Cinta Masa Silam

Cinta Masa Silam
Kangen Rumah


__ADS_3

Daddy,Om Edo,Om David,Om Haris dan Om Wildan duduk di ruang meeting.Sebagai penerus Rey,Thomas dan Andre juga di sana.Opa yang memimmpin rapat.Di hadapan Opa sudah ada Tuan Guntur dan Jatmiko.


"Bagaimana Tuan Guntur,apa pembelaan anda atas apa yang sudah dilakukan oleh Ardan cucu Anda.Saya rasa saya sudah cukup memberi anda waktu untuk memperbaiki hubungan ini.Tapi,sepertinya anda lalai dan menyalahgunakan kepercayaan yang sudah kami berikan" tutur Opa.


"Tapi penangkapan Ardan kemaren itu tidak ada hubungannya dengan kerja sama kita Tuan Danu" ungkap Tuan Guntur.


"Saya rasa Tuan Jatmiko lebih paham dengan situasi ini.Maka dari itu,jika berkenan silahkan anda jelaskan apa kesalahan putra anda Tuan Jatmiko" kata Opa.


"Apa yang harus saya jelaskan Tuan Danu.Anda jangan mengarang cerita yang tidak-tidak" kilah Jatmiko.


"Kalo Anda juga tidak bisa menjelaskan,biar David saja yang menjelaskan" kata Opa.


"David,putar videonya" perintah Opa.


David memutar video rekaman dari mulai Ardan menghasut Rani di cafe,penggelapan dana yang dilakukan Ardan,perencanaan Ardan dan Jatmiko untuk membunuh Rani dan juga rencana Jatmiko menghancurkan acara resepsi pernikahan dengan bantuan Ardan,Adis dan Demian.


"Apa semua ini benar Jatmiko?"tanya Tuan Guntur dengan muka merah menahan marah.


"Tidak tidak,itu tidak benar.Semua rekayasa Tuan Danu" kilah Jatmiko.


Plak


Tuan Guntur menampar pipi Jatmiko dengan sangat kencang,hingga meninggalkan bekas merah di pipinya.


"Aku menyerahkan AA grup padamu agar kamu bisa berubah.Pantas saja AA grup semakin menurun bahkan nyaris hancur di tanganmu,ternyata ini yang kamu lakukan.Dasar anak tidak berguna" maki Tuan Guntur.


"Tuan Danu,atas nama Jatmiko saya minta maaf.Dan untuk sanksi yang akan kalian berikan pada Jatmiko,dengan penuh rasa hormat saya menyerahkan keputusan pada anda.Apapun itu sanksinya akan saya terima,walau AA grup yang akan jadi korban" tutur Tuan Guntur.


"Baiklah kalo itu keputusan anda Tuan Guntur,hari ini Jatmiko milik saya" kata Opa.


"Papa tega menyerahkan Jatmiko pada mereka" protes Jatmiko.


"Papa rasa Papa tidak perlu menjelaskan dari awal sampai akhir padamu tentang perjanjian yang telah kita setujui bersama,Jatmiko.Inilah buah dari ketamakanmu.Kamu hanya berbangga diri saat Elang menerima kerja sama denganmu,hingga kamu lupa dan tidak membaca point-point yang tertulis di surat perjanjian.Satu point yang harus kamu ingat dari perjanjian itu,MEMBUAT MASALAH DAN MENIMBULKAN KERUGIAN SAMA DENGAN MATI" tutur Tuan Guntur.


Jatmiko membulatkan matanya.Memang benar yang dikatakan oleh Papanya,Jatmiko memang tidak membaca surat perjanjian kerjasama antara dirinya dan Elang.


"Karena semua urusan sudah selesai,saya permisi Tuan Danu" tunduk Tuan Guntur dengan hormat.


"Papa tega membiarkan Jatmiko di hukum mati" seru Jatmiko.


"Papa rasa itu lebih baik untukmu Jatmiko.Papa malu harus mengakuimu sebagai anak setelah apa yang kamu dan Ardan lakukan" kata Tuan Guntur lalu keluar dari ruangan meeting.


"Opa,Rey pulang lebih dulu ya.Karena Rey harus menjemput Rani di rumah sakit" pamit Rey.


"Apa hari ini Rani dan Naya sudah boleh pulang?" tanya Opa.


"Hanya Rani Opa yang boleh pulang,Naya masih tetap di rumah sakit" jawab Rey.


"Ya sudah,cepat pergi.Jangan sampai Rani bosan menunggumu" kata Opa.


