Cinta Masa Silam

Cinta Masa Silam
Bulan Madu


__ADS_3

"Rey jelaskan padaku sebenarnya ini ada apa?" tanya Rani.


"Biar nanti Daddy yang akan menjelaskan,sekarang Daddy sedang menuju kemari" jawab Rey,dia takut salah bicara.


Ceklek


Pintu terbuka,Daddy dan teman-temannya masuk ke ruang kerja Rey.


"Untunglah Rani ada di sini" ucap Daddy lega.


"Sebenarnya ada apa ini Dad,Rani bingung?" tanya Rani.


"Tidak ada apa-apa,hanya masalah kecil saja" jawab Daddy.


"Kalo hanya masalah kecil kenapa semua terlihat panik?" tanya Rani lagi.


"Sayang,kamu ingat Kina.Beberapa hari lalu dia datang ke rumah" kata Rey.


"Cewek yang datang waktu malam?" tanya Rani.


Rey mengangguk.


"Dia mendatangi rumahmu Rey?" tanya Om David.


"Iya Om" jawab Rey.


"Rani...Kina itu teman sekolah Rey.Dia menyukai Rey sejak dulu,tapi Rey sama sekali tidak pernah mempedulikannya.Karena Rey sudah terikat janji padamu saat itu.Dan saat ini Kina dan Ayahnya sedang merencanakan sesuatu yang tidak baik dan jika kalian lemah maka bisa di pastikan pernikahan kalian akan hancur" tutur Daddy.


"Benar begitu Rey?" tanya Rani yang di jawab anggukan kepala oleh Rey.


"Andre menelponmu dan memintamu datang kemari itu karena mereka berniat menculikmu" kata Om Wildan.


"Segitu besarnya cinta Kina padamu Rey" ucap Rani.


"Bukan cinta tapi obsesi nak.Kina dan orang tuanya sangat mengagungkan harta,cara apapun akan digunakannya asal mereka bisa mendapat keuntungan yang besar.Dan jika Kina berhasil menjebak Rey,sudah tentu mereka akan memaksa Rey untuk menikahinya dan mulai melancarkan aksinya" tutur Om Edo.


Rani terdiam mendengar penuturan para orang tua yang ada di hadapannya.


"Jadi Rani harus bagaimana?" tanya Rani.


"Untuk sementara kalian tinggal di rumah Daddy,karena Daddy yakin mereka tidak akan berani mendatangi rumah Daddy" jawab Daddy.


"Selebihnya biar Om yang menanganinya" kata Om Edo.


"Baiklah" ucap Rani.


"Ema bagaimana?" tanya Rey.


"Om sudah menyiapkan apartemen di dekat sini untuk Ema,kamu jangan khawatir" jawab Om Wildan.


"Rey bawa Rani pulang" perintah Daddy.


"Ayo sayang kita pulang" ajak Rey.


Rani mengangguk lalu berpamitan pada Daddy dan teman-temannya.


"Mobil siapa ini Rey?" tanya Rani saat tiba di parkiran.


"Mobil kita" jawab Rey.


Rani hendak berbicara tapi Rey menyuruhnya masuk ke dalam mobil.Rey mengemudikan mobilnya dengan santai.


"Sayang,apa kita perlu bulan madu untuk menyegarkan otak?" tanya Rey.

__ADS_1


"Gak bulan madu saja kamu terus menggempurku Rey,aku gak bisa bayangin kalo kita pergi bulan madu,pasti aku lelah tak berdaya" jawab Rani.


"Istri pintar" puji Rey.


"Rey,boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Rani.


"Tanyakan saja,aku tidak pernah melarangmu untuk bertanya" kata Rey.


"Aku pernah membaca artikel di internet juga mendengar langsung kesaksian seseorang yang sudah melakukan operasi pengangkatan rahim,di artikel tertulis kalo perempuan sudah tidak memiliki rahim lagi maka hubungan badan akan terasa hambar,yang tertulis di artikel sama seperti yang di ungkapkan oleh seorang perempuan yang sama nasibnya sepertiku.Tapi yang membuatku bingung,kenapa kamu bisa menikmatinya tanpa mengeluh,bahkan kamu seperti orang yang kecanduan saja" tutur Rani.


Rey menghela nafasnya lalu tersenyum"Nah itu dia alasanku mengajakmu bulan madu,aku takut kamu stres karena terlalu memikirkan hal itu" kata Rey.


"Kenapa menyimpang dari jalur sih?" tanya Rani.


"Ini pernikahan kita,ini rumah tangga kita dan aku bukan suami-suami mereka di luar sana yang terlalu banyak menuntut istrinya.Gak usah kamu pikirkan hal yang gak penting,sekarang pikirkan saja kita mau bulan madu ke mana" kata Rey.


"Aku suka laut" ujar Rani.


