Cinta Masa Silam

Cinta Masa Silam
Titik Permasalahan


__ADS_3

Dokter dan Perawat sudah membawa Naya ke sebuah kamar.Dengan cekatan Dokter dan perawat memasang alat bantu pada tubuh Naya.


"Permisi Nona,tugas kami sudah selesai.Kami pamit undur diri" kata Dokter.


"Baik,terima kasih" ucap Rani.


Kini tinggal Rani dan Naya yang ada di ruangan itu,Rey sedang keluar bersama Lee.


Rani mengerutkan keningnya saat melihat papan nama yang tertera di brankar Naya.


"Kenapa namanya berubah jadi Nana,pasti perawat itu salah tulis" gumam Rani.


Ceklek


Pintu ruangan terbuka,Rey dan Lee masuk ke ruangan itu.


"Rey,kenapa nama Naya berubah jadi Nana?" tanya Rani.


"Oh aku lupa,kalo mulai hari ini identitas kita berubah.Kita memulai hidup baru dengan nama baru" jawab Rey.


"Kenapa harus begitu Rey?" tanya Rani lagi.


"Untuk sementara saja sayang" jawab Rey.


Rani menghela nafasnya saat melihat nama yang tertulis di kartu identitas barunya.


"Kita akan tinggal dimana Rey?" tanya Rani.


"Di rumah baru kita,memang tidak besar tapi cukup untuk kita bertiga" jawab Rey.


"Apa aku boleh membantumu bekerja Rey?" tanya Rani.


"Tidak sayang,kamu cukup menjaga Naya di rumah" jawab Rey.


"Kenapa Naya berubah jadi Nana?" tanya Rani lagi.


"Kamu sudah seperti wartawan saja banyak bertanya sayang" kata Rey.


"Nayyara Nafisa aku singkat menjadi Nana" jawab Rey.


Oeekkk...


Nana menangis dan tentu saja itu menjadi kabar baik.


Rey langsung berlari memanggil Dokter.

__ADS_1


"Syukurlah,dia sudah sadar.Berarti dalam waktu dekat kalian sudah bisa membawanya pulang" tutur Dokter.


Rani memeluk tubuh Rey,dia senang mendengar penuturan Dokter barusan.


*


*


Tuan Danu memandang semua orang yang ada di hadapannya dengan tatapan buas.


"Adakah yang bisa menjelaskan padaku,kenapa Rey memilih pergi?" tanya Opa.


Semua terdiam,karena memang mereka tidak tahu apa alasan Rey pergi.


"David apa kamu belum juga berhasil melacak keberadaan Rey?" tanya Opa.


"Rey terakhir kali berada di Singapura pagi tadi Opa dan menurut informasi yang saya dapat,Rey membawa Naya berobat ke sana" jawab David.


"Bodoh!!" umpat Opa.


"Aku tahu kamu berbohong.Opa sudah melacak dan mengaduk seluruh kota tapi Rey tidak ada disana" kata Opa.


"Opa,sudah jangan marah-marah.Nanti darah tinggi Opa bisa kambuh" kata Oma.


"Maaf,Andre telat" kata Andre yang berjalan dengan tergesa-gesa.


Andre duduk di samping Kiandra.Suasana terasa sangat mencekam.


"Andre apa kamu tau alasan kenapa Rey bisa pergi dan memboyong keluarga kecilnya yang sampai saat ini Opa sendiri tidak tau mereka kemana.Semua fasilitas yang Opa berikan padanya dia tinggalkan di kamarnya" kata Opa.


"Sebenarnya kejadian ini sudah beberapa minggu yang lalu terjadi sebelum Rani melahirkan,saat itu Andre dan Rey tidak sengaja mendengar Daddy bercerita pada rekan bisnisnya dan Rey tersinggung dengan apa yang keluar dari mulut Daddy.Rey ingin membawa Rani pergi saat itu juga tapi Andre mencegahnya mengingat Rani yang sedang hamil besar saat itu" tutur Andre.


"Rey tersinggung,memangnya Elang cerita apa?" tanya Opa.


Andre menghela nafasnya,lalu mulai bercerita.


Flashback on


"Yes,akhirnya kita bisa memenangkan proyek ini.Kita harus segera melaporkan ini pada Daddy" kata Rey dengan bangga.


Rey dan Andre berjalan menuju ruang kerjanya,kebetulan Daddy sedang ada di sana bersama rekan kerjanya.


