
Hari berganti minggu dan minggu pun berganti bulan.Tidak terasa dua bulan sudah Bu Desi bekerja di rumah Rey,tidak ada pekerjaan berat yang dikerjakannya karena semua bekerja sama saling membantu.Apalagi diantara pekerja yang lain usia Bu Desi lah yang paling tua.Semua menghormatinya termasuk Rey,Rani,dan juga Naya.Terutama Naya,dialah yang paling dekat dengan Bu Susi.
Gerimis masih menghiasi pagi,sedari tadi malam hujan deras mengguyur kota dan menyisakan gerimis di pagi harinya.Untung saja hari ini hari libur,jadi semua insan bisa bersantai didalam rumah mereka tanpa harus menyibukkan diri dengan aktivitas pekerjaan yang membosankan.
"Pi hari ini kita main ke rumah Kiandra yuk,sudah lama kita tidak bertemu dengannya juga Imelda" ajak Rani saat mereka sedang sarapan.
"Oh iya Papi lupa,Mereka nanti malam mau bikin acara disini.Daddy,Mommy,Winara dan Lee juga akan datang" tutur Rey.
Selesai sarapan Rey pergi ke gudang yang letaknya berada di samping rumah.Rey mengajak Pak Karto untuk mengeluarkan panggangan.Pak Karto adalah tukang kebun di rumah ini.
Rani,Bu Desi,Laila,Susi dan Unah menyiapkan bumbu-bumbu beserta ikan dan daging.
"Stok dagingnya habis Mbak" kata Unah pada Rani.
"Iya nak,stok bumbu juga menipis.Tidak cukup" sambung Bu Desi.
Rani berjalan ke arah gudang untuk menemui Rey.
"Pi,temenin Mami belanja yuk.Kita gak punya stok daging dan bumbunya juga habis" kata Rani.
"Ya sudah Rey pergi saja temenin Rani.Biar ini Pak Karto yang urus" kata Pak Karto.
Rey dan Rani pun akhirnya pergi ke swalayan terdekat untuk membeli bahan-bahan yang dibutuhkan untuk acara malam nanti.Setelah semua bahan yang diperlukan sudah mereka dapatkan mereka pun langsung pulang.
Sesampainya di rumah,ternyata Kiandra dan Imelda sudah ada disana.
"Kakak dari mana?" tanya Imelda.
Rani menunjukkan plastik belanjaannya,"Beli daging untuk acara nanti malam" jawab Rani.
"Melda cuma bawa buah aja,udah Melda taruh di dapur" kata Melda.
Rani membawa barang belanjaannya ke dapur,Imelda mengikutinya.
"Bu Desi kemana Un?" tanya Rani pada Unah yang sedang membantunya mengemasi barang belanjaan.
"Pergi sama Pak Karto,katanya mau membeli arang.Stok arang di rumah ini sudah habis" jawab Unah.
"Bu Desi itu siapa kak,pembantu baru?" tanya Imelda.
Rani tersenyum kearah Imelda,"Iya,baru dua bulanan kalo gak salah dia bekerja disini.Kami tidak sengaja bertemu waktu itu" jawab Rani.
__ADS_1
"Yang,pulang yuk.Nanti baru kita datang lagi" ajak Kiandra.
Imelda mengangguk,"Kak, Melda pulang dulu ya,nanti malam baru kemari lagi" ujar Imelda.
"Kak jangan lupa acar mentahnya ya" sambung Imelda.
"Tenang saja,urusan acar mengacar Laila ahlinya" kata Rani bertepatan dengan Laila yang maduk ke dapur.
"Kenapa nama Laila disebut?" tanya Laila sambil menautkan alisnya.
"Mbak tolong buatin acar mentah untuk acara nanti malam ya" pinta Imelda.
"Oh ternyata bumil pengen acar.Oke lah kalo begitu" jawab Laila.
Kiandra dan Imelda pun pamit undur diri.
"Mi,Si Buntal minta susu tuh" seru Rey dari pagar pembatas di lantai dua.
"Oke" jawab Rani tanpa menoleh.
"Un tolong lanjutin ya,saya mau membuat susu untuk Naya" kata Rani.
"Baik Mbak" angguk Unah.
"Mami lama,Adek sampe lemes" oceh Naya.
