Cinta Masa Silam

Cinta Masa Silam
Rey Bikin Kesel


__ADS_3

Rani membersihkan tempat tidurnya sekaligus membersihkan kamar itu.Hari ini Rani dan Rey akan pulang ke rumah mereka.


Rey yang baru selesai mandi pun keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kecil.


"Biar Mbak Romlah saja nanti yang bersihkan,kamu belum boleh bekerja terlalu capek" kata Rey.


"Gak boleh capek katamu,tapi kamu gempur aku semalam suntuk" gerutu Rani.


"Itu beda sayang" ucap Rey.


"Beda apanya,tetap saja aku capek" kata Rani sambil cemberut.


"Capek tapi enakkan" goda Rey.


"Rey plis deh,aku malu" kata Rani dengan wajah yang memerah seperti kepiting rebus.


"Kenapa malu,aku sudah melihat semuanya bahkan rasanya pun aku sudah tau" ujar Rey.


Rani memasang wajah cemberutnya lalu berniat keluar dari kamar,tapi...


"Awh" Rani merintih saat baru melangkah.


"Kenapa sayang,apa yang sakit?" tanya Rey panik.


"Semua gara-gara kamu Rey,ituku terasa perih setiap aku mau berjalan.Bagaimana bisa aku keluar kamar" oceh Rani.


"Aku akan menggendongmu,tunggu sebentar aku pakai bajuku terlebih dahulu ya" kata Rey.


"Jangan gila deh Rey,apa kata orang saat melihatmu menggendongku" kata Rani.


"Mereka gak akan bilang apa-apa,mereka pasti tau apa yang kita lakukan sebagai penganti baru" tutur Rey.


Rani berjalan perlahan keluar dari kamarnya lalu menuju ke ruang makan dan ternyata di ruang makan sudah tidak ada orang.


"Ini semua gara-gara Rey,aku jadi telat sarapan sama Mommy" gumam Rani.


"Baru turun Rani?" tanya Mbak Romlah sambil tersenyum.


Rani mengangguk sambil tetap cemberut.


Mbak Romlah duduk di samping Rani"Kenapa cemberut,ntar cantiknya hilang lo" goda Mbak Romlah.


"Rey bikin kesel Mbak" jawab Rani.


"Kalo gak gitu,bukan Rey namanya"ujar Mbak Romlah.


Rey menghampiri Rani dan Mbak Romlah di ruang makan lalu duduk di salah satu kursi" Daddy sama Mommy belum keluar Mbak?" tanya Rey.


"Daddy sama Mommy pergi mengantar Imelda ke rumah Om David" jawab Mbak Romlah.


"Imelda ikut kembali kesini?" tanya Rey yang di jawab anggukan kepala oleh Mbak Romlah.


"Ya sudah kalian cepetan sarapan,ntar keburu dingin tu lauknya" kata Mbak Romlah.


"Mbak gak ikutan makan?" tanya Rey.


"Sudah tadi sarapan bareng Daddy dan yang lainnya" jawab Mbak Romlah.


Rey dan Rani mulai sarapan.

__ADS_1


"Kalian jadi pulang hari ini?" tanya Mbak Romlah.


"Jadi Mbak" jawab Rani.


"Mbak Romlah kenapa gak mau ikut kami?" tanya Rey.


"Bukan gak mau Rey,tapi kasian Mommy sendiri di rumah.Lagian tidak mudah mencari asisten yang baru" jawab Mbak Romlah.


"Kalo si Om pulang,ajak ke rumah Rey ya Mbak" kata Rey.


"Iya" jawab Mbak Romlah.


Rey memanggil Om pada Suami Mbak Romlah karena usianya hampir sama dengan Daddy.


Selesai makan Rani memandang wajah Rey,Rey langsung mengerti arti tatapan Rani.


"Mbak maaf ya Rani gak bisa bantu Mbak bersihkan ini semua"ujar Rey.


Mbak Romlah tersenyum saja"Iya Mbak ngerti kok" kata Mbak Romlah.


Rey menggendong Rani menuju mobilnya dan mendudukkan tubuh Rani di bangku depan.


"Mbak Rey dan Rani pamit pulang ya" kata Rey.


"Iya,hati-hati di jalan" pesan Mbak Romlah.


Mbak Romlah menunduk dan berbicara pada Rani"Jangan terlalu capek,ingat baru dua bulan yang lalu kamu operasi" kata Mbak Romlah.


"Iya Mbak,terima kasih" ucap Rani.


