
Daddy,Om Edo dan Kiandra sedang duduk sambil menatap tajam kearah orang yang ada di hadapan mereka. Ragil menundukkan kepalanya, sungguh dia merasa sangat ciut dihadapan ketiga orang itu. Daddy menghela nafasnya dengan panjang kemudian mendehem untuk menetralkan suaranya.
" Sudah dua tahun kamu menikahinya dan anakmu pun sekarang sudah besar apa kamu terus akan menyiksanya?" tanya Daddy pada Ragil. Tatapan matanya begitu tajam seolah ingin mencabik-cabik tubuh Ragil yang ada di depannya. Sebenarnya Daddy tidak mau ikut campur urusan pribadi orang lain,tapi sikap Ragil terhadap Sisy sudah keterlaluan.Mau tidak mau Daddy dan Om Edo terpaksa turun tangan.
" Aku tidak bisa mencintainya Om, aku masih begitu mencintai Ines. lagipula anak itu bukanlah darah dagingku. Sisy pernah melakukan hubungan dengan laki-laki lain di waktu dulu?" tutur Ragil.
" Apa bedanya kamu dengan laki-laki yang lain itu, Bukankah kamu juga pernah merasakan tubuhnya" seru Daddy.
Ragil terdiam, tidak tahu harus menjawab apa. Karena apa yang dikatakan oleh Daddy semuanya benar.
" Sisy sudah berubah menjadi wanita yang baik dan aku lihat Semenjak dia menikah denganmu dia tidak pernah keluar rumah sekalipun. dia sibuk mengurus rumah juga merawat anakmu" tutur Kiandra.
" Apalagi yang kamu cari lagi, mulailah untuk mencintai Sisy dan juga putranya. Semua yang sudah berlalu biarlah berlalu mungkin ini jalan yang Tuhan gariskan untuk hidupmu" kata Om Edo.
" Jika ingin hidupmu bahagia kuncinya hanya satu, jangan sakiti hati wanita.Baik itu ibumu ataupun juga istrimu" kata Daddy.
" Belajarlah untuk mencintainya seperti dulu kamu mencintai Ines" kata Om Edo sambil menepuk bahu Ragil.
" Pulanglah Ragil...Sisy dan anakmu pasti sudah menunggumu. Maafkan setiap kesalahannya yang pernah dia lakukan padamu di masa lalu. Mulailah membuka lembaran dan hiduplah bahagia bersama Sisy dan Putranya" kata Daddy.
" Mungkin memang benar dia bukan anakmu bukan juga darah dagingmu, tapi kita tidak tahu kedepannya bagaimana.Mungkin anak itulah yang besok akan mengangkat derajatmu di masa depan. Sayangilah dia, Cintailah dia sebagaimana dulu kamu mencintai dan menyayangi anak kandungmu saat masih bersama Ines" nasehat Daddy.
Ragil mengangguk lalu meninggalkan ruangan itu. Rasa Sesal dan kesal berkecamuk menjadi satu. Di sepanjang perjalanan pulang ke rumahnya Ragil banyak merenung, mengenang kembali kejadian selama dua tahun terakhir ini. Tanpa dia sadari air matanya menetes membasahi kedua pipinya. Sungguh kejam perlakuannya kepada Sisy, Ragil sudah menyiksa Sisy secara lahir dan batin, tapi Sisy tetap setia berada di sampingnya.
Sesampainya di rumah Ragil langsung mencari Sisy, ternyata Sisy sedang berada di dapur.Dia sedang menyiapkan makanan untuk makan siang.
" Maafkan Aku" ucap Ragil sambil memeluk Sisy dari belakang.
Sisi terkejut dengan sikap Ragil,dia mengerutkan keningnya lalu bertanya, " Ada apa Ragil?" tanya Sisy.
Ragil Memutar tubuh Sisy hingga menghadap ke arahnya. Ragil memandang wajah istrinya dengan tatapan lembut.Tidak seperti biasanya,dia selalu bersikap kasar kepada Sisy bahkan terkadang dia menampar bahkan memukul Sisy.
" Apakah kamu mau memaafkan kesalahanku?" Dan kita mulai hubungan ini dari awal lagi" kata Ragil.
__ADS_1
Sisy menatap mata Ragil untuk mencari kebohongan di sana, tapi yang dia temukan adalah kejujuran dan ketulusan. Sisy mengangguk lalu menghambur kepelukan Ragil. Ragil membalas pelukan Sisy dengan erat.
*
*
Naya sedang bermain dengan Cimot di depan pintu masuk rumahnya. Dia memang tidak rewel saat ditinggal kerja oleh Rey, tapi dia selalu duduk di depan pintu untuk menunggu Rey pulang. Semua kegiatannya dilakukan di depan pintu dari mulai bermain,makan atau hanya Sekedar duduk-duduk saja.
