Cinta Masa Silam

Cinta Masa Silam
Sariawan


__ADS_3

Selesai meeting Rey kembali ke ruang kerjanya,saat masuk ke ruang kerja senyumnya pun mengembang ketika dia melihat Rani tertidur di sofa.Rey berjalan mendekati sofa lalu berjongkok di dekat Rani.


"Bisa-bisanya dia tidur nyenyak di sini" gumam Rey sambil membelai pipi Rani yang halus.


Perlahan Rani membuka matanya"Sudah selesai meetingnya Rey?" tanya Rani.


"Baru saja selesai,maaf ya tadi banyak yang harus di bahas jadi meetingnya agak lama" ucap Rey.


"Rey apa kita bisa pulang sekarang?" tanya Rani.


"Kita makan dulu ya,baru setelah itu kita pulang" jawab Rey.


Rani melihat jam di dinding sudah pukul dua siang.


Tok tok tok....


Ada yang mengetuk pintu.


"Nah itu dia makanannya datang" kata Rey lalu membuka pintu.


"Permisi Pak,mau antar makanan" kata OB dengan sopan.


"Silahkan" kata Rey.


OB itu menaruh makanan di meja setelah itu dia keluar dari ruang kerja Rey.


"Oya Rey,Ema mana?" tanya Rani disela-sela makannya.


"Ema keluar sama Andre,ada sedikit pekerjaan yang belum selesai" jawab Rey.


Rani dan Rey menyantap makanannya,setelah selesai makan mereka pun langsung pulang.


"Selamat datang di rumah kita" ucap Rey sambil membuka pintu.


"Kamu menyusun ulang letak barang-barang di rumah ini Rey?" tanya Rani.


"Iya sayang,biar kamu nyaman dan betah di rumah" jawab Rey.


"Terima kasih Rey" ucap Rani.


Rey meletakan kedua tangannya di bahu Rani"Semoga kebahagiaan selalu bersama kita" ucap Rey yang dibalas senyuman oleh Rani.


"Kamu mandi dulu ya,aku mau menaruh tas ke ruang kerja" kata Rey.


Rani mengangguk.


Rey duduk bersandar di kursi yang ada di ruang kerja"Huft...tubuhku sangat lelah" gumam Rey.


Rey memejamkan matanya lalu memijat pelipis matanya,semua tingkah Rey dilihat oleh Rani.Sehabis mandi Rani bermaksud membuat kopi dan menyuguhkannya untuk Rey,ketika Rani mau masuk ke dalam ruang kerja Rey,Rani melihat Rey seperti yang sedang kelelahan.

__ADS_1


"Apa ini semua karena aku?" bathin Rani.


Rani mengurungkan niatnya,lalu membawa kopi itu ke dapur.


Rani mengambil sapu lalu mulai menyapu lantai dan membersihkan perabotan rumah yang mulai berdebu.


"Sayang,apa yang kamu lakukan.Nanti kamu bisa kecapekan dan sakit" kata Rey dengan nada sedikit tinggi.


Mata Rani berkaca-kaca,bukan karena suara Rey yang meninggi tapi dia merasa menjadi perempuan yang sudah tidak berguna lagi.


"Maaf Rani,aku tidak bermaksud membentakmu tadi" ucap Rey menyadari kesalahannya.


Rani tersenyum lalu bicara"Tidak apa-apa Rey,aku cukup mengerti" balas Rani.


Rani meletakkan sapu dan kemocengnya lalu pergi ke kamarnya,Rey mengikutinya dari belakang.


"Biarkan saja baju kotor itu di situ,besok pagi ada orang yang bertugas mencucinya"cegah Rey saat melihat Rani hendak membawa pakaian kotor keluar dari kamar.


Rani menghela nafasnya dengan berat,seolah banyak beban yamg sedang di pikulnya.


Rey membelai rambut Rani dengan penuh kasih sayang"Kamu cukup diam,duduk manis dan menemani aku kemana pun aku pergi" ucap Rey.


Rani hanya mengangguk saja tanpa berbicara sepatah kata pun,mulutnya seakan terkunci rapat.


"Jangan kemana-mana,tunggu aku di sini.Aku mau mandi sebentar,oke sayang" pinta Rey,lagi-lagi Rani hanya mengangguk.


