Cinta Masa Silam

Cinta Masa Silam
Suamiku Number One


__ADS_3

"Ema kenapa makanannya tidak di makan,apa masakan Ibu tidak Enak?" tanya Tante Arumi.


"Ibu ini seperti tidak pernah hamil saja,kalo orang hamil kan sudah wajar kalo tidak selera makan" Kakek menimpali.


"Enak kok Bu,ini juga Ema baru mau makan" ujar Ema.


"Kalo kamu tidak suka makanan ibu,kita bisa makan di luar" kata Andre.


"Betul tu Kak,kakak bisa makan di cafe milik Ayah.Makanannya di jamin enak" tutur Indra.


"Kamu ya Dek soal makanan aja cepet nyambungnya" kata Om Wildan.


"Apa Ema berniat membatalkan pernikahan ini" gumam Andre dalam hati.


Ema mulai menyantap makanannya,Andre tersenyum tipis saat melihat Ema makan.


"Wah makan besar nih" tiba-tiba Rey dan Thomas datang.


"Dasar semprul,masuk ke rumah gak ngucapin salam" oceh Kakek.


"Sudah Kek,kalian aja yang gak dengar"kata Thomas.


"Ada apa kalian datang?" tanya Om Wildan.


"Besok pagi Andre kan mau nikah Om jadi malam ini kita mau kumpul bareng temen-temen" jawab Thomas.


"Lagak lu ngomong temen,kalian cuma bertiga saipul kumpul apanya.Tiap hari kalian udah ketemu" oceh Kakek.


"Tapi kali ini beda Kek,Andre sebentar lagi akan melepas masa lajangnya,hanya menghitung detik saja lagi Kek" kata Rey.


"Kayak mau upacara bendera saja pake menghitung detik,gak bisa Andre malam ini gak boleh Pergi" kata Kakek.


"Kita memang gak pergi Kek,kita mau ngumpul di sini" ujar Rey.


"Ya sudah ayo" ajak Andre.


Andre mengajak Rey dan Thomas ke kamarnya,sesampainya di kamar mereka pun terlibat obrolan seru,terkadang terdengar gelak tawa yang sangat keras hingga suaranya terdengar keluar kamar.


"Ema minum susunya" Tante Arumi menyuguhkan segelas susu untuk Ema.


"Tidak perlu repot-repot Bu,Ema bisa membuatnya sendiri" kata Ema merasa tidak enak hati.


"Tidak apa-apa,hanya susu untuk ibu hamil saja kok" ujar Tante Arumi.


Ema ragu untuk meminumnya,sebab dia tidak sedang hamil,"Aduh bagaimana ini,aku kan tidak hamil" gumam Ema dalam hati.


"Ayo di minum,nanti keburu dingin lo" kata Kakek.


"Iya Kek" kata Ema yang langsung meminum susu itu sampai habis.


"Ibu masuk kamar ya sayang,ibu sudah ngantuk.Kamu juga istirahat ya soalnya besok pagi kalian akan menikah dan butuh tenaga ekstra" tutur Tante Arumi.


Ema mengangguk.


Tante Arumi berjalan menuju ke arah kamarnya,Om Wildan sudah terlebih dulu masuk kamar.


"Susu apa yang Ibu kasih ke Ema tadi?" tanya Om Wildan.

__ADS_1


"Susu untuk mempersiapkan kehamilan" jawab Tante Arumi.


"Susu jenis apa itu?" tanya Om Wildan tidak mengerti.


"Susu untuk program hamil Ayah,besokkan dia sudah menikah jadi Ibu kasih susu itu saja biar dia cepat hamil" jawab Tante Arumi.


Tante Arumi naik ke kasurnya,matanya sudah sangat mengantuk dan tidak lama kemudian dia pun sudah tertidur.


.


.


"Sudah selesai belum sayang,acara ijab kabulnya sebentar lagi di mulai" kata Rey.


"Sudah kok,ayo" kata Rani.


Rani dan Rey masuk ke mobilnya dan Rey pun langsung mengemudikan mobilnya ke arah rumah Om Wildan.


"Tumben pagi-pagi sudah macet" ujar Rey.


"Kita bisa terlambat datang kalo begini" kata Rani.


Mobil di depan Rey bergerak sangat lambat entah apa yang terjadi di ujung jalan sana.


"Tau akan macet begini aku pakai helikopter saja tadi" gerutu Rey.


Setelah satu jam lebih terjebak macet akhirnya Rey dan Rani bisa melanjutkan kembali perjalanannya menuju ke rumah Om Wildan.


