Cinta Masa Silam

Cinta Masa Silam
Raksasa Mengamuk


__ADS_3

Daddy mengadakan rapat besar-besaran.Semua pemilik saham hadir disana.Daddy menatap semua yang hadir dengan tatapan mata yang tajam.Ada Rey dan Andre di samping kanan kirinya.


"Siapa yang merasa keberatan dengan keputusan saya,silahkan anda-anda semua menemui wakil saya Edo dan ambil semua milik kalian lalu pergi dari sini" kata Daddy dengan lantang.


Semua yang hadir terdiam dan tidak ada yang berani bersuara.


"Dari sejak dia terlahir ke dunia,dia hidup bersama saya.Saya dan istri saya yang merawatnya,yang membesarkannya,dan bagi saya dia anak saya.Bukan orang lain" tutur Daddy.


Semua masih terdiam dan tidak berani angkat suara.


"Oya satu lagi,saya juga sudah mengantongi nama-nama orang yang dua tahun lalu mengatakan anak saya adalah anak haram.Dan hari ini saya juga akan mengabulkan keinginan kalian untuk hengkang dari perusahaan saya,karena apa? karena mulai detik ini Rey akan kembali memimpin di perusahaan ini.Terima kasih" kata Daddy yang langsung mengemasi barang miliknya dan keluar dari ruangan tersebut.


"Dad,apa tidak sebaiknya Daddy memaafkan mereka" kata Rey yang berjalan mengikuti Daddy.


"Untuk apa memaafkan mereka,lagi pula perusahaan ini tidak butuh orang-orang seperti mereka Rey" jawab Daddy.


Rey sangat tau betul bagaimana sifat Daddynya jika sudah memutuskan suatu keputusan.Rey lebih memilih diam dan menuju ke ruang kerjanya,Naya dan Rani sedang menunggunya di sana.


"Ini dia penerus Alberto" kata Daddy dengan bangga saat masuk ke ruang kerja dan Naya sedang duduk di kursi kerja Rey.


"Mulai sekarang kita harus mulai membiasakan Naya mandiri dan jauh dari Rey" ujar Rani.


"Daddy rasa tidak perlu,kalian bisa ikut dengan Rey ke kantor" kata Daddy.


"Tidak mungkin kami tiap hari harus ikut ke kantor Dad" kata Rani.


"Kenapa tidak mungkin,semakin sering Naya di ajak ke kantor semakin cepat dia beradaptasi dan belajar" tutur Daddy.


Rey menghampiri Naya,lalu berjongkok di hadapannya.


"Kita pulang yuk" ajak Rey pada Naya.


"Gak mau,Naya mau di sini aja.Naya mau belajar abc" jawab Naya sambil mencoret-cerot kertas yang ada di situ.


"Tapi Mami mau pulang,Mami mau beli es krim" kata Rani.


"Es krim? mau ya" kata Naya dan Rani menganggukkan kepalanya.


"Kami pulang dulu Dad" pamit Rey.


"Iya,hati-hati" pesan Daddy.


"Daa...Kakek" kata Naya.


"Daa...sayang" balas Daddy.


Daddy menghampiri Naya lalu mencium pipi cucunya itu.


Rey menggendong Naya keluar dari ruangan itu,lalu menuju mobilnya yang ada di parkiran.


"Aku harus memperketat keamanan kalian" ujar Rey sambil mengemudikan mobilnya.


"Apa ada masalah Rey?" tanya Rani.

__ADS_1


"Hanya untuk berjaga-jaga saja sayang.Aku takut orang-orang yang dipecat oleh Daddy menyimpan dendam dan mengincar kalian" jawab Rey.


"Kenapa mengincar kami?" tanya Rani lagi.


"Karena mereka tahu kalian lemah dan kalianlah kelemahan kami" jawab Rey.


"Tapi aku bisa bela diri" tutur Rani.


"Dalam keadaanmu yang seperti sekarang,apa kamu yakin bisa melawan mereka.Lebih baik aku membuat pagar dari deretan anak buah Elang Api dari pada aku harus membiarkanmu bertarung dengan mereka"ungkap Rey sambil melihat Naya yang berada di pangkuan Rani.


"Ikan Buntal sudah tidur" kata Rey.


"Kalo perutnya sudah kenyang senanglah hatinya dan tidurlah dia" kata Rani.


Rey menepikan mobilnya di depan sebuah minimarket.Kemudian dia turun dari mobilnya dan masuk ke minimarket tersebut untuk membeli es krim dan cemilan.


"Kamu tidak lupa beli susu kan Rey?" tanya Rani saat Rey sudah kembali ke mobilnya.


"Sudah semua,kamu tenang saja" jawab Rey.


