
Semua keluarga Alberto sudah berkumpul di ruangan sidang,mereka sedang menyaksikan sidang antara Andre dengan pihak penuntut yaitu Retno.
Retno bersikeras bahwa Andre adalah ayah biologis dari keponakannya, Ajeng. Andre hanya mendengarkan celotehan Retno dengan santai seperti di pantai. Retno menunjukkan surat wasiat yang sempat ditulis oleh Ratna selaku Ibu biologis dari Ajeng. Retno juga menyerahkan akte kelahiran dan semua yang dibutuhkan untuk menuntut Andre.
" Saudara Andre Bisakah anda menjelaskan Kenapa Anda menolak untuk mengakui Ajeng sebagai Putri anda,sedangkan di sini dengan jelas tertulis nama anda"
" Bapak-bapak dan ibu-ibu yang terhormat...di dalam keluarga saya, Keluarga besar saya Maksudnya saya memang bernama Andre Putra Jonathan.Tapi,itu hanya sekedar nama,karena nama asli saya adalah Andreas.Bapak bisa melihatnya di berkas-berkas milik saya. Dan bisa bapak lihat di akte kelahiran yang sedang bapak pegang, di situ tertulis jika usia anak ini berusia lima tahun saat ini. sedangkan lima tahun yang lalu saya masih berada di Amerika. lagi pula Saya tidak mengenal wanita yang bernama Ratna." tutur Andre.
"Bisa saja,setelah kamu meniduri adik saya.Kamu baru pergi ke Amerika untuk melarikan diri" suara Retno meninggi.
"Saya mohon tenang,jangan berteriak"
"Silahkan anda lanjutkan Tuan Andre"
Andre menghela nafasnya, "Sebenarnya saya malas bertele-tele,Jadi langsung saja saya panggil orang yang bernama Andre Putra Jonathan sekaligus Ayah biologis dari anak yang bernama Ajeng. Untuk itu dalam kesempatan ini saya mengundang orang tersebut untuk masuk ke ruang sidang" kata Andre dengan lantang.
Semua orang yang berada dalam ruangan sidang terlonjak kaget saat mendengar perkataan Andre. Kenapa bisa ada dua orang Andre Putra Jonathan? pertanyaan yang muncul dari setiap orang yang hadir di sana. orang yang dimaksud oleh Andre pun muncul, persidangan ditunda dalam beberapa menit ke depan.
...----------------...
sidang pun selesai setelah menunjukkan surat hasil tes DNA akhirnya Andre Putra Jonathan membawa Ajeng pulang ke rumahnya.
Retno meminta maaf kepada Andre dari pihak keluarga Alberto karena sudah menuduh yang tidak-tidak. dengan besar hati Andre beserta keluarga Alberto yang lain memaafkan Retno dan mereka memaklumi apa yang sudah dibuat oleh Retno.
" Wajah Ajeng sangat cantik,aku menyukainya" tutur Ema saat dia dan Andre sedang dalam perjalanan pulang menuju rumah mereka.
" Walaupun dia cantik tapi dia Bukan Anakku" kata Andre.
Di mobil Rey,
Rani dan Naya sudah tertidur di kursinya, Suasana di ruang sidang membuatnya jenuh dan mengantuk. Rey mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke rumahnya. sesampainya di rumah Rey membangunkan Rani dengan lembut.
" Sayang,bangun.Kita sudah sampai di rumah" kata Rey.
Rani membuka matanya lalu mengerjapkannya beberapa kali.
__ADS_1
Rey turun dari mobil lalu menggendong Naya dan membawanya ke kamar.Rani merebahkan tubuhnya di kasur,Rani memijat kepalanya.
"Kenapa Mi,kepalanya pusing?" tanya Rey lalu duduk di samping Rani.
"Iya nih Pi,tiba-tiba aja kepala Mami pusing" jawab Rani.
Rey menyingkirkan tangan Rani,lalu dia memijat kepala Rani dengan lembut.Tidak lama kemudian Rani pun tertidur.
" Pasti kamu kelelahan mengurus Naya sendirian,apalagi sekarang Naya semakin aktif bergerak dan tidak mau diam" gumam Rey sambil membelai rambut Rani.Rambut yang sudah mulai panjang dan tidak rontok lagi seperti waktu Rani masih mengidap kanker dulu.
Rey turun dari kasur lalu berjalan keluar kamarnya.Rey mengeluarkan ponselnya lalu menelpon Daddy.