Cup


"Hah...bahkan untuk mandi saja aku malas,aku selalu ingin dekat denganmu" kata Rey.


Rani hanya tersenyum saja.


Saat Rey sedang mandi,Rani cepat-cepat meminum obatnya.Perutnya terasa sakit,entah karena tadi dia bekerja atau karena ulah dari Rey tadi malam.


"Apa setelah pengangkatan rahim kankerku bisa tumbuh lagi" gumam Rani dalam hati.


Rani duduk termunung di sisi tempat tidurnya,karena asyiknya melamun Rani tidak mendengar saat Rey memanggilnya.


"Rani..hey...sayang,kamu kenapa kok diam aja?" tanya Rey.


Rani tetap terdiam,Rey menepuk bahu Rani sehingga lamunan Rani pun buyar.


"Eh Rey sudah selesai mandinya?" tanya Rani.


Rey tidak menjawab pertanyaan istrinya,dia menatap mata Rani dengan tajam."Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Rey.


"Aku tidak sedang memikirkan apa-apa Rey" jawab Rani bohong.


"Kalo ngomong itu jangan buang muka,coba tatap mataku dan katakan yang baru saja kamu katakan" pinta Rey.

__ADS_1


Rani menundukkan kepalanya sejenak baru kemudian mengangkatnya dan melihat kearah Rey."Aku tidak apa-apa Rey,aku tidak sedang memikirkan apa-apa.Aku hanya sedang bingung apa yang harus aku masak untuk kita makan malam ini" tutur Rani.


"Benarkah begitu,kamu tidak sedang berbohong padaku kan?" tanya Rey.


Rani menggeleng.


"Aku ingin apapun yang terjadi kita harus saling jujur,harus saling terbuka.Jangan ada kebohongan,walaupun kebohongan itu sangat manis tapi aku sangat membencinya" ujar Rey.


Rani mengangguk.


"Sepertinya ada yang sedang sariawan" kata Rey sambil menyeringai.


Rani cepat-cepat menutup mulutnya menggunakan kedua telapak tangannya agar Rey tidak bisa menciumnya.Bukannya marah Rey malah tertawa terpingkal-pingkal melihat tingkah Rani.


"Kenapa kamu sangat menggemaskan sayang,kalo saja perutmu tidak sakit aku pasti sudah menggempurmu" ujar Rey.


Rey merebahkan tubuhnya di samping Rani yang sedang duduk di kasurnya"Kamu tidak usah masak,biar aku nanti memesan makanan secara online saja" kata Rey.


"Tapi aku suntuk Rey,aku merasa tidak berguna sama sekali.Aku seperti patung yang bisanya cuma berdiam diri" Rani mengeluarkan keluhannya.


"Siapa bilang kamu tidak berguna,kamu sangat berarti di hidupku sayang" ucap Rey lalu melingkarkan tangannya di perut Rani.


"Besok aku pergi ke pasar ya,aku mau berbelanja kebutuhan dapur dan bahan makanan" tutur Rani.


"Lakukanlah apa pun itu maumu,tapi ingat jangan sampai...


"Capek dan lelah" potong Rani.


"Istri pintar" puji Rey.


Rani merebahkan tubuhnya di samping Rey.


"Rey" panggil Rani sambil menatap langit-langit kamarnya.


"Hmmm" Rey mendehem saja.


"Aku ingin punya anak" ucap Rani lirih.


"Suatu saat nanti kita juga akan punya anak" jawab Rey dengan mata terpejam.


"Tapi bagaimana caranya Rey,sedangkan aku sudah tidak punya rahim lagi" ujar Rani.


"Jangan terlalu dipikirkan,lebih baik sekarang tidur dan bermimpi yang indah" kata Rey.


"Tapi ini sudah sore Rey,tidak baik tidur sore-sore" kata Rani.


"Sebentar saja sayang,aku sangat mengantuk.Kamu membuatku begadang semalaman" kata Rey.


Rani memutar bola matanya dengan malas"Bisa saja ya ngomongnya" kata Rani.

__ADS_1


Rey tersenyum lalu memeluk Rani,matanya sudah tidak bisa di ajak kompromi.Dalam waktu sekejap Rey pun sudah tertidur.


"Aku harus sembuh,aku tidak boleh lemah.Aku harus kuat,demi Rey dan kebahagiaanya" gumam Rani lalu ikut tertidur.


__ADS_2