"Maaf terlambat,tadi terjebak macet" ucap Rey saat tiba di rumah Om Wildan yang menjadi lokasi acara.


"Tidak apa-apa Rey,yang terpenting mereka berdua sudah sah menjadi suami istri" ujar Om Wildan.


Mereka menikmati pesta bertema outdoor itu,Andre berdiri gagah di samping Ema dan dengan senyum manisnya menyambut para tamu.


"Cantik ya Rey Ema kalo di rias begitu" ujar Rani.


"Tapi lebih cantik istriku" kata Rey.


"Rey udah ah gombalnya,kita sedang membahas mereka berdua" kata Rani.


"Apa hari ini di matamu Andre lebih terlihat gagah dari suamimu ini?" goda Rey.


"Tentu saja suamiku tergagah number one" ucap Rani.


"Istri pintar,nanti ku beri kamu bonus" kata Rey.


"Bonus apa,uang belanja? uangku sudah banyak" ujar Rani.


"Bonusnya angin tornado" jawab Rey sambil tersenyum.


"Sempet ya Rey membicarakan itu di sini" kata Rani.


"Memangnya kenapa toh mereka tidak tau apa arti ungkapan yang aku sebutkan" ujar Rey.


"Terserahlah" ucap Rani.


"Rey bukankah itu Thomas dan Alana?" tanya Rani sambil menunjuk ke arah Thomas.

__ADS_1


"Iya" jawab Rey.


"Rey siapa yang bersama Thomas?" tanya Mommy yang menghampiri Rey.


"Alana Mom,kekasihnya Thomas" jawab Rey.


Rani menikmati makanan yang di bawa oleh Mommy,"Mom Winara gak datang?" tanya Rani.


"Ada,tu dia di sana" jawab Mommy.


Rani melihat ke arah yang di tunjuk oleh Mommy.


"Sama siapa Winara?" tanya Rani lagi.


"Itu Yura anaknya Om Edo dan yang di sampingnya itu Yuna kakaknya" jawab Mommy.


"Mereka kembar?" tanya Rani.


"Iya dan jaraknya hanya beberapa bulan saja dengan adikmu,tapi Yura sudah menikah" jawab Mommy.


"Tapi Rani tidak melihat ada laki-laki di sampingnya" ujar Rani.


"Kamu lihat yang sedang ngobrol sama Om Haris,itu Satria suaminya Yura.Mereka menikah muda kalo Mommy tidak salah lulus sekolah mereka langsung menikah" tutur Mommy.


"Mom di cari Rianti tu" kata Daddy.


"Mommy tinggal sebentar ya sayang" kata Mommy.


"Rani ayo ikut Daddy,Daddy kenalkan kamu sama teman-teman Daddy" ajak Daddy.


Rani berjalan sambil menggandeng tangan Daddy karena takut jatuh.


"Tuan Doris kenalkan ini Rani menantu pertama saya dan dia wanita hebat" ucap Daddy.


"Aku percaya kalo dia wanita hebat,aku sudah mendengar ceritanya dari Thomas"kata Tuan Doris sambil bersalaman dengan Rani.Tuan Doris adalah Papanya Alana.


"Apa benar Thomas memiliki hubungan khusus dengan putri anda Tuan?" tanya Daddy.


"Anda benar Tuan Elang,Alana memang memiliki hubungan spesial dengan Thomas" jawab Tuan Doris.


"Thomas hanya anak seorang supir,kenapa anda mengizinkan Alana berhubungan dengan Thomas?" tanya Daddy.


"Saya bukan orang besar seperti anda Tuan,saya hanya karyawan biasa di salah satu perusahaan milik Anda.Bagi saya selama anak saya nyaman dan bahagia saya tidak akan mencegahnya,jangankan anak supir anak gembel sekali pun saya tetap akan merestui hubungan mereka" tutur Tuan Doris.


"Orang tua yang bijak" ucap Daddy.


"Dad Rani kesana dulu ya" kata Rani.


"Iya sayang" ucap Daddy.


"Permisi Om" pamit Rani pada Tuan Doris.


Rani berjalan menghampiri Rey yang sedang berbincang-bincang dengan rekan bisnisnya,Rey pun langsung memperkenalkan Rani pada rekannya itu.


"Rey bisa antar aku sebentar" bisik Rani.


"Mau kemana?" tanya Rey.

__ADS_1


"Aku kebelet nih" jawab Rani.


Rey pun mengantar Rani ke toilet setelah berpamitan terlebih dulu pada rekan ngobrolnya.


__ADS_2