
Perlahan Rani membuka matanya saat merasakan ada kecupan lembut di pipinya.
"Rey,kamu sudah pulang" kata Rani.
"Kata Mbak Romlah kamu gak makan siang karena menungguku,apa itu benar?" tanya Rey.
Rani mengangguk sambil tersenyum.
"Kenapa harus menungguku,kamu bisa makan duluan tanpa harus menungguku" ujar Rey lalu turun dari kasur dan mengambil nampan berisi makanan yang tadi dia bawa.
"Makanlah,jangan sampai kamu sakit" kata Rey.
"Aku bisa turun dan makan di ruang makan Rey"kata Rani.
"Itu bisa nanti,sekarang makan dulu yang ini" kata Rey.
Rani pun menuruti ajakan Rey untuk makan,karena memang dia sudah lapar.
"Besok kita sudah bisa pulang kerumah kita,karena malam nanti Daddy sudah kembali" ujar Rey.
"Apa Ema masih tinggal di rumahmu Rey?" tanya Rani.
"Rumah kita sayang,bukan rumahku" ujar Rey.
"Kalo kamu mau Ema akan tetap tinggal bersama kita,lagipula Ema sekarang tidak lagi bekerja di pabrik.Dia bekerja di kantorku,menjadi asistennya Andre" tutur Rey.
"Benarkah,kenapa aku bisa tidak tau?" tanya Rani.
"Karena kamu tidak bertanya" jawab Rey sambil mencolek hidung Rani.
Rani mengemasi bekas makan mereka,lalu membawa piring kotor ke dapur.
"Rani tadi Mbak bikin cemilan nih.Mau gak?" tawar Mbak Romlah.
"Puding? mau dong Mbak.Sudah lama Rani gak makan puding" kata Rani.
Mbak Romlah menyodorkan piring yang berisi puding kepada Rani.
"Suami Mbak Romlah yang mana ya,Rani belum tau?" tanya Rani.
"Suami Mbak Romlah jarang pulang kesini,karena dia bekerha jadi satpam di kantor Daddy" jawab Mbak Romlah.
"Mbak Romlah belum punya anak?" tanya Rani lagi.
"Sudah,tapi dia ikut neneknya di kampung.Daddy sudah menyuruhnya kemari dan sekolah disini,tapi neneknya tidak mengizinkan karena di kampung nenek tidak punya teman.Tapi kalo tiba waktu libur sekolah dia pasti datang kemari" jawab Mbak Romlah.
"Mbak Romlah sudah lama bekerja di rumah ini?" tanya Rani sambil mengunyah pudingnya.
__ADS_1
"Sejak si kembar lahir Mbak Romlah mulai bekerja di sini" jawab Mbak Romlah lalu tersenyum.
"Wow udah lama banget dong ya" ucap Rani.
Mbak Romlah mengangguk.
.
.
"Berapa hutangmu padanya,sehingga kamu tega menggadaikan putrimu sendiri?" tanya Om Edo dengan tajam.
Sore ini setelah urusan pekerjaan selesai,Daddy dan Om Edo menemui ayahnya Imelda juga calon suami Imelda.
"Tidak banyak...cuma dua ratus juta saja" jawab Ayah Imelda dengan gaya santai.
Wajah Imelda sudah memerah karena menahan malu.
"Kamu mencintai Imelda?" tanya Daddy pada calon suami Imelda.
"Tentu saja tidak,aku hanya tidak mau uangku hilang dengan percuma" jawab Calon Suami Imelda.
"Berapa harga Imelda?" tanya Daddy pada Ayah Imelda.
"Daddy" ucap Imelda lirih.
"Sudah katakan saja,jangan banyak gaya" gertak Om Edo.
"Kalo kalian punya uang satu milyar,kalian boleh membawa anak sial ini pergi.Terserah kalian mau membawa dia kemana,aku tidak peduli" ujar Ayah Imelda.
"Ayah,tega Ayah lakukan itu" isak Imelda.
"Uang lebih berarti bagiku daripada anak sepertimu.Seumur hidup kamu bekerja belum tentu kamu bisa memberiku uang satu milyar" oceh Ayah Imelda.
Daddy menghela nafasnya.
"Apa Imelda berkenan ikut Daddy pulang?" tanya Daddy dengan lembut.
