
Bruk...
Karena berjalan terburu-buru dan kurang hati-hati Rani yang sedang membawa keranjang belanja nya pun menabrak seseorang.
" Maaf bu, saya tidak sengaja" ucap Rani.
" Tidak apa-apa nak, lagi pula ibu yang berjalan tidak hati-hati" balas ibu itu.
Rani memperhatikan Wajah Ibu itu, wajahnya terlihat sangat Murung dan tidak bersemangat.
" Apa Ibu sedang ada masalah?" tanya Rani.
Ibu itu menghela nafasnya dengan panjang" Majikan ibu akan pindah keluar negeri, dan Ibu tidak mungkin ikut mereka pindah. Hari ini adalah hari terakhir Ibu kerja pada mereka. Ibu tidak tahu harus pergi kemana, karena rumah ibu yang di kampung sudah dijual oleh mantan suami ibu" curhat ibu itu.
Reni mengusap punggung ibu itu dengan lembut" Apakah ibu mau bekerja di rumah kami, Kebetulan kami sedang membutuhkan orang untuk bekerja" tawar Rani.Padahal di rumahnya sudah ada tiga orang pembantu.Rani merasa iba pada ibu itu.
Wajah Ibu terlihat sumringah" Benarkah itu nak, Ibu mau" jawab ibu itu.
Rani mengeluarkan sebuah kartu dari dompetnya lalu menyerahkan kartu itu kepada Ibu tadi," Ini alamat rumahku, kapan saja Ibu bisa datang ke rumah" Kata Rani.
Setelah perbincangan singkat antara Rani dan ibu itu, Rani pun pergi ke kasir untuk membayar barang belanjaannya.Setelah itu Rani pun pulang ke rumahnya. Sesampainya di rumah Rani menceritakan pertemuannya dengan seorang ibu di supermarket tadi pada Rey dan Rani juga mengatakan pada Rey bahwa ibu itu akan bekerja di rumah mereka. Rey tidak mempermasalahkan itu, walaupun sekarang sudah ada tiga orang yang bekerja di rumah mereka.
" Tapi Mami takut Pi,bagaimana kalau ternyata ibu itu komplotan dari penjahat" tutur Rani.
" Berarti ibu itu salah mencari mangsa" jawab Rey dengan santai.
" Tapi kalau dilihat-lihat sepertinya ibu itu orang baik, aku bisa baca dari sorot matanya" kata Rani.
" Walaupun begitu kita tetap harus waspada" kata Rey.
" Apa papi malam ini lembur?" tanya Rani.
Rey yang sedang memakai bajunya pun menoleh ke arah Rani" Papi hari ini tidak ke kantor, Kiandra mengajak Papi ketemuan. Katanya ada urusan penting yang ingin dia sampaikan" jawab Rey.
tok tok tok
Ada yang mengetuk pintu kamar mereka.
__ADS_1
" Siapa?" tanya Rey.
"Papi buka pintunya?" teriak Naya dari luar kamar.
Rani bergegas membuka pintu dan Naya pun langsung menghambur masuk ke dalam kamar dan naik ke kasurnya.
" Papi kenapa tidak jemput adek?" tanya Naya.
" Papi pikir Adek mau bobo di rumah om Lee" jawab Rey.
Naya mengerucutkan bibirnya" Adek nggak mau tidur di rumah om Lee ,di sana nggak ada Cimot" tutur Naya.
Setelah selesai memakai pakaiannya Rey berpamitan pada Rani dan Naya. Rey keluar dari kamarnya untuk menemui Lee sahabatnya yang sekarang sudah menjadi adik iparnya.
" Loh Winara enggak ikut? " tanya Rey.
Lee menggeleng kepalanya," Naya melarangnya untuk ikut. Sepertinya Naya cemburu pada winara" jawab Lee.
" Aku ada janji ketemuan sama Kiandra, Apa kamu mau ikut denganku Lee? " tanya Rey.
menggelengkan kepalanya" Aku janji pada winara akan mengajaknya jalan-jalan malam ini.Mungkin lain kali saja aku ikut denganmu" tolak Lee dengan halus.
Rey mengemudikan mobilnya ke tempat yang telah ditentukan oleh Kiandra. Sesampainya di tempat itu Rey turun dari mobilnya dan langsung menemui Kiandra yang sudah menunggunya di salah satu ruangan.
