Cinta Masa Silam

Cinta Masa Silam
Permintaan Terakhir


__ADS_3

"Hai Dok,makan siang yuk"Ajak Sisy suster pendamping Kiandra.


"Kamu duluan saja,saya masih banyak urusan" tolak Kiandra.


Sudah sebulan Kiandra bertugas di tempat lamanya.Kenangan tentang Hilda kembali berputar di ingatannya.Kiandra meletakkan kedua tangannya di meja lalu menenggelamkan kepalanya.


"Kenapa Daddy melemparku kesini sih,apa dia tidak tau banyak kenangan disini" gumam Kiandra.


Kiandra keluar dari ruangannya,karena dia harus pergi ke balai desa.Pak Kades mengundangnya untuk datang dan memberi penyuluhan tentang pentingnya hidup sehat.


Kiandra mengemudikan mobilnya dengan perlahan karena kondisi jalanan yang becek yang berlubang.Tidak lama kemudian Kiandra sudah sampai di balai desa.


"Suara itu,aku sepertinya tidak asing dengan suara itu" gumam Kiandra.


"Selamat datang Dokter,mari bergabung dengan yang lain" sambut Pak Kades.


Karena terlalu padatnya orang yang datang,Kiandra tidak bisa melihat orang yang sedang berbicara di mikrofon.


Kiandra bertanya pada Pak Kades,"Itu siapa yang sedang berbicara Pak?" tanya Kiandra.


"Oh itu Dokter muda seperti Pak Dokter juga,namanya Dokter Imelda" jawab Pak Kades.


Senyum pun terukir di bibir Kiandra"Ternyata Daddy juga melemparmu kesini" gumam Kiandra.


Acara yang di selenggarakan oleh Pak Kades pun telah usai,Kiandra menarik tangan Imelda."Mel tunggu" kata Kiandra.


Imelda menoleh lalu menghambur ke pelukan Kiandra"Bang Andra" kata Imelda.


"Kangen ya" goda Kiandra.


"Is apaan sih?" kata Imelda lalu melepas pelukannya.


"Kita bekerja di rumah sakit yang sama tapi kenapa kita tidak pernah bertemu?"tanya Kiandra.


"Mana Melda tau" jawab Imelda.


"Kamu kesini naik apa?" tanya Kiandra.


"Naik mobil rumah sakit Bang" jawab Imelda.


"Ya sudah,kamu pulang sama Abang ya" ajak Kiandra.


"Oke" jawab Imelda.


Imelda menghubungi temannya agar tidak mencarinya.


Kiandra mengemudikn mobilnya ke rumah sakit,karena masih ada jam kerja.


"Terima kasih ya Bang" ucap Imelda.


"Kita masuk bareng" kata Kiandra.


Kiandra dan Imelda turun dari mobil lalu masuk ke dalam rumah sakit tempatnya bekerja.


"Nanti Abang antar pulang ya" tawar Kiandra saat mereka akan berpisah.


"Iya,nanti Melda tunggu di parkiran ya" kata Imelda.


"Iya" jawab Kiandra yang langsung mencium kening Imelda.


Imelda membulatkan matanya karena terkejut.

__ADS_1


"Mulai sekarang kamu milikku" ucap Kiandra lalu pergi meninggalkan Imelda yang masih terdiam.


***


"Daddy berniat menjodohkan Kiandra dan Imelda tapi kenapa Daddy memisahkan mereka?" tanya Mommy.


"Biar mereka bisa menyadari perasaannya masing-masing" jawab Daddy.


Winara mengaduk-aduk makanan di piringnya,selera makannya tiba-tiba hilang.


"Kamu kenapa Dek,kok gak di makan nasinya?" tanya Rey.


Winara menatap wajah Rey dengan mata berkaca-kaca,"Demian selingkuh Bang,Winara melihatnya bermesraan dengan Adis" jawab Winara.


"Hapus air matamu Dek,laki-laki seperti Demian tidak pantas untuk di tangisi" kata Rey.


Winara menghapus air matanya menggunakan bajunya.


"Adek jorok ih" kata Mommy.


"Tau nih,itu tissu ada di depan mata.Kenapa harus pakai baju sih" celetuk Rey.


"Yang paling cepat dan praktis aja Bang" jawab Winara.


"Rani kenapa kamu diam saja Nak,apa kamu sakit?" tanya Mommy.


Semua yang ada di meja makan menoleh ke arah Rani.


"Sayang kamu sakit?" tanya Rey.


Rani menggeleng.


Rani kembali menggeleng,setelah itu dia buru-buru lari ke dapur,dan...


Hoek...!