Saat hendak masuk Rey mendengar Daddy sedang bercerita tentang masa lalunya dan itu membuat Rey bersedih dan terluka.Rey mengurungkan niatnya untuk masuk,dia memilih diam dan mendengarkan pembicaraan mereka dari balik pintu.


"Bagaimana bisa Tuan Elang mempercayakan perusahaan sebesar ini pada Rey yang jelas-jelas bukan anak kandung dari Tuan?" tanya Rekan bisnis Daddy.

__ADS_1


"Kedua anakku tidak ada yang berminat melanjutkan perusahaan ini,jadi aku meminta Rey untuk menjadi penerus" jawab Daddy.


"Bukankah dulu Tuan berniat membuangnya,kenapa bisa sampai sekarang dia masih bersama Tuan?" tanya orang itu lagi.


"Aku hanya kasihan melihatnya,dia tidak punya siapa-siapa lagi.Ayah dan ibunya sudah meninggal,lagipula istri saya begitu menyayangi Rey.Dan juga keluarga Alberto sangat menyayanginya,saya mau bilang apa" tutur Daddy.


"Kalo saya jadi Tuan,saya akan benar-benar membuang Rey dari dulu,apalagi dia hanya anak dari hasil selingkuh mantan istri anda" kata Orang itu.


Dan entah apalagi yang mereka bicarakan,karena Rey langsung pergi meninggalkan kantor sambil menangis.


Flashback off


"Sejak hari itu,para investor banyak yang menarik sahamnya.Mereka tidak mau bekerja sama dengan perusahaan kita jika tetap Rey yang memimpin.Beberapa hari aku mencoba merayu para investor untuk bertahan dan akhirnya berhasil.Saat itu aku baru saja menikah dengan Ema.Rey memutuskan pergi demi menyelamatkan keluarga kita dari kebangkrutan.Hampir lima puluh persen dari pemilik saham mengancam akan menarik milik mereka jika Rey masih ada dalam lingkungan perusahaan.Mereka beralasan tidak mau bergabung jika anak haram yang memimpin,mereka takut terkena sial" tutur Andre.


"Elang,kenapa kamu ungkit lagi kisah yang sudah kita tutup?" tanya Opa sambil mengeraskan rahangnya.


"Maaf Pa,Elang tidak bermaksud mengungkit" jawab Daddy lirih.


"Apa kamu tau kemana Rey pergi?" tanya Opa pada Andre.


"Tidak tau Opa,karena sejak Andre menasehatinya Rey terlihat ceria kembali.Sampai hari dimana Rani melahirkan,bukankah semua juga merasakan kalo sikap Rey tetap seperti biasa" kata Andre.


"Anak itu sangat pintar menyembunyikan kesedihannya" tutur Oma.


Om David yang sedari tadi berada di depan laptop mendengus lalu menggeleng.


"Sepertinya Rey membentengi dirinya dan memutuskan semua akses agar kita tidak bisa melacak dan menemukannya" tutur Om David.


Mommy beranjak dari duduknya lalu melangkah pergi.


"Mau kemana Mom?" tanya Kiandra.


"Ke kamar,kepala Mommy pusing" jawab Mommy.


"Winara,sudah diam.Jangan menangis terus,kita pasti akan menemukan Abang" bujuk Kiandra.


"Winara sedih Bang.Bang Rey tau kalo kita bukan adik kandungnya,tapi Bang Rey tetap menyayangi dan melindungi kita.Abang ingat saat malam Winara di kepung para preman,Abang Rey menghajar semua preman itu sampai tangannya terluka karena tersayat pisau para preman itu.Bang Rey tidak menganggap kita orang lain,kasih sayangnya sangat tulus kepada kita" tutur Winara.


Daddy semakin merasa bersalah setelah mendengar penuturan putrinya.Dia berjanji dalam hati,akan mencari Rey dan keluarga kecilnya sampai ketemu.


"Ini semua karena Daddy" kata Winara lalu berlari ke kamarnya sambil terus menangis.


"Kita tidak usah saling menyalahkan,sekarang lebih baik kita cari saja jalan keluarnya" kata Oma.


"David dan Andre terus pantau dan lacak keberadaan Rey.Elang perintahkan seluruh anak buahmu yang ada di setiap pelosok di negara ini juga cari sampai ke luar negri.Opa yakin Rey tidak mungkin pergi jauh apalagi kondisi Rani yang masih lemah dan Naya yang masih sakit" perintah Opa.

__ADS_1


Semua mengangguk patuh.


__ADS_2