Cinta Masa Silam

Cinta Masa Silam
Ajeng


__ADS_3

" Besok Papi pulang telat,kalo Adek rewel bawa saja ke rumah Mommy" kata Rey sambil mengunyah makan malamnya.


" Atau bawa saja dia ke kantor" sambung Rey.


" Ke rumah Mommy saja Pi,kalo ke kantor gak enak sama karyawan" kata Rani.


Rey menikmati makan malam bersama keluarga kecilnya.Naya yang baru berusia dua tahun sudah bisa makan sendiri tanpa harus disuapin.Hanya terkadang Rani dan Rey yang ingin menyuapinya makan.


Selesai makan Rey langsung masuk ke ruang kerjanya,karena harus membantu Kenzi menyelesaikan masalah yang sedang terjadi di kantor cabang.


Pintu terbuka,Rani menyembulkan kepalanya," Papi,Adek gak mau tidur" kata Rani.


Rey tersenyum lalu bangkit dari duduknya.Sudah menjadi kebiasaan jika menjelang tidur,Rey harus ada disamping Naya.Rey membawa laptopnya ke kamar.


" Kenapa mukanya jelek begitu?" tanya Rey yang melihat Naya sedang duduk di atas kasur dengan wajah masam.


Naya memalingkan wajahnya dan melipat kedua tangannya di dada," Adek gak kawan sama Papi" Naya memasang wajah cemberutnya.


Rey meletakan laptopnya di atas meja kemudian naik ke kasurnya.Rey merentangkan tangannya lalu menyuruh Rani untuk tidur dipelukannya," Papi kawan sama Mami saja kalau begitu.Sini Mi tidur sama Papi" kata Rey.


Rani naik ke kasur lalu berbaring di sampingnya," Emmm....enaknya tidur dipeluk Papi" seru Rani.


Naya menoleh sambil mengerucutkan bibirnya,lalu menarik tubuh Rani agar menjauh dari Rey.


"Itu Papi Adek...Mami awas...itu Papi Adek" seru Naya.


Rani pura-pura tidak mendengar,dia mengeratkan pelukannya.


Plak!!!


Naya memukul tubuh Rani.


"Awh...aduh sakit banget pukulannya" Rani mengusap tubuhnya yang tadi dipukul oleh Naya.


Setelah Rani menjauh dari Rey,Naya langsung memeluk tubuh Rey dengan erat." Papi Adek nih bukan Papinya Mami" seru Naya.


...----------------...


Rey,Thomas,Andre,Kenzi juga Satria sedang berkumpul di satu ruangan.Mereka Sedang membahas Langkah apa yang harus diambil untuk menyelesaikan masalah yang ada.


" Sebenarnya ada masalah apa?" tanya Rey.

__ADS_1


Kenzi sebagai penanggung jawab kantor cabang mencoba menjelaskan kepada Rey masalah apa yang sedang terjadi.Rey mendengarkan penjelasan Kenzi dengan seksama.


" Kesimpulannya Bang,penghasilan kita di beberapa bulan ini tidak sesuai dengan jumlah rumah yang terjual" Kenzi mengakhiri penjelasannya.


Andre membaca laporan keuangan kantor cabang dengan serius,sekali dia mencoretkan Pena di kertas yang sedang dibacanya.


" Kenzi bener Rey, memang ada kecurangan. Ada yang manipulasi laporan keuangan selama empat bulan terakhir" tutur Andre.


Andre dan Thomas pun mulai bekerja, mereka mencari tahu siapa yang sudah berani menggelapkan uang perusahaan.


Kenzi dan Satria pun membantu pekerjaan Andre dan Thomas sedangkan Rey duduk santai di kursinya.


" Besok kita adakan rapat dan bawa serta manajer keuangan kalian" seru Andre sambil menatap ke arah Kenzi.


Kenzie menganggukan kepalanya," baik bang".


Setelah semua urusan beres Rey,Thomas,dan Andre pergi dari sana. Mereka pergi mengendarai mobilnya masing-masing. Andre kembali ke kantor Thomas menemui klien dan Rey pergi untuk meninjau perumahan baru yang masih dalam proses pembangunan.


Andre memarkirkan Mobilnya di parkiran, setelah itu dia masuk ke dalam kantornya.


" Maaf Pak Andre pada seorang wanita yang ingin bertemu dengan anda dan dia sedang menunggu di ruang kerja Bapak" tutur resepsionis pada Andre.


Andre mengerutkan keningnya," Istri saya?" tanyanya.


Andre melangkah menuju ruang kerjanya," apa saya mengenal anda?" tanya Andre pada wanita yang sedang duduk di ruang kerjanya. ada seorang anak kecil bersama wanita itu.


