Cinta Masa Silam

Cinta Masa Silam
Kampung Kecil


__ADS_3

Semua sudah duduk di ruang makan,Naya duduk di pangkuan Daddy.


"Mel,Mommy lihat dari tadi kamu melamun terus.Ada apa?" tanya Mommy.


Kiandra yang mendengar itu pun langsung memandang wajah Imelda,"Ada apa sayang?" tanya Kiandra dengan lembut.


Imelda memandang wajah Kiandra,"Permisi semuanya" ucap Imelda lalu menarik Kiandra menjauh dari ruang makan.


"Ada apa sayang,kenapa kamu membawaku jauh dari mereka?" tanya Kiandra.


Hoeekk...


Imelda tidak menjawab pertanyaan Kiandra,dia sudah tidak sanggup lagi menahan mual yang sedari tadi di tahannya.


"Sayang,kamu kenapa? kamu sakit?" tanya Kiandra panik.


"Gak tau Bang,masakan Kak Rani bikin perut Melda mual" jawab Imelda.


"Kenapa bisa begitu?" tanya Kiandra bingung.


Imelda dan Kiandra duduk di kursi taman belakang.


"Kalian gak ikut makan?" tanya Mommy.


Imelda dan Kiandra saling bertukar pandang,mereka bingung harus menjawab apa.


Mommy menghampiri mereka berdua,"Ada apa?" tanya Mommy dengan lembut.


"Kepala Imelda tiba-tiba pusing Mom,gak tau kenapa" jawab Imelda.


"Kamu sakit Mel,lebih baik kalian cepat pergi ke rumah sakit sekarang" perintah Mommy.


Kiandra dan Imelda pun mengangguk,lalu mereka pergi lewat pintu samping.


"Loh Kiandra sama Melda mana Mom?" tanya Daddy.


"Mereka pergi ke rumah sakit" jawab Mommy.


Mommy kembali duduk di kursinya,lalu mereka pun mulai menyantap makan malamnya.Tidak ada yang bertanya kenapa tiba-tiba Kiandra dan Imelda pergi ke rumah sakit.Mereka berpikir mungkin ada keadaan darurat di rumah sakit yang mengharuskan mereka pergi ke sana.


—————


Rani menggendong Naya menuju kamarnya,sedangkan Rey sudah masuk ke ruang kerjanya.Daddy dan Mommy sudah pulang setelah mereka makan malam tadi.


Rani merebahkan tubuhnya di samping Naya,matanya mulai dia pejamkan.

__ADS_1


"Sayang,shalat isya dulu baru tidur" kata Rey mengingatkan.


Rey meletakkan laptopnya di atas meja,lalu menggendong Rani dan membawanya ke kamar mandi.


Rani dan Rey pun berwudhu,setelah itu mereka pun shalat bersama.


"Apa Imelda marah sama Mami ya Pi?" tanya Rani sambil melipat mukenanya.


"Marah kenapa Mi? emang Mami ada buat salah sama Melda?" Rey balik bertanya.


"Mami tadi ada tanya sama Melda,udah menikah dua tahunan kok masih betah aja mereka berdua" jawab Rani.


Rey memandang wajah Rani lalu tersenyum,"Melda ataupun Kiandra bukan tipe orang yang mudah tersinggung.Lagi pula Kiandra tadi juga curhat masalah kehamilan Imelda yang tidak kunjung datang.Kiandra takut dia yang bermasalah" tutur Rey.


"Imelda bilang mereka melakukan program hamil" kata Rani.


"Iya,tapi cuma setahun setelah pernikahan habis itu mereka memutuskan untuk berhenti" kata Rey.


"Sudah,jangan terlalu dipikirkan.Lebih baik kamu mikirin si buntal tu,bagaimana caranya agar aku bisa pergi ke kantor tanpa diiringi oleh air mata lebaynya" sambung Rey sambil tersenyum.


"Pasti banyak drama" kata Rani.


Rey berjalan menuju kasurnya lalu berbaring di samping Naya,"Sewaktu aku kecil dulu,aku selalu merengek agar Daddy tidak pergi bekerja.Tapi,Mika dan Mbak Rita selalu berhasil membujukku.Pernah sekali aku berpura-pura sakit dan pada akhirnya aku sakit beneran.Tapi semua itu berubah saat Mommy datang,aku mulai tidak peduli lagi pada Daddy" kenang Rey pada masa kecilnya.


"Mika berhenti bekerja karena dia menikah sedangkan Mbak Rita bergabung dengan anggota Elang Api di kampung kecil" jawab Rey.


"Kampung kecil?" tanya Rani.