Rani memuntahkan isi perutnya,Rey dan Mommy menghampiri Rani.


"Rani kamu kenapa?" tanya Mommy cemas.


Rani menatap wajah Rey dan Mommy bergantian"Apa mungkin kanker Rani tumbuh lagi,biasanya Rani akan mual dan muntah saat kanker itu muncul kembali" ujar Rani lirih.


Rey memeluk tubuh istrinya yang mulai menangis,Daddy dan Winara melihat dari pintu yang menuju dapur.


"Dad,jangan-jangan Kak Rani hamil" bisik Winara.


Daddy menoleh kearah Winara dengan kening yang berlipat.


"Apa ada yang salah?" tanya Winara.


"Apa bisa secepat itu?" tanya Daddy.


"Bisa saja,Bang Rey kan sudah beberapa bulan menikah" jawab Winara.


"Kalo itu Daddy juga tau,maksud Daddy Kak Rani kan baru operasi kanker apa iya secepat itu bisa hamil" kata Daddy.


"Eit Daddy jangan meragukan bibit unggul Abangku" kata Winara dengan bangga.


Pletak!!


Daddy menyentil kening Winara"Anak kecil,sok tau tentang bibit unggul" oceh Daddy.

__ADS_1


Rey menggendong Rani menuju kamarnya lalu merebahkannya di kasur.


"Rey apa aku akan mati?" tanya Rani.


"Kamu bicara apa sayang,tidak ada yang akan mati.Kamu akan baik-baik saja" hibur Rey walau sebenarnya Rey sangat khawatir.


"Rey.." ucap Rani lirih.


"Istirahatlah,kamu pasti kelelahan karena seharian bermain dengan Winara" kata Rey.


Rani mengangguk lalu mulai memejamkan matanya,setelah Rani benar-benar tertidur Rey keluar dari kamarnya untuk mengambil air minum.


"Apa Rani sudah tidur?" tanya Daddy yang sedang duduk di ruang keluarga.


"Sudah" jawab Rey.Setelah selesai minum Rey menghampiri Daddy.


"Kita harus cepat membawanya ke rumah sakit Rey,Daddy takut jika kanker itu datang lagi" tutur Daddy.


"Besok pagi Rey akan membawanya ke rumah sakit" ujar Rey.


"Yang sabar,tidak semua jalinan cinta berjalan dengan mulus" ucap Daddy.


"Terima kasih Dad" balas Rey.


"Rey" panggil Rani dari pintu kamarnya.


Rey beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju kamar"Ada apa,kamu merindukanku sayang?" goda Rey.


"Aku lapar Rey,aku pengen makan kebab.Sepertinya enak" ucap Rani sambil menelan air liurnya dengan kasar.


"Kebab? jam segini mana ada lagi orang jualan kebab" ujar Rey.


Rani menunduk sedih lalu naik ke kasurnya dan berbaring sambil memeluk bantal gulingnya.Rey teringat sesaat sebelum Maminya meninggal Maminya ingin memeluknya."Apa ini permintaan terakhirnya" bathin Rey.


"Aku akan membelinya untukmu,tunggu sebentar" kata Rey yang langsung berlari keluar dari kamarnya.


"Mau kemana Rey?" tanya Daddy yang melihat Rey berlari keluar rumah.


"Beli kebab" jawab Rey.


Rey masuk ke mobilnya lalu mengemudikannya.


"Dimana aku harus mencari kebab malam-malam begini" gumam Rey.


Sudah satu jam lebih Rey berkeliling tapi dia belum juga mendapatkan makanan yang jadi permintaan istrinya.


"Maafkan aku Rani jika aku tidak bisa menuruti permintaanmu yang terakhir,tapi aku mohon jangan pergi dulu" kata Rey yang mulai menangis.


Rey kembali mengemudikan mobilnya dengan putus asa,"Maaf Rani aku pulang dengan tangan kosong" ucap Rey.


Pucuk di cinta ulam pun tiba,saat melewati jalan yang menuju ke rumah Rey melihat ada penjual kebab yang masih buka.Rey menepikan mobilnya lalu memesan beberapa kebab.Setelah mendapatkan kebab Rey pun langsung pulang.


"Kebab untuk apa Rey?" tanya Daddy yang menunggu Rey di teras.


"Rani yang memintanya" jawab Rey lesu.


"Tapi kenapa wajahmu sedih?" tanya Daddy.


"Rey takut Rani akan meninggal seperti Mami" jawab Rey.


Rey berjalan menuju kamarnya dan meninggalkan Daddy yang bengong mendengar jawaban dari Rey.

__ADS_1


__ADS_2