Rey kembali mengemudikan mobilnya menuju ke rumahnya.


——————


Rani meletakkan Naya di atas kasur,setelah itu Rani keluar dari kamarnya.


"Pi,kalo Papi balik lagi ke kantor Daddy.Lalu,siapa yang akan memegang Goden World?" tanya Rani sambil memakan es krimnya.


"Semua sudah aku serahkan pada Lee.Lagipula,nanti ada Abian dan Sakha yang membantu pekerjaan Lee" jawab Rey.


"Iya,kebetulan mereka berdua menurun jejak Ayah mereka dalam bidang IT" jawab Rey.


Rani manggut-manggut setelah mendengar jawaban dari Rey.


"Jangan khawatir,semua aman terkendali" kata Rey lalu mencium kening Rani.


"Aku hanya takut kamu kecapekan dan tidak bisa membagi waktu antara pekerjaan dan Naya" kata Rani.


"Jangankan untuk Naya,untukmu saja waktuku sangat banyak" goda Rey.


"Rey,jangan bercanda.Aku serius" kata Rani.


"Aku duarius" kata Rey yang membuat Rani mengerutkan keningnya.


"Apa itu duarius?"tanya Rani bingung.


"Kamu bilang kamu serius,serius berarti satu rius dong.Nah aku bilang aku duarius" tutur Rey.


"Kamu ada-ada saja Rey" kata Rani sambil tersenyum.


"Aku akan membagi waktuku,kamu tidak perlu khawatir.Keluarga adalah segalanya dan kalian adalah prioritas utamaku" tutur Rey.


"Terima kasih" ucap Rani.

__ADS_1


"Sampaikan rasa terima kasihmu itu nanti malam sayang" kata Rey sambil mengedipkan sebelah matanya.


Cup


Rey mengecup sekilas bibir Rani,"Aku pergi sebentar,hanya sebentar.Setelah itu aku akan segera kembali" ujar Rey.


Rey berlari keluar rumahnya lalu masuk ke dalam mobil dan mulai mengemudikannya.


"Mamiiiiiii" teriak Naya dari dalam kamar.


"Kalo anak penguasa sudah bangun,genting rumah bisa roboh,tanah bisa longsor dan gempa bumi" gumam Rani sambil melangkah masuk ke dalam kamarnya.


Naya sudah duduk di kasurnya sambil mengucek matanya.Dia memonyongkan mulutnya saat melihat hanya Rani sendiri yang masuk ke kamar.


"Mami,Adek ngompol" kata Naya.


"Wah...kita harus cepat membersihkannya sebelum Papi masuk kamar.Kalo tidak raksasa itu akan marah" kata Rani.


"Adek takut raksasa Mami" kata Naya.


Naya langsung turun dari kasurnya lalu masuk ke kamar mandi,sedangkan Rani hanya tersenyum melihat tingkah lucu anaknya.


Rani mengambil sprei yang baru lalu memasangnya,"Untung aku pakai sprei anti air,jadi tidak tembus tu air yang mancur dari kran pribadi" gumam Rani.


Rey masuk ke kamarnya dan Rani langsung menempelkan jari telunjuk di depan mulutnya.


"Ada apa?" tanya Rey dengan suara berbisik.


"Si Adek ngompol" jawab Rani.


Rey membesarkan suaranya,"Hua...ha...ha...raksasa mengamuk sudah datang" kata Rey seraya berjalan ke arah kamar mandi.


"Adek udah mandi...Adek udah wangi" teriak Naya dari kamar mandi.


Rey tertawa terpingkal-pingkal saat melihat Naya melompat-lompat panik di dalam bak mandi khusus miliknya.


"Kena tangkap" kata Rey sambil menangkap Naya.


Ha...ha...ha...Naya pun tertawa menahan geli saat Rey menggelitik perutnya.


"Kenapa kran bisa bocor?" tanya Rey saat Naya sudah berhenti tertawa.


"Karena Papi suka gelitik perut Naya" jawab Naya sambil menatap wajah Rey.


"Karena Papi atau karena kebanyakan minum susu?" tanya Rey lagi.


"Semuanya" jawab Naya sambil merentangkan kedua tangannya.


"Dasar anak pintar" ucap Rey.


Rey mengangkat tubuh Naya lalu membawanya ke kasur.


"Cepat pakaikan bajunya,nanti dia bisa masuk angin" kata Rani.

__ADS_1


"Adek pakai bajunya sama Papi" pinta Naya sambil lompat-lompat di atas kasur.


Dengan telaten Rey memakaikan baju putri semata wayangnya itu.Setelah selesai Rey menggendongnya dan membawanya keluar kamar.


__ADS_2