
"Hei kamu,Dokter baru kan?" tanya Sisy pada Imelda.
"Iya Kak,ada apa ya?" tanya Imelda.
"Ada apa ada apa,denger ya Dokter baru Kiandra itu calon suami aku jadi jangan kegatelan deh kamu deket-deket ama dia,pake cium-cium kening segala lagi.Dasar murahan" oceh Sisy.
"Hei temen-temen sini deh kumpul"teriak Sisy pada teman-teman sesama perawat dan ada juga yang berprofesi sebagai Dokter.
"Ada apaan Sy?" tanya salah satu dari mereka.
"Aku mau kasih tau pada kalian semua,terutama untuk kalian para perempuan.Jaga pasangan kalian masing-masing,secara ya sekarang di rumah sakit ini ada PELAKOR" ujar Sisy.
Sisy adalah anak kepala Rumah Sakit.
"Mana pelakornya?" tanya Mereka bersamaan.
"Ini si Dokter baru,sok kegatelan dia merebut Dokter Kiandra dari gue" jawab Sisy.
Muka Imelda sudah memerah antara marah dan rasa malu.
"Coba ulangi sekali lagi,yang mana pelakornya?" tanya suara bariton dari arah belakang.
Semua menoleh ke arah suara dan Kiandra sudah berdiri tegak disana dengan kedua tangan yang di lipat di dada.
"Dokter Kiandra ada di sini?" tanya Sisy dengan nada menggoda.
"Aku bertanya,yang mana pelakornya?" tanya Kiandra sekali lagi.
"Bukankah dia merayumu tadi Dokter?" kata Sisy sambil menunjuk ke arah Imelda yang sudah hampir menangis.
"Benarkah dia merayuku,atau kamu yang menebar berita bohong"kata Kiandra sambil menatap tajam Sisy.
"Hei kamu pikir aku wanita apa,aku bicara sesuai fakta.Aku melihatmu menciumnya tadi.Aku yakin dia pasti sudah merayumu kan,lagi puka aku ini wanita terhormat,anak dari kepala rumah sakit ini" tutur Sisy dengan suara tinggi.
"Anak kepala rumah sakit? oh ternyata kamu anak Pak Bobi" kata Kiandra sambil tersenyum sinis.
"Iya emangnya kenapa,kalau aku mau aku bisa meminta Ayahku untuk memecat wanita murahan itu" kata Sisy dengan angkuh.
"Memecatnya,coba saja kalo berani" tantang Kiandra.
"Oke,siapa takut.Bahkan aku juga bisa meminta Ayahku untuk memecatmu" kata Sisy.
"Kami tunggu surat pemecatannya Nona Sisy yang terhormat" ucap Kiandra.
Kiandra menghampiri Imelda lalu mengenggam tangannya,"Ayo pulang dan biarkan orang gila itu mengoceh sesuka hatinya" ujar Kiandra.
"Tapi Bang...." kata Imelda.
"SAYANG...Kamu tidak dengar apa yang dia katakan tadi bahwa dia bisa memecat kita,sebelum dia memecat kita bagaimana kalo kita yang memecat Ayahnya.Secara ya kan rumah sakit ini milik Opa kita" tutur Kiandra.
"Jangan mimpi kalian,kamu pikir aku percaya.Enggak sama sekali" kata Sisy sambil melangkah pergi.
"Bang bagaimana ini,kalo Imelda beneran di pecat bagaimana?" tanya Imelda,air matanya mulai mengalir.
__ADS_1
"Kalau kamu di pecat,ya sudah kamu diam di rumah duduk manis,urus rumah,urus anak-anak dan tunggu aku pulang kerja" ujar Kiandra sambil tersenyum.
Imelda menghapus air matanya lalu tersenyum.
"Nah gitu dong,kamu semakin manis kalo senyum" kata Kiandra.
"Jadi pulang gak nih?" tanya Imelda.
"Ayo" kata Kiandra.
Orang yang melihat itu pun jadi bingung"Sebenarnya yang pelakor Dokter Imelda atau Sisy.Kok sepertinya Dokter Kiandra dan Dokter Imelda sangat akrab,bahkan terlihat seperti pasangan yang harmonis" celetuk salah satu dari mereka.
.
.
.
Daddy meletakkan ponselnya di atas meja lalu bibirnya menyunggingkan senyum.
"Daddy kenapa senyum-senyum begitu,kesambet?" tanya Mommy.
