Cinta Masa Silam

Cinta Masa Silam
Pertemuan


__ADS_3

Imelda menghambur ke dalam pelukan Bu Desi,Bu Desi yang masih bingung pun hanya mampu membalas pelukan Imelda.Ada rasa hangat dalam hatinya saat dia memeluk Imelda.Tapi Bu Desi belum bisa mengartikan perasaan apa itu.Yang dia tau,dia merasa dekat bahkan seolah Imelda adalah bagian dari hidupnya.


"Kenapa kamu menangis nak,apa kamu sedang merindukan ibumu saat ini?" tanya Bu Desi sambil membelai rambut Imelda dengan lembut.


Imelda melepaskan pelukannya lalu memandang wajah Bu Desi," Apa Ibu sama sekali tidak mengenaliku?" tanya Imelda.


Bu Desi menggelengkan kepalanya," Maaf nak,Ibu bingung.Sebenarnya ada apa? kenapa tiba-tiba kamu menangis saat melihat ibu?" tanya Bu Desi.


Imelda mengambil sesuatu dari dalam tasnya lalu menunjukan pada Bu Desi.Sebuah foto usang,Imelda bersama ayah yang selama ini merawat dan membesarkannya dan juga ayah yang sudah tega menjualnya seharga satu milyar pada Daddy.


Tangan Bu Desi bergetar saat memegang dan melihat foto itu.Air matanya pun jatuh berlinang membasahi pipi yang mulai keriput.


"Apa benar ini kamu nak? tapi dia bilang kamu sudah meninggal dan kenapa namamu berubah jadi Imelda?" cecar Bu Desi.


Imelda kembali memeluk Bu Desi sambil nangis sesenggukan," Akhirnya Melda menemukanmu Bu" kata Imelda disela-sela tangisnya.


Imelda menuntun Bu Desi untuk duduk di kursi," Siapa yang bilang Imelda sudah mati Bu?" tanya Imelda.


Bu Desi beranjak dari kursinya," Tunggu sebentar" pinta Bu Desi pada Imelda.


Bu Desi berjalan menuju kamarnya,saat Bu Desi pergi Kiandra,Daddy dan Om Edo pun datang.


"Sayang kenapa kamu menangis?" tanya Kiandra.


"Iya nak,kenapa kamu menangis?" sambung Daddy.


"Imelda sudah menemukan Ibu" jawab Imelda.


Kiandra,Daddy dan Om Edo saling bertukar pandang setelah mendengar jawaban Imelda.


"Ibu? maksudmu ibu kandungmu nak? dimana dia sekarang? ayo kita pergi untuk menjemputnya" seru Daddy.


Imelda menggeleng dan itu membuat ketiga orang dihadapannya bingung.


"Ibu Melda ada di sini,di rumah ini" kata Imelda bertepatan dengan munculnya Bu Desi.


"Elang....Edo" kata Bu Desi.


"Desi Kumala" seru Om Edo.

__ADS_1


"Gila...bener-bener bikin gila.Aku mengerahkan seluruh anak buahku untuk mencarimu,tapi kamu malah kami temukan di rumah kami sendiri" tutur Om Edo.


Semua duduk di ruang keluarga.Imelda meminta penjelasan pada Bu Desi,kenapa Bu Desi bisa tidak ingat pada Imelda.


"Ayah tirimu membawamu pergi saat kamu masih kecil nak,sekitar umur tujuh atau delapan bulan kalo ibu tidak salah ingat.Ibu tidak bisa mencarimu saat itu karena ibu sakit,tapi dua tahun dari itu ibu mencarimu dan Ayahmu bilang kamu sudah meninggal.Ibu hancur saat itu nak dan ibu juga tidak tau kalo nama Taniamu diganti menjadi Imelda" tutur Bu Desi.


"Ayah tiri?" tanya Daddy dan Om Edo bersamaan.


Bu Desi menghela nafasnya dengan panjang,"Iya Lang,dia ayah tirinya Imelda.Dia menculikku saat aku sedang hamil Imelda.Dia memaksaku menikah dengannya,padahal saat itu dia sudah punya istri dan mungkin Melda kenal dengan wanita itu" kata Bu Desi dan Imelda pun mengangguk.


"Lalu siapa ayah kandung Melda?" tanya Om Edo.


"Anak dari pemilik Jona Corp." jawab Bu Desi.


"Siapa,putra Jonatan ada dua?" tanya Daddy.


"Gerry" jawab Bu Desi.


"Bukankah Gery ayahnya Andre yang kemaren baru selesai sidang Lang?" tanya Om Edo.


"Andre? anak Gery bukan andre tapi Anders.Aderson Putra Jonathan" kata Bu Desi.


"Kenapa ibu bisa meninggalkan ayah kandung Melda bu dan kenapa ayah bilang ibu selingkuh?" tanya Imelda.