Rey duduk di kursi lalu memandang wajah adiknya," Ada hal penting apa yang ingin kamu sampaikan pada Abang?"tanya Rey.
Kiandra menghela nafasnya yang terdengar sangat berat.
Ehemmm Kiandra mendehem untuk menetralkan suaranya," Belakangan ini Imelda terlihat sering murung,Kiandra bingung harus bagaimana.Sudah dua tahun menikah tapi kita belum juga bisa menemukan Ibu Imelda, Kiandra belum bisa menepati janji Kiandra pada Imelda" curhat Kiandra.
Rey menatap iba wajah adiknya," Abang sudah mengerahkan beberapa orang untuk mencari keberadaan ibu kandung Imelda.Tapi, sampai saat ini mereka belum juga menemukannya. Ibu Imelda hilang bagai ditelan Bumi"ungkap Rey.
Kiandra tertunduk lesu di hadapan Rey," Aku hanya takut terjadi apa-apa pada kandungan Imelda" kata Kiandra.
Rey menepuk bahu Kiandra dengan lembut, "Bersabar,berdoa dan terus berusaha. Abang yakin cepat atau lambat jika Ibu Imelda masih hidup kita akan segera menemukannya" kata Rey.
Setelah puas meluahkan segala isi hatinya kepada Rey,Kiandra pun berpamitan untuk pulang.Begitu juga dengan Rey ,Dia harus cepat pulang karena dia berjanji pada Naya akan segera kembali ke rumah Setelah semua urusannya selesai.
__ADS_1
Ciiittt...
Rey mengerem mobilnya secara mendadak,saat seseorang mendadak melintas di depan mobilnya.Rey keluar dari mobil lalu menghampiri ibu itu yang terlihat sangat syok.
" Maaf nak ibu melamun tadi" ucap ibu itu saat Ray sudah berada di dekatnya.
" Apa Ibu baik-baik saja, Apa ada yang luka?" tanya Rey.
ibu itu tersenyum dibalik wajahnya yang pucat," Ibu tidak apa-apa nak,ibu baik-baik saja" jawab ibu itu.
Rey melihat ibu itu membawa sebuah tas berukuran sedang dan sebuah kartu di tangannya," Ibu mau kemana?" tanya Rey.
ibu itu melihat kartu nama yang ada di tangannya lalu memberikannya pada Rey," Ibu mau pergi ke alamat ini, Ibu sudah berputar-putar dari tadi.Tapi, tidak juga menemukannya" jawab ibu itu.
Rey membaca alamat yang tertera di kartu itu kemudian diapun tersenyum, " Apakah ibu yang tadi bertemu dengan istri saya di supermarket? " tanya Rey.
Ibu itu terkejut kemudian memandang wajah Rey," Apakah alamat rumah ini adalah rumahmu nak?" bukannya menjawab pertanyaan dari ibu itu malah balik bertanya.
Rey tersenyum lalu mengajak ibu itu masuk ke mobilnya," Perempuan yang tadi pagi bertemu ibu adalah istri saya" tutur Rey sambil mengemudikan mobilnya menuju ke arah rumahnya.
Rey memarkirkan Mobilnya di depan pintu, Rani dan Naya sedang duduk di kursi teras. Melihat mobil Rey,Naya pun tersenyum riang.
" Wah anak Papi sudah cantik" puji Rey lalu menggendong Naya.
Ibu yang bersama Rey tadi pun turun dari mobil lalu menghampiri Rani.
Rani terkejut saat melihat ibu itu turun dari mobilnya Rey," Loh kok Ibu bisa datang bersama Rey?" tanya Rani.
" Mi nanti saja ngobrolnya, ajak dulu Ibu masuk ke rumah" kata Rey.
Rani mengajak Ibu itu masuk dan duduk di ruang keluarga.Rani pergi ke dapur untuk membuat teh hangat lalu kembali lagi dan menyuguhkan teh itu pada ibu.
" Maaf Bu,sejak bertemu tadi saya lupa bertanya Siapa nama ibu" tutur Rani.
"Panggil saja ibu Desi nak" kata Ibu Desi.
Rani pun mengangguk.
__ADS_1
Rani dan Rey pun menjelaskan apa saja pekerjaan Bu Desi di rumah ini,setelah di rasa cukup Rani mengantarkan Bu Desi ke kamarnya supaya Bu Desi bisa beristirahat.