
" Adek,habiskan dulu sarapannya.Kalo makanannya gak habis gak boleh ikut Papi kerja" kata Rey.
Naya yang sedang duduk di lantai sambil bermain dengan Cimot pun memandang wajah Rey yang sedang duduk di kursi.Naya mengerucutkan bibirnya,lalu berdiri.
"Adek gak boleh ikut Papi kerja.Kata Mami nanti Adek ganggu Papi" adu Naya.
Rey melirik ke arah Rani yang sedang menyantap sarapannya.Rani bersikap acuh,seolah tidak mendengar perkataan Naya.Rani mengunyah nasi gorengnya tanpa menghiraukan Naya yang terus menyindirnya.
"Mami ada benarnya juga.Hari ini memang Papi sedikit sibuk" kata Rey.
"Kalo gitu Adek nanti mau ke rumah Kakek saja, Adek minta tolong Pak Karto untuk antar Adek ke sana" tutur Naya.
Rey mengulum senyumnya," Kakek sama Nenek gak ada di rumah,mereka pergi keluar kota" seloroh Rey.
Dengan lesu Naya duduk di kursinya lalu mulai menghabiskan makanannya.
"Mi,jam makan siang nanti bawa Naya ke kantor.Selepas jam makan siang kerjaan papi sedikit santai" titah Rey pada Rani.
" Mungkin Naya merasa suntuk karena sudah lama kita tidak pergi jalan-jalan" sambung Rey.
"Baiklah" ucap Rani.
Rey menyudahi sarapannya lalu mengacak rambut Naya," Papi pergi kerja dulu ya.Adek sekarang mandi trus pake baju yang rapi dan dandan yang cantik.Nanti Mami akan membawa Adek ke kantor Papi" ujar Rey.
Mata Naya berbinar lalu menoleh ke arah Rani," Beneran Mi,kita nanti pergi ke kantor Papi?" tanya Naya.
Rani hanya tersenyum saja lalu menganggukkan kepalanya.Naya turun dari kursi dan langsung bergoyang.
Rani dan Rey geleng-geleng kepala melihat tingkah konyol Naya.Rani mengantar Rey hingga ke dekat mobilnya.
"Hati-hati di jalan" pesan Rani.
Rey mengangguk lalu mencium kening Rani.
"Nanti supir kantor akan menjemput kalian" ujar Rey.
Naya mencium punggung tangan Rey,"Bye...Papi" ucap Naya sambil melambaikan tangannya ke arah mobil Rey yang mulai bergerak secara perlahan meninggalkan rumah.
Tling...
Sebuah pesan singkat masuk ke ponsel milik Rani.
"Tidak usah masak,nanti kita makan diluar" begitu bunyi pesan yang di kirimkan oleh Rey kepada Rani.
__ADS_1
"Unah,nanti masak secukupnya saja ya.Karena Mbak sama Naya mau keluar dan mungkin pulang malam" kata Rani pada Unah.
"Baik Mbak" sahut Unah.
Rani membawa Naya ke kamar,Rani menyiapkan beberapa barang milik Naya lalu memasukkannya ke dalam tas berukuran kecil.Setelah itu Rani mengajak Naya untuk mandi.Karena sejak bangun dari tidurnya Naya belum mandi.Selesai mandi Rani dan Naya memilih untuk menonton TV sambil menunggu jemputan mereka datang.
...----------------...
Di kantor, Rey sedang duduk santai sambil menunggu kedatangan Istri dan anak tercintanya.Jam sudah menunjukkan pukul setengah dua belas siang.
"Permisi pak,ini berkas laporan yang bapak minta" kata sekertaris Rey.
Sekertaris Rey seorang wanita berwajah cantik,berbadan tinggi,putih dan langsing.Setiap ke kantor pasti menggunakan baju yang seksi dan sangat minim.
Pintu terbuka,
Naya langsung berlari ke arah kursi Rey.
"Sayangnya Papi sudah datang" sambut Rey lalu mengangkat tubuh Naya dan mendudukkan Naya di pangkuannya.
Rani berjalan masuk ke kamar pribadi milik Rey untuk menaruh tas yang berisi barang-barang milik Naya.Setelah itu Rani menghampiri Rey dan Naya.
"Adek sama Mami dulu yuk,Papi masih kerja tu" bujuk Rani.
"Sudah sayang,biarkan saja dia disini.Papi cuma cek laporan hasil meeting tadi saja" kata Rey.
Setelah semua laporan sudah dibaca,Rey pun menyerahkan kembali berkas itu pada sekertarisnya.
"Kamu berikan berkas ini pada pak Andre,biar pak Andre yang mengurus semuanya" perintah Rey.
"Baik Pak" kata sekertaris itu patuh.
"Cantik ya Pi" kata Rani sambil terus memandangi sekertaris yang berjalan menuju ke arah pintu keluar.
Rey tersenyum lalu mendekati Rani yang sedang duduk di sofa," Mami cemburu ya" kata Rey.
"Mami tidak cemburu" ucap Rani.
"Secantik apapun wanita lain di luaran sana,bagi papi hanya mami yang paling cantik.Wanita yang paling hebat dan tangguh" kata Rey.
"Udah ah,gak usah gombal.Orang buta juga bisa menilai siapa yang lebih cantik" seru Rani sambil melangkah masuk ke kamar pribadi Rey.
Rani mengambil ponselnya yang berdering,Ema menelponnya.
__ADS_1
"Hallo Ma,ada apa?" tanya Rani.
"Aku ada di kantor Andre nih,sini dong.Kita makan siang bareng" ajak Ema dari sebrang telpon.
"Oh oke" jawab Rani singkat.
Rani memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas,kemudian keluar lagi dari kamar itu.
"Mami gak cinta sama Papi ya?" tanya Rey.
Rani menautkan alisnya mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Rey kepadanya.
"Kenapa Papi bisa berpikiran seperti itu?" Rani malah balik bertanya.
Naya sudah tidak peduli dengan apa yang dilakukan oleh kedua orang tuanya,dia sudah sibuk bermain di kamar.
Rey beranjak dari duduknya lalu menghampiri Rani lalu memegang kedua tangan Rani.
"Mami selalu bersikap cuek setiap papi berdekatan dengan wanita lain,mami tidak pernah marah atau pun cemburu" kata Rey.
"Ungkapan cinta tidak harus dengan cemburu.Apa sikap mami selama ini kurang menurut papi? Untuk apa kata-kata manis semanis madu yang hanya terucap di bibir saja,jika pada kenyataannya hambar di kehidupan nyata.Lebih baik diam dan ungkapkan dengan perbuatan.Mami bukan tipe perempuan romantis yang pandai berkata bak pujangga,mengukirkan cinta dalam bentuk syair dan nada.Cinta mami ke papi bukanlah sebuah belenggu yang mengikat papi,cinta itu memberi rasa nyaman bukan ancaman.Cukup rasa saling percaya yang selama ini kita bangun.Jika memang pada akhir nanti cinta itu memudar dan kita lebih memilih untuk pergi,kita bisa apa" tutur Rani panjang lebar.
Rey terdiam mendengar penuturan Rani.
"Rasa bosan di dalam pernikahan itu biasa Pi,tergantung cara kita bagaimana menyikapinya dan menghidupkan kembali cinta itu" sambung Rani.
Rani masuk ke dalam kamar lalu membawa Naya keluar dari ruangan Rey.
"Mau kemana Mi?" tanya Rey.
"Menemui Ema?" jawab Rani singkat.
Rani berjalan kearah ruangan Andre,tanpa mengetuk pintu ruangan itu Rani langsung masuk.Tapi,Rani langsung keluar lagi dan kembali ke ruangan Rey.Rey yang baru saja keluar dari ruangannya pun terkejut saat melihat Rani kembali.
"Ada apa sayang? gak jadi menemui Ema?" tanya Rey.
Rani menarik tangan Rey hingga kembali masuk ke ruang kerjanya.
"Saat aku masuk,Andre dan Ema sedang bertengkar" tutur Rani.
"Bertengkar?" seru Rey yang langsung berjalan ke arah pintu.
"Sayang,jangan ikut campur urusan keluarga mereka.Walaupun kita sahabat mereka,tapi urusan rumah tangga mereka kita tidak berhak ikut campur kecuali mereka sendiri yang meminta pendapat pada kita" cegah Rani sambil memberi Rey nasehat.
__ADS_1