Cinta Masa Silam

Cinta Masa Silam
Elang Api


__ADS_3

Kiandra menghempaskan tubuhnya di kasur,seharian menemani Mommy dan Imelda berkeliling membuat tubuhnya lelah.


"Bang mandi dulu baru tidur" kata Imelda.


Kiandra menarik tubuh Imelda hingga terjatuh ke dalam pelukannya.


"Bang,Melda belum pakai baju nih" ujar Imelda karena dia baru saja selesai mandi.


Kiandra membuka matanya lalu mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Imelda yang berada di atas tubuhnya,senyumnya pun mengembang.


"Ngapain senyum-senyum?" kata Imelda curiga.


"Aku butuh obat lelah sayang" jawab Kiandra sambil menyeringai.


Tapi belum sempat Kiandra melakukan aksinya,ada yang mengetuk pintu kamarnya.


"Bang ada yang ketuk pintu tu" kata Imelda.


"Iya Abang tau" kata Kiandra santai.


"Bukain pintunya,siapa tau aja penting" kata Imelda.


"Biarkan saja,mungkin itu Mbak Romlah yang menyuruh kita makan malam" ujar Kiandra.


"Tapi kita kan sudah makan malam Bang" kata Imelda.


"Kiandra,apa kamu tidur?" tanya Opa dari luar kamar.


"Opa" Kiandra meminta Imelda turun dari tubuhnya dan dia pun langsung turun dari kasur lalu berjalan untuk membuka pintu.


"Ada apa Opa,Kiandra lelah" ujar Kiandra dengan wajah lelahnya.


"Opa hanya mau memberimu ini,jangan lupa besok di pakai dan jangan lupa pasangkan juga pada Imelda.Tapi jangan sampai ketahuan" Ujar Opa sambil berbisik agar Imelda tidak mendengarnya.


"Ada perlu apa Opa Bang?" tanya Imelda saat Kiandra kembali ke kasurnya.


"Hanya mengecek keadaan kita saja" jawab Kiandra.


"Bang,usia Opa berapa sih?" tanya Imelda.


"80 tahun" jawab Kiandra.


"Kalo Daddy?" tanya Imelda lagi.


"Hampir 60 tahun" jawab Kiandra.


"Di usia yang bisa di bilang tidak muda lagi,tapi Opa dan Daddy masih terlihat bugar dan tampan" puji Imelda.


"Hey...beraninya kamu memuji laki-laki lain di hadapan suamimu ini.Sepertinya kamu minta di hukum sayang" kata Kiandra.


"Laki-laki lain apanya,mereka ayah dan kakekmu.Bukan orang lain" bela Imelda.


"Tetap saja aku harus memberimu hukuman" kata Kiandra.


Kiandra menekan tombol remot dan otomatis pintu pun terkunci.

__ADS_1


"Emph...,Bang main sosor aja kayak angsa" protes Imelda saat Kiandra langsung ******* bibirnya dalam waktu yang lama,sampai-sampai Imelda kehabisan nafas.


"Karena kamu selalu menggodaku sayang" kata Kiandra.


Imelda mengerucutkan bibirnya sambil memasang wajah cemberutnya.


"Tu kan kamu menggodaku lagi" kata Kiandra.


"Apanya...." kata-kata Imelda terputus karena Kiandra kembali ******* bibirnya dan tangan Kiandra mulai membuka semua pakaian yang baru saja di pakai oleh Imelda.


.


.


"Kamu membuatku mandi di tengah malam Rey" gerutu Rani sambil mengeringkan rambutnya.


"Baru pukul sembilan malam sayang,belum tengah malam" ujar Rey santai sambil memakai bajunya.


"Sama aja" protes Rani.


"Beda dong sayang,kalo tengah malam itu tepat pukul nol-nol atau kamu mau aku menggempurmu lagi saat tengah malam nanti" Rey menggoda Rani.


"Sudah cukup,kita butuh tenaga untuk besok" tolak Rani.


Rey berdiri di belakang Rani yang sedang merapikan rambut panjangnya menggunakan sisir.


Rey menatap wajah Rani dari pantulan cermin.


"Kenapa menatapku seperti itu Rey?" tanya Rani yang menghentikan sebentar aktivitasnya.


"Aku takut terjadi sesuatu padamu besok" jawab Rey.


"Bukan masalah itu yang aku takutkan" gumam Rey dalam hatinya.


Rey tersenyum tapi itu tidak cukup untuk menutupi rasa khawatirnya.


"Ada apa Rey?" Rani memutar arah duduknya.


"Tidak ada apa-apa sayang,aku hanya memikirkamu juga bayi kita.Aku yakin besok tamu yang datang tidak sedikit dan itu akan membuatmu lelah" jawab Rey.


