Cinta Masa Silam

Cinta Masa Silam
Tidak Enak Perasaan


__ADS_3

Naya berjoget ria seirama dengan alunan musik yang diputar oleh Rey.Suara tawa dan canda menambah hangatnya suasana kekeluargaan di rumah Rey malam ini.


Daddy tidak melihat satu pun pelayan di rumah Rey yang bergabung bersama mereka.


" Mereka tidak kamu ajak bergabung Rey?" tanya Daddy.Mereka yang dimaksud oleh Daddy adalah para pelayan.


" Tadi Rey sudah mengajak mereka,tapi mereka menolaknya.Lelah dan ngantuk katanya" jawab Rey.


Imelda dan Rani mulai memanggang daging,Mommy duduk bersama Winara dan Lee.Sedangkan Kiandra menemani Naya berjoget.


" Tumben para Om-Om gak ada yang datang Dad?" tanya Rey.


" Mereka sibuk Rey,Daddy sudah mengundang mereka tapi mereka memilih untuk beristirahat karena lelah" jawab Daddy.


" Oya,Andre dan Thomas gak datang?" tanya Daddy.


" Thomas dan Alana sedang berbulan madu,sedangkan Andre dan Ema pergi ke rumah Kakek Jonathan" jawab Rey.


Daging panggang sudah matang.Rani menyajikannya di atas meja.Semua yang ada disitu pun langsung menyantapnya.Karena asyiknya menyantap hidangan Daddy gak sengaja menyenggol piring yang berisi sayuran mentah untuk lalapan.Piring pun melayang jatuh dari atas meja.Daddy hendak menangkapnya tapi sudah terlambat,karena Naya dengan santainya menangkap piring itu terlebih dahulu.


" Lain kali klo makan hati-hati Kakek,jangan seperti anak kecil.Ceroboh" celoteh Naya.


Daddy tertegun,bukan karena ocehan Cucunya tapi karena melihat kegesitan Naya yang dengan santai menangkap piring itu tanpa menoleh sedikit pun.


" Maaf Sayang,Kakek gak sengaja menjatuhkannya" ucap Daddy.


Daddy melanjutkan kembali makannya,sesekali dia melirik kearah Naya yang duduk di sampingnya sambil menikmati daging panggang.


" Ya ampun,Adek kenapa makannya belepotan gitu.Udah kayak Cimot aja" seru Rani.


Naya melihat ke sekeliling,lalu menautkan alisnya saat semua anggota keluarganya melihat kearahnya," Ada apa?" tanya Naya bingung.


Naya turun dari kursinya lalu berlari masuk ke dalam rumah.Tidak lama kemudian dia sudah keluar lagi sambil tersenyum geli lalu menghampiri Rani.


" Iya,benar kata Mami kalo Adek mirip Cimot.Ada kumisnya" tutur Naya.


" Dek ini sudah malam,sebaiknya kalian tidur di sini" kata Rey pada Kiandra.


" Iya Bang,kasihan kak Melda.Dia sudah mengantuk tu" kata Winara.

__ADS_1


Kiandra pun setuju dengan apa yang dikatakan oleh abang dan adiknya itu.


Setelah selesai makan,mereka langsung membersihkan semua peralatan dan meletakkannya ke tempatnya semula.Daddy dan Mommy pamit pulang,begitu juga dengan Winara dan Lee.


" Bang,kenapa perasaan Melda gak enak ya.Jantung Melda berdebar tidak karuan" tutur Imelda saat berada di kamar tidurnya.


" Mungkin karena kamu kebanyakan makan daging panggangnya sayang" kata Kiandra.


" Tapi rasanya beda Bang,seperti akan terjadi sesuatu" kata Imelda.


Kiandra membelai rambut istrinya," Itu hanya perasaan kamu saja.Ini sudah larut malam,lebih baik kamu tidur.Besok pagi kita periksa di rumah sakit" kata Kiandra.


Imelda mengangguk dan Kiandra pun mengecup kening Imelda.Kiandra memeluk tubuh Imelda agar Imelda bisa tidur dengan nyaman.


Di kamar Rey,


Naya sudah tertidur dengan botol susu yang masih berada di mulutnya.


" Jantung Mami kok berdetak gak beraturan ya Pi,seperti akan terjadi sesuatu" tutur Rani.


Rey tersenyum," Berarti jantung Mami lebih peka terhadap sesuatu yang akan terjadi" kata Rey sambil berjalan mendekat ke arah Rani yang sedang memakai krim malamnya.


