Cinta Masa Silam

Cinta Masa Silam
Kak Naya


__ADS_3

"Akhirnya,aku kembali lagi ke kamar ini" seru Rani saat Rey menurunkan Rani dari gendongannya.


Setelah tiga hari dirawat,Dokter mengizinkan Rani pulang.


"Apa kamu merindukannya sayang?" tanya Rey lalu duduk di tepi tempat tidur.


"Aku sangat merindukannya dan aku juga benci rumah sakit" jawab Rani.


Rey membelai rambut Rani lalu mengecup kening istri yang sangat dicintainya itu," Kalau begitu,mulai hari ini Mami harus sehat.Karena kalo sakit Papi pasti akan langsung membawa Mami ke rumah sakit" ujar Rey.


Rani mengangguk.


Rey beranjak dari duduknya," Papi keluar sebentar ya,mau minta tolong Pak Karto sama Laila jemput Naya" ujar Rey.


Rey keluar dari kamarnya dan saat hendak memanggil Pak Karto,Kiandra datang sambil menggendong Naya.


"Baru saja Papi mau suruh Pak Karto untuk jemput Adek" kata Rey pada Naya.


"Papi telat" ujar Naya.


Naya langsung berlari menuju kamar untuk menemui Rani.


"Mami mana adik bayinya?" tanya Naya sambil melihat ke setiap penjuru kamar bahkan Naya sampai mencari ke box tempat menyimpan semua mainannya.


Rani tersenyum melihat Naya,"Adek kira adik bayi boneka,cari di box mainan" seru Rani.


"Bukan Adek Mami,tapi Kakak" protes Naya lalu naik ke atas kasur.


"Kakek bilang sekarang Naya sudah mau punya adik,jadi gak boleh di panggil adek lagi" tambahnya.


"Anak pintar" puji Rani.


Rey membuka pintu lalu masuk ke kamar,"Adek main sama mbak Unah ya,karena Mami harus istirahat" ujar Rey.


"Bukan Adek Papi,tapi Kakak.Kakak Naya" tegas Naya.


"Baiklah Kakak,sekarang mau main atau nonton TV?" tanya Rey lalu mendekap tubuh Naya.


Naya mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya di dagu," Kalo kakak nonton TV saja boleh gak,Kakak janji gak akan ganggu mami" ujar Naya.


Rey menggendong Naya lalu menurunkannya di depan TV,Rey menghidupkan TV dan mencari acara favorit Naya.Naya langsung berbaring di lantai yang beralaskan kasur tipis.


"Papi,tolong boneka kakak" pinta Naya.


Rey mengambil boneka panda dari atas kasur lalu memberikannya pada Naya.


"Mau susu?" tanya Rey.


Rey melihat jarum jam,sudah pukul dua siang.Pasti Naya belum tidur siang,begitu pikir Rey.


Naya melihat ke arah Rani,lalu melihat ke arah Rey.Rey yang mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh putrinya itu pun langsung mendekati anaknya.


"Mbak Unah yang bikin susunya,bukan Mami" ujar Rey.

__ADS_1


Naya mengangguk lalu kembali menonton TV.


Rani yang baru saja minum obat pun tertidur,efek dari obat yang diminumnya membuat dirinya mengantuk.


"Ini susunya" kata Rey sambil menyerahkan botol susu pada Naya.


Benar saja,belum habis susu dalam botol Naya sudah tertidur.Rey menaruh botol susu di atas meja kemudian dia pun keluar dari kamar.


"Kamu masak apa hari Laila?" tanya Rey.


"Cuma goreng ikan lele dan sambal terasi saja Mas" jawab Laila.


Rey mengambil piring lalu mengambil makanan di dapur,sejak tadi dia belum sempat makan siang.


"Nanti malam Mommy sama Daddy mau datang kemari,kemungkinan mereka akan makan malam di sini.Tolong masak ya,tapi jangan ada udang,terasi dan olahan udang lainnya.Mommy alergi udang" tutur Rey.


"Baik Mas" sahut Laila.


Rey membawa makanannya ke meja makan,kemudian dia pun makan dengan lahap.Selesai makan dia masuk ke ruang kerjanya.


Rey menatap layar laptop yang ada di hadapannya dengan serius.


Tok...tok...tok...ada yang mengetuk pintu ruang kerja Rey.


"Masuk" perintah Rey.


