Cinta Masa Silam

Cinta Masa Silam
Kacang Lupa Kulit


__ADS_3

Daddy merangkul bahu Rani pakai tangan kirinya lalu merentangkan tangan kanannya saat melihat Rey berjalan dengan gagah ke arahnya.Rey tersenyum pada Daddy lalu memeluknya.


"Daddy bangga padamu,kamu memang anak yang hebat" kata Daddy di telinga Rey.


"Ini semua karena Daddy.Kalo bukan karena Daddy Rey bukan siapa-siapa" balas Rey.


Naya yang berada dalam gengdongan Rey pun merengek,"Papi,sakit" kata Naya.


"Astaga,maaf sayang Papi lupa" ucap Rey lalu melepaskan pelukan Daddynya.


"Ini Opa" kata Rey pada Naya.


"Oppa?" tanya Naya bingung.


Rey menepuk jidatnya,"Kakek,ini papinya papi" Rey menjelaskan.


Mata bulat Naya pun melihat ke arah Daddy yang sedang tersenyum padanya.


"Boleh gendong?" tanya Daddy pada Naya.


Naya pun mengangguk lalu menyodorkan kedua tangannya pada Daddy,Daddy pun langsung menyambutnya dan memeluk tubuh Naya.


"Rey" sapa Opa sambil menepuk bahu Rey.


"Opa,semakin tampan saja" kata Rey.


Opa langsung memeluk tubuh Rey,"Opa pikir kamu sudah melupakan kami Rey" kata Opa.


"Kacang boleh lupa pada kulitnya,tapi satu hal yang dia tidak boleh dia lupakan.Tanah tempat dimana dia tumbuh dan berkembang menjadi sesuatu yang berguna" tutur Rey.


"Rey tidak mungkin melupakan keluarga Rey,Rey tidak mungkin melupakan orang-orang yang menyayangi Rey" ujar Rey.


"Tapi Daddy sudah keterlaluan padamu Rey,pasti kamu benci dan dendam pada Daddymu" kata Opa dan itu bisa di dengar oleh orang yang berada di sekitar Rey.


"Benci dan dendam sama Daddy? mana mungkin Opa.Karena Daddy dan Mommy lah Rey bisa seperti sekarang.Seandainya dulu Daddy benar-benar membuang Rey,Rey tidak akan jadi seperti sekarang ini.Daddy dan Mommy orang yang paling berjasa pada hidup Rey,tidak mungkin Rey bisa melupakannya" tutur Rey.


"Lalu kenapa kamu pergi?" tanya Opa.


"Rey hanya ingin membuktikan pada semua orang yang dulu merendahkan Rey,bahkan mengancam akan hengkang dari perusahaan Daddy jika Rey tetap memimpin di sana.Rey ingin buktikan bahwa tanpa bantuan Daddy ataupun Opa juga perusahaan peninggalan Papinya Rey,Rey bisa jaya,Rey bisa sukses dan berdiri tegak sendiri" jawab Rey.


"Dan sekarang kamu sudah membuktikannya nak,Opa bangga padamu" ucap Opa.


"Rey juga sayang pada semua keluarga Alberto" balas Rey.


"Apa sekarang kamu benar-benar memilih keluar dari Alberto nak?" tanya Opa,matanya berkaca-kaca.


"Rey akan keluar dari Alberto,jika Alberto sendiri yang membuang Rey" jawab Rey.


Opa kembali memeluk Rey,"Kamu memang cucu Alberto" kata Opa.


"Tentu saja" Rey membalas pelukan Opa.


Tepuk tangan riuh memeriahkan tempat itu.Musik kembali mengalun merdu.Rey menarik tangan Rani lalu mengajaknya berdansa,Rani melingkarkan tangannya di leher Rey.


"Aku bahagia Rey,akhirnya kita kembali" ucap Rani.


"Bukankah sudah sering aku katakan,aku pasti akan membawamu kembali" balas Rey.

__ADS_1


Iringan musik membuat semua orang terlena,Daddy bergoyang sambil menggendong Naya.Mommy menghampirinya lalu Daddy pun menarik Mommy ke dalam pelukannya.


"Bukankah cucuku sangat cantik?" tanya Daddy.


"Tentu saja dia sangat cantik,siapa dulu dong yang menanam bibitnya" jawab Mommy.


Daddy tersenyum,lalu mencium kening Mommy.


"Naya juga mau cium" kata Naya sambil memberontak ingin mencium Mommy.


Cup


Naya mencium pipi Mommy.


"Kenapa Naya mencium Nenek?" tanya Daddy.


