
"Kamu sudah Pulang Rey?" tanya Rani saat melihat Rey sudah ada di sampingnya.
"Maaf ya,tadi lama banget proses tanya jawabnya jadi subuh aku baru bisa pulang" jawab Rey berbohong.
"Introgasi kali Rey,bukan tanya jawab" kata Rani.
"Oh...sudah berubah ya namanya,sejak kapan?" tanya Rey yang berniat menggoda istrinya.
"Sejak dulu emang sudah itu namanya sayangku" ujar Rani lirih.
"Kenapa muntah lagi,aroma apa yang mengganggu penciumanmu?" tanya Rey.
"Bukan karena aroma masakan Rey tapi aku muntah karena mimpi burukku" jawab Rani.
Rey mengerutkan keningnya,"Mimpi apa,kok bisa sampe muntah?" tanya Rey.
"Aku bermimpi kamu di kelilingi mayat dan darah segar yang berbau anyir" jawab Rani.
Degh!!
Rey terkejut mendengar jawaban Rani,"Itu hanya bunga tidur" kata Rey."Sudah adzan subuh,kita shalat yuk" ajak Rey.
Rani mengangguk lalu turun dari kasurnya dan masuk ke kamar mandi untuk berwudhu,sedangkan Rey mandi terlebih dulu baru berwudhu setelah itu baru dia shalat bersama Rani.
"Aku ngantuk banget nih,aku tidur dulu ya" kata Rey setelah selesai shalat.
"Iya" ucap Rani.
Rey merebahkan tubuhnya di kasur kemudian tertidur,Rani tersenyum geli melihat Rey tidur masih menggunakan sarung,baju koko dan peci.
"Aku mau ngapain ya,oh...tersiksanya" gumam Rani.
Rani berjalan ke balkon lalu duduk di kursi,Rani memandang lurus ke depan menatap matahari yang mulai terbit.
*
*
"Apa sudah beres semua?" tanya Daddy pada anak buahnya.
"Sudah Bos,semua aman.Kami pastikan semua tidak akan ingat dengan apa yang sudah terjadi" jawab salah satu anak buah Daddy.
"Terima kasih atas kerja sama kalian,sekarang kalian boleh istirahat"kata Daddy.
"Baik Bos" ucap mereka serempak lalu membubarkan diri masing-masing.
"Ayo kita pulang,keluarga kita pasti sudah menunggu di rumah" ajak Daddy pada Om Edo dan Om Haris,Kiandra sudah pulang lebih dulu.
"Apa rencana Ragil selanjutnya?" tanya Daddy pada Om Haris.
"Ragil pulang ke kampungnya dan kembali pada istri dan anaknya" jawab Haris.
"Kasihan dia akibat dari kelalaian Sisy dia harus kehilangan bayinya dan sekarang istrinya stres karena terlalu bersedih" tutur Daddy.
"Aku sudah menawarkan pada Ragil untuk mengobati istrinya tapi Ragil menolak,dia bisa bergabung dengan kita dan bisa membalaskan dendamnya pada Sisy pun dia sudah merasa puas" ujar Om Haris.
"Walau bagaimana pun kalo menurutku Ragil tetap salah,dia boleh balas dendam tapi bukan dengan cara tidur dengan perempuan lain.Secara tidak langsung dia sudah mengkhianati istrinya,dimana cinta yang dia banggakan kalo akhirnya dia membagi airnya dengan wanita lain dan dia menikmati itu" kata Om Edo.
"Aku tidak tahu rencana dia sebenarnya apa,tapi Rendi bilang dia akan membuat Sisy hamil dan membuat malu Bobbi setelah anak itu lahir dia akan mengambil anaknya untuk mengobati istrinya" tutur Om Haris.
"Kita pantau saja dia dari jauh,jika mendesak baru kita turun tangan" kata Daddy.Supir mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah Daddy,tepat jam makan siang mereka sampai ke rumah.
Daddy turun dari mobil lalu menyapa Rani yang sedang duduk di teras rumahnya,"Sendiri aja nak,Rey mana?" tanya Daddy lalu duduk di samping Rani.Supir kembali mengemudikan mobilnya untuk mengantar Om Edo dan Om Haris pulang ke rumahnya.
"Rey pergi keluar Dad,nemenin Mommy ke supermarket" jawab Rani.
"Ya sudah Deddy masuk dulu ya" ucap Daddy.
"Iya Daddy" jawab Rani.