Pintu terbuka,Susi menyembulkan kepalanya.


"Siapa?" tanya Rey.


"Wah kalo itu Susi gak tau Mas,dia menunggu di teras" jawab Susi.


"Hemmm,terima kasih" ucap Rey.


Susi kembali ke dapur dan Rey pergi ke teras untuk menemui tamunya.


"Anders" seru Rey.


"Mari masuk" ajak Rey.


Rey mengajak Anders duduk di ruang tamu.


"Apa kamu sibuk Rey?" tanya Anders.


"Sedikit" jawab Rey.


"Emangnya ada apa?" tanya Rey.


Anders menceritakan permasalahannya lalu meminta bantuan kepada Rey.


"Sudah berapa hari sistem keamananmu dibobol?" tanya Rey.


"Aku belum tau pasti Rey,aku baru menyadarinya tadi" jawab Anders.

__ADS_1


Rey mengeluarkan ponsel dari saku celananya lalu menghubungi Abian.


"Ada apa Bang,bisa hubungi Abian nanti.Abian sedang bersama klien" tutur Abian dari sebrang telpon.


Panggilan pun terputus.


"Orang-orangku akan mengurusnya nanti.Tapi karena ini sudah sore,mungkin besok mereka baru bisa beraksi" ujar Rey.


"Baiklah Rey,kalo begitu aku pamit pulang dulu" kata Anders.


Selepas kepergian Anders,Rey kembali ke ruang kerjanya.Mengetikkan sesuatu di laptopnya dan melihat seberapa jauh para pembobol itu membobol keamanan Jona Corp.Rey juga mengecek seberapa banyak kerugian yang dialami oleh Jona Corp.


...----------------...


Di kampung kecil,


Sisy sedang menjemur pakaian di halaman belakang,tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang.


"Jangan begini ah,nanti di lihat orang" kata Sisy.


"Aku merindukanmu" ujar Ragil.


Selama seminggu dia pergi meninggalkan rumahnya karena harus ikut warga kampung kecil lainnya ke markas.


Hubungan Ragil dan Sisy sudah jauh lebih baik dari sebelumnya,kini Ragil sudah bisa menerima Sisy menjadi istrinya walaupun separuh hatinya masih terpatri nama Ines disana.


Ragil membantu Sisy menjemur pakaian,setelah itu mereka kembali masuk ke dalam rumah.Ragil mengajak Sisy duduk di ruang tengah.


"Minggu depan kita pindah lagi ke kota.Bos memintaku untuk menjadi satpam di perusahaan milik Rey" tutur Ragil.


"Apa kita akan kembali mengontrak?" tanya Sisy.


"Emangnya kalo kita mengontrak,kamu keberatan?" Ragil balik bertanya.


"Bukan keberatan tapi cari rumah kontrakan di jaman sekarang susah.Kalo bisa kita harus mencari mulai dari sekarang,supaya saat kita pindah besok kita sudah punya tempat untuk tinggal" jawab Sisy.


Ragil tersenyum lalu merangkul bahu istrinya," Kita akan tinggal di rumah yang sudah disiapkan oleh Bos Untuk kita" ujar Ragil.


"Berarti kita tidak perlu mengontrak rumah?" tanya Sisy dan dijawab anggukkan oleh Ragil.


Ragil mengecup puncak kepala Sisy," Bersiaplah,aku akan membawamu ke suatu tempat" kata Ragil.


"Kemana?" tanya Sisy.


"Rahasia" jawab Ragil.


Sisy pun masuk ke kamarnya,untuk berganti pakaian.Dia juga tidak lupa mengganti pakaian anaknya.Setelah selesai Ragil pun membawa Sisy dan anaknya ke sebuah danau buatan yang ada di dekat kampung kecil.Danau yang dibuat oleh Daddy untuk warga kampung kecil bersantai dan bermain bersama keluarga.


"Indah" seru Sisy.


Suasana sejuk dan angin sepoi-sepoi menambah suasana indah.Kilau air yang terkena sinar matahari bersinar menyilaukan mata,bunga-bunga bermekaran memanjakan setiap mata yang memandang.


Angin bertiup menerpa helai rambut milik Sisy.Ragil merapikannya lalu menyelipkannya ke telinga Sisy.Mereka duduk di sebuah bangku panjang,duduk sambil menikmati keindahan danau yang ada di hadapan mereka.

__ADS_1


__ADS_2