"Sebuah perkampungan yang di bangun Daddy khusus untuk anggota Elang Api" jawab Rey.


"Sungguh luar biasa,sampai-sampai mereka punya perkampungan sendiri"Rani berdecak kagum.


"Yang lebih luar biasa lagi adalah kesetiaan mereka pada Elang Api,dari orang tuanya sampai anak cucunya ikut bergabung.Kini jumlahnya sudah tidak terhitung lagi" tutur Rey.


"Apa aku boleh datang kesana?" tanya Rani dengan hati-hati.


"Tentu saja boleh sayang,mereka pasti sangat senang jika salah satu dari keluarga Alberto datang berkunjung.Semua jenis makanan dari berbagai macam daerah seantero nusantara akan di hidangkan dan juga mereka akan mengadakan pertunjukan kebolehan yang mereka miliki" jawab Rey panjang lebar.


"Semua mereka lakukan untuk menyambut kita?" tanya Rani.


"Iya,itu mereka lakukan sebagai ungkapan terima kasih mereka pada Alberto atas apa yang sudah Alberto berikan pada mereka" jawab Rey.


Rey menatap langit-langit kamarnya,"Kebanyakan dari anggota Elang Api dulunya adalah anak jalanan,Opa merangkulnya lalu memberikan mereka kehidupan yang layak lalu menempatkan mereka di sebuah rumah yang letaknya jauh di dalam hutan.Sejak Daddy dewasa,Daddy yang memimpin mereka dan mengajarkan mereka ilmu beladiri juga ilmu menembak.Saat anggota Elang Api mulai berkeluarga,Daddy pun membuat sebuah perkampungan kecil.Awalnya hanya beberapa rumah saja,namun seiring berjalannya waktu jumlah mereka semakin banyak dan terus bertambah.Daddy dan teman-temannya akhirnya membangun sebuah mall dan fasilitas lainnya,seperti sekolah,rumah sakit dan sebuah penginapan.Daddy menembuskan jalan itu ke kota.Jadi sekarang tidak hanya Elang api saja yang bisa melintas,warga umum juga bisa kesana" Rey mengakhiri ceritanya.


Kriing...

__ADS_1


Ponsel milik Rani berdering,Rani melihat nama Imelda tertera di ponselnya.


"Ada apa Imelda menelpon tengah malam begini?" tanya Rani.


"Angkat saja,siapa tau penting" kata Rey.


Rani mengangguk lalu mengangkat ponselnya,"Hallo Mel,ada apa malam-malam begini telpon?" tanya Rani.Dia mengaktifkan pengeras suara di ponselnya.


"Maaf kak mengganggu,Melda cuma mau tanya.Apa ponsel Kiandra tertinggal di sana?" tanya Imelda dari sebrang telpon.


Rey mengangguk.


"Iya,ponselnya ada di sini" jawab Rani.


"Kami ada di depan" kata Imelda.


Rey langsung turun dari kasurnya,Rani mengikutinya dari belakang.


"Kenapa tidak langsung masuk saja,pintu rumah tidak pernah di kunci" kata Rey sambil menyerahkan ponsel pada Kiandra.


"Aku hanya ingin mengganggu Abang saja"ujar Kiandra sambil tersenyum.


Rey memukulkan tinjunya ke lengan Kiandra,"Dasar anak nakal" ucap Rey.


Tiba-tiba Kiandra memeluk Rey lalu nangis sesenggukan.


"Hai,kenapa menangis.Aku bahkan tidak pakai tenaga sama sekali saat meninjumu" kata Rey.


"Aku akan punya anak Bang,sebentar lagi aku dan Melda akan punya anak" tutur Kiandra disela-sela tangisnya.


Rey dan Rani saling bertukar pandang,"Benarkah?"tanya mereka bersamaan.


Kiandra mengangguk lalu menceritakan kenapa tadi dia dan Imelda pergi ke rumah sakit.Rani menghampiri Imelda kemudian memeluknya dengan erat.


"Selamat ya Melda" ucap Rani.


"Maaf ya Kak,Melda tadi tidak ikut makan malam bersama" kata Imelda penuh dengan penyesalan.


"Tidak apa-apa Mel,kakak cukup mengerti" kata Rani.


"Kakak jangan tersinggung ya" pinta Imelda.


"Itu sudah biasa terjadi pada ibu hamil,kamu tidak perlu khawatir dan merasa tidak enak" tutur Rani.


Akhirnya mereka pun kembali berpelukan seraya memanjatkan puji syukur karena Tuhan sudah mengabulkan doa mereka.

__ADS_1


__ADS_2