"Sudah ikut saja,toh kamu bukan anakku.Kamu hanya anak hasil hubungan gelap ibumu dengan lelaki brengsek itu" tutur Ayah Imelda.
"Imelda,jawab Daddy.Imelda mau ikut Daddy pulang?" tanya Daddy sekali lagi.
Dengan mata sembab dan masih beruraian airmata,Imelda pun menganggukkan kepalanya.
Daddy memberi kode pada Om Edo.
"Tanda tangani surat ini,setelah itu Imelda sudah sah menjadi milik kami.Dan perlu kalian ingat setelah kalian menanda tangani surat ini,kalian jangan pernah mencari atau menemui Imelda lagi.Paham" Om Edo memberi penjelasan.
__ADS_1
"Satu milyarnya dulu baru kami akan menandatangani surat ini" kata Ayah Imelda.
Om Edo menuliskan sejumlah angka di selembar cek lalu melemparkannya ke hadapan Ayah dan calon suami Imelda"Saya rasa dua milyar cukup untuk kalian" kata Om Edo.
HAHAHA...
Tawa penuh kemenangan pun keluar dari mulut Ayah Imelda.
"Sekarang ikutlah dengan dua lelakimu itu Imelda,tidak kusangka jejak ibu turun ke anaknya.Sama-sama menjadi budak laki-laki,HAHAHA" celoteh Ayah Imelda sambil mengipas-ngipaskan cek dari Om Edo.
"Imelda,ayo kita pulang" ajak Daddy.
Imelda pun beranjak dari duduknya tapi Ayah Imelda yang licik itu menahannya"Kenapa buru-buru Tuan-Tuan,kalian baru membayar uang untuk tubuh Imelda dan kalian belum membayar uang ganti rugi biaya aku membesarkan Imelda selama dua puluh dua tahun" kata Ayah Imelda sambil menyeringai licik.
Perkataan Ayah Imelda menyulut emosi Om Edo.
"Kamu pikir kamu siapa,berniat menipu kami" gertak Om Edo sambil menodongkan senjatanya.
Ayah dan calon suami Imelda pun syok melihat itu,tapi dengan cepat mereka bisa mengendalikannya.
"Tunggu Tuan,kami hanya tidak mau mengalami kerugian" ujar Ayah Imelda.
"Terima dua milyar itu dan biarkan kami membawa Imelda pergi atau dua milyar itu hangus lalu kalian masuk penjara" kata Daddy dengan suara tegas.
"Silahkan bawa anak ini pergi,dua milyar sudah cukup bagiku.Cepatlah pergi,aku sudah muak melihatnya" kata Ayah Imelda.
Daddy,Om Edo dan Imelda pun pergi meninggalkan kediaman Ayah Imelda.Tidak lama berselang tempat itu pun di grebek oleh aparat,Ayah dan calon suami Imelda pun di tangkap atas tuduhan yang tidak sedikit.
"Apa kamu marah sama Daddy Melda?" tanya Daddy saat berada dalam perjalanan pulang ke rumahnya.
"Tidak ada alasan untuk Melda marah Dad" jawab Imelda.
"Ayahmu sebenarnya buronan dan perlu kamu tau,setelah kita pergi tadi polisi datang menangkapnya.Bukan cuma kamu yang di jualnya tapi gadis-gadis lain juga banyak yang menjadi korban" tutur Daddy.
"Ayah di tangkap?" tanya Imelda kaget.
"Maafkan Daddy harus melakukan ini Melda,Daddy tidak mau akibat ulah Ayahmu banyak gadis-gadis polos yang rusak dan kehilangan masa depan" tutur Daddy.
"Apa Melda masih bisa menemuinya Dad,karena hanya Ayah yang tau keberadaan ibu" kata Imelda.
"Soal itu kamu nanti bisa minta Om David yang mengurusnya,Dia akan sangat mudah menemukan ibumu" kata Daddy.
Mobil berhenti di depan rumah tepat tengah malam,Daddy mengajak Imelda masuk ke rumah.
"Istirahatlah di kamarmu,besok kita bahas lagi soal ibumu.Daddy akan menemanimu menemui Om David" ujar Daddy.
"Terima kasih Daddy" ucap Imelda.
__ADS_1
Daddy mengangguk lalu berjalan menuju kamarnya,begitu juga dengan Imelda dia masuk ke kamar yang biasa dia tempati saat menginap di rumah ini.