" Adek udah waktunya bobo siang ni,Kita bobok yuk" ajak Rani.
" Cimot juga bobok ya Mi" seru Naya dan Rani pun menganggukkan kepalanya.
Rani membantu Naya mengemasi mainannya lalu memasukkan ke dalam keranjang khusus mainan. Ketika hendak berjalan menuju kamarnya sebuah mobil memasuki pekarangan rumahnya.
" itu papi Mi" seru Naya lalu memberontak minta diturunkan dari gendongan Rani.
Naya langsung berlari menghampiri mobil Rey yang parkir di depan pintu.
" Udah jam berapa ini kok belum bobok?" tanya Rey lalu menggendong Naya dan membawanya masuk ke dalam rumah.
Rey menggendong Naya hingga ke dalam kamar, lalu merebahkan tubuh Naya di atas kasur.
" Kok cepat pulang Pi?" tanya Rani sambil membuka jas yang dikenakan oleh Rey.
" Hari ini tidak ada pekerjaan yang penting, jadi Papi bisa pulang cepat" membuka sepatu lalu meletakkan yang di tempat khusus sepatu. kemudian Rey berbaring disamping Naya.
" Alana mengundurkan diri dari kantor, dia sudah memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga yang baik" tutur Rey pada Rani.
" Baguslah kalau begitu, jadi secepatnya Alana dan Thomas akan memiliki momongan" kata Rani.
Rani menyerahkan botol susu kepada Naya dan Naya pun langsung menyedotnya hingga susu yang ada di botolnya habis.
" Buset anak embek minum susunya ngebut banget,sebentar aja udah habis" seru Rey sambil mencolek hidung Naya.
__ADS_1
Naya mengerutkan keningnya," Siapa yang anak embek Pi?" tanya Naya.
"Ni si Buntal yang doyan tempe" jawab Rey lalu melingkarkan tangannya di atas perut Naya.
Rey mengajarkan doa mau tidur kepada Naya, kemudian mereka berdua pun mulai tidur siang. Setelah melihat suami dan anaknya tertidur Rani pun keluar dari kamarnya, Rani berjalan menuju dapur untuk mengambil ponselnya yang tertinggal di dapur.
...----------------...
Rani mengguncang-guncangkan tubuh Rey dengan perlahan," Papi bangun ada Thomas dan Alana dibawah" kata Rani.
Rey membuka matanya secara perlahan.Rey menggeliat lalu merentangkan kedua tangannya untuk meregangkan otot-otot yang terasa kaku.
Hoam....
Rey menguap dan menutup mulutnya menggunakan telapak tangannya.
" Si Tempe mana Mi?" tanya Ray saat melihat Naya sudah tidak ada di sampingnya.
" Naya ada di bawah sedang bermain bersama Thomas dan Alana, cepatlah bangun kasihan Thomas dan Alana sudah menunggu lama" seru Rani.
Dengan malas Rey turun dari kasurnya lalu masuk kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Selesai mandi dan berpakaian Rey langsung menuju ke ruang tamu untuk menemui Thomas dan Alana yang sedang menunggunya.
" Kalian jadi pergi hari ini?" tanya Rey pada Thomas.
" Rencananya sih begitu, tapi tadi Daddy menelponku dan mengatakan bahwa ada pekerjaan penting yang harus aku selesaikan. Jadi aku terpaksa menunda keberangkatanku" jawab Thomas.
Rey mengerutkan keningnya," Pekerjaan apa? Bukankah semua pekerjaan sudah kita selesaikan?" tanya Rey.
" Ada sedikit masalah di perusahaan cabang dan Kenzi tidak bisa mengatasinya" jawab Thomas.
" Wajar kalau Kenzi tidak bisa mengatasinya sendiri, karena dia sendiri masih dalam tahap belajar" tutur Rey.
Tidak terasa waktu bergulir dengan cepat, Thomas dan Alana pun pamit untuk pulang.Naya Melambaikan tangannya saat mobil Thomas bergerak meninggalkan pekarangan rumahnya. Setelah mobil Thomas tidak terlihat lagi barulah Rey dan Rani membawa Naya masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Rey dan Rani membawa Naya masuk ke kamar mandi,Rey mengajarkan pada putrinya cara berwudhu.Setelah selesai berwudhu Rey,Rani dan juga Naya shalat Maghrib bersama. Selesai shalat Rey mengajarkan Naya mengaji seperti mommy yang dulu mengajari Rey mengaji. Sedangkan Rani keluar dari kamarnya menuju ke dapur untuk menyiapkan makan malam.