
Tuan Gerry berjalan ke arah Bu Desi lalu memeluknya sambil menangis haru.Istri yang sangat dia cintai dan menurut kabar sudah meninggal ternyata masih hidup.Rindu yang selama ini tercurah melalui doa,kini dia bisa memeluk istrinya kembali.
"Kamu kembali sayang,kamu kembali" kata Tuan Gerry.
Tuan Gerry melepaskan pelukannya,lalu melihat ke arah Imelda.Tuan Gerry memandang Bu Desi.
"Dia Taniamu,tapi laki-laki itu sudah mengganti namanya menjadi Imelda" kata Bu Desi seolah tahu arti tatapan dari Tuan Gerry.
Tuan Gerry berjalan mendekati Imelda," Apa Papa boleh memelukmu nak?" tanya Tuan Gerry pada Imelda dan di jawab anggukan kepala oleh Imelda.
"Anakku,Taniaku" seru Tuan Gerry yang langsung memeluk Imelda.
Kiandra yang mengerti keinginan Anders pun menarik tangan Anders lalu membiarkan keluarga itu saling mencurahkan kerinduan mereka selama ini.Anders pun memeluk Imelda dalam waktu yang bersamaan.
Kiandra mengajak keluarga istrinya itu duduk di ruang keluarga.Mereka bercerita banyak hal,cerita tentang dua puluh tahun lebih mereka berpisah.
"Jadi dimana sekarang ayahmu nak?" tanya Papa Gerry.
"Ayah ada di penjara Pa.Polisi menangkapnya setelah dia menjual Imelda pada Daddy" jawab Imelda.
"Daddy sudah tau tindak kejahatan yang dilakukan oleh Ayah,dan demi menyelamatkan Melda dari kejahatan Ayah, Daddy dan Om Edo pun menemui Ayah dan bersandiwara membeli Melda seharga satu milyard.Cek yang diberikan pada Ayah adalah cek palsu.Ayah yang matanya sudah dibutakan oleh uang pun tidak menyadari hal itu.Setelah Daddy dan Om Edo membawa Melda pergi,polisi yang juga orang suruhan Daddy pun menggerebek tempat itu lalu menangkap Ayah" tutur Imelda.
"Apa kamu menikah sama Kiandra karena merasa berhutang budi nak?" tanya Papa Gerry.
"Kami saling mencintai Pa" kata Imelda dan Kiandra secara bersamaan.
"Kami saling jatuh cinta jauh sebelum keluarga Daddy tahu masalah Melda Pa,sebelumnya Daddy sudah meminta Imelda untuk menikah dengan Kiandra.Tapi,Imelda menolak karena Melda tidak mau terjadi sesuatu pada ayah jika Melda membatalkan perjodohan yang ayah rencanakan.Tapi takdir berkata lain,Daddy menyelamatkan Melda dan akhirnya kami menikah" kata Imelda sambil menatap Kiandra mesra.Kiandra menggenggam tangan Imelda.
"Oya,bagaimana kabar Ajeng?" tanya Kiandra pada Anders.
"Kabarnya baik.Dia anak yang pintar dan tidak banyak bicara.Dia lebih banyak diam dan mengurung diri di kamar.Mungkin dia belum terbiasa dan belum mengenalku" jawab Anders.
Mereka pun mengobrol panjang kali lebar dan luas,banyak kisah yang mereka ceritakan.
.
.
Tepat pukul delapan malam Rey tiba di rumahnya,Rey melonggarkan dasinya lalu berjalan menuju kamarnya.
Rey membuka pintu dan saat masuk ke dalam kamar matanya dimanjakan oleh pemandangan kedua orang yang sangat dicintainya sedang menonton TV.
"Papi,Oma Desi dibawa pergi sama Onty Melda.Onty nangis-nangis" adu Naya.
Rey yang belum tau apa-apa itu pun mengerutkan dahinya,"Bu Desi dibawa pergi oleh Onty,maksudnya apa ini?" tanya Rey bingung.
"Kata Mami Oma Desi punya Onty Melda" jawab Naya.
"Benarkah?" tanya Rey sambil memandang Rani seolah meminta penjelasan.
__ADS_1
"Iya,ternyata Bu Desi itu ibu kandungnya Imelda yang selama ini kita cari" jawab Rani.
"Pantas saja kita mencarinya kemana-mana tidak ketemu.Selama ini dia bekerja menjadi pembantu di rumah orang" kata Rey.
"Iya,Daddy dan Om Edo juga tadi berkata begitu" kata Rani.
"Dan yang paling mengejutkan adalah fakta tentang siapa papa kandungnya Melda" tutur Rani.
"Bukankah ayah Melda ada di penjara" kata Rey sambil mengganti pakaiannya.
Rani menggeleng," Yang di penjarakan oleh Daddy waktu itu ternyata ayah tirinya Melda,dan Ayah kandungnya Melda kalo Mami tidak salah denger sama dengan ayahnya Andre papanya Ajeng" tutur Rani.