" Hallo Rey,ada apa?" tanya Daddy dari seberang telpon.
" Rey butuh dua orang untuk bekerja bersih-bersih rumah,satu orang tukang kebun.Sepertinya Rani kecapekan karena harus mengurus rumah juga Naya sendiri dan sekarang dia demam" jawab Rey.
" Rani demam" seru Daddy.
"Daddy akan membawa orang itu besok" kata Daddy lalu memutuskan panggilan dari Rey.
" Siapa yang demam Dad?" tanya Mommy.
"Mereka butuh orang untuk membantu Rani mengerjakan pekerjaan rumah" kata Mommy.
" Tadi Rey meminta pada Daddy mencarikannya orang untuk bekerja di rumahnya" tutur Daddy.
"Lalu Daddy menyanggupinya?" tanya Mommy.
"Daddy akan menelpon warga kampung kecil dan meminta beberapa orang untuk bekerja di rumah Rey" jawab Daddy.
"Kiandra juga mau Dad" seru Kiandra yang baru saja datang lalu duduk di samping Mommy.
"Imelda mana nak?" tanya Mommy.
Kiandra bersandar di bahu Mommy dengan manja," Kiandra mengantarkannya ke rumah Bang Rey.Dia kangen sama Naya katanya dan sesampainya kami di sana ternyata Si Tempe sedang tidur" jawab Kiandra.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan kakakmu?" tanya Daddy.
"Tekanan darahnya rendah,dan kak Rani juga butuh banyak istirahat" jawab Kiandra.
Kiandra mengangkat kepalanya," Oya Dad,Ragil tadi menghubungi Kiandra,dia berkata pada Kiandra bahwa dia menerima tawaran Daddy tempo hari" tutur Kiandra.
"Daddy menawarkan apa pada Ragil?" tanya Mommy.
Dady tersenyum,"Daddy menawari Ragil untuk membawa anak dan istrinya tinggal di kampung kecil" jawab Daddy.
Daddy mengajak Kiandra ke ruang kerjanya.
"Apa sikap Ragil pada istrinya sudah mulai berubah?" tanya Daddy.
Kiandra bersandar di sofa dan menjadikan kedua tangannya sebagai bantalan kepala." Menurut laporan orang suruhan Kiandra,katanya Ragil sudah mulai berubah.Ragil sudah mau bermain dan bercengkrama dengan anaknya juga sikapnya terhadap Sisy jauh lebih lembut dari sebelumnya" tutur Kiandra.
"Semoga selamanya dia bersikap baik seperti itu.Dendam itu tidaklah baik.Penyakit yang paling berbahaya menurut Daddy adalah dendam.Karena dendam bisa membuat kita melakukan apa saja bahkan menghalalkan segala cara agar bisa membalaskan dendam dan itu bisa merugikan diri kita sendiri.Hidup tidak tenang dan hati selalu gelisah" kata Daddy.
"Bagaimana Imelda?" tanya Daddy.
Kiandra menghela nafasnya," Kiandra memintanya untuk berhenti bekerja,tapi dia bersikeras untuk tetap bekerja" jawab Kiandra.
"Bicara pelan-pelan,jangan memaksanya.Beri dia pengertian dengan bahasa halus,pasti dia akan mengerti" saran Daddy.
"Tidak mudah untuknya sampai ketitik ini,banyak lika-liku yang harus dia tempuh.Kamu harus tau itu" kata Daddy.
Kiandra terdiam,memikirkan setiap perkataan Daddynya barusan.
"Sudah dua tahun Kiandra menikah,tapi belum juga kita mendapat info tentang ibunya Imelda" kata Kiandra.
"Kamu benar,Daddy saja hampir putus asa" kata Daddy.
"Apa mungkin ibunya Imelda sudah meninggal?" tanya Kiandra.
Daddy memandang wajah Kiandra lalu menggeleng," Belum.Ibunya Imelda masih hidup" jawab Daddy.
__ADS_1
"Darimana Daddy tahu?" tanya Kiandra.
"Om David berhasil menemukan alamat terakhir ibunya Imelda.Tapi,kata orang yang tinggal di sekitar sana ibunya imelda sudah pindah.Dan yang membuat kita susah untuk melacaknya adalah karena dia tidak merubah alamat tinggalnya.Dia tetap memakai identitas yang lama di tempat barunya dan Daddy tidak tau tempat barunya itu dimana" jawab Daddy.