Cinta Masa Silam

Cinta Masa Silam
Kekasih Dunia Akhirat


__ADS_3

Rey sudah rapi dengan setelan baju santainya,dia keluar dari kamarnya lalu berjalan menuju ruang kerjanya. Abian dan Sakha masih berada di sana, masih berkutat dengan laptop dan ponselnya.


Rey hanya memperhatikan kedua orang dihadapannya yang sedang bekerja dengan serius. Rey duduk di sofa sambil menikmati kopi dan cemilan yang disuguhkan oleh Rani tadi.


" Abang nggak ikutan main bang, asik banget tau" seru Abian.


" Kalian saja yang main, Abang tunggu hasil akhirnya saja" balas Rey sambil mengunyah bolu dalam mulutnya.


" Yes permainanku sudah selesai" teriak Sakha dengan heboh.


" Bagaimana hasilnya?" Rey Menatap layar ponsel yang ditunjukkan oleh Sakha kepadanya, senyum manis pun mengembang di bibir Rey.


" Wow amazing,aku suka gayamu dalam mengalahkan mereka" puji Rey.


Abian Masih berkutat pada laptopnya, permen karet tidak pernah lepas dari kunyahan mulutnya. dia bekerja sambil mendengarkan musik yang tersambung melalui earphonenya.


"Yuhuu...semakin mengasyikkan" teriak Abian.


" I Love It" sambungnya lagi,dia terus menggeleng-gelengkan kepalanya mengikuti irama lagu yang sedang dinikmatinya.


Brak!!!


Abian menggebrak meja lalu melompat-lompat kegirangan.


" Bujubuset" Rey terlonjak kaget hingga bolu yang ada ditangannya pun terlepas dari genggamannya.


" Sorry bang Abian terbawa suasana, permainannya sungguh mengasyikkan,hehehe" ucap Abian sambil nyengir.


Abian memutar layar laptopnya mengarah kearah Rey, Rey membaca setiap barisan kata yang tertera di layar laptop." Good job Man" Rey mengangkat kedua jempol untuk Abian.


Sakha pun ikut membaca barisan kata yang terkaya di layar laptop milik Abian, kemudian dia pun tersenyum puas. Sakha melirik jam yang melingkar di tangannya, sudah pukul lima sore.


" Sudah sore nih Bang kami pamit pulang dulu ya" ucap Sakha.


" Oke...terima kasih atas kerjasamanya" ucap Rey sambil bersalaman dengan Abian dan Sakha.


" Sama-sama Bang" jawab Sakha dan Abian secara bersamaan.


Rey mengantar Abian dan Sakha sampai ke dekat mobil mereka, Saka mulai mengemudikan mobilnya meninggalkan area rumah Rey. Rey Melambaikan tangannya saat mobil menjauh dari pekarangan rumahnya.

__ADS_1


Rani berjalan menghampiri Rey yang sedang berdiri di teras.


" Mereka sudah pulang Pi?" tanya Rani.


Rani yang muncul tiba-tiba membuat Rey terkejut," Astaga mami bikin kaget aja. Hampir aja jantung Papi copot" seru Rey sambil memegangi dadanya.


Rey menetralkan detak jantungnya, Rey menarik nafasnya dalam-dalam dari hidung kemudian menghembuskannya secara perlahan dari mulut." Si tempe belum bangun Mi ?" tanya Rey setelah nafasnya kembali normal.


" Sudah, Dia sedang menonton TV di kamar. Ada film laga yang seru menurutnya" jawab Rani.


Rani meninggalkan Rey sendiri di teras,dia melangkahkan kakinya menuju dapur,dia harus segera menyiapkan makanan untuk makan malam.


Rey berjalan mendekatinya lalu duduk di kursi yang ada di dapur" Mami mau masak apa untuk kita makan nanti malam?" tanya Rey.


Rani duduk di depan kulkas lalu membuka pintu kulkasnya. Rani melihat stok makanan yang ada di dalam kulkas," yang ada cuma makanan favorit Naya Pi" jawab Rani.


" Tempe ya?" tanya Rey.


Rani menganggukkan kepalanya.


Selagi dia memikirkan makanan apa yang harus disiapkan, dari arah depan rumahnya ada yang mengucapkan salam.


" Assalamualaikum"


" Waalaikum salam" Rey dan Rani menjawab salam secara bersamaan.


" Bang,Si Tempe mana?" tanya Winara,dia datang bersama Lee.


