Cinta Masa Silam

Cinta Masa Silam
Naya Hilang


__ADS_3

Rey membuka matanya secara perlahan,lalu menoleh ke sampingnya.Hanya ada Rani saja,sedangkan Naya tidak ada di kasurnya.


"Naya...Naya...kamu dimana sayang?"Rey turun dari kasurnya lalu mencari Naya ke setiap penjuru ruangan,bahkan sampai ke kamar mandi.


"Ada apa sih Rey,kenapa pagi-pagi kamu sudah berisik sekali?" tanya Rani.


"Naya hilang sayang,dia tidak ada di kasurnya" jawab Rey panik.


"Naya di jemput Mbak Romlah tadi pagi.Mommy yang menyuruhnya" jawab Rani dengan mata yang masih terpejam.


"Oh...syukurlah.Aku kira dia hilang" kata Rey bernafas lega.


Rey kembali naik ke kasur lalu merebahkan tubuhnya di samping Rani.


"Jam berapa Mbak Romlah menjemput Naya?" tanya Rey sambil memainkan rambut Rani.


"Sekitar pukul tujuh tadi,Mbak Romlah sekalian antar sarapan untuk kita" jawab Rani.


Rey melihat ke arah meja,benar saja disana sudah ada makanan yang tersaji.Rey melihat ke arah jam yang ada di dinding,sudah pukul sepuluh.


"Ayo bangun,aku takut Naya menangis nanti" kata Rey.


"Naya tau dia sedang bersama siapa,ikatan bathin lebih kuat dari apapun.Sudah biarkan saja dia bersama kakek neneknya,biar dia bisa lebih dekat.Lebih baik sekarang kita sarapan dulu baru setelah itu kita ke rumah Mommy" tutur Rani sambil turun dari kasur.


Rani masuk ke kamar mandi untuk mencuci mukanya,lalu setelah itu dia duduk di sofa.


"Papi sayang,makanannya sudah dingin nih.Ayo cepetan sarapan,jangan cuma bengong.Nanti kesambet hantu penghuni hotel baru tau rasa" kata Rani.


"Ada-ada saja kamu,mana ada hantu penunggu hotel.Suka ngaco deh kamu Mi" kata Rey sambil mengusap tengkuknya.


Rey turun dari kasurnya,lalu menghampiri Rani.


"Hari ini jadi kita pergi ke makam Ayah sama Ibu?" tanya Rey sambil mengunyah sarapannya.


"Sebenarnya sih jadi,tapi Mami pikir kasihan Naya Pi.Baru aja kemaren kita melakukan perjalanan jauh,Mami takut Naya kecapekan kalo harus pergi lagi" jawab Rani.


"Kita titipkan Naya sama Mommy,pasti Mommy gak akan keberatan" saran Rey.


"Kita lihat perkembangan Naya dulu,seberapa dekat dia sama Mommy" kata Rani.


Rani menumpukan piring kotor,setelah itu dia mengemasi barang-barang miliknya.


"Papi mandi dulu gih,gantian" kata Rani.


"Mandi bareng yuk,udah lama semenjak ada Naya kita gak pernah mandi bareng lagi" kata Rey sambil menghampiri Rani.


"Gak usah lebay,minggu lalu kita mandi bareng" ujar Rani.


"Kapan?" tanya Rey.


"Waktu Naya di bawa jalan-jalan sama Lee" jawab Rani.


"Aku sudah lupa sayang,ayo kita ulangi lagi agar aku bisa mengingatnya" kata Rey yang langsung menggendong Rani dan membawanya ke kamar mandi.




Tubuh Naya yang gembul pun meliuk,menari mengikuti irama.Daddy dan Mommy yang duduk di sofa tertawa melihat tingkah lucu cucunya itu.



"Lihatlah dia,sangat lincah dan pintar menghibur orang" kata Mommy.



"Wooaaa...Aunty ikutan joget dong" kata Winara yang langsung joget bergabung dengan Naya.



"Gak boleh,Aunty gak boleh joget" kata Naya sambil mendorong tubuh Winara.



"Kenapa?" tanya Winara.



"Aunty jelek" jawab Naya,yang membuat semua orang yang ada di situ tertawa.



"Lee,apa persiapan Goden World sudah selesai seratus persen?"tanya Daddy.



"Sudah Dad" jawab Lee.



"Kapan rencananya mulai beroperasi?" tanya Daddy.

__ADS_1



"Setelah Rey dan Rani pulang berziarah dari makam orang tua Rani" jawab Lee.



"Kapan mereka akan pergi?" tanya Mommy.



