
"Selamat kembali ke rumah" kata Mommy menyambut kedatangan Rey dan Rani.
Hampir dua minggu Rani di rawat dan akhirnya hari ini Rani di perbolehkan pulang.
"Selamat ya Kak atas kehamilannya,semoga sehat sampai lahiran nanti" ucap Imelda.
"Hai Dokter cantik,kapan pulang?" tanya Rani.
"Baru tadi pagi Kak dan nanti sore sudah harus kembali" jawab Imelda.
"Sama Kiandra?" tanya Rani lagi.
"Iya Kak" jawab Imelda.
"Winara mana Mom?" tanya Rey sambil memapah Rani menuju sofa.
"Lagi keluar sama Ve" jawab Mommy.
"Ve? kapan dia datang?" tanya Rey.
"Katanya sih semalam" jawab Mommy.
"Kenapa gak nginep aja sih Mel,besok baru kembali kesana" ujar Rani.
"Mommy juga sudah membujuknya,tapi mereka bersikeras untuk kembali" kata Mommy.
"Tergantung Bang Andra aja nanti Mom" tutur Imelda.
Daddy dan Kiandra keluar dari ruang kerja,Daddy berjalan sambil berbicara dengan Kiandra.Entah apa yang sedang di bahas karena Kiandra dari tadi hanya mengangguk-angguk saja menanggapi pembicaraan Daddy.
"Hay menantu baru,bagaimana disana...asyik?" tanya Daddy,Daddy duduk fi tengah-tengah antara Imelda dan Rani.Daddy merangkul bahu Imelda.
"Gak asyik Dad,Melda gak boleh kerja lagi" adu Imelda.
"Bukan gak boleh,tapi cuti sementara waktu" Kiandra meluruskan.
"Kalian sudah menikah?" tanya Rani.
"Sudah dong,anak Daddy" jawab Daddy sambil menepuk-nepuk bahu Rani dengan lembut.
"Nginep ya biar Mommy undang Om dan Tante kalian,kita makan-makan nanti malam" tutur Mommy.
"Mom" kata Daddy pada Mommy yang duduk di sebrangnya.
"Oh iya,Mommy lupa" kata Mommy yang baru menyadari kalo Rani tidak bisa mencium aroma masakan.
"Gak apa-apa kok Mom,Rani dan Rey bisa menjauh" kata Rani dengan lembut.
"Gak ah,gak asik kalo gak lengkap"kata Mommy.
"Tapi Mom Kiandra dan Imelda gak bisa menginap,soalnya tar malem Kiandra dan Imelda harus menghadiri acara khitanan anak dari salah satu rekan kerja kami"tutur Kiandra.
"Ya sudah,kalo kalian tidak bisa menginap tidak masalah.Yang penting kalian tetap rukun,saling dukung,saling percaya dan yang terpenting kalian harus jujur pada pasangan.Soal cinta Daddy yakin kalian saling cinta,tapi cinta sekuat apapun akan musnah jika kalian tidak saling terbuka" Daddy memberi nasehat pada anak-anaknya.
"Baik Dad,terima kasih atas nasehatnya" ucap Imelda dan Kiandra bersamaan.
"Permisi,makan siang sudah siap" kata Mbak Romlah.
__ADS_1
"Nah Bos dapur udah kasih aba-aba,ayo kita makan" ajak Daddy.
Semua menoleh ke arah Rani.
"Tenang Mbak Romlah udah siapkan makanan khusus untuk Rani" kata Mbak Romlah.
Mbak Romlah membawa segelas susu khusus ibu hamil,semangkuk buah segar yang sudah di potong-potong dan juga puding jeruk.Rani suka aroma jeruk.
"Rey kamu makanlah bersama mereka,aku akan menunggu di sini" kata Rani.
"Iya Rey,ini makan siang pertama untuk Kiandra dan Imelda setelah mereka menikah.Rani biar Mbak yang temenin" kata Mbak Romlah.
"Baiklah kalo begitu" jawab Rey.
Rani mengunyah buahnya dengan lesu dan tidak bersemangat,ada kesedihan di hatinya saat dia tidak bisa makan bersama lagi dengan keluarga.
"Jangan sedih,ini hanya sementara.Harusnya kamu bahagia karena sebentar lagi akan hadir dia diantara kalian,buah dari cinta kalian" Mbak Romlah menghibur Rani.
"Iya Mbak,terima kasih" ucap Rani.
Mbak Romlah mengusap bahu Rani dengan lembut.
"Mbak,Rani ke kamar dulu ya Kepala Rani pusing" pamit Rani.