" Wih yang baru pulang bulan racun" seloroh Rey.


" Bulan madu kali Bang,bukan bulan racun" kata Winara sambil meletakkan bungkusan yang dibawanya ke atas meja.


" Bawa apaan tu Dek?" tanya Rey.


"Bawa makanan,Winara mau makan malam di sini.Jadi Kak Rani gak perlu repot-repot untuk masak" jawab Winara sambil melangkah menuju kamar Rey.


Winara membuka pintu kamar secara perlahan, lalu menyembulkan kepalanya.


" Hai" sapa Winara.

__ADS_1


Naya menoleh ke arah pintu.


" Onty jelek kemana aja?" tanya Naya.


" Kok udah lama nggak kelihatan" sambungnya lagi.


Winara masuk ke dalam kamar lalu duduk disamping Naya," Onty habis jalan-jalan sama paman Lee" jawab Winara.


Naya kembali melanjutkan Menonton serial TV kesayangannya. Winara menemaninya sampai waktu makan malam tiba.


*


*


Thomas sedang duduk di ruang keluarga sambil Menonton siaran TV yang ada di depannya. Alana menghampirinya lalu duduk di sampingnya. Alana membawakan secangkir kopi dan beberapa camilan untuk Thomas.


" Pak Rey kini kembali memimpin perusahaan lagi, seluruh karyawan sangat senang saat mengetahui kalau Pak Rey kembali ke perusahaan" tutur Alana.


Thomas memutar arah kepalanya menghadap Alana," Termasuk kamu sayang, Apa kamu juga senang saat mendengar Rey kembali lagi ke kantor?" tanya Thomas.


" Ada tidaknya Pak Rey di kantor aku tetap merasa senang sayang, karena di sana ada pujaan hatiku,Kekasih Dunia Akhirat ku" jawab Alana.


Thomas memandang wajah istrinya," Kapan kamu akan berhenti bekerja Sayang. Mulai sekarang kita harus memikirkan calon penerus Thomas. Sudah setahun lebih kita menikah, Apa kamu tidak ingin mempunyai anak dariku?" tanya Thomas.


Alana menangkup wajah Thomas menggunakan kedua tangannya" kapanpun kamu menyuruh aku berhenti bekerja, aku akan berhenti sayang" jawab Alana.


" Bagaimana jika aku memintamu berhenti bekerja mulai besok?" tanya Thomas lagi.


Alana menghela nafasnya kemudian dia tersenyum dan mengalungkan kedua tangannya di leher Thomas," Berarti mulai besok aku tidak akan bekerja lagi di perusahaan milik keluarga Alberto. Seribu pekerjaan aku bisa dapatkan, tapi seorang suami seperti dirimu sulit untuk aku miliki. Jika kamu memintaku untuk berhenti besok, maka aku akan berhenti saat itu juga" jawab Alana.


" Aku akan mengajukan surat pengunduran diri mu besok pada Rey" ujar Thomas.


Alana memandang wajah Thomas," Apa setelah ini kita akan pergi berbulan madu?" tanya Alana sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Thomas.


" Jika itu yang kamu inginkan Tuan Putri, hamba akan mengabulkannya" jawab Thomas sambil mencolek hidung Alana.


" Aku mencintaimu Thomas,sangat mencintaimu dari awal kita bertemu hingga kini dan sampai ke akhir hayatku"ungkap Alana bersungguh-sungguh.


"Begitu pula aku,demi langit,bumi beserta isinya aku hanya milikmu seorang dan kamu satu-satunya wanita yang aku cintai selain ibuku" balas Thomas.

__ADS_1


Alana memberikan hadiah berupa kecupan bibir pada Thomas. Thomas menahan tengkuk Alana kemudian menyesap bibir Alana cukup lama.Sesapan bibir yang menuntut Thomas untuk melakukan lebih. Thomas menggendong Alana dan membawanya ke kamar tanpa melepaskan sesapannya. Alana membalas semua perlakuan Thomas dengan penuh cinta.


Malam yang indah dan panjang mereka lewati dengan sejuta Cinta dan harapan agar Thomas Junior segera hadir di dalam perut Alana.Junior yang selama ini mereka tunda kehadirannya karena alasan Alana yang belum siap menjadi seorang ibu.Tapi seiring berjalannya waktu Alana memantapkan hatinya dan siap untuk menjadi ibu dari anak-anak Thomas.


__ADS_2