"Kita ke Hawai" kata Rey.


"Aku mau yang dekat-dekat saja" kata Rani.


"Bali?" tanya Rey.


"Aku sudah pernah ke sana" jawab Rani.


"Kalo begitu kita ke rumah nenek saja,sepanjang jalan menuju ke rumahnya terbentang pantai dengan hamparan pasir putih" jawab Rey.


"Tapi aku ingin mengarungi lautan cintamu Rey" gombal Rani.


Ciit


Rey menginjak remnya secara mendadak,untung jalanan sedang sepi.


Rey kembali mengemudikan mobilnya.


"Rey kita mau kemana,ini bukan jalan yang mengarah ke rumah Daddy?" tanya Rani.


"Kita akan pergi ke suatu tempat" jawab Rey.


Mereka tiba di pelabuhan,Rey memarkirkan mobilnya lalu mengajak Rani untuk turun.


"Kita mau kemana?" tanya Rani.


"Liburan" jawab Rey singkat.


Rey menuntun Rani menaiki kapal yang berukuran sedang,setelah mereka naik nahkoda langsung membawa mereka berkeliling dan setelah puas nahkoda mengantarkan Rey dan Rani ke sebuah villa yang ada di sebuah pulau.


"Ini villa milik Daddy,kita di sini saja ya bulan madunya.Setelah kamu benar-benar pulih baru kita pergi ke tempat yang lebih jauh" tutur Rey.


.


.


.


Di waktu yang sama di tempat yang berbeda.


"Apa perusahaan kita bekerja sama dengan perusahaan milik Ayah Kina?" tanya Daddy pada Andre.


"Iya Om,mereka memiliki saham dua puluh persen" jawab Andre.


"Cuma dua puluh persen saja tapi gayanya selangit" celetuk Om David.

__ADS_1


"Apa prodak mereka menguntungkan bagi kita?" tanya Daddy lagi.


"Sebenarnya tidak terlalu penting,hanya saja dulu Rey merasa kasihan padanya dan menerima tawaran kerja sama mereka" jawab Andre.


"Oke,nanti biar Om Edo yang akan mengurus masalah ini" ujar Daddy.


"Apa mereka punya kekuatan lain selain dua puluh persen sahamnya?" tanya Om Edo.


"Sepertinya tidak,dia main solo saja" jawab Andre.


"Ini akan lebih mudah" ucap Om Wildan.


"Oke,kalo begitu kita sudahi dulu pertemuan kita.Kalo ada perkembangan lebih lanjut kita akan berkumpul lagi" ujar Daddy.


"Bagaimana dengan Rey?" tanya Andre.


"Rey membawa Rani ke pulau" jawab Daddy.


"Apa kamu juga berniat mengajak Ema ke pulau nak?" sindir Om Wildan,ayahnya Andre.


"Kenapa harus Ema Yah?" tanya Andre.


"Ya siapa tau aja kamu butuh waktu untuk mendekati dia" jawab Om Wildan.


Daddy dan teman-temannya keluar dari kantor.


"Ema,makan siang dulu.Pekerjaan bisa dilanjutkan nanti" kata Andre.


"Abang duluan saja,Ema lagi tanggung nih" kata Ema.


"Abang tau yang tanggung tidak enak,tapi kalo kamu telat makan nanti kamu bisa sakit" ujar Andre.


"Iya Bang" jawab Ema.


"Gak usah seneng dulu,aku berkata begitu karena kamu bawahanku.Kalo kamu sakit aku yang repot harus menghandle semua pekerjaanmu" tutur Andre.


Ema beranjak dari duduknya lalu berjalan meninggalkan Andre.


"Lah kok aku di tinggalin,kan aku yang ngajak dia makan" gumam Andre.


Andre menyusul Ema ke kantin,kantin sudah sepi karena memang sudah lewat jam istirahat para karyawan.


"Kita ke pulau yuk,nyusulin Rey sama Rani" ajak Andre disela-sela makannya.


"Jangan ganggu mereka,mereka sedang berbulan madu" kata Ema.


"Kalo begitu kita ke tempat lain saja,bagaimana?" tanya Andre.


"Untuk apa,sekarang bukan waktunya liburan" jawab Ema.


"Kita pergi berbulan madu juga dong" ujar Andre.


"Bulan madu itu untuk pasangan yang sudah menikah,bukan untuk bos dan anak buah" tutur Ema.


"Kalo begitu,ayo kita menikah" ajak Andre.


Uhuk...


Ema tersedak saat mendengar Andre mengajaknya menikah.


"Kamu pikir menikah bisa dijadikan bahan permainan Bang" oceh Ema.


"Siapa bilang aku main-main,aku serius" tatap Andre dengan tajam.

__ADS_1


Ema salah tingkah di buatnya.


__ADS_2