"Andre papanya Ajeng? yang beberapa hari lalu menjalani sidang akibat salah paham?" tanya Rey.
"Iya" jawab singkat Rani.
Rey menghempaskan tubuhnya di kasur," Dunia begitu kecil" gumam Rey.
Rani duduk di samping tubuh Rey yang sedang berbaring," Dan ternyata Andre papanya Ajeng itu namanya Anders dan dia kakak kandung Imelda tapi beda ibu" tutur Rani.
"Pantas saja ada kemiripan wajah pada keduanya tapi kita tidak menyadarinya" kata Rey.
Rani beranjak dari kasurnya lalu menghampiri Naya yang sedang berbaring sambil menonton TV.
"Adek,sudah ya nontonnya.Kita sambung besok lagi,sekarang kita tidur.Sudah malam" kata Rani.
Rani mengambil boneka panda dari atas kasurnya lalu meletakkan di samping tubuh Naya.
"Huh...kenapa sial sekali nasib Papi malam ini,sedari tadi tidak ada satu pun yang mencium papi" celoteh Rey.
Naya yang mendengar celotehan papinya pun langsung bangun dan naik ke atas kasur.
"Maaf Papi Adek lupa" ucap Naya lalu mencium pipi kanan dan pipi kiri Rey.
Rey tersenyum," Adek tadi shalat gak?" tanya Rey.
Naya merebahkan tubuhnya di samping Rey dengan kepala berbantal lengan milik Rey.
"Adek tadi shalat trus ngaji Alif Ba Ta,trus Adek belajar ABC juga sama Mami" jawab Naya.
"Anak pintar" puji Rey sambil mencium puncak kepala putri semata wayangnya itu.
"Papi boleh gak besok Adek ikut Papi kerja?" tanya Naya.
Rey mengerutkan keningnya," Kenapa tiba-tiba Adek mau ikut Papi kerja?" tanya Rey.
Naya mengangkat kepalanya lalu melihat ke arah Rani yang sedang fokus menonton TV.Rey pun melihat apa yang dilihat oleh Naya.
"Di rumah berisik,Mami ngomel-ngomel terus.Mami marah sama Cimot,gara-gara Cimot buang harta karun sembarangan" bisik Naya.
__ADS_1
"Emang Cimot gak Adek masukkan ke dalam kandang?" Rey balas berbisik.
"Adek lupa" jawab Naya yang masih dengan suara pelan.
"Emangnya Cimot menimbun harta karunnya dimana?" tanya Rey.
"Di bunga mawar punya Mami" jawab Naya.
"Pantes aja Mami marah,Cimot cari masalah saja" kata Rey.
Tok tok tok
Pintu kamar ada yang mengetuk.
"Biar Papi saja yang buka pintunya" kata Rey saat melihat Rani hendak beranjak dari duduknya.
Rey membuka pintu dan melihat Susi ada di sana.
"Susi,Ada apa?" tanya Rey.
"Itu makanannya mau dipanaskan tidak Mas,sudah dingin" jawab Susi.
"Makanan?" tanya Rey.
"Iya Mas,Mbak Rani sedari tadi belum makan" jawab Susi.
Rey melihat Susi yang sudah mengantuk," Tidak usah dipanaskan,sebentar lagi kami turun.Kamu boleh istirahat" kata Rey.
Susi mengangguk dan berlalu pergi.
Rey mendekati Rani lalu duduk di samping Rani," Kenapa belum makan malam?" tanya Rey menatap Rani dengan tatapan lembut.
"Aku sedang tidak selera makan Rey" jawab Rani,matanya tetap fokus ke TV.
Rey menghela nafasnya," Restu Maharani" kata Rey.
"Aku rindu kedua orang tuaku Rey" ucap Rani lirih.
"Apa kamu pikir dengan kamu mogok makan,rindumu akan terbayarkan? Apa kamu merasa lebih baik jika kamu tidak makan? Apa kamu pikir Ayah dan Ibu akan bahagia di atas sana jika melihat putri kesayangan mereka tidak makan lalu jatuh sakit?" Rey mencecar Rani dengan banyak pertanyaan tapi tetap dengan nada lembutnya.
Rey keluar dari kamarnya,tidak lama kemudian Rey kembali lagi membawa nampan berisi makanan.
"Apa aku terlalu manja?" tanya Rani saat Rey menyuapinya makan.
"Aku akan marah jika kamu tidak lagi manja kepadaku" jawab Rey.
Rey kembali menyendokkan nasi ke mulut Rani,tapi makanan itu malah masuk ke mulut Naya yang tiba-tiba datang lalu membuka mulutnya dan melahap makanan yang seharusnya Rani makan.Melihat tingkah Naya,akhirnya mereka pun tertawa.
"Teruslah tertawa,karena kalianlah kunci kebahagiaanku" kata Rey lalu mencium Rani dan juga Naya.
__ADS_1