidak lupa dia memakai kaca mata hitamnya yang sedari tadi di selipkan di saku bajunya.


"Nah kalo begini baru aku akan terlihat keren" gumamnya.


"Kak Rani ayo ikut" ajak Winara.


"Queen,Kakak takut" ucap Rani dengan tubuh bergetar.


Winara menarik paksa tubuh Kakak iparnya keluar dari mobil,karena Winara tau mobil itu sebentar lagi akan meledak.Winara menarik Rani lumayan jauh,dan kemudian...

__ADS_1


BOOM...!!!


Mobilpun meledak,api berkobar.


Wajah Rani pucat melihat itu,sedangkan Rey tersenyum saja.


"Akhirnya ada alasan untuk beli mobil baru" kata Rey sambil tersenyum.


Pasukan penyerang semakin terdesak,salah satu dari mereka tertangkap sedangkan yang lainnya lolos.


"Kak...Kak bangun Kak...Kak Rani" Winara menepuk pipi Rani dengan lembut.


"Dia pingsan"


"Dad...Kak Rani pingsan" lapor Winara melalui alat komunikasi yang terpasang di telinganya.


"Bawa ke rumah sakit" perintah Daddy.


Daddy sedang mengurus orang yang tadi menyerang Rey.


"Darah..."


Winara berlari ke arah Rey lalu berteriak.


"Bang Rey Kak Rani pendarahan"


Rey menoleh ke arah suara lalu berlari menghampiri Winara,"Dimana dia?" tanya Rey.


Winara menuntun Rey menuju ke tempat dia meninggalkan Rani.


"Loh kok gak ada,tadi Winara tinggal di sini" ujar Winara.


"Jadi Rani kemana,apa mereka menculik Rani?" tanya Rey yang mulai panik.


"Om David membawanya ke rumah sakit" jawab Winara.


"Ayo naik"tawar Andre dari dalam mobilnya.


Rey naik ke mobil Andre dan mobil pun langsung meluncur ke arah rumah sakit.


"Siapa mereka,kenapa mereka menyerangku?" tanya Rey.


Andre tersenyum,"Anak buah Jatmiko,dia tidak terima dengan apa yang kita lakukan pada Ardan" jawab Andre.


"Kalo tau akan jadi begini aku bunuh saja Ardan kemarin" kata Rey dengan emosi.


"Oya aku dengar dari anak-anak kalo Ardan sengaja tidak di hilangkan ingatannya,kenapa?" tanya Andre.


"Aku tidak tau,sebelum eksekusi selesai aku sudah pulang dan aku pulang bersamamu" jawab Rey.


"Apa ini rencana dari orang tua kita?" tanya Andre.


"Bisa jadi" jawab Rey.


"Turunlah,aku masih ada urusan" kata Andre setelah mereka sampai di rumah sakit.


"Terima kasih sob" ucap Rey.

__ADS_1


Rey berjalan memasuki rumah sakit,dia mencari Rani di UGD.


"Bagaimana keadaan Rani Om?" tanya Rey pada Om David.


"Keadaannya baik-baik saja,dia cuma syok" jawab Om David.


"Bagaimana bayinya?" tanya Rey.


"Bayinya juga baik-baik saja,untung Om cepat membawanya kemari.Terlambat sedikit saja itu bisa berakibat buruk" jawab Om David.


"Terima kasih Om" ucap Rey.


"Oke karena tugas Om sudah selesai,Om pergi dulu ya.Jaga istri dan anakmu baik-baik" pesan Om David.


Rey mengangguk.


"Bagaimana Dok keadaan istri saya?" tanya Rey.


"Istri anda baik-baik saja,tidak perlu di rawat" jawab Dokter.


"Rey siapa mereka,kenapa kalian tadi beraksi seperti film Rambo?" tanya Rani.


Rey menghela nafasnya,"Mereka anak buah Jatmiko sayang" jawab Rey.


"Jatmiko ayahnya Ardan?" tanya Rani.


"Kamu benar,mungkin Jatmiko dendam dan tidak terima karena kita sudah memberi perhitungan pada Ardan kemaren" jawab Rey.


"Tapi kenapa harus ada adegan perang senjata Rey,dan kamu juga memiliki senjata itu" tutur Rani.


"Kami pengusaha memiliki banyak musuh sayang,kalo tidak punya bekal beladiri dan keahlian kami bisa dengan mudah di jatuhkan.Dari itu sejak kecil aku,Kiandra juga Winara sudah di latih oleh Mommy dan Daddy agar jadi orang yang tangguh" tutur Rey.


"Apa ada hal lain yang tidak aku tahu tentang keluargamu Rey?" tanya Rani.


"Tidak ada rahasia di keluargaku sayang,percayalah" jawab Rey.


"Rey aku mau pulang" kata Rani.


"Tunggu sampai infusnya habis ya" kata Rey.


"Tapi aku mau minum cendolku Rey" rengek Rani.


"Oh Astaga cendol,kenapa dirimu begitu mengganggu pikiran Raniku" gumam Rey.


"Yang tadi udah aku minum,habisnya aku haus.Nanti kita beli lagi ya" ujar Rey.


"Sekarang mana ada yang jual lagi Rey,udah sore" kata Rani.


"Kalo begitu besok saja kita beli,kita berkeliling kota untuk membeli dan menikmati es cendol se kota ini" kata Rey.


"Janji ya"pinta Rani.


"Iya sayang,aku janji asalkan kamu harus sembuh,harus kuat" kata Rey.


"Baiklah sayang,aku akan jadi seperti yang kamu mau" ucap Rani.


"Itu baru istri Revan Arrayan dan menantu Alberto" kata Rey sambil mencolek hidung Rani.

__ADS_1


Rani terdiam,dia masih belum percaya dengan apa yang diucapkan oleh suaminya.Apalagi setelah melihat yang baru saja terjadi.


"Aku seperti sedang menonton film action yang di tayangkan secara life tadi,siapa sebenarnya kalian Rey.Winara juga begitu santainya melihat adegan tadi,seolah adegan tadi sebuah permainan yang mengasyikan" gumam Rani dalam hati.


__ADS_2