"Mbak antar ya" tawar Mbak Romlah yang di balas anggukan oleh Rani.
Mbak Romlah menuntun Rani menuju kamarnya,"Terima kasih Mbak" ucap Rani.
"Sama-sama,istirahatlah" kata Mbak Romlah lalu menutupi Rani pakai selimut sampai sebatas dada.Setelah itu Mbak Romlah pun keluar dari kamar itu.
Saat Mbak Romlah sudah keluar buru-buru Rani turun dari kasurnya lalu masuk ke kamar mandi.
Rani memuntahkan semua yang baru saja di makannya.
"Sayang" Rey langsung masuk ke dalam kamar mandi saat mendengar suara Rani sedang muntah.
Hiks....Rani menangis,Rey langsung memeluknya.
"Aku mau pulang" kata Rani di dalam tangisnya.
"Mau pulang kemana,ini juga rumah kita" ujar Rey sambil mengelus rambut Rani dengan lembut.
"Tapi di sini bau makanan Rey,aku gak kuat" kata Rani lirih.Tenaganya sudah habis terkuras.
Rey menggendong Rani lalu mendudukkannya di kasur.Rey mengambil baju ganti untuk Rani,karena baju yang sedang di pakainya sudah bau.
"Aku bisa mengganti pakaianku sendiri Rey" kata Rani.
"Duduk diam" sahut Rey dengan tegas.
Rey membuka semua pakaian Rani lalu menggantinya dengan yang baru.Rey merapikan rambut Rani lalu mengikatnya.
"Sudah rapi" ujar Rey sambil tersenyum.
"Seperti anak kecil saja" gerutu Rani.
"Kamu memang gadis kecilku" ujar Rey.
__ADS_1
"Istirahatlah,aku mau turun sebentar" tutur Rey.
Rani merebahkan tubuhnya di kasur,setelah itu Rey keluar dari kamar.
"Kenapa dengan Rani Rey?" tanya Mommy dengan wajah khawatir.
"Dia muntah lagi Mom" jawab Rey.
Lalu duduk bersandar di sofa.
"Rani meminta pulang Mom" tutur Rey.
"Kalo kalian pulang siapa yang akan menjaga Rani saat kamu pergi Rey?" tanya Daddy.
"Rani tidak tahan mencium aroma masakan Dad,setiap mencium aroma masakan dia langsung muntah" jawab Rey.
"Kalo gitu Mbak Romlah gak usah masak,kita makan di luar" kata Mommy.
"Tapi itu bisa membuat Kak Rani tersinggung Mom,wanita hamil bawaannya sangat sensitif" tutur Imelda.
"Kamu betul sayang,memang hebat istri Abang ini" puji Kiandra.
"Lebay" ucap Imelda.
"Kita bicara baik-baik pada Rani,pasti dia akan mengerti" tutur Daddy.
"Ya sudah kalian lanjutkan obrolan kalian,Mommy ngantuk" kata Mommy yang langsung beranjak pergi ke kamarnya.
Kiandra dan Imelda pun masuk ke kamarnya.
"Kita menginap saja ya,kasihan Mommy jika kita pulang hari ini" ujar Imelda.
Kiandra menghela nafasnya,"Baiklah,aku akan menghubungi temanku dan meminta maaf karena tidak bisa hadir di acaranya" kata Kiandra.
"Apa saat kamu hamil,akan muntah-muntah seperti Kak Rani sayang?" tanya Kiandra yang sibuk memainkan jarinya di atas perut Imelda.
"Melda tidak tau Bang,setiap orang mengalami bawaan hamil yang berbeda-beda" jawab Imelda.
"Apa siang ini kita bisa mencicilnya?" tanya Kiandra sambil menaik turunkan alisnya.
"Mencicil apa?"Imelda tidak mengerti.
"Bikin kuping(Telinga)" bisik Kiandra.
Blush...wajah Imelda merona malu mendengar bisikan dari Kiandra.
"Kenapa malu untuk melakukan yang sudah pernah kita lakukan dan pernah kita rasakan" kata Kiandra.
"Abang,jangan mesum ah" ucap Imelda.
"Mesum tapi kamu suka kan" goda Kiandra.
Siang yang panas semakin panas,keringat mengucur deras membasahi seluruh tubuh.
"Terima kasih sayang" ucap Kiandra.
Imelda mengangguk saja,tenaganya habis tak bersisa.Seperti habis lari maraton keliling kota rasa capeknya.
__ADS_1
Kiandra memeluk tubuh polos Imelda,kemudian mereka pun tidur siang di hari yang sudah tidak siang lagi itu.