
Rani buru-buru pergi menggunakan motor matic peninggalan Ayahnya.Hari ini adalah hari pertama dia masuk kerja,setelah seminggu memasukkan lamaran pekerjaan akhirnya pihak HR menghubunginya kemarin.
Rani tidak mau terlambat di hari pertamanya bekerja.Setelah sampai di HR mart Rani memarkirkan motornya di depan toko,setelah itu Rani masuk ke dalam toko.
"Hai Kak Rani" sapa Winara yang berada di dalam toko.
"Hai Win,mau belanja?" tanya Rani pada Winara.
"Mau kerja tepatnya Kak,mulai hari ini Winara kerja di HR mart tapi Winara belum tau nih dapet tugas di toko cabang yang mana" jawab Winara.
"Loh bukannya di tempatin di sini ya?" tanya Rani.
"HR mart banyak cabang Kak,jadi kita harus siap di tempatkan dimana saja dan kalo menolak atau mengundurkan diri kita bakal kena denda yang nilainya lumayan besar,tiga bulan gaji" tutur Winara.
Rani terdiam mendengar penjelasan dari Winara,dia pikir toko yang berada di sini yang sedang membutuhkan karyawan.
"Saudara Restu Maharani" kata Seorang lelaki yang menghampiri Rani dan Winara.
"Saya Pak" jawab Rani.
"Ikut saya keruangan Bos" perintah orang itu.
Rani mengangguk lalu mengikuti orang itu menuju ke sebuah ruangan.
"Silahkan duduk" perintah orang itu.
Rani duduk di kursi yang berhadapan dengan seorang laki-laki yang jika dilihat dari wajahnya umurnya sekitar lima puluh tahunan.
"Siapa namamu?" tanya Om Haris.
"Restu...Restu Maharani" jawab Rani.
"Nama panggilan?" tanya Om Haris.
"Res....Rani" jawab Rani.
Om Haris duduk bersandar di kursinya,matanya menatap Rani dengan tajam.
Rani menundukkan kepalanya,keringat dingin mulai mengucur di wajahnya.
"Apa kamu sudah baca peraturan kerja di toko ini?" tanya Om Haris.
Rani mengangkat kepalanya lalu menggeleng.
"Tapi kamu sudah menandatanganinya dan itu berarti kamu sudah menyetujui semua syarat dan ketentuan bekerja di toko ini" tutur Om Haris.
Rani terdiam.
"Apa pun keputusan Bapak,saya akan menerimanya" ucap Rani.
Om Haris tersenyum smirk.
"Kamu saya terima bekerja dan kamu saya tempatkan di toko yang ada di jalan G.Apa kamu siap?" tanya Om Haris.
"Siap Pak" jawab Rani.
__ADS_1
"Tapi kamu tidak boleh telat datang dan saya rasa kamu sudah tau apa konsekuensinya jika kamu melanggar peraturan" kata Om Haris lagi.
"Baik Pak,saya mengerti" jawab Rani.
"Mulai besok kamu sudah bisa mulai bekerja,untuk seragam kerja besok bisa kamu ambil di toko yang ada di jalan G" kata Om Haris.
Rani mengangguk lalu keluar dari ruangan itu.
"Queenara" teriak asisten Bos.
"Kak Rani di tanya-tanyain apa?" Winara malah mengajak Rani ngobrol.
"Hei kamu,siapa nama kamu?" tanya asisten Bos pada Winara.
"Eh...anu...Queenara Pak" jawab Winara.
"Kamu tuli ya,ikut saya ke ruangan Bos" perintah asisten Bos dengan gusar.
"Kak Rani tunggu Winara ya" pinta Winara yang langsung masuk ke ruangan Om Haris.
Entah apa yang di bicarakan Om Haris dan Winara,hanya mereka yang tau.Tidak lama kemudian Winara keluar dengan wajah lesu,lalu dia menghampiri Rani di parkiran.
"Kenapa lesu Win?" tanya Rani.
Winara duduk di emperan toko dengan wajah di tekuk.
"Winara di tempatkan di toko yang ada di jalan G kak dan itu sangat jauh dari sini.Winara pasti kecapekan kalo harus bolak balik dari rumah kesana.Toko disana buka jam tujuh tutup jam sebelah malam,jam berapa Winara harus bangun.Oh...dasar tidak adil" gerutu Winara dengan nada kesal.
"kakak juga di tugasin di sana" kata Rani.
"Kakak juga gak tau dan kakak masih bingung,kalo Kakak ditugasin disana berarti kakak harus ngekost dan cari kostan itu tidak gampang" keluh Rani.
"Gimana kalo kita ngekos berdua kak,kan lumayan tu bayar kostnya kita bagi dua.Winara punya teman di daerah sana,siapa tau aja ada kost-kostan yang kosong.Winara coba telpon dia dulu ya" kata Winara.
Rani mengangguk.
Selagi Winara sibuk menelpon temannya Rani sibuk dengan pikirannya,dia bingung kenapa Winara yang notabene anak konglomerat mau bekerja di toko yang tidak seberapa dibandingkan perusahaan orang tuanya.