Rey memutar tubuh Rani lalu Rey pun berjongkok di hadapannya," Tidak akan terjadi apa-apa.Itu hanya perasaanmu saja sayang" ujar Rey.


" Mudah-mudah saja ya Pi" ucap Rani.


Klotak...


Bunyi benda terjatuh,Rey berdiri lalu melihat benda apa yang terjatuh.


" Habis manis sepah dibuang,susu habis botol melayang" kata Rey sambil mengambil botol susu milik Naya yang terjatuh ke lantai.


Rani naik ke atas kasur lalu berbaring di samping Naya,matanya sudah sangat mengantuk dan tidak lama kemudian Rani pun tertidur.


Rey keluar dari kamarnya lalu berjalan menuju dapur.Rey mencuci botol susu milik Naya lalu menaruhnya di tempat khusus.Rey mengambil dua gelas air putih lalu membawanya ke dalam kamar.Biasanya Naya sering terbangun di malam hari untuk minum.Rey meletakkan gelas itu di atas meja lalu dia pun menyusul istri dan anaknya ke alam mimpi.


...----------------...


Rey tidak sempat sarapan,karena dia bangun kesiangan dan pagi ini dia harus pergi ke suatu tempat.Rey berjalan tergesa-gesa menuju mobilnya,setelah berpamitan pada Rani Rey langsung meluncur ke tempat tujuannya.

__ADS_1


Kiandra sudah berangkat sejak subuh ke rumah sakit,karena ada keadaan darurat.Sedangkan Imelda masih berada di kamar,duduk di teras kamar sambil menikmati udara pagi.


" Un,apa Imelda sudah pulang?" tanya Rani.


" Sepertinya sudah deh mbak,soalnya sejak tadi Unah gak melihat Mbak Imelda atau pun Bang Kiandra" jawab Unah.


" Mungkin Imelda masih berada di dalam kamar,soalnya selepas shalat subuh tadi Ibu hanya melihat Kiandra saja yang keluar dari rumah ini lalu pergi" Bu Desi menimpali.


" Kiandra pergi subuh-subuh?" tanya Rani pada Bu Desi.


" Iya,dia juga memakai jas berwarna putih" jawab Bu Desi.


Rani manggut-manggut mendengar jawaban dari Bu Desi." Mungkin ada keadaan darurat di rumah sakit" tutur Rani.


" Apakah Kiandra seorang Dokter?" tanya Bu Desi.


" Iya,Kiandra Dokter umum sedangkan Imelda istrinya Dokter spesialis kanker.Tapi,karena Imelda masih baru jadi hanya dijadikan Dokter pendamping saja" tutur Rani.


Rani yang sudah selesai dengan urusannya pun kembali ke kamarnya,Unah pergi ke belakang untuk membantu Laila yang sedang mencuci pakaian.Susi sedang menyetrika baju,sedangkan Bu Desi menyiapkan bahan-bahan yang akan dimasaknya untuk makan siang nanti.


Imelda mengganti pakaiannya dengan pakaian kerja,setelah mengemasi barang-barangnya Imelda pun keluar dari kamar.Imelda berjalan menuju dapur untuk meletakkan gelas kosong bekas air minumnya.


" Bu Desi ya?" sapa Imelda pada Bu Desi yang sedang berdiri membelakanginya.Bu Desi sedang mengambil ikan di dalam kulkas.


Mendengar seseorang menyapanya Bu Desi pun memutar tubuhnya.Lalu Bu Desi pun tersenyum pada Imelda.


" Iya Nak,Ibu pembantu baru di rumah ini" jawab Bu Desi.


Imelda menjatuhkan tas kerja yang sedang di pegangnya,matanya berkaca-kaca saat melihat Bu Desi yang berdiri tegak di depannya.


" Ibu" ucap Imelda lirih,tubuhnya sangat lemas.Jangankan untuk berjalan menghampiri Bu Desi yang jaraknya sekitar lima meter.Membuka mulutnya untuk berbicara saja dia sudah tidak mampu.


" Apa ada yang nak Melda butuhkan?" tanya Bu Desi.


Imelda diam terpaku di tempatnya,hanya air mata yang jatuh mengalir ke pipinya.Lidahnya terasa kelu,tak sanggup lagi berkata-kata.


Bu Desi menghampiri Imelda yang tiba-tiba terdiam dan menangis.Bu Desi takut terjadi apa-apa pada Imelda.


" Apa kamu baik-baik saja Nak?"

__ADS_1


__ADS_2