Rey mengangguk lalu keluar dari ruangan meeting.


"Pak Rey" panggil Alana saat Rey berjalan di lobi.


Rey menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah orang yang memanggilnya.


"Alana,ada apa?" tanya Rey.


"Maaf Pak Rey,Alana mau mengundang Pak Rey besok malam untuk datang ke rumah saya.Ada acara syukuran kecil-kecilan di rumah" jawab Alana.


"Syukuran dalam rangka apa?" tanya Rey.


"Dalam rangka apa ya?" Alana tampak bingung bagaimana menjelaskan pada Rey.


Rey tersenyum melihat tingkah Alana,"Saya sudah tau,Thomas sudah memberi tahu saya.Insya allah saya akan datang" tutur Rey.


"Terima kasih Pak" ucap Alana.


Rey mengangguk lalu pergi,dia harus segera menjemput Rani di rumah sakit.




Rey menyusuri koridor rumah sakit menuju kamar Rani.



Ceklek


__ADS_1


Rey membuka pintu tapi kamar sudah kosong dan tampak rapi.



"Kemana perginya Raniku?" gumam Rey.



Rey keluar dari kamar itu lalu berjalan menuju ruangan tempat Naya di rawat.



"Ternyata kamu disini sayang" kata Rey saat melihat Rani sedang duduk di kursi rodanya sambil melihat ke arah dalam.



"Sudah selesai urusan kantornya sayang?" tanya Rani.



"Sudah,semua sudah beres" jawab Rey.



"Lihatlah Rey,pipi Naya makin gembul" tutur Rani.



"Mirip Bakpau" kata Rey.



"Kamu benar Rey" balas Rani sambil tersenyum.



"Apa kamu sudah memberinya Asi?" tanya Rey.



"Sudah Rey,bahkan aku juga sudah memompa Asiku untuk dia minum nanti" jawab Rani.




"Ayo" kata Rani.



Rey mendorong kursi roda Rani menuju mobilnya yang ada di parkiran.Rey membuka pintu mobilnya lalu membantu Rani untuk masuk.



"Rey,tadi Winara datang bersama Ve dan mengatakan kalo Ardan di tahan" kata Rani.



"Lalu,mana Winara dan Ve?mereka tidak ada bersamamu" tanya Rey sambil mengemudikan mobilnya.



"Mereka sudah pulang,tadi mereka hanya mampir sebentar" jawab Rani.



"Langsung pulang ke rumah atau mampir ke rumah Kiandra?" tanya Rey.



"Langsung pulang aja deh,aku kangen rumah" jawab Rani.



"Baru seminggu gak pulang,udah kangen aja" kata Rey.



Rani hanya tersenyum sambil melihat jalanan di depannya.


__ADS_1


"Besok kita ke rumah sakit ya" pinta Rani.



"Iya sayang" Rey mengelus rambut Rani dengan lembut.



Rey memarkirkan mobil lalu dia turun dan membukakan pintu untuk Rani.



"Terima kasih sayang" ucap Rani.



"Mau di gendong?" tanya Rey.



"Aku berjalan saja Rey,aku sudah kuat kok" jawab Rani.



Walau begitu Rey tetap memapah tubuh Rani sampai ke sofa.



"Selamat kembali ke rumah Mbak Rani" ucap Seseorang.



"Oh iya aku lupa,dia Mala orang yang akan membantu bersih-bersih juga mengurus rumah" tutur Rey.



Rani mengangguk.



"Mana Anton?" tanya Rey pada Mala.Anton adalah suami Mala.



"Sedang membersihkan halaman belakang Mas,rumput di belakang sudah mulai tinggi" jawab Mala.



"Siapa Anton?" tanya Rani.



"Suami Mala" jawab Rey.



Mala kembali ke belakang.



"Rey aku ingin merawat Naya sendiri,aku tidak mau Babysitter yang menjaganya"tutur Rani.



"Iya sayang,aku tahu.Mala hanya mengerjakan pekerjaan rumah saja" kata Rey.



"Siapa yang merekomendasikan Mala?" tanya Rani.



"Mala keponakannya Mbak Romlah" jawab Rey dan itu cukup menjelaskan semuanya.



"Semoga saja dia betah bekerja di sini" ujar Rani.



"Aku antar ke kamar ya,kamu harus banyak istirahat" kata Rey.

__ADS_1



Rani mengangguk dan Rey langsung menggendongnya ala bridal style menuju ke kamarnya.


__ADS_2