"Perkenalkan nama saya Retno,Kakak dari Ratna. Wanita yang sudah kamu tiduri lalu hamil dan kamu tinggalkan begitu saja" Jawab wanita yang bernama Retno itu.


" Ratna? meniduri? hamil?" Andre mencondongkan tubuhnya ke arah Retno sambil menyeringai lalu duduk.


" Apa kamu tidak mengakuinya Andre dan apa tidak kamu lihat anak yang datang bersama ku?" tanya Retno.


Andre memandang wajah anak itu dengan tajam anak yang kira-kira usianya sekitar lima tahunan. Andre kembali menyeringai," Apa maumu?" tanya Andre.


" Ratna sudah meninggal. Dia Meninggal saat melahirkan Ajeng, Putri kalian.Sebelum meninggal Ratna memberitahuku bahwa nama ayah Ajeng adalah Andre Putra Jonathan.Aku hanya ingin kamu bertanggung jawab dan membiayai semua kebutuhan Ajeng" tutur Retno.


"Apa kamu bisa bertanggung jawab dengan apa yang sudah kamu katakan barusan?" tanya Andre.


" Tentu saja aku bisa mempertanggung jawabkannya aku mempunyai bukti yang kuat" jawab Retno.


" Bukti apa yang kamu punya?" tanya Andre.

__ADS_1


Retno mengeluarkan secarik kertas dari dalam tasnya lalu memberikan kertas itu kepada Andre. Andri menerima kertas itu lalu membacanya dan kemudian dia pun tertawa dengan sangat keras.


" Ha...ha...ha..."


" Kenapa Anda tertawa?" tanya Retno dengan bingung.


" Di akte kelahiran ini tertulis anak ini lahir lima tahun yang lalu, sedangkan lima tahun yang lalu aku masih berada di Amerika. Apakah bisa Junior Ku melayang sendiri ke Indonesia dan menanam benih di rahim adikmu?" Andre menatap wajah Retno dengan tajam.


" Kamu jangan berkilah Andre,jelas-jelas Ratna mengatakan bahwa kamu adalah Ayah dari Ajeng" seru Retno.


" Maaf Retno yang terhormat,mungkin tingkah laku saya beberapa tahun lalu sangat bejat di mata semua orang.Tapi,perlu Anda tahu satu hal, saya tidak pernah meniduri perempuan tanpa pengaman kecuali seorang wanita yang sekarang sudah sah menjadi istri saya" tutur Andre sambil mengeraskan rahangnya.


"Lagipula Saya hanya meniduri tiga orang perempuan, tidak lebih" sambung Andre.


wajah Retno merah karena menahan emosinya lalu dia pun berdiri" Aku akan membawa kasus ini ke pihak yang berwenang" ancam Retno.


" Terserah anda jika itu bisa membuat anda puas. Terserah anda mau membawa kasus ini ke mana. Ke pihak yang berwenang, pihak yang berwajib, pihak yang bersunah.TERSERAH" Andre menekankan kata-katanya.


Retno ngepalkan tangannya,lalu membawa anak kecil yang bernama Ajeng keluar dari ruangan itu.


Andre mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi seseorang" Ada seorang wanita dan seorang bocah kecil perempuan,sebentar lagi mereka akan keluar dari gedung ini.Usahakan kamu bisa mengambil rambut anak kecil itu" perintah Andre pada seseorang yang di teleponnya.


Andre bersandar di kursinya sambil memijat kepalanya yang terasa pusing," Kenapa selalu saja ada masalah yang datang" gumam Andre.


Kriing...


Ponsel Andre berdering, Andre pun langsung mengangkat ponselnya.


" Bagaimana?" tanya Andre pada orang yang menelponnya.


" Beres Bos" jawab orang itu dari seberang telepon.


" Baiklah aku akan kesana sekarang"


Andre memutuskan panggilannya lalu keluar dari ruang kerjanya.


" Ini Bos" kata orang itu sambil menyerahkan Sebuah kantong kecil kepada Andre.


" Kerja bagus, terima kasih Bang" ucap Andre pada satpam sekaligus suami Mbak Romlah itu.


Andre melangkah menuju parkiran lalu masuk kedalam mobilnya.Setelah itu Andre mengendarai mobilnya keluar dari area perkantoran. Andre melajukan laju mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke rumah sakit milik keluarga Alberto. Walau bagaimanapun Andre harus mempunyai senjata untuk melawan Retno di pengadilan nanti.

__ADS_1


Andre mengeluarkan ponselnya dari saku celananya kemudian menelpon seseorang," Cari informasi sedetail-detailnya tentang wanita yang baru saja aku kirimkan fotonya ke ponselmu" perintah Andre.


__ADS_2