"Daddy bilang kalo lelah,aku boleh istirahat.Kan masih ada Kiandra dan Imelda yang bisa menyambut tamu yang datang" ujar Rani.


"Baikkah kalo begitu,pokoknya besok begitu kamu merasa lelah kamu harus langsung mengatakannya padaku" kata Rey.


"Iya sayang" ucap Rani.


"Sekarang tidurlah,kita butuh tenaga untuk besok" kata Rey.


"Gendong" pinta Rani.


"Dengan senang hati dan penuh rasa sayang Tuan Putri" ucap Rey sambil membungkuk dengan tangan kanan di dada dan tangan kiri berada di belakang.


Rani tersenyum melihat tingkah konyol suaminya,"Aku merasa seperti Ratu saja" ujar Rani.


"Kamu memang Ratu sayang,Ratu di hatiku" ucap Rey.

__ADS_1


Rey menggendong Rani ala bridal style dan membawanya ke kasur.


"I Love You Rey" ucap Rani.


"I Love You Too teu eureun- eureun(gak berhenti-berhenti)" balas Rey.


Rani mengerutkan keningnya,"Apa maksudnya itu Rey?" tanya Rani.


"Cintaku padamu tidak akan pernah berhenti" jawab Rey.


Rey berbaring di samping Rani,kemudian mereka pun tertidur.


Di saat para calon pengantin dengan lelapnya tertidur,Daddy dan teman-teman menyiapkan pasukannya di lapangan yang akan di jadikan tempat pesta esok hari.


"Jangan sampai ada yang lengah,karena kita belum tau besok siapa yang akan menyamar dan membuat keributan.Aku minta agar kalian tetap fokus pada kedua menantuku,karena mereka yang paling lemah di antara kita.Apalagi istrinya Rey,dia sedang hamil" tutur Daddy.


"Baik Bos" jawab seluruh anak buah Daddy serempak.


Jumlah mereka tidak sedikit,karena seiring berjalannya waktu warga kampung Elang Api pun bertambah banyak dan itu tidak bisa di hitung dengan jari.


"Selamat malam Bos,maaf saya terlambat" kata seseorang dari belakang Daddy.


"Bagaimana Ragil,apa rencananya?" tanya Daddy.


"Sisy menyuruh saya menaruh racun di setiap makanan yang akan di hidangkan Bos,terutama pada makanan Nona Imelda" jawab Ragil.


"Lalu apa kamu akan melakukannya Ragil,secara kamu sudah mendapatkan tubuhnya?" tanya Daddy dengan sorot mata yang tajam.


"Saya akan tetap melakukannya Bos" jawab Ragil.


"Bagus,lakukan tugasmu dengan baik" ucap Edo.


"Ambil ini" kata Haris sambil memberikan beberapa botol berisi serbuk.


"Lakukan dengan baik" perintah Daddy.


"Siap Bos" jawab Ragil.


"Oke semua,ini namanya Ragil teman Kiandra sekaligus anggota kita juga.Besok dia bertugas menaburkan bubuk ini ke setiap makanan yang ada di area pesta dan bubuk ini aman.Dia juga kekasih dari perempuan yang saya ceritakan tadi,tapi kita tidak perlu khawatir karena dia ada di pihak kita" Daddy memperkenalkan Ragil pada seluruh anggota Elang Api.


"Bagaimana jika dia berkhianat dan malah menaburkan racun asli yang diberikan oleh gadis itu?" tanya Seorang anggota Elang Api.


"Wajar kalo kalian curiga,tapi saya mendekati wanita itu bukan karena cinta melainkan untuk balas dendam" jawab Ragil.


Daddy memberi ruang kepada Ragil untuk menjelaskan pada anggota yang lain.


"Dendam apa?" tanya Orang itu lagi.


"Karena dia telah membunuh anak kedua saya beberapa tahun yang lalu" jawab Ragil penuh dengan kebencian.


Daddy menepuk bahu ragil,"Hilangkan kebencian dari hatimu karena itu akan merugikanmu sendiri" kata Daddy.


Ragil mengeluarkan ponselnya lalu menunjukkan foto yang ada di ponselnya pada semua orang yang ada di situ.


"Siapa itu?" tanya Daddy.

__ADS_1


"Orang yang di foto ini adalah kekasih Sisy yang lain,jika kalian melihatnya besok jangan biarkan dia masuk karena tugasnya sama dengan tugasku" tutur Ragil.


Daddy memberikan ponsel milik Ragil pada Om David dan Om David langsung menyambungkan ponsel milik Ragil ke layar monitor agar semua anggota bisa melihat wajah laki-laki dalam foto itu dengan jelas.


__ADS_2