Rani membuka dan membaca majalah yang ada di atas meja sambil menikmati jus jeruk dan buah segar yang sudah di kupas dan di potong-potong.
__ADS_1
Di kamarnya Sisy marah-marah gak karuan,sudah siang begini tapi dia tidak mendengar kabar apapun dari Ragil dan kekasihnya.Sisy semakin marah setelah tau rencananya gagal dan kedua kekasihnya tidak bisa di hubungi.
"Kemana perginya kedua cowok brengsek itu,kenapa sampai jam segini belum muncul juga" oceh Sisy.
"Sisy,keluar nak.Ada paket untuk kamu" teriak Bobi dari luar kamar.Sisy mengerutkan keningnya,"Paket? aku tidak merasa memesan barang ataupun makanan" gumam Sisy.
Sisy keluar dari kamarnya lalu melangkah menuju pintu depan.
"Paket dari siapa ini Ayah?" tanya Sisy.
"Ayah juga gak tau,paketnya besar banget lagi" jawab Bobi.
"Mang sini" Sisy memanggil tukang kebun yang bekerja di rumahnya.
"Saya Non" kata Tukang kebun.
"Buka" perintah Sisy.
Tukang kebun membuka paket itu dan saat akan membukanya Sisy mencegahnya"Sudah,pergi sana" usir Sisy.
"Waaaa......"Sisy berteriak saat melihat tubuh kekasihnya yang sedang terbaring lemah di dalam kotak itu,wajahnya berlumuran darah yang sudah mengering.
"Siapa yang mengirim mayat kemari?" tanya Bobi.
"Si...Sisy tidak tau Ayah" Sisy berbohong.
"Mayat siapa ini?" tanya Bobi lagi.
"Gak tau" jawab Sisy lagi.
Tiba-tiba orang itu membuka matanya lalu berbicara dengan lirih,"A...ir" kata Orang itu.
"Ayah dia masih hidup" teriak Sisy kaget.
"Beri dia air,supaya dia cepat pulih dan kita bisa mengintrogasinya" kata Bobi.
__ADS_1
"Mbok bawakan air minum kemari" teriak Sisy.
Tidak lama datang seorang perempuan baruh baya membawa satu ceret air dan beberapa gelas kosong.
"Ini Non" kata Si Mbok.
"Kasih dia minum" perintah Bobi.
Si Mbok manut saja lalu memberi minum orang itu,setelah itu Bobi pun mencecarnya dengan berbagai pertanyaan tapi sepertinya orang itu hilang ingatan karena dia tidak ingat apa yang terjadi yang dia ingat hanya saat terakhir dia tidur bersama Sisy dan itu membuat Bobi murka.
Di rumah Daddy semua sedang duduk di kursinya dan menyantap makan siangnya tanpa suara,semua sibuk dengan pikirannya masing-masing.Rey buru-buru menghabiskan makan siangnya lalu beranjak lebih dulu karena Rani sedang sendiri di kamarnya.
Ceklek
Rey membuka pintu lalu masuk ke kamar,"Gak bobok siang sayang?" tanya Rey saat melihat Rani sedang duduk sambil menonton tivi.
"Aku gak ngantuk" jawab Rani manja,Rey duduk di sampingnya dan Rani pun langsung bersandar di bahu Rey.
"Mau jalan-jalan?" tanya Rey.
Rani menggeleng.
Rey mengecup pucuk kepala Rani,"Besok kita pulang ke rumah ya" ujar Rey.
Rani mendongak"Apa Mommy dan Daddy mengizinkan?" tanya Rani.
Rey mengangguk,"Lagipula Daddy dan Mommy merasa kasihan melihatmu muntah setiap Mbak Romlah masak" jawab Rey.
"Sebenarnya aku merasa tidak enak sama Daddy dan Mommy tapi aku benar-benar tidak kuat Rey.Aroma masakan membuatku mual" ujar Rani.
"Semua mengerti kondisimu saat ini,tidak perlu merasa tidak enak atau pun sedih" kata Rey.
"Terima kasih sayang" ucap Rani.
"Sama-sama" balas Rey."Sekarang Bobok ya,kamu harus banyak istirahat" kata Rey.
__ADS_1
Rani mengangguk lalu Rey pun menggendongnya menuju kasur setelah itu mereka berdua pun mulai memejamkan matanya,Rey benar-benar tertidur sedangkan Rani tetap terjaga karena memang dia tidak mengantuk sedikit pun.