"Lalu bagaimana dengan Gerry,apa dia tidak mencarimu? dan kenapa kamu tidak kembali ke rumah Gerry saat kamu sudah tidak lagi bersama ayah tiri Imelda?" Daddy mencecar Bu Desi dengan banyak pertanyaan.


"Aku tidak berani pulang Lang,dia pasti marah padaku" jawab Bu Desi.


"Tapi setauku Gerry masih menduda sampai saat ini" kata Om Edo.


Setelah mendengar penjelasan dari Bu Desi,Imelda dan Kiandra pun memutuskan untuk membawa Bu Desi pulang ke rumah mereka.Tentu saja mereka sudah izin kepada Rani selaku majikan Bu Desi.


"Kakak tidak merasa menjadi majikan untuk Bu Desi dan juga yang lainnya.Kakak menganggap semua pelayan di ruman ini adalah teman kakak" tutur Rani pada Imelda.


Setelah kepergian Kiandra,Imelda dan Bu Desi,Deddy dan Om Edo juga pamit.


Deddy duduk di samping Om Edo yang sedang menyetir.Mereka berencana pergi ke rumah Gerry.


"Waw...mimpi apa saya semalam bisa kedatangan tamu istimewa hari ini" sambut Tuan Gerry saat Daddy dan Om Edo bertamu ke kediamannya.

__ADS_1


"Hai Ajeng?" sapa Om Edo.


Ajeng duduk di samping Tuan Gerry.


Tanpa mengulur waktu atau pun berbasa-basi Daddy menceritakan tentang Imelda juga Bu Desi kepada Tuan Gerry.Tuan Gerry terkejut mendengar penuturan Daddy dan Om Edo.


"Mama masih hidup? dimana dia sekarang?" tanya Anders.


"Di rumah anak keduaku?" jawab Daddy.


Anders mengerutkan keningnya,"Bagaimana Mama bisa berada di rumah Kiandra?" tanya Anders.


"Bu Desi adalah ibu kandung dari Imelda dan Imelda adalah istri dari Kiandra" jawab Daddy.


"Bertahun-tahun aku berusaha mencarinya,tapi aku tidak berhasil menemukannya.Setelah dua tahun berlalu sejak terjadinya penculikan itu,aku mendengar kabar kalo Desi dan Putriku meninggal" kenang Tuan Gerry sambil memandang foto pernikahan yang terpasang di dinding dengan ukuran besar.


Anders menyambar kunci mobilnya,"Aku harus bertemu Mama" seru Anders lalu pergi menggunakan mobilnya.


"Tuan Gerry,beberapa hari yang lalu kami terlibat masalah yang berhubungan dengan putra anda,tapi disitu tertulis namanya Andre bukan Anders?" tanya Daddy.


Tuan Gerry tersenyum,"Anders putraku dari istriku yang pertama,tapi saat Anders berusia satu tahun ibunya selingkuh dan kabur bersama selingkuhannya.Desilah yang membesarkannya dan yang Anders tau Desi lah Ibunya.Dia tidak mau mengakui ibu kandungnya,Anders lebih menyayangi Desi.Anders adalah nama yang di sematkan Desi padanya" jawab Tuan Gerry.


"Kalau begitu, mulai saat ini kita panggil dia Anders saja biar tidak tertukar dengan Andre" kata Om Edo.


Dan mereka pun tertawa bersama.


Anders memarkirkan mobilnya di depan rumah Kiandra,tidak sulit baginya untuk mencari rumah Kiandra.


"Ma...Mama" teriak Anders dari teras rumah Kiandra.


Kiandra yang sedang berada di ruang keluarga bersama Imelda dan Bu Desi pun berjalan menuju pintu depan.Mencari tahu siapa yang berteriak di depan rumahnya.Saat melihat Bu Desi berjalan ke arahnya,Anders pun langsung menghampiri Bu Desi kemudian memeluknya.


"Anders" ucap Bu Desi lirih.Dia masih mengenali wajah putranya itu.


"Anders kangen sama Mama.Anders kira Mama sudah mati.Anders mencari Mama kemana-mana tapi laki-laki itu bilang Mama sudah mati" tutur Anders.


Bu Desi menangis haru,dia masih tidak menyangka di masa tuanya akhirnya dia bisa bertemu kembali dengan anak-anaknya.Penderitaan berpuluh-puluh tahun yang dia lalui,terbayar sudah dengan kebahagiaan hari ini.


"Desi" panggil seseorang yang suaranya sangat familiar di telinga Bu Desi.

__ADS_1


Bu Desi menghapus air mata yang menghalangi pandangannya.


"Mas" ucap Bu Desi pada laki-laki yang sedang berdiri di hadapannya.


__ADS_2