"Tau tuh Daddy bikin malam makin horor aja,gak tau apa kalo ini malam jumat" celetuk Winara.
"Ada apa Dad?" tanya Rey.
"Orang suruhan Daddy kasih laporan kalo tadi siang terjadi kehebohan di rumah sakitnya Kiandra" jawab Daddy.
"Kehebohan apa?" tanya Mommy.
"Mereka sudah bertemu?" tanya Mommy.
"Bukankah sudah Daddy bilang kalo jodoh tidak akan kemana,contohnya Rey dan Rani kekuatan cinta menyatukan mereka dan berbuah cucuku" jawab Daddy.
"Daddy betul,pernah Winara menjodohkan Abang dengan temen Winara eh Abang marah-marah" tutur Winara.
"Marah kenapa Dek?" tanya Rani.
"Sekali Restu tetap Restu,kayak orang lagi kampanye aja" jawab Winara.
"Begitukah Rey?" tanya Rani.
"Tentu saja itu semua benar" jawab Rey dengan bangga.
"Jadi bagaimana masalah Kiandra Dad?" Mommy kembali ke topik permasalahan.
"Kiandra sudah besar,biar dia yang menyelesaikan masalahnya sendiri.Kita tunggu saja sebentar lagi kita akan melihat bagaimana dia datang dan meminta kita untuk menikahkan dia dengan Imelda" tutur Daddy.
"Kenapa Daddy bisa yakin?" tanya Mommy.
"Saat terjadi kehebohan secara tidak langsung dia mengumumkan hubungannya dengan Imelda,dan pasti salah satu dari mereka akan meminta bukti tentang kebenaran hubungan antara Kiandra dan Imelda.Bukan begitu Rey?" tanya Daddy.
"Daddy benar,tapi menurut penerawangan Rey Kiandra dan Imelda akan pulang kemari dengan status sudah sebagai suami istri" tutur Rey.
__ADS_1
"Nah itu lebih bagus,Daddy lebih suka begitu" jawab Daddy yang menghentakkan kakinya lalu berdiri.
"Daddy bikin kaget aja" protes Mommy dan Winara bersamaan.
"Habisnya kalian serius banget mendengar pembicaraan kami.Ayo pulang ini sudah malam,Rani dan Rey juga harus istirahat.Baru kali ini Daddy jenguk pasien dari pagi ampe malem kagak pulang-pulang.Betah amat di rumah sakit" kata Daddy.
Daddy,Mommy dan Winara pun berpamitan,setelah semua pulang Rey menatap Rani dengan lembut.
"Ada apa?" tanya Rani.
"Apa tidak boleh aku memandangi wajah istriku sendiri?" tanya Rey.
"Tentu saja boleh" jawab Rani.
Rani turun dari kasurnya.
"Mau kemana?" tanya Rey.
"Ke kamar mandi"
Rey langsung menggendong tubuh Rani dan membawanya ke kamar mandi.
Rani menggosok gigi dan mencuci muka,setelah selesai Rey kembali menggendongnya dan membawanya ke tempat tidur.
"Kapan aku boleh pulang?" tanya Rani.
"Kalo kamu sudah sembuh" jawab Rey.
"Tapi aku kan tidak sakit Rey" kata Rani.
"Kamu memang tidak sakit tapi kamu muntah-muntah terus dan badanmu juga masih lemes" ujar Rey.
"Ya mau bagaimana lagi,setiap mencium aroma masakan aku langsung mual" ujar Rani.
"Sementara waktu di rawat dulu ya,kalo kondisi kamu sudah pulih baru kita pulang" kata Rey.
"Iya sayang" ucap Rani.
"Aku suka itu" balas Rey.
Rey naik ke atas kasur lalu memeluk Rani.
"Rey aku ingin punya anak kembar seperti Kiandra dan Winara" tutur Rani.
"Kita nanti akan memilikinya" kata Rey.
"Aamiin" ucap Rani.
Rani mulai memejamkan matanya yang sudah mengantuk efek dari obat yang tadi di minumnya.
Rey mengambil ponselnya untuk mengecek email yang masuk.
"Ternyata Andre serius ingin menikahi Ema" gumam Rey saat membaca pesan yang di kirim oleh Andre.
__ADS_1
"Semoga Ema bisa membuatmu berubah kearah yang lebih baik Ndre" gumam Rey lagi.
Rey meletakkan ponselnya di meja baru kemudian dia pun tertidur.