"Rencananya hari ini Mom" jawab Lee.



Naya menangis lalu menghampiri Daddy,"Kakek Aunty jahat,Aunty gigit Naya" adu Naya sambil terisak.



Ha...ha...ha....Winara tertawa melihat Naya mengadu pada Daddy.



"Queen kamu apakan anakku hah?" tanya Rey yang baru datang.



"Aku menggigit pipinya" jawab Winara yang masih tertawa.



"Tenang sayang Papi akan gigit Aunty" kata Rey pada Naya.



Naya pun langsung berhenti menangis,"Gigit Aunty Pi,gigit pipinya" kata Naya.



Rey pun langsung menyerbu Winara dan Winara pun berguling di lantai.Naya bertepuk tangan sambil melompat-lompat bahagia.Daddy mengamati tingkah Naya yang sangat bahagia saat melihat orang berkelahi.



"Terus Papi,gigit" teriak Naya.



"Oke sayang" kata Rey.




Rey menghentikan aksinya saat melihat Naya berjalan mendekatinya.



"Minta ampun sama Naya" perintah Naya pada Winara sambil berkacak pinggang.



Winara pun bersandiwara,"Ampun Tuan Putri,hamba bersalah" ucap Winara sambil duduk dan membungkuk lalu menangkupkan kedua tangannya di depan wajah.



Naya bertepuk tangan sambil tertawa.



"Lihatlah dia Rey,sangat bahagia saat melihat orang tertindas" tutur Daddy.



"Dia bisa jadi perempuan yang hebat nantinya" balas Rey.



"Apa kamu memikirkan yang hal yang sama dengan apa yang sedang Daddy pikirkan?" tanya Daddy.



Rey menyeringai,"Tentu saja Rey sudah memikirkannya" jawab Rey.



"Adek ikut Mami sama Papi yuk" ajak Rani.



"Udah mau berangkat?" tanya Mommy.


__ADS_1


"Iya Mom,mumpung masih siang" jawab Rani.



"Papi mau mana?" tanya Naya pada Rey.



"Mau lihat Kakek sama Nenek punya Mami" jawab Rey.



"Ini Kakek sama Nenek punya Papi" kata Naya.



"Iya,ini punya Papi" jawab Rey.



Naya naik ke sofa lalu duduk di pangkuan Daddy,"Naya mau sama Kakek punya Papi aja" kata Naya sambil memeluk Daddy.



"Sepertinya Naya tidak mau ikut,kalian pergi berdua saja" kata Daddy.



"Rey takut nanti dia menangis Dad" ujar Daddy.



"Disini banyak orang yang akan membujuknya jika nanti dia menangis,kamu jangan khawatir" kata Daddy.



"Baiklah,kalo begitu Rey sama Rani pergi sekarang" pamit Rey.



"Adek,Papi sama Mami pergi ya" kata Rey.



"Oke Papi" jawab Naya santai.



Rey dan Rani mengerutkan keningnya lalu saling bertukar pandang.



"Sudah pergi sana,gak usah bingung gitu.Dia tau dia sedang bersama siapa" kata Mommy.



Akhirnya Rey dan Rani pergi menuju makam orang tua Rani.



"Sayang setelah dari makam temani aku menemui Dokter Kemal ya" pinta Rani.



"Iya sayang.Seharusnya Naya ikut bersama kita agar Dokter Kemal bisa mengenal Naya"kata Rey.



"Kita bisa membawanya lain waktu"ujar Rani.



Rey mengemudikan mobilnya menuju ke Bandara,sepanjang perjalanan Rani melihat keluar jendela.Rani merasa ini seperti mimpi.



————————



Rani dan Rey duduk di antara dua makam Ayah dan Ibunya Rani.Rani mencabuti rumput-rumput yang mulai tumbuh di sekitar kuburan orang tuanya.



"Ayah....Ibu....Restu datang.Kali ini Restu tidak sendiri,Restu datang bersama Revan.Kami sudah menikah dan sudah punya seorang putri yang sangat Cantik.Apa Ayah dan Ibu bisa melihatnya dari atas sana" gumam Rani dalam hati sambil memegang batu nisan milik Ayahnya.



Bayangan saat mereka masih hidup pun kembali dalam ingatan Rani,airmatanya perlahan menetes di pipinya.Rani buru-buru menghapusnya lalu tersenyum.


__ADS_1


Rey mengajaknya berdoa,baru setelah itu mereka pergi meninggalkan area pemakaman.Sebelum benar-benar keluar dari area pemakaman Rani menoleh ke arah makam Ayah dan Ibunya sambil tersenyum.


__ADS_2