Rey mulai mengemudikan mobilnya keluar dari rumah itu.


"Kiandra mungkin sudah pergi ke rumah sakit kalo Winara pergi ke rumah Opa dan menginap di sana" jawab Rey.


"Sebelum sampai di rumah apa ada yang ingin kamu beli?" tanya Rey.


"Aku gak bisa berjalan dengan cepat,besok saja kalo aku sudah sembuh baru kita pergi berbelanja" jawab Rani.


"Kalo begitu bersiap-siaplah,aku akan membuatmu benar-benar tidak bisa berjalan" kata Rey sambil menyeringai.


"Tega kamu Rey" gerutu Rani.


Rey memarkirkan mobilnya lalu mengajak Rani untuk turun.


"Dimana ini Rey?" tanya Rani.


"Kantor" jawab Rey.


"Kenapa kamu membawaku ke sini Rey?" tanya Rani bingung.


Rey merubah posisi duduknya menghadap Rani"Karena suamimu bekerja disini,kebetulan arah ke rumah kita melewati kantor.Jadi aku mampir sebentar" jawab Rey.


"Tidak bisakah aku menunggu di mobil saja Rey,aku malu" ucap Rani lirih dengan wajah polosnya.


"Oh Tuhan kenapa kamu menggodaku Rani,sepertinya kita memang harus segera pulang ke rumah"kata Rey.


Rani mendengus kesal"Ya sudah ayo kita turun" ajak Rani.


Rey turun dari mobilnya lalu menggandeng Rani masuk ke ruang kerjanya.Para karyawan melihat Rey dan Rani bergandengan tangan pun bertanya-tanya"Siapa perempuan yang bersama CEO kita?"

__ADS_1


"Duduklah disini sebentar,aku ada meeting" kata Rey.


"Baiklah Rey"kata Rani.


Rey mengambil beberapa berkas di meja kerjanya lalu menghampiri Rani.


Cup


Rey mengecup kening Rani dengan lembut"Aku tidak akan lama" kata Rey lalu keluar dari ruang kerjanya menuju ruang meeting.


*


*


Di rumah Om David,


"Apa kamu punya foto ibumu Mel?" tanya Om David.


Imelda mengangguk lalu mengeluarkan foto usang dari dompetnya"Ini foto Ibu saat masih muda,selebihnya Melda tidak punya Om" ujar Imelda sambil menyerahkan foto itu pada Om David.


Om David melihat foto itu dengan seksama"Aku seperti mengenalnya,tapi aku lupa dimana" kata Om Davit.


Tante Arumi ikut melihat foto itu lalu mengerutkan keningnya"Kenapa wajahnya mirip Desi ya" ujar Tante Arumi.


"Desi siapa Bu?" tanya Om Wildan.


"Desi teman satu angkatan dengan kita Yah,masa Ayah lupa" kata Tante Arumi.


"Kalo soal alumni aku gak ikut-ikutan ya" seloroh Tante Sari sambil tersenyum.


"Tapi nama ibunya Melda bukan Desi Tante" kata Imelda.


"Siapa nama Ibumu nak?" tanya Om David.


"Kumala" jawab Imelda.


"Nah tepat tebakanku,dia benar-benar Desi" kekeh Tante Arumi.


"Kenapa Ibu begitu yakin kalo itu Desi,sedangkan namanya saja Kumala" cecar Om Wildan.


"Desi Kumala Sari,anak IPA tapi semenjak lulus dan reuni terakhir dia menghilang tanpa jejak" tutur Tante Arumi.


Om David menghela nafasnya lalu memandang wajah Imelda"Om akan berusaha mencari ibumu,kamu jangan khawatir" ujar Om David.


"Terima kasih Om" ucap Imelda.


Drtt


Ponsel Daddy bergetar,Daddy membaca pesan singkat yang masuk ke ponselnya.


"Mulai besok kamu sudah bisa bekerja di rumah sakit yang sama dengan Kiandra" tutur Daddy.


"Beneran Dad? Imelda sudah bisa bekerja?" tanya Imelda.


"Iya,baru saja kepala rumah sakit memberi tau Daddy kalo kamu sudah boleh bekerja" jawab Daddy.


"Terima kasih Daddy" ucap Imelda.


"Berterima kasihlah pada Kiandra,dia yang merekomendasikanmu pada atasan" kata Daddy.

__ADS_1


Imelda terdiam tapi kemudian dia menganggukkan kepalanya.


__ADS_2