"Lemes lah katamu buntal,pintar sekali bersandiwara" kata Rey sambil menggelitik perut Naya.
"Stop Papi,Adek mau isi bensin dulu" kata Naya.
Naya mengambil bantal dan boneka Panda kesayangannya lalu membawanya ke lantai yang ada di depan TV.Naya meminum susu dari botolnya sambil berbaring dan menonton TV.Kakinya ditumpangkan diatas tubuh Rey yang juga berbaring didekatnya.
"Papi itu namanya siapa?" tanya Naya sambil menunjuk kearah aktris yang sedang muncul di TV.
"Shu Qi" jawab Rey singkat.
"Adek mau kayak gitu" kata Naya.
Rey menoleh ke samping,melihat Naya yang sedang serius menonton film laga di TV.
"Mau seperti Shu Qi,jadi pemain film?" tanya Rey.
__ADS_1
"Iya,Adek mau kayak gitu.Mau hajar orang-orang jahat seperti yang dilakukan Shu Qi di film" jawab Naya.
Rey mendongakkan kepalanya ke arah Rani yang sedang duduk di sofa,sedang menonton film yang sama.Rani yang dipandang oleh Rey hanya mengangkat bahunya.
Terdengar suara ribut-ribut diluar,tapi kemudian terdengan suara tawa.
"Itu suara Onty jelek" seru Naya.
Benar saja,karena tidak lama kemudian pintu terbuka dan Winara masuk ke kamar itu.
"Onty lihat itu" seru Naya sambil menunjuk ke layar TV.
Winara melihat ke arah TV,"Emangnya kenapa?" tanya Winara.
"Adek mau kayak gitu" jawab Naya,kebetulan saat Naya berkata begitu layar di TV sedang menayangkan peran penjahatnya.
Winara mengerutkan keningnya,"Mau jadi penjahat?" tanya Winara lagi.
Naya menoleh ke TV," Bukan penjahat Onty tapi mau seperti Kisu" jawab Naya.
"Kisu siapa?" Winara memandang kearah Rey.
"Bukan Kisu tapi Shu Qi" jawab Rey.
Winara akhirnya bergabung bersama kakak dan keponakannya menonton TV.Naya sangat serius menonton sambil sesekali menirukan gaya Shu Qi yang sedang berkelahi.Naya meniru setiap gerakan yang diperagakan oleh Shu Qi di film itu.
Rey dan Winara saling bertukar pandang saat melihat Naya bergerak dengan sangat luwes saat mengikuti gerakan di TV.Rey dan Winara pun tersenyum lalu Rey menganggukkan kepalanya.
Winara beranjak dari duduknya begitu pun dengan Rey.Winara dan Rey pun bertarung ringan,kebetulan kamar Rey sangat luas hingga mereka bisa dengan leluasa bergerak bebas.
Winara dengan gesit menghindari serangan Rey,begitu juga dengan Rey.Tubuh tinggi dan gagah itu bisa melompat dan melayang ringan di udara.
Naya mematikan TVnya lalu bertepuk tangan melihat Papi dan Ontynya bertarung.Pintu terbuka,sekelebat bayangan masuk lalu bergabung dengan Rey dan Winara.
"Wah Nenek hebat,Nenek sama seperti Kisu" seru Naya sambil terus bertepuk tangan saat melihat Mommy ikut bertarung bersama kedua anaknya.
Setelah dirasa cukup,mereka bertiga menyatukan tangan di depan dada lalu membungkuk saling memberi hormat.Naya berdiri di tengah-tengah lalu mengikuti tingkah ketiga orang itu.
"Kenapa kalian latihan di dalam kamar,di depan Naya lagi?" tanya Mommy.
Rey dan Winara secara bergantian menceritakan tentang keinginan Naya juga tidak lupa Rey menceritakan betapa luwesnya gerakan Naya saat mengikuti setiap gerakan yang dilakukan oleh Shu Qi di film itu.
__ADS_1
"Benar kata Daddy kalian,Naya adalah calon singa betina" tutur Mommy.
Naya yang masih asyik dengan gerakannya tidak memperdulikan orang-orang dewasa yang sedang membicarakannya.Dia terlalu asyik dengan gerakan baru yang baru saja dia dapatkan di film yang baru saja ditontonnya.