"Kak ada rumah kosong dan sewanya murah,letaknya tidak jauh dari toko.Gimana Kakak mau nggak,kalo Kakak mau nanti malam kita sudah bisa tinggal disana" kata Winara.
"Boleh deh,kasih tau alamatnya nanti sore kakak langsung meluncur kesana" kata Rani.
"Boleh gak nanti sore kakak jemput Winara,kalo Daddy dan Mommy tau siapa teman serumah Winara pasti Winara di bolehin ngekost.Mau ya Kak,pliiiss" Winara memohon.
"Iya deh,nanti kakak datang ya sehabis ashar biar kita tidak kemalaman sampai di sana" kata Rani.
Akhirnya mereka berdua pun berpisah di situ dan pulang ke rumahnya masing-masing.
***
Rey duduk di kursi yang ada di ruang kerjanya,matanya terus menatap ke arah monitor di hadapannya.Bibirnya menyunggingkan senyuman saat melihat wajah Restu dan Winara di layar laptopnya.
"Adik pintar,seharusnya kamu bukan bekerja di toko tapi lebih pantas jadi pemain sinetron,aktingmu luar biasa" kata Rey memuji adiknya,Winara.
Rey beranjak dari duduknya saat mendengar pintu apartemennya terbuka.
__ADS_1
"Daddy...Mommy" kata Rey.
"Kamu membohongi Mommy Rey,kamu pikir Mommy gak bisa di ajak kerja sama" oceh Mommy.
"Maaf Mom" ucap Rey.
"Bagaimana Rey,kamu akan tetap berada di sini atau pindah ke tempat yang lebih dekat dengan adikmu?" tanya Daddy.
"Kalo menurut Mommy lebih baik kamu pindah Rey,Mommy khawatir dengan adikmu.Dia tidak pernah berada jauh dari kita,lagipula mereka berdua perempuan semua,Mommy takut terjadi apa-apa" usul Mommy.
"Baiklah kalo itu mau Mommy,nanti Rey akan pindah kedaerah sana" jawab Rey.
"Daddy mau ke kantor polisi dulu Rey,Mommy akan menemanimu disini" kata Daddy.
"Ke kantor polisi,ada urusan apa Dad?" tanya Rey.
"Polisi menggerebek cafe Ardan dan saat penggerebekan teman serumah Rani masih berada di cafe itu,Daddy akan membantu membebaskannya dan kemungkinan sekarang Rani juga sedang berada di kantor polisi" jawab Daddy.
Rey mengangguk.
Daddy pun langsung keluar dari apartemen Rey.
"Terlalu cepat polisi menangkap Ardan,bahkan aku belum puas bermain" gumam Daddy sambil mengemudikan mobilnya.
Tidak lama kemudian Daddy sudah sampai di kantor polisi.
Polisi membungkukkan tubuhnya saat Daddy melewati mereka.
"Om" sapa Rani saat Daddy berjalan melewatinya.
"Kamu kurir yang waktu itu datang ke rumahkan?" tanya Daddy yang menghentikan langkahnya.
"Iya Om" jawab Rani.
"Sedang apa kamu berada disini?" tanya Daddy lalu duduk di samping Rani.
"Cafe tempat saya bekerja dulu di grebek polisi Om dan teman saya ikut tertangkap.Saya mau melihat keadaannya dan Om sendiri ada keperluan apa?" kata Rani.
"Om hanya sekedar berkunjung saja.Oya siapa nama temanmu,mungkin Om bisa bantu keluarkan dia dari sini.Itupun kalo dia tidak bersalah" kata Daddy.
"Namanya Erma Om,tapi kami biasa memanggilnya dengan sebutan Ema" jawab Rani.
Daddy manggut-manggut.
"Tuan Elang,sudah lama menunggu?" tanya Polisi yang baru datang sambil membungkukkan tubuhnya.
"Baru saja datang" jawab Daddy.
"Rani,Om tinggal dulu ya.Om ada pekerjaan,nanti Om kabari kamu" kata Daddy.
"Baik Om,terima kasih" ucap Rani.
Daddy menepuk bahu Rani dengan lembut lalu beranjak pergi dari sana.
"Ayahnya Rey orang baik dan aku juga melihat anggota keluarga Rey semuanya baik-baik.Walaupun mereka kaya raya tapi mereka tidak sombong.Maafkan aku Rey yang sudah terhasut oleh omongan Ardan dan sudah berburuk sangka kepada keluargamu.Aku hanya takut dan merasa tidak pantas saja untukmu.Kita ibarat langit dan bumi.Tapi setelah kamu pergi aku baru sadar bahwa aku mencintaimu,sangat mencintaimu.Bukan karena hartamu tapi karena kasih sayangmu" gumam Rani dalam hati.
__ADS_1
Rani melangkahkan kakinya keluar dari kantor polisi dan langsung mengendarai motornya menuju ke rumahnya.Dia harus mengemasi barang-barang yang akan dia bawa ke kostannya.