"Karena kalo Papi cium Mami,Naya juga harus cium Mami" jawab Naya.


Otak jahil Mommy pun meronta.


Cup


Mommy mencium pipi Dady,dan benar saja Naya pun langsung menciumnya.


"Ini tidak benar,ini tidak boleh diteruskan" kata Daddy.


"Kenapa tidak boleh?" tanya Mommy.


"Ini bisa berbahaya Mom,bagaimana jika Naya melihat orang lain yang melakukan itu" kata Daddy.


"Daddy tenang saja,Naya melakukan itu hanya pada Kami.Coba saja kalo gak percaya" kata Rani yang datang menghampiri Daddy.


"Adek,udah malam.Kita bobok yuk" ajak Rey.


Naya mengangguk lalu pindah ke gendongan Rey.


"Mom,Dad...Rey membawa Naya ke kamar ya.Dia tidak akan tidur kalo salah satu di antara kami tidak ada" tutur Rey.


"Bahkan jika saat dia terbangun dan tidak melihat salah satu dari kami ada di sisinya,dia akan mengaum dan akan menggemparkan seluruh jagad" celetuk Rani.


"Emangnya Naya singa,mengaum" kata Rey.


"Dia akan menjadi singa betina.Bukan begitu Daddy?"tanya Rani.


"Tentu saja,dia singa betinanya Alberto" jawab Daddy.


Rey dan Rani meninggalkan tempat pesta dan langsung menuju ke salah satu kamar yang ada di hotel itu.


"Mami Nenek dan Kakek punya siapa?"tanya Naya.


"Punya Papi" jawab Rani.


"Kok punya?" tanya Rey.


"Maksud Naya,orang tuanya siapa Rey.Gitu aja gak ngerti" kata Rani lalu berbaring di samping Naya.


"Kalo punya Mami mana?" tanya Naya lagi.

__ADS_1


"Punya Mami udah gak ada sayang,sudah pergi ke Syurga" jawab Rani.


"Mami seperti Cimot" kata Naya.


"Iya" kata Rani.


Cimot adalah kucing peliharaan mereka.Kenapa Cimot sama dengan Rani,karena Cimot yatim piatu seperti Rani.


Seperti biasa menjelang tidur,Rani yang menemani Naya ngoceh dan Rey yang mengusap-usap punggung Naya.


"Apa sampai dia besar akan seperti ini?" tanya Rey.


"Tanyakan itu pada dirimu sendiri.Bukankah sewaktu kecil Papi suka di elus-elus kalo mau tidur" kata Rani.


"Mami tau dari mana?" tanya Rey.


"Mommy sama Daddy yang cerita" jawab Rani.


Naya sudah tertidur dengan nyenyak.


Rey tidur telentang dan menjadikan kedua tangannya sebagai bantalan kepala.


"Mereka sangat berjasa padaku,aku tidak mungkin melupakannya" gumam Rey.


"Apa maksud dari perkataanmu saat di acara pesta tadi Rey?" tanya Rani.


"Perkataan yang mana?"tanya Rey.


"Tentang perusahaan peninggalan Papimu" jawab Rani.


"Waktu kecil terjadi persaingan kerja dan karena suatu hal Daddy merampas perusahaan itu dari tangan Papiku.Daddy meminta Om Edo untuk mengolahnya dan jika aku sudah cukup umur Daddy akan memberikannya padaku" tutur Rey.


"Lalu dimana perusahaan itu sekarang?" tanya Rani.


"Sekarang Satria yang memimpinnya,aku hanya sesekali datang untuk meninjaunya" jawab Rey.


"Satria menantu Om Edo?" tanya Rani.


"Iya,dia suaminya Yura" jawab Rey.


"Aku salut pada kalian,walaupun tidak ada ikatan darah tapi kalian tetap rukun dan guyub.Saling menyayangi tanpa batas" tutur Rani.


"Karena keluarga lebih penting dari harta dan segalanya,harta dapat di cari tapi tidak keluarga.Keluarga tidak akan pernah terganti" kata Rey.


Rani tersenyum bangga saat mendengar jawaban Rey.


"Rey" panggil Rani lirih.


"Aku Papinya Naya" kata Rey.


"Pi...."


"Aku suka panggilan itu" potong Rey sambil tersenyum.


"Sebelum Papi masuk kerja,boleh gak kalo Mami pergi ke makam Ayah sama Ibu?" tanya Rani.


"Tentu saja boleh sayang,aku akan mengantarmu besok" jawab Rey.

__ADS_1


Rani dan Rey akhirnya